Anda di halaman 1dari 5

Penentuan Rasio poisson dan Tomography Seismik

3:15 PM
Sam's Journey
0

Rasio poisson menjadi penting dalam eksplorasi Geothermal karena merupakan indikator dalam
menetukan tingkat keretakan suatu batuan (Gylfi dan Axel, 1991). Berdasarkan analisis secara
eksperimen dan teoritis terindikasi bahwa nilai Rasio poisson akan lebih besar pada batuan yang
terisi cairan daripada kondisi normal. Hali ini menyebabkan sedikit pengurangan pada
kecepatan gelombang-p dan pengurangan yang signifikan pada kecepatan gelombang-s.
(Manzella, 1990).

Gambar sengaja dihilangkan

Grafik vp/vs sebagai fungsi rasio poisson pada sistem Geothermal (Gylfi dan Axel, 1991)

Menurut Zhang dan Bentley, (2005), ada dua metode yang bisa digunakan untuk menentukan
nilai rasio poisson yaitu:
a. Pengujian di laboratorium
Yang digunakan adalah metoda uji uniaxial loading. Pengujian ini menggunakan mesin tekan
untuk menghitung perbandingan nilai kontraksi lateral dengan peregangan axial. Besaran yang
dihitung disebut sebagai rasio poisson statis.

b. Pengukuran kecepatan gelombang badan

Dari kecepatan gelombang primer (vp) dan kecepatan gelombang sekunder (vs) yang terukur dari
data seismik atau data sonik dapat digunakan untuk menghitung nilai rasio poisson dinamik ()

......................................................................................................(2.10)

Rasio poisson ditentukan dari diagram Wadati. Dari sana, dapat dilakukan penentuan nilai rasio
poisson dalam suatu peta penampang. Gambar 2.13 merupakan contoh yang memperlihatkan
peta penampang penentuan nilai rasio poisson dari zona East Rift, Gunungapi Kilauea di Pulau
Hawai. Masing-masing nilai merupakan kurva dari epicenter ke lokasi penerima. Anomali yang
signifikan berhubungan dengan lokasi sumur Geothermal yang akan dilakukan pengeboran.

Gambar sengaja dihilangkan

Contoh hasil penentuan nilai rasio poisson dalam peta penampang di zona East Rift, Gunungapi Kilauea di Pulau
Hawai (Manzella, 1990)

Tomografi Seismik

Tomografi seismic adalah metode untuk merekonstruksi struktur bawah permukaan bumi
menggunakan data bentuk gelombang (waveform) atau data waktu tempuh (travel time) dari
gelombang seismik. Metode ini dipergunakan untuk memperoleh profil sebaran detil dari sifatsifat fisik batuan seperti kecepatan dan perlambatan.

Tomografi dibagi ke dalam dua jenis pemodelan,yaitu:


1. Pemodelan ke depan (forward modelling)
2. Pemodelan ke belakang (invertion modelling)

Pemodelan ke depan dialakukan dengan cara menentukan parameter model terlebih dahulu, lalu
diperiksa apakah model tersebut menghasilkan data yang sesuai dengan data pengamatan.
Sedang pemodelan ke belakang sering dikatakan sebagai kebalikan dari pemodelan ke depan
karena dalam pemodelan ke baelakang parameter diperoleh secara langsung dari data.kedua jenis
pemodelan tersebut dapat dipecahkan dengan beberapa metode yang beragam.

Pemodelan ke depan dalam tomografi dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain:

Metode elemen hingga

Metode beda hingga (finite difference)

Metode jejak sinar (ray tracing)

Pemodelan ke belakang dalam tomografi dapat dilakukan dengan beberpa pendekatan, antara
lain:

Filter proyeksi balik (filter back projection)

ART (Algebraic Reconstruction Technique)

SIRT (Simultaneous Interative Reconstruction Technique)

SART (Simultaneous Algberaic Reconstruction Technique)

Tomografi seismik berguna dalam membuat pencitraan bawah permukaan dimana kondisi
medium bawah permukaan tidak homogen. Mediun yang tidak homogen dapat dibagi menjadi
dua jenis. Jenis pertama adalah medium yang memiliki ukuran jauh lebih kecil daripada panjang
gelombang seismic dan memiliki kontras cepat rambat yang sangat besar. Sedangkan jenis kedua

adalah medium yang memiliki ukuran jauh lebih besar dari panjang gelombang dan hanya
memiliki kontras cepat rambat yang kecil.

Penjalaran gelombang akustik pada medium tidak homogen dapat menyebabkan terjadinya
hamburan
gelombang. Medium tidak homogeny ini ditandai dengan adanya perbedaan cepat rambat
gelombang. Tiap titik pada medium yang tidak homogeny dapat dianggap sebagai sumber
seismik baru. Dalam hal ini adalah sumber gelombang hamburan.
Gambar sengaja dihilangkan

Hamburan Gelombang Seismik di medium tidak Homogen (after Tien-when, 1994)

Gelombang yang direkam oleh geophone mengandung komponen yang berasal dari gelombang
dating dan komponen yang berasal dari gelombang hamburan, atau disebut juga dengan
gelombang totalPt(r,w) = Pi(r,w) + Ps(r,w).

Passive Seismic Tomography (PST)

Tomography seismik pasif (PST) adalah teknik baru dalam geofisika eksplorasi yang
memanfaatkanmicro seismicity alami, (micro earth quakes dengan besaran -1 sampai dengan 2,0
Richter) yang terjadi hampir di mana-mana, sebagai sumber gempa dan jaringan yang dirancang
khusus seismometer portabel di permukaan untuk merekam terus menerus untuk jangka waktu
beberapa bulan(Martakis N dkk, 2003).

Setelah menentukan hiposenter dari micro earth quakes kita menggunakan mereka sebagai
sumber gempa tertanam, di dalam atau di bawah target yang menarik dan melakukan inversi
seismik 3D tomografi gelombang-P dan waktu tempuh gelombang S-ke permukaan perekam
Gambar sengaja dihilangkan

Penampang MEQ dalam PST

Dalam penggunaat PST terdapat berbagai keuntungan yang didapat dibandingkan dengan
seismik biasa, antara lain:

Menampilkan detail geologi 3D seluruh bawah blok eksplorasi tidak peduli seberapa besar dan
dapat diakses (bahkan ribuan Km2).

Dalam banyak kasus (daerah geologi sulit, relief topografi tinggi, medium yang sangat lunak)
memberikan data yang lebih baik daripada seismik konvensional.

Tidak hanya menyediakan Vp 3D tetapi juga dan variasi kecepatan Vs seluruh bawah blok
eksplorasi.

Menyediakan distribusi 3D rasio Poisson yang tergantung pada jenis cairan dalam ruang pori
(air, gas, minyak).

Kita dapat dengan mudah memperoleh bagian horizontal dan / atau vertikal 2D kapan pun kita
inginkan di seluruh blok eksplorasi.

Kita bisa mendapatkan video 3D animasi parameter rasio Vp, Vs dan Poisson seluruh bawah
blok eksplorasi.

Kita dapat menggunakan data kecepatan 3D untuk data seismik konvensional memproses ulang
(pasca migrasi kedalaman stack) dan meningkatkan resolusi mereka.
Kita bisa mendapatkan variasi 3D dari atenuasi seismik (atau faktor kualitas batuan) di bawah
blok eksplorasi seluruh. Sebuah parameter tergantung pada patahan, dan jenis cairan dalam ruang
pori.