Anda di halaman 1dari 3

Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional .

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik


Universitas Indonesia.

Global Warming, Masalah Lingkungan yang Harus Diperangi Bersama

Oleh Erika, 0706291243

Judul : Waspadai Peningkatan Epidemik Penyakit Akibat Global


Warming
Pengarang : M. Rizal Maslam
Data Publikasi : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bu
lan/ 11/tgl /13/time/164411/idnews/852048/idkanal/10

Peningkatan suhu bumi, perubahan iklim, serta kemudahan terjadi berbagai bencana
alam merupakan peristiwa yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Belakangan ini, iklim
bumi menjadi semakin tidak menentu, tak jarang hujan turun di musim panas, tetapi
justru tidak turun pada musim hujan. Apa yang menyebabkan perubahan iklim
tersebut? Perubahan iklim tersebut disebabkan oleh pemanasan global, yang kini
semakin kita rasakan dampaknya. Masalah global warming ini sebenarnya bukan
masalah baru bagi manusia. Lantas, mengapa tiba-tiba masalah ini diungkit dan
dibicarakan kembali? Jawabannya adalah karena saat ini dampak global warming
sangat jelas terasa. Coba perhatikan betapa seringnya bencana alam terjadi
belakangan ini, juga perhatikan betapa banyaknya penyakit-penyakit tropis yang
berepidemi akhir-akhir ini. Jika kita amati, maka kita akan menyadari ada sesuatu
yang telah berubah pada bumi kita. Hal ini tentunya bukanlah kabar baik bagi
manusia, yang notabene adalah penghuni bumi. Tentunya kita perlu memahami apa
saja dampak langsung yang dirasakan manusia sebagai akibat global warming.
Pertanyaan inilah yang akan dibahas dalam artikel M. Rizal Maslam berikut ini.

Sebelum kita membicarakan mengenai dampak yang dirasakan manusia akibat


fenomena global warming ini, ada baiknya penulis membahas sedikit mengenai
pengertian global warming, serta proses yang menyebabkan terjadinya global
warming tersebut. Sebenarnya, apa itu pemanasan global? Pemanasan global adalah
Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Indonesia.

kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi 1. Proses
yang menyebabkan pemanasan global adalah proses yang dinamakan efek rumah kaca.
Pada efek rumah kaca, bumi tertutupi oleh berbagai gas (yang disebut gas rumah kaca)
sehingga ketika sinar matahari sampai ke bumi, gas-gas itu akan menghalangi
pemantulan sinar ke luar bumi. Akibat terhalangi gas-gas rumah kaca, sinar matahari
menjadi terperangkap di bumi sehingga bumi menjadi semakin panas.

“Peningkatan suhu bumi memiliki dampak terhadap kesehatan penduduk bumi.


Dampaknya bisa langsung atau tidak langsung,” ungkap Guru Besar Kesehatan
Masyarakat Universitas Indonesia Prof Umar Fahmi Amadi pada artikel M. Rizal
Maslam. Umar juga menyebutkan salah satu dampak langsungnya adalah peningkatan
kasus kanker kulit. Hal ini disebabkan karena radiasi sinar ultraviolet yang tadinya
berhasil dipantulkan kembali ke luar bumi, kini menjadi terperangkap dalam bumi,
masuk ke kulit manusia sehingga menyebabkan sel-sel kulit manusia bermutasi dan
menyebabkan kanker. Sementara dampak tidak langsung, lanjut Umar, adalah
perubahan bionomik nyamuk, yang menyebabkan peningkatan proses penularan
penyakit yang ditularkan nyamuk, terutama di negara-negara subtropik.

Dalam artikelnya, M. Rizal Maslam mengatakan,


“Diperkirakan bila suhu meningkat 3 derajat celcius pada tahun 2100, makan akan terjadi
peningkatan proses penularan penyakit yang ditularkan nyamuk sebanyak dua kali lipat.
Misalnya malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, radang otak, filariasis, Avian
influenza, SARS, west nile virus, dan hantaman virus. Penyakit ini diduga akan meningkat
penularannya ke sejumlah negara subtropik”
Hal ini disebabkan karena daerah dengan suhu sekitar 20 hingga 30 derajat celcius
dengan kelembaban di atas 60 persen merupakan tempat ideal bagi nyamuk untuk
hidup. Tadinya, daerah seperti ini hanya sedikit namun karena pemanasan global,
yang menyebabkan suhu bumi menjadi naik, daerah dengan suhu dan kelembaban
seperti itu menjadi bertambah banyak sehingga nyamuk-nyamuk pun semakin
menyebar dan meningkat jumlahnya.

Pemanasan global telah mendatangkan berbagai dampak negatif bagi hidup manusia
dan makhluk hidup lain. Lantas, langkah apa yang dapat kita lakukan untuk
1
Pemanasan Global. http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global, diakses pada 4 Desember 2007,
pukul 21.34.
Erika . 0706291243 . Jurusan Ilmu Hubungan Internasional . Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Indonesia.

mengurangi hal ini? Langkah satu-satunya adalah dengan mengajak semua pihak
untuk berpartisipasi mencegah global warming. Global warming bukanlah hal yang
dapat diperangi dengan mudah, butuh kesadaran dari semua pihak untuk dapat
mengurangi dampak global warming. Salah satu langkah yang dapat kita lakukan
adalah dengan menanam banyak pohon di setiap lahan yang ada dan memelihara
pohon-pohon itu. Adanya pohon akan membantu mengurangi karbondioksida dalam
udara karena pohon dapat menyerap karbondioksida yang sangat banyak,
memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Ini
merupakan satu dari sekian banyak langkah konkrit lainnya yang dapat kita lakukan
untuk mengurangi efek global warming. Langkah lainnya adalah dengan menghemat
penggunaan bahan bakar fosil karena pembakaran bahan bakar fosil akan
menghasilkan sejumlah karbondioksida, yang merupakan komponen gas rumah kaca
terbesar pada bumi kita. Masih banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi
efek global warming namun yang perlu digarisbawahi di sini adalah semua langkah
itu harus dilakukan secara menyeluruh oleh semua pihak. Tanpa peran serta dari
semua elemen masyarakat, akan mustahil bagi kita untuk mengurangi dampak global
warming tersebut.