Anda di halaman 1dari 21

4/12/2009

DRAINASE
PENDAHULUAN
Permasalahan dan Tantangan

Water Related
Problems ?

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan


tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari
perbuatan mereka, agar mereka kembali (QS Ar Rum :41).

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu
sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (QS Asy Syuura 42:30).

4/12/2009

Banjir

4/12/2009

PENDAHULUAN
 Sampai saat ini kinerja penanganan
drainase dinilai oleh masyarakat
masih sangat rendah, masih banyaknya
kota--kota besar yang mengalami banjir di
kota
setiap musim hujan.
 Penangan banjir kebanyakan masih
bersifat lokal, teknis, belum merupakan
penangan yang komprehensif untuk
seluruh wilayah perkotaan.

 Perkembangan perumahan dan


permukiman yang sangat pesat sering kali
kurang terkendali dan tidak sesuai
dengan Rencana Tata Ruang maupun
konsep pembangunan berkelanjutan,
berkelanjutan,
mengakibatkan kawasankawasan-kawasan rendah
yang semula berfungsi sebagai tempat
penampungan sementara (retarding pond)
pond)
dan bantaran sungai dihuni oleh penduduk

4/12/2009

 Kondisi tersebut membawa dampak


rendahnya kemampuan drainase untuk
mengeringkan kawasan terbangun,
terbangun,
peningkatan jumlah limpasan yang
dialirkan tidak seimbang dengan sarana
dan prasarana drainase yang tersedia
(saluran,
saluran, pintu air, dan pompa)
pompa) untuk
mengalirkan air ke badan air penerimanya
(sungai,
sungai, danau
danau,, laut)
laut)

Kondisi sarana dan prasarana


drainase sampai dengan tahun
2000 masih sangat kurang
memadai, karena baru
mempunyai cakupan layanan
nasional sekitar 40 % (43.016
Ha) dari luas genangan
84.485 Ha.

4/12/2009

Kondisi Penanganan
Drainase Saat Ini
 Sampai saat ini masih banyak Kota menangani
drainase dengan paradigma lama yaitu
mengalirkan air hujan yang berupa limpasan
(runrun-off)
off) secepatsecepat-cepatnya ke penerima
air/badan air terdekat.
 Penanganan masih bersifat teknis belum
pempertimbangkan faktor lingkungan, sosialsosialekonomi dan budaya, serta kesehatan
lingkungan.

Paradigma baru penanganan


Drainase
 Mengendalikan kelebihan air
permukaan yang dapat
dimanfaatkan untuk persediaan air
baku dan kehidupan aquatik dengan
meresapkan air permukaan
sebanyak--banyaknya ke dalam
sebanyak
tanah (mempertimbangkan
konservasi air).

4/12/2009

Kendala--Kendala
Kendala
 Menurunnya perhatian pengelola
pembangunan bidang drainase,
khususnya mengenai operasi dan
pemeliharaan.
 Pola pikir dan kesadaran masyarakat
yang masih rendah akan lingkungan
hidup yang bersih dan sehat.

Kendala--kendala (lanjutan)
Kendala
 Lemahnya institusi pengelola
prasarana dan sarana drainase
 Ketidakmampuan menyusun
program yang dibutuhkan
 Rendahnya jumlah dan kualitas
tenaga ahli dalam penanganan
drainase

4/12/2009

Kendala--kendala (lanjutan)
Kendala
 Kurangnya kesadaran bahwa
pemecahan masalah genangan harus
melihat pada system jaringan saluran
secara keseluruhan yang
mengakibatkan tidak
diperhitungkannya pengaruh
backwater akibat fluktuasi di hilir, dan
adanya tambahan debit aliran dari
beban saluran di hulunya.

Kendala--kendala (lanjutan)
Kendala
 Tidak menyadari bahwa system drainase
kawasan harus terpadu dengan system
badan air regionalnya (system flood
control).
control
).
 Kurang menyadari bahwa pemeliharaan
(pembersihan dan perbaikan) saluran
merupakan pekerjaan rutin yang sangat
penting untuk menurunkan resiko
genangan

4/12/2009

4/12/2009

Drainage System around Dago Street, March 2004

Drainage System around Gelap Nyawang Street, March 2004

4/12/2009

Drainage System around Dago Street, March 2004

SISTEM DRAINASE
WONOKROMO KOTA SURABAYA

10

4/12/2009

SISTEM DRAINASE
WONOKROMO KOTA SURABAYA

SISTEM DRAINASE
WONOKROMO KOTA SURABAYA

11

4/12/2009

TIMBUNAN SAMPAH DI
MUARA KALI GREGES

Kendala--kendala (lanjutan)
Kendala
 Belum adanya ketegasan fungsi
drainase:berfungsi mengalirkan air hujan saja
atau dengan mengalirkan air limbah
permukiman (grey
(grey water).
water).
 Belum ada pengaturan fungsi lahan basah.
 Belum ada pengaturan untuk pengendalian debit
puncak
 Penanganan drainase belum terpadu.
 Kelembagaan dan kelengkapan peraturan
belum dipahami dan dipatuhi oleh para
pengelola drainase

12

4/12/2009

Isu/Permasalahan
a. Kecenderungan perubahan iklim.
- Curah hujan relatif tinggi dalam jangka
waktu yang pendek, kekeringan, muka
air laut naik.
- Peningkatan intensitas hujan dan
kenaikan permukaan air laut berpotensi
mengakibatkan bencana banjir.
- Perubahan tersebut menyebabkan
penanganan banjir semakin sulit.

