Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM PROTEKSI

PENGUJIAN SEKERING

Kelas

: KE 3C

Nama Pelapor

: Lailatus Saadah

(13)

Nama Partner

: 1. Aditya Setya P

(01)

2. Dany Eka M

(07)

3. Helmi Nur Setyo Y

(11)

4. Oka Mahendra H.P

(18)

5. Wawan Wibawa

(22)

Tanggal Percobaan

: 30 Oktober 2014

Tanggal Penyerahan : 06 November 2014

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2014

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM PROTEKSI


PENGUJIAN SEKERING

Kelas

: KE 3C

Nama Pelapor

: Oka Mahendra H.P

(18)

Nama Partner

: 1. Aditya Setya P

(01)

2. Dany Eka M

(07)

3. Helmi Nur Setyo Y

(11)

4. Lailatus Saadah

(13)

5. Wawan Wibawa

(22)

Tanggal Percobaan

: 30 Oktober 2014

Tanggal Penyerahan : 06 November 2014

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2014

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM PROTEKSI


PENGUJIAN SEKERING

Kelas

: KE 3C

Nama Pelapor

: Wawan Wibawa

(22)

Nama Partner

: 1. Aditya Setya P

(01)

2. Dany Eka M

(07)

3. Helmi Nur Setyo Y

(11)

4. Lailatus Saadah

(13)

5. Oka Mahendra H.P

(18)

Tanggal Percobaan

: 30 Oktober 2014

Tanggal Penyerahan : 06 November 2014

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2014

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM PROTEKSI


PENGUJIAN SEKERING

Kelas

: KE 3C

Nama Pelapor

: Aditya Setya P

(01)

Nama Partner

: 1. Dany Eka M

(07)

Tanggal Percobaan

2. Helmi Nur Setyo Y

(11)

3. Lailatus Saadah

(13)

4. Oka Mahendra H.P

(18)

5. Wawan Wibawa

(22)

: 30 Oktober 2014

Tanggal Penyerahan : 06 November 2014

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2014

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM PROTEKSI


PENGUJIAN SEKERING

Kelas

: KE 3C

Nama Pelapor

: Dany Eka M

(07)

Nama Partner

: 1. Aditya Setya P

(01)

Tanggal Percobaan

2. Helmi Nur Setyo Y

(11)

3. Lailatus Saadah

(13)

4. Oka Mahendra H.P

(18)

5. Wawan Wibawa

(22)

: 30 Oktober 2014

Tanggal Penyerahan : 06 November 2014

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2014

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM PROTEKSI


PENGUJIAN SEKERING

Kelas

: KE 3C

Nama Pelapor

: Helmi Nur Setyo Y

(11)

Nama Partner

: 1. Aditya Setya P

(01)

2. Dany Eka M

(07)

3. Lailatus Saadah

(13)

4. Oka Mahendra H.P

(18)

5. Wawan Wibawa

(22)

Tanggal Percobaan

: 30 Oktober 2014

Tanggal Penyerahan : 06 November 2014

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2014

A. TUJUAN
Setelah melakukan praktikum pengujian sekering, mahasiswa diharapkan dapat :
1. Menjelaskan fungsi sekering
2. Menjelaskan jenis sekering
3. Membuat grafik arus (I) fungsi waktu (t)

B. DASAR TEORI
Sekering merupakan alat pengaman lebur yang berfungsi untuk mengamankan instalasi
listrik dari gangguan arus hubung singkat dan arus lebih.
Sekering akan mengalami lebur (putus) apabila arus yang melewatinya melebihi
kemampuan kerja sekering tersebut.
Berdasarkan jenisnya sekering dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu :
1. Jenis ulir
a. Jenis Diazed (D)
Sekering jenis ini digunakan untuk tegangan 500 V AC dengan arus 2-100 A.

b. Jenis Neozed (NO)


Sekering jenis ini digunakan untuk tegangan 250 V DC dan 415 V AC dengan
arus 2-100 A.

