Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

SENYAWA POLAR DAN NON POLAR

Di susun oleh :
1. Reny Kurniawati
2. Akmaliah
3. Siti Robiatul Alawiyah
4. Ina Rahmawati
5. Agnes Triyana
6. Rima Melati
7. Iqra Fatihah
8. Liana Rizka

Di sus

LAPORAN PRAKTIKUM SENYAWA POLAR DAN NON POLAR


I.
TUJUAN
Mengetahui kepolaran beberapa senyawa
II.
DASAR TEORI
A. Senyawa polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar
elektron pada unsur-unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan tersebut
mempunyai nilai keelektronegatifitas yang berbeda.
Ciri-ciri senyawa polar :
1. Dapat larut dalam air dan pelarut lain
2. Memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-), akibat tidak meratanya distribusi
elektron
3. Memiliki pasangan elektron bebas ( bila bentuk molekul diketahui ) atau memiliki
perbedaan keelektronegatifan.
Contoh : HCL, NaCL, H2O
B. Senyawa nonpolar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar
elektron pada unsur-unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang
berikatan mempunyai nilai keelektronegatifitas yang sama/hampir sama.
Ciri-ciri senyawa non polar :
1. Tidak larut dalam air dan pelarut lain
2. Tidak memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-), akibat meratanya distribusi
elektron
3. Tidak memiliki pasangan elekton bebas ( bila bentuk molekul diketahui ) atau
keelektronegatifannya sama.
Contoh : Cl2, PCl5, H2
PERBEDAAN SENYAWA POLAR DAN NONPOLAR

III.

Senyawa polar
a. Dapat larut dalam air
b. Memiliki pasangan elektron bebas ( bentuk tidak simetris )
c. Berakhir ganjil, kecuali BX3 dan PX5
Contoh : NH3, PC13, H2O, HBr
Senyawa nonpolaront
a. Tidak dapat larut dalam air
b. Tidak memiliki pasangan elektron bebas ( bentuk simetris )
c. Berakhir genap
Contoh : F2, BR2, O2, H2
ALAT DAN BAHAN
A. ALAT :
1. Gelas kimia
2. Sendok teh
3. Marlen mayer
4. Lumpang

B. BAHAN
1. Air
2. Garam dapur
3. Soda kue
4. Penyedap rasa

5. Tablet vitamin C
6. Deterjen
7. Minyak goreng

IV.

LANGKAH KERJA

1. Masukkan 100 ml air ke dalam gelas kimia.


2. Masukkan 1 sendok teh garam dapur ke dalam gelas kimia, aduk secara konstan.
Kemudian diamkan beberapa saat.
3. Amati hasil reaksi. Apakah bahan tersebut larut ? jika larut maka bahan tersebut bersifat
polar. Jika tidak larut, berarti bahan tersebut bersifat non polar.
4. Ulangi langkah 1 s.d 3 untuk bahan yang lainnya ( bahan 4, 5, 6, 7, dan 8 ).
V.
NO
1
2
3
4
5
6
VI.

HASIL PENGAMATAN
BAHAN
Garam Dapur
Soda Kue
Penyedap Rasa
Tablet Vit. C
Detergen
Minyak Goreng

LARUT TANPA
PENGADUKAN

LARUT DENGAN
PENGADUKAN

TIDAK LARUT

ANALISIS DATA

1. Garam Dapur
Pada saat garam dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air, garam mulai larut
tanpa pengadukan tetapi membutuhkan waktu yang lama. Hal ini karena molekul garam
merupakan ikatan kovalen polar.
2. Soda Kue
Pada saat soda kue dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air, soda kue mulai
larut tetapi disertai dengan pengadukan. Hal ini karena molekul soda kue merupakan
ikatan kovalen polar.
3. Penyedap Rasa
Pada saat penyedap rasa dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air, penyedap
rasa mulai larut tetapi disertai dengan pengadukan. Hal ini karena molekul penyedap
rasa merupakan ikatan kovalen polar.
4. Tablet Vitamin C
Pada saat tablet vitamin C dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air, tablet
vitamin C langsung larut tanpa pengadukan dan tidak membutuhkan waktu yang lama.
Hal ini karena molekul tablet vitamin C merupakan ikatan kovalen polar.
5. Detergen
Pada saat detergen dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air, detergen cepat
larut dan menghasilkan busa dengan pengadukan tetapi jika tidak di aduk detergen
hanya larut dan tanpa menghasilkan busa. Hal ini karena molekul detergen merupakan
ikatan kovalen polar.
6. Minyak Goreng
Pada saat minyak goreng dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air, minyak
goreng tidak larut dan tidak menyatu sama sekali dengan air. Hal ini karena molekul
minyak goreng merupakan ikatan kovalen non polar.

VII.

PERTANYAAN DAN DISKUSI

1. Adakah bahan-bahan yang larut tanpa pengadukan ?


Jawab : Bahan-bahan yang larut tanpa pengadukan adalah garam, detergen, dan Tablet
Vitamin C.

Adakah bahan-bahan yang larut setelah di aduk ?


Jawab : Bahan-bahan yang larut setelah di aduk adalah soda kue dan penyedap rasa.

2. Adakah bahan-bahan yang tetap tidak larut setelah pengadukan ?


Jawab : Ya, ada. Seperti minyak goreng. Air dan bahan tersebut tidak menyatu walaupun
telah di aduk.
3. Apakah pengadukan mempengaruhi kelarutan suatu senyawa ? Jelaskan !
Jawab : Pada umumnya ada maupun tidak adanya pengadukan tetap saja bahan tersebut
akan larut (bila bahan tersebut larut). Pengadukan hanya berfungsi agar suatu senyawa
dapat larut dalam waktu singkat, namun bila tidak di aduk tetap saja senyawa tersebut
larut namun waktu yang diperlukan sangat lama.
4. Adakah faktor-faktor lain yang mempengaruhi kelarutan senyawa ?
Jawab : Ya, ada. Faktor-faktor tersebut adalah
Suhu
Banyaknya senyawa pelarut (volume pelarut)
Tekanan
Luas area senyawa
Konsentrasi senyawa
5. Kelompokkan bahan-bahan yang telah kamu uji kepolarannya tersebut !
Jawab : Polar : Garam dapur, tablet vit C, soda kue, detergen dan penyedap rasa.
Non polar : Minyak goreng.
VIII.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil kegiatan di atas dapat disimpulkan bahwa suatu senyawa dapat di uji
kepolarannya dengan cara melarutkannya dalam air. Bila suatu senyawa berbaur dengan
air, maka senyawa tersebut polar, namun bila air dan senyawa tersebut bertolak belakang
dengan air, maka senyawa tersebut non polar.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Hasil percobaan merupakan :


Senyawa garam dapur yang berumus kimia NaCl merupakan ikatan kovalen polar.
Senyawa soda kue yang berumus kimia NaHCO3 merupakan ikatan kovalen polar.
Senyawa penyedap rasa merupakan ikatan kovalen polar.
Senyawa tablet vitamin C merupakan ikatan kovalen polar.
Senyawa detergen merupakan ikatan kovalen polar.
Senyawa minyak goreng merupakan ikatan kovalen non polar.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan. Kami mohon maaf jika banyak kekurangan.
Dan mohon komentarnya jika ada yang salah ya .. .. .. Assalamualaikum .. .. ..