Anda di halaman 1dari 18
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id P U T U S A N Nomor

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

P U T U S A N

Nomor 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Agama Sanggau yang memeriksa dan mengadili perkara pada

tingkat pertama telah menjatuhkan putusan dalam perkara cerai gugat antara:

PENGGUGAT, umur 30 tahun, agama Islam, pendidikan S1, pekerjaan

Pedagang,

bertempat

tinggal

di

Kabupaten

Sanggau,

sebagai

Penggugat;

melawan

TERGUGAT, umur 32 tahun, agama Islam, pendidikan S1, pekerjaan

Guru Honorer SMA Wiyata Mandala Kecamatan Balai, bertempat tinggal

di Kabupaten Sanggau, sebagai Tergugat;

Pengadilan Agama tersebut;

Telah membaca dan mempelajari berkas perkara;

Telah mendengar keterangan Penggugat dan para saksi di persidangan;

TENTANG DUDUK PERKARANYA

Hal. 1 dari 18 Put. No. 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 1

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Bahwa, Penggugat berdasarkan surat

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bahwa, Penggugat berdasarkan surat gugatannya tertanggal 10 Februari

2014, yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Agama Sanggau pada

tanggal 10 Februari 2014, dengan register perkara Nomor 0045/Pdt.G/2014/

PA.Sgu telah mengajukan gugatan dengan

berikut:

dalil-dalil dan perubahan sebagai

1. Bahwa, Bahwa, Penggugat dengan Tergugat adalah suami istri yang

sah, menikah pada tanggal 21 Desember 2008 di Bonti, yang tercatat

pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau,

sesuai dengan Kutipan Akta Nikah Nomor 82/06/XII/2008 tertanggal 21

Desember 2008;

2. Bahwa, setelah menikah Penggugat dan Tergugat tinggal di rumah orang

tua Tergugat selama 9 (sembilan) bulan di Balai, kemudian pindah ke

rumah orang tua Penggugat di Bonti selama 3 (tiga) bulan, selanjutnya

Penggugat dengan Tergugat mengontrak rumah di Balai hingga akhirnya

berpisah tempat tinggal pada tanggal 28 April 2013, Penggugat tinggal di

rumah orang tua Penggugat di Bonti, sedangkan Tergugat tetap tinggal

di rumah kontrakan di Balai sebagaimana alamat tersebut di atas;

3. Bahwa,

selama

menikah

Penggugat

dan

Tergugat

telah

bergaul

sebagaimana layaknya suami istri dan telah dikaruniai seorang anak laki-

laki yang bernama ANAK LAKI-LAKI bin TERGUGAT., lahir pada tanggal

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 2

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 5 November 2009, anak Penggugat dengan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

5 November 2009, anak Penggugat dengan Tergugat sekarang diasuh

oleh Penggugat;

4. Bahwa, pada mulanya rumah tangga Penggugat dengan Tergugat rukun

dan harmonis, namun mulai tidak rukun lagi sejak bulan November 2012

dimana Penggugat mengetahui dari telepon genggam milik Tergugat

bahwa

Tergugat

sedang

memacari

murid

Tergugat

yang

bernama

MURID TERGUGAT dan menurut berita yang tersebar bahwa murid

tersebut telah hamil, atas perbuatan tersebut Tergugat mengakui bahwa

Tergugat

memang

dekat

dengan

murid

Tergugat

tersebut,

namun

Tergugat membantah telah menghamili murid Tergugat, dan Tergugat

berjanji kepada Penggugat bahwa Tergugat tidak akan mengulangi

perbuatan tersebut;

5. Bahwa, pada bulan Maret 2013 melalui akun facebook milik Tergugat,

Penggugat

mengetahui

bahwa

ternyata

Tergugat

masih

memilki

hubungan

khusus

dengan

murid

Tergugat

yang

bernama

MURID

TERGUGAT tersebut, dan Tergugat juga mengakui bahwa Tergugat

memang masih dekat dengan murid tersebut, dan pada tanggal 28 April

2013

Penggugat

dijemput

oleh

orang

tua

Penggugat

dan

hingga

sekarang tidak pernah terjadi komunikasi lagi antara Penggugat dengan

Tergugat;