Isu/Permasalahan (lanjutan)
b. Perubahan fungsi lahan basah
Akibat kebutuhan lahan sangat besar
untuk pengembangan permukiman,
industri, perdagangan dan fasilitas
pendukungnya maka penggunaan lahan
sering tidak terkendali, tidak sesuai
dengan Rencana Tata Ruang maupun
konsep pembangunan berkelanjutan.

13

4/12/2009

Isu/Permasalahan (lanjutan)
c. Belum adanya ketegasan fungsi sistem

drainase
Masih sering dijumpai permasalahan berkaitan
dengan kualitas air yang dialirkan.
Selama ini belum ada kejelasan apakah fungsi
saluran drainase juga digunakan untuk
pembuangan air limbah di samping air hujan (grey
(grey
water),
water
), sementara ditinjau dari karakteristiknya,
sistem drainase berbeda dengan sistem
pembuangan air limbah yang tentunya akan
membawa masalah pencemaran di daerah hilir
saluran

Isu/Permasalahan (lanjutan)
d. Aspek Hukum
 Keterlibatan instansi lain yang
bertanggung jawab terhadap
utilitas.
 Belum jelas yang dimaksud dengan
keterlibatan masyarakat

14

4/12/2009

Isu/Permasalahan (lanjutan)
 Bentuk dan struktur organisasi, uraian tugas
dan kualitas personil yang dibutuhkan dalam
melaksanakan penanganan drainase belum
dirumuskan dalam peraturan daerah
 Belum ada peraturan daerah yang menyangkut
pengambilan air tanah secara besarbesar-besaran,
pembuangan sampah ke saluran, pelarangan
pengurugan lahan basah, penyempitan
saluran, berserta sanksinya (penegakan
hukum)

Isu/Permasalahan (lanjutan)
e.Penanganan Drainase Belum Terpadu
Pembangunan sistem drainase utama
dan lokal belum terpadu terutama pada
sistem drainase yang dibangun oleh
swasta yang tidak selaras dengan
pembangunan drainase makro yang
lingkupnya lebih luas.

15

4/12/2009

Isu/Permasalahan (lanjutan)
 Belum adanya Master Plan Drainase
maka pengembang tidak punya
acuan untuk sistem lokal, misalnya
tersedianya data peil banjir,
sehingga penanganan sifatnya
hanya partial untuk wilayah yang
dikembangkan saja.

Isu/Permasalahan (lanjutan)
f. Pengendalian debit puncak

Belum ada peraturan untuk


kewajiban menyrediakan kolamkolamkolam tampungan/peresapan untuk
mengendalikan debit puncak,

16

4/12/2009

Tantangan
 Penurunan kualitas lingkungan
permukaan
 Optimalisasi pelayanan dan
efisiensi sarana dan prasaran
drainase yang sudah terbangun

Tantangan (lanjutan)
 Peningkatan dan pengembangan
sistem yang ada, pembangunan
baru secara ekektif dan efisien
menjangkau masyarakat
berpenghasilan rendah.

17

4/12/2009

Tantangan (lanjutan)
 Pemerataan subsub-bidang drainase
dengan memperhatikan kondisi
ekonomi nasional dan daerah
setempat.
 Menunjang terwujudnya lingkungan
perumahan dan permukiman yang
bersih dan sehat serta terjangkau
oleh masyarakat berpenghasilan
rendah.

Tantangan (lanjutan)
 Sasaran Pembangunan Nasional bidang
drainase 20052005-2010:
Terbebasnya saluransaluran-saluran drainase
dari sampah sehingga mampu
meningkatkan fungsi saluran drainase
sebagai pematus air hujan dan
berkurangnya wilayah genangan
permanen dan temporer hingga 75%
dari kondisi saat ini

18

4/12/2009

KESIMPULAN
 MasalahMasalah-masalah tersebut di atas
memerlukan pemecahan pengelolaan
terpadu yang di antaranya mencakup
bagaimana merencanakan suatu system
drainase yang baik, membuat
perencanaan terinci (Detailed
(Detailed
Engineering Design),
Design), melakukan
restrukturisasi institusi dan peraturan
terkait, dan membina partisipasi
masyarakat untuk ikut memecahkan
masalah drainase.

Instansi yang bertanggung


jawab
 Seiring dengan semangat otonomi
daerah bahwa penanganan masalah
drainase perkotaan/kawasan adalah
menjadi tanggung jawab pemerintah kota
pada daerahnya masingmasing-masing. Namun
demikian dalam hal sungai melalui
beberapa Kabupaten/Kota maka
diperlukan kebijakan lintas daerah yang
dilalui sungai dan koordinasi antar
instansi

19

4/12/2009

Kebijakan dan Strategi


 Untuk melaksanakan tanggung jawab
aparat memerlukan arahan kebijakan
dan strategi penanganan drainase
yang komprehensif, termasuk di
dalamnya keterpaduan antar lembaga
dalam penyusunan dan pelaksanaan
program sistem drainase yang
berkesinambungan/berwawasan
lingkungan

 Kebijakan dan strategi penanganan


drainase ini dimaksudkan sebagai
pedoman dalam penyusunan
kebijakan teknis, perencanaan,
pemrograman dan pelaksanaan baik
di tingkat pusat, daerah dan
masyarakat sehingga terjadi sinergi
penanganan yang optimal.

20

4/12/2009

 Apakah Anda tertarik menanggapi


TANTANGAN tersebut?

21