Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MAKALAH

TEKNOLOGI DAN METAURGI LAS

Disusun oleh :
Kelompok 4
Egi Anwar

3334120588

Fathoni Ahmad

3334122566

Hermansyah Emir F

333412

Imam Akbar M

3334120589

Iqbal Al Aziz

3334120895

Ryanditya Abednego

3334120236

Syuqron Fajri S

3334120642

Tifanny Ary P

3334120266

KEMENTERIAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
FAKULTAS TEKNIK
CILEGON-BANTEN
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Tembaga merupakan salah satu logam non-ferrous yang paling penting dan

banyak di pakai mulai dari industri sederhana sampai industri berteknologi tinggi. Hal ini
digunakan baik murni atau paduan dengan logam lain. Secara fisika tembaga berwarna
coklat kemerahan, lunak sehingga mudah di tempa, dapat dibentuk dan merupakan
konduktor panas dan pengahantar listrik yang baik dengan. Tembaga adalah bahan
penting dan sangat diperlukan dalam banyak aplikasi karena sifat fisik dan mekanis,
termasuk konduktivitas listrik dan panas yang tinggi, ketahanan terhadap korosi yang
tinggi, sehingga daktilitas kemudahan pengolahan, dan mampu las yang baik. Banyak
penelitian dasar dan terapan telah dilakukan pada tembaga dan paduannya, baik
secara mikroskopik maupun makroskopik.
Pada waktu ini pengelasan dan pemotongan merupakan pelaksanaan
pengerjaan yang amat penting dalam teknologi produksi bahan baku logam. Dari
perkembangannya yang pesat telah banyak teknologi baru yang ditemukan sehingga
boleh dikatakan hampir tidak ada logam yang tidak dapat dipotong dan dilas dengan
cara-cara yang ada saat ini. Pada pembahasan kali ini yang dibahas adalah
pengelasan pada paduan tembaga.

1.2.

Tujuan Penulisan
Pengelasan merupakan bagin dari proses fabrikasi atau manufakturing, oleh

karena itu diperlukan pengetahuan mengenai pengelasan terutama pada logam paduan
tembaga serta mengetahui sifat weldability logam paduan tembaga. Dalam makalah ini
dijelaskan mengenai pengelasan pada logam paduan tembaga.

1.3.

Rumusan Masalah
Teknik pengelasan pada logam merupakan hal yang harus diperhatikan, setiap

teknik pengelasan, berbeda-beda sesuai dengan logam yang di gunakan. Hal

ini

menyebabkan diperlukanya pengetahuan tentang teknologi pengelasan pada logam


paduan tembaga.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Tembaga Dan paduanya


Tembaga adalah salah satu logam pertama yang diketahui oleh masyarakat.

Masyarakat mesir telah membuat pisau dan senjata dari tembaga sejak 8000 tahun
yang lalu. Nenek moyang kita akhirnya mempelajari bagaimana memadukan tembaga
dengan logam lainnya untuk memperbaiki kekuatan dan kekerasannya. Sehingga
dimulailah zaman perunggu sekitar 1800 sebelum masehi. Sejak saat itu, tembaga dan
paduannya telah menjadi sesuatu yang penting bagi kehidupan manusia sampai saat
ini. Tembaga atau copper memiliki nama kimia cuprum atau disingkat Cu. Keterdapatan
tembaga di alam sebagai native copper termasuk jarang. Sebagian besar berasosiasi
dengan sulfur atau produk teroksidasi dari mineral tersebut.
Tembaga adalah salah satu logam non-ferrous yang paling penting. Tembaga
digunakan baik murni atau paduan dengan logam lain. Warnanya kemerahan, dengan
wajah-berpusat struktur kisi kubik. Tembaga adalah bahan penting dan tak tergantikan
dalam banyak aplikasi karena sifat fisik dan mekanik, di antaranya konduktivitas listrik
dan termal yang tinggi, ketahanan korosi yang tinggi.
Ada dua kelompok besar yaitu : brass dan bronze Brass (kuningan) Paduan
tembaga dan seng dinamakan brass. Penambahan sedikit timah, nikel, mangan,
aluminium, dan unsur-unsur lain dalam paduan tembaga seng dapat mempartinggi
kekerasan dan kekuatan serta tahan korosi (special brass).Bronze (perunggu) .
Paduan tembaga dan timah dengan penambahan sedikit aluminium, silikon, mangan,
besi dan beryllium disebut bronze.Dalam prakteknya yang paling banyak digunakan
adalah perunggu dengan 25 30% Sn.
Wrought bronze, terdiri dari paling tinggi 6% Sn dan casting bronze lebih dari 6%
Sn.Special bronze, yaitu paduan dengan dasar tembaga dicampur Ni,Al, Mn, Si, Fe, Be
dll.Aluminium bronze, terdiri dari 4 11% Al, mempunyai sifat-sifat mekanik yang tinggi
dan tahan korosi serta mudah dituang. Bronze dengan penambahan besi dan nikel
memiliki kekuatan mekanik yang tinggi, tahan panas, digunakan untuk fitting dapur dan
bagian-bagian mesin yang permukaannya bersinggungan dengan metal, yaitu
perunggu dengan penambahan seng.Phosphor bronze terdiri dari 95% Cu, 5% Sn
dan 0,2% P, di gunakan untuk saringan kawat, koil dan pegas pelat.Silikon bronze,