Hal. 3 dari 18 Put. No. 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 3

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 6. Bahwa, Penggugat dan Tergugat pernah

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

6. Bahwa, Penggugat dan Tergugat pernah dinasihati oleh orang tua

Penggugat dengan Tergugat dan oleh pemuka agama di Kecamatan

Balai, namun tidak berhasil;

7. Bahwa, Penggugat merasa sudah tidak sanggup lagi untuk membina

rumah

tangga

bersama

dengan

Tergugat,

sebagai jalan yang terbaik;

dan

memilih

perceraian

8. Bahwa, Penggugat sanggup membayar seluruh biaya yang timbul akibat

perkara ini;

Berdasarkan

alasan-alasan

di

atas,

Penggugat

mohon

kepada

Ketua

Pengadilan Agama Sanggau cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili

perkara ini, berkenan menjatuhkan putusan sebagai beriku:

1. Mengabulkan gugatan Penggugat;

2. Menjatuhkan talak satu bain shughra Tergugat, TERGUGAT terhadap

Penggugat, PENGGUGAT;

3. Membebankan biaya perkara ini sesuai dengan peraturan perundang-

undangan yang berlaku;

Dan/atau jika pengadilan berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya.

Bahwa,

pada

hari

dan

tanggal

persidangan

yang

telah

ditetapkan

Penggugat datang secara in person ke persidangan sedangkan Tergugat tidak

datang menghadap dan tidak pula menyuruh orang lain sebagai wakil atau

kuasanya

yang

sah

untuk

datang

menghadap

meskipun

menurut

relaas

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 4

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id panggilan Nomor 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu,

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

panggilan Nomor 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu, tanggal 19 Februari 2014 dan 27

Februari 2014, Tergugat telah dipanggil secara resmi dan patut dan ternyata

tidak datangnya tersebut tidak disebabkan oleh suatu alasan yang sah;

Bahwa, Majelis Hakim telah menasihati Penggugat agar mengurungkan

niatnya untuk bercerai dengan Tergugat, namun tidak berhasil;

Bahwa, upaya mediasi tidak dapat dilaksanakan, karena Tergugat tidak

hadir,

kemudian

dibacakan

surat

gugatan

dipertahankan oleh Penggugat;

Penggugat

yang

isinya

tetap

Bahwa, untuk meneguhkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat mengajukan

alat

bukti surat berupa fotokopi sah Kutipan Akta Nikah Nomor 82/06/XII/2008

tanggal 21 Desember 2008 yang diterbitkan oleh Pegawai Pencatat Nikah pada

Kantor Urusan Agama Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, bukti (P);

Bahwa, selain bukti surat sebagaimana tersebut di atas, Penggugat juga

mengajukan 2 (dua) orang saksi masing-masing bernama:

1. SAKSI I, saksi adalah saudara

sepupu

Penggugat,

dibawah

sumpahnya

telah

memberikan

keterangan

yang

pada

pokoknya sebagai berikut:

Hal. 5 dari 18 Put. No. 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 5

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id • Bahwa, Penggugat dan Tergugat adalah

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bahwa, Penggugat dan Tergugat adalah suami istri yang telah

dikaruniai

seorang

anak

laki-laki,

sekarang

dalam

asuhan

Penggugat;

Bahwa, setahu saksi setelah menikah Penggugat dan Tergugat

bertempat tinggal di rumah orang tua Tergugat, lalu pindah ke

rumah rumah orang tua Penggugat dan terkhir tinggal di rumah

kontrakan di Balai;

Bahwa, sejak bulan April

2013 Penggugat pergi dari rumah

kediaman bersama dijemput oleh orang tua Penggugat;

Bahwa, sepengetahuan saksi kepergian Penggugat disebabkan

Tergugat

telah

menjalin

hubungan

tempat

Termohon

mengajar

hingga

kandungannya digugurkan;

cinta

dengan

murid

SMA

hamil,

namun

kemudian

Bahwa, masalah tersebut, rumah tangga Penggugat dan Tergugat

sering diwarnai pertengkaran;