Sekering jenis D merupakan jenis NO mempunyai kode warna yang menunjukkan


kemampuan kerja arus sekering tersebut.
Adapun kode warna tersebut seperti ini:
Diazed

Neozed

Ukuran

Rumah
Ulir

D II

E27

D III

E33

DIV II

RII/4

Arus
Kode
Arus
Nominal Nominal Warna
(A)
Merah
2-25
2
Pink
4
Coklat
6
Hijau
10
Merah
16
Abu-abu
20
Biru
25
Kuning
35-63
35
Hitam
50
Putih
63
Tembaga
80-100
80
Perak
100
merah

Ukuran

Rumah
Ulir

Arus
Nominal
(A)

DO1

E14

2-16

DO2

E18

20-63

DO3

M30x2

80-100

2. Jenis Peng In
Sekering jenis HRC (High Rupturing Capacity) sekering jenis ini digunakan pada
industri atau pemakaian sejenis.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sekering dalam instalasi listrik antara lain:
1. Dapat menghantarkan arus beban tanpa menimbulkan panas lebih sehingga menjadi
rusak.
2. Memutuskan arus maksimum hubung-singkat tanpa mengalami kesulitan.
3. Membatasi hubung-singkat sehingga melindungi peralatan-peralatan dan kabel-kabel.
4. Membatasi penambahan arus asimetris.
5. Tidak menimbulkan tegangan lebih ketika sekering bekerja.
6. Saat sekering bekerja tidak menimbulkan panas lebih, pecah, menyala, gas panas, uap
dan sebagainya.
7. Karakterikstik arus (I) fungsi waktu (t) harus sesuai dengan pengamannya.
8. Kedudukan sekering setengah tertutup yang tidak sesuai dengan temperatur
kedudukannya adalah tidak benar.

9. Penggantian sekering tidak menimbulkan bahaya sentuhan pada bagian yang


bertegangan.
10. Sekering harus sesuai dengan tegangan yang digunakan.

C. ALAT YANG DIGUNAKAN

Peralatan yang digunakan


1. Automatic Voltage Regulator (AVR) 220 V, 10 A

1 buah

2. Transformator arus

1 buah

3. Resistor/tahanan geser 75, 10 A

1 buah

4. Amperemeter

1 buah

5. Voltmeter

1 buah

6. Stop watch

1 buah

7. Kabel

secukupnya

Bahan yang digunakan


Sekering 0,5 A

D. GAMBAR RANGKAIAN

E. LANGKAH KERJA
1. Membuat rangkaian seperti gambar diatas.
2. Memeriksakan hasil rangkaian kepada dosen pembimbing sebelum dioperasikan.
3. Menghubungkan rangkaian dengan sumber tegangan.
4. Mengatur AVR dari nol hingga sekering putus.
5. Mengamati besarnya arus dan tegangan hingga sekering putus, mencatat hasilnya dan
masukkan kedalam tabel. Mencatat berapa lama waktu arus melebihi arus kerja
sekering.

F. DATA HASIL PERCOBAAN


V
(volt)

I
(Ampere)

T
(sekon)

35

0,6

24

38

0,8

18

40

14

44

1,2

48

1,4

G. GRAFIK

Grafik I=f(t)
30
25

t (sekon)

20
15
10
5
0
0

0.2

0.4

0.6

0.8
I (A)

1.2

1.4

1.6

F. ANALISA
Pada pengujian pertama, ketika AVR diatur pada nilai sebesar 35 V, didapatkan arus
sebesar 0,6 A kawat pada sekering melebur pada waktu 24 detik. Pada pengujian kedua
ketika AVR diatur pada nilai sebesar 38 V, didapatkan arus sebesar 0,8 A kawat pada
sekering melebur pada waktu 18 detik. Pada pengujian ketiga ketika AVR diatur pada
nilai sebesar 40 V, didapatkan arus sebesar 1 A kawat pada sekering melebur pada waktu
14 detik. Pada pengujian keempat ketika AVR diatur pada nilai sebesar 44 V, didapatkan
arus sebesar 1,2 A kawat pada sekering melebur pada waktu 3 detik. Pada pengujian
kelima ketika AVR diatur pada nilai sebesar 48 V, didapatkan arus sebesar 1,4 A kawat
pada sekering melebur pada waktu 2 detik.

G. KESIMPULAN
Dari percobaan pengujian sekering dapat disimpulkan bahwa pada sekering jika diberi
arus yang melebihi arus nominal maka kawat pada sekering akan putus/melebur. Waktu
saat peleburan kawat bergantung pada besarnya arus yang diberikan, semakin besar arus
maka waktu yang diperlukan untuk lebur semakin cepat namun perlu diperhatikan bahwa
pada sekering terdapat nilai toleransi alat sehingga jika saat diberi arus lebih namun
belum putus/lebur kita perlu menghitung dulu berapa toleransi sekering tersebut.