Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pergeseran mekanisme
kontrol yang mengatur kelangsungan hidup, proliferasi, dan diferensiasi sel.
Pengobatan kanker tidak menyembuhkan tetapi hanya bersifat paliatif terhadap
gejala, pencegahan komplikasi, support psikologik dan perpanjangan hidup yang
berarti. Salah satu pengobatan kanker yang dikembangkan yaitu menggunakan
konsep kemoterapi yaitu penggunaan preparat antineoplastik sebagai upaya untuk
membunuh sel-sel tumor dengan mengganggu fungsi dan reproduksi selular 1.
Obat antikanker adalah obat yang diberikan dengan tujuan membunuh sel-sel
kanker dengan obat-obatan atau dengan bahan kimia yang dapat menghentikan
siklus kehidupan sel kanker dan juga dapat menghambat dan menghancurkan inti
sel untuk membelah diri. Tetapi ada beberapa obat antikanker yang bekerja tidak
selektif, dimana obat ini tidak hanya membunuh sel-sel kanker tetapi juga sel-sel
lain yang ada di dalam tubuh kita. Berdasarkan hal tersebut, dibuatlah sediaan
nanopartikel dalam bentuk sediaan ODT sebagai obat antikanker yang diharapkan
kerja obat tersebut lebih selektif dan efisien.
Nanopartikel dapat meningkatkan kelarutan suatu senyawa serta dapat
meningkatkan absorpsi obat. Sistem nanopartikel memberikan manfaat yaitu
dapat menurunkan kebutuhan dosis dan pemberian obat yang lebih efisien, serta
toksisitas lebih rendah. Nanopartikel telah dipergunakan sebagai salah satu
pendekatan fisika untuk mengubah dan meningkatkan farmakokinetik dan
farmakodinamik dari berbagai jenis molekul obat. Hartig et al. melaporkan bahwa
nanopartikel dapat berpenetrasi di antara pembuluh kapiler dan sel di dalam tubuh
sehingga obat dapat lebih tepat sasaran 2.
Sistem penghantaran nanopartikel membutuhkan suatu polimer, dendrimer
merupakan polimer yang sangat berpotensi menghasilkan penghantaran
nanopartikel. Salah satunya dendrimer PAMAM, yang dapat digunakan sebagai
peningkat kelarutan dari obat hidrofobik. Dendrimer PAMAM merupakan
polimer monodisperse dengan banyak cabang. Bentuk molekul ini dapat

dimanfaatkan sebagai alat untuk penghantaran obat karena kemampuannya untuk


menghasilkan kompleks melalui enkapsulasi molekular, interaksi kovalen dan non
kovalen. Pembuatan sediaan ODT nanopartikel ekstrak buah Mahkota Dewa
dengan pembawa dendrimer diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan efek
anti kanker payudara dari ekstrak tersebut.
Rute pemberian obat secara oral adalah rute paling umum dan nyaman
digunakan oleh pasien. Tablet merupakan bentuk sediaan yang paling disukai
karena mudah diproduksi, mudah pengemasan begitu juga penggunaannya. Salah
satu jenis sediaan tablet yang memiliki keuntungan lebih yaitu Orally
Disintegration Tablet (ODT). Dalam kasus terapi tertentu, ODT merupakan obat
pilihan untuk mendapatkan konsentrasi sistemik yang tinggi secara cepat atau
high drug loading. ODT menawarkan kemudahan bagi pasien yang mengalami
kesulitan menelan (dysphagia) terutama pasien pediatri dan geriatri.
Zat aktif yang akan dibuat nanopartikel yaitu ekstrak kloroform buah Mahkota
Dewa yang mengandung phalerin dan gallic acid sebagai senyawa antikanker.
Penelitian yang dilakukan oleh Nunuk Aries Nurulita dan Agus Siswanto tahun
2007 menunjukkan bahwa ekstrak kloroform buah Mahkota Dewa memiliki nilai
LC50 sebesar 103,03 g/ml. Dapat dikatakan bahwa tanaman P.macrocarpa
mempunyai aktivitas antikanker terhadap sel kanker payudara T47D melalui efek
sitotosik dan

penghambatan

proliferasi

sel,sehingga

dapat

menghambat

perkembangan kanker. Berdasarkan hal tersebut, dikembangkanlah formulasi


sediaaan tablet ODT nanopartikel ekstrak kloroform buah Mahkota Dewa dengan
menggunakan polimer dendrimer diharapkan dapat meningkatkan absorpsi zat
aktif dan selektif terhadap sel kanker payudara serta mudah dalam penggunaan 3.

2. Perumusan Masalah
1. Bagaimana preparasi sediaan tablet ODT nanopartikel ekstrak kloroform
buah Mahkota Dewa dengan menggunakan polimer dendrimer PAMAM?
2. Bagaimana sifat fisikokimia dari nanopartikel ekstrak kloroform buah
Mahkota Dewa yang dihasilkan?

3. Bagaimana evaluasi dari tablet ODT nanopartikel ekstrak kloroform buah


Mahkota Dewa dengan menggunakan polimer dendrimer PAMAM yang
dihasilkan?

3. Tujuan Penelitian
Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengembangkan formulasi tablet
ODT nanopartikel ekstrak kloroform buah Mahkota Dewa dengan menggunakan
polimer dendrimer. Secara khusus, penelitian ini bertujuan:
1. Untuk mengetahui preparasi preparasi sediaan tablet ODT nanopartikel
ekstrak kloroform buah Mahkota Dewa dengan menggunakan polimer
dendrimer PAMAM.
2. Untuk mengetahui sifat fisikokimia dari nanopartikel ekstrak kloroform buah
Mahkota Dewa yang dihasilkan.
3. Untuk mengetahui evaluasi dari tablet ODT nanopartikel ekstrak kloroform
buah Mahkota Dewa dengan menggunakan polimer dendrimer PAMAM yang
dihasilkan.

4. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi penelitian dalam bidang formulasi khususnya nanopartikel, dapat
memberikan

informasi

mengenai

preparasi

sediaan

tablet

ODT

nanopartikel ekstrak kloroform buah Mahkota Dewa dengan menggunakan


polimer dendrimer PAMAM serta dapat dijadikan evaluasi dalam usaha
pengembangan metode selanjutnya.
2. Bagi

industri

farmasi,

dapat

dijadikan

landasan

dalam

bidang

pengembangan produk menjadi tablet ODT nanopartikel untuk pembuatan


obat dalam skala besar untuk kepentingan industri.
3. Bagi

masyarakat

utamanya

pasien,

dapat

memberikan

pengobatan yang lebih aman, efisien, dan acceptable.

alternatif