memiliki sifat-sifat mekanik yang tinggi, tahan aus dan anti korosi dan mudah dituang
maupun dilas. Beryllium bronze, memiliki sifat mekanik yang tinggi tahan koros, tahan
aus dan ductil, daya hantar panas/listrik yang tinggi.Monel, komposisinya 31% Cu, 66%
Ni, 1,35% Fe, 0,9% dan 0,12% C sifat tertarik bagus dan ductil, tahan korosi dalam air
lautan Iarutan kimia.
Paduan tembaga umuny tahan korosi terutama untuk proteksi material kerja
seperti baja. Untuk proses penyambungan material paduan baja digunakan
pengekasan yang menggunakan pelindung / Shield untuk melindungi material baja.

2.2.

Pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding)


Pengelasan dengan proses GTAW, panas dihasilkan dari busur yang terbentuk

dalam perlindungan inert gas (gas mulia) antara elektroda tidak terumpan dengan
benda kerja. GTAW mencairkan daerah benda kerja di bawah busur tanpa elektroda
tungsten itu sendiri ikut meleleh. Gambar 100-3 memperlihatkan peralatan untuk proses
GTAW. Proses ini bisa dikerjakan secara manual atau otomatis. GTAW disebut juga
denganHeliarc yaitu istilah yang berasal dari merek dagang Linde Company
atau TIG (Tungsten Inert Gas). Filler metal ditambahkan ke dalam daerah las dengan
cara mengumpankan sebatang kawat polos. Teknik pengelasan sama dengan yang
dipakai pada oxyfuel gas welding atau OAW, tetapi busur dan kawah las GTAW
dilindungi dari pengaruh atmosfir oleh selimut inert gas, biasanya argon, helium atau
campuran keduanya. Inert gas disemburkan dari torch dan daerah-daerah disekitar
elektroda tungsten. Hasil pengelasan dengan proses GTAW mempunyai permukaan
halus, tanpa slag dan kandungan hydrogen rendah

Gambar 2.1 Gas Tungsten Arc Welding

Jenis lain proses GTAW adalah pulsed GTAW, dengan menggunakan sumber
listrik yang membuat arus pengelasan pulsasi. Hal ini membuat arus rata-rata menjadi
lebih tinggi untuk mendapatkan penetrasi dan kontrol kawah las yang lebih baik,
terutama untuk pengelasan root pass. Pulsed GTAW terutama bermanfaat untuk
pengelasan pipa posisi-posisi sulit pada stainless steel dan non ferrous material seperti
paduan nikel.
GTAW sudah diaplikasikan juga untuk pengelasan otomatis. Otomatisasi proses
ini membutuhkan sumber listrik dan pengontrolan terprogram, sistim pengumpanan
kawat dan mesin pemandu gerak. Proses ini sudah digunakan untuk membuat las sekat
pada tube-to-tubesheet bermutu

tinggi

dan

las

tumpul

pada

pipa-pipaheat

exchanger. Butt weld pada pipa tebal diameter besar pada pembangkit tenaga listrik,
merupakan keberhasilan lain dari aplikasi GTAW otomatis. GTAW menggunakan
pengumpanan kawat otomatis disebut juga dengan cold wire TIG. Jenis lain dari
pengelasan GTAW otomatis disebut hot wire TIG, yang dikembangkan untuk menyaingi
yang lain dengan laju deposit lebih tinggi. Pada hot wire TIG, kawat las mendapat
tahanan panas yang berasal dari arus AC tegangan rendah untuk memperbesar laju
pengisian.

2.3.

Pengelasan Oksiasetilen

http://www.b-duu.com/2014/09/proses-pengelasan-gtaw-gas-tungsten-arc.html

BAB III
KESIMPULAN

Kesimpulan yang di dapat dalam makalah ini yaitu :

DAFTAR PUSTAKA