Bahwa, setahu saksi selama berpisah sudah tidak ada komunikasi

lagi antara Penggugat dengan Tergugat;

Bahwa, Tergugat tidak pernah menjenguk Penggugat dan anak

serta tidak pernah mengirim nafkah;

Bahwa, saksi pernah menasihati Penggugat untuk rukun kembali

dengan Tergugat, namun Tergugat bersikeras untuk bercerai;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 6

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 1. SAKSI II , saksi adalah abang kandung

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

1. SAKSI II, saksi adalah abang kandung Penggugat, dibawah sumpahnya

memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

Bahwa, Penggugat dan Tergugat adalah suami istri dan telah

dikaruniai seorang anak, sekarang dalam asuhan Penggugat;

Bahwa, setelah menikah Penggugat dan Tergugat tinggal di

rumah orang tua Tergugat, ketika melahirkan kembali ke rumah

orang tua Penggugat dan terakhir Penggugat dan Tergugat tinggal

di rumah kontrakan di Batang Tarang;

Bahwa, Penggugat pergi dari rumah kediaman bersama dijemput

oleh orang tua Penggugat sejak bulan April 2013;

Bahwa, penyebab kepergian Penggugat dari rumah kediaman

bersama dikarenakan Tergugat telah menjalin hubungan cinta

dengan

murid

Tergugat

hingga

hamil, namun

kandungannya

digugurkan dan hal tersebut diakui oleh Tergugat;

Bahwa, akibat perbuatan Tergugat tersebut memicu pertengkaran

dalam rumah tangga Penggugat dan Tergugat;

Bahwa,

selama

berpisah

tidak

ada

lagi

Penggugat dengan Tergugat;

komunikasi

antara

Bahwa, Tergugat tidak pernah untuk menjemput Penggugat dan

anak serta tidak pernah mengirim nafkah;

Hal. 7 dari 18 Put. No. 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 7

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id • Bahwa, pihak keluarga sudah berupaya

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bahwa, pihak keluarga sudah berupaya merukunkan Penggugat

dengan Tergugat, namun tidak berhasil;

Bahwa, Penggugat telah mencukupkan bukti-bukti sebagaimana yang telah

diajukan di persidangan dan menyampaikan kesimpulan yang pada pokoknya

tetap tetap pada gugatannya untuk bercerai dengan Tergugat serta mohon

putusan;

Bahwa, untuk meringkas uraian putusan ini ditunjuk berita acara sidang

perkara ini, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari putusan ini;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUMNYA

Menimbang,

bahwa

maksud

gugatan

Penggugat

sebagaimana

telah

diuraikan di atas;

Menimbang,

bahwa

Penggugat

dan

Tergugat

beragama

Islam

dan

perkawinan kedua belah pihak berdasarkan Hukum Islam sesuai bukti (P), oleh

karena itu berdasarkan pasal 40 dan 63 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1

Tahun 1974 jo pasal 1 huruf (b) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo

Pasal 49 huruf (a) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah

dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 50

Tahun 2009 tentang Peradilan Agama, maka Pengadilan Agama Sanggau

berwenang memeriksa dan mengadili perkara gugatan perceraian ini;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 8

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Menimbang, bahwa terlebih dahulu Majelis

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang,

bahwa

terlebih

dahulu

Majelis

Hakim

akan

memertimbangkan status perkawinan Penggugat dengan Tergugat untuk

mengetahui

apakah

Penggugat

mempunyai

kedudukan

hukum

(legal

standing) atau tidak dalam mengajukan perkara a quo;

Menimbang,

bahwa

bukti

(P)

berupa

fotokopi

Kutipan

Akta

Nikah

merupakan akta otentik dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang untuk itu,

maka sesuai

ketentuan pasal 285 RBg, bukti tersebut mempunyai kekuatan

pembuktian sempurna (volledig) dan mengikat (bindende), sehingga dengan

demikian harus dinyatakan terbukti bahwa antara Penggugat dan Tergugat

terikat hubungan hukum sebagai suami istri yang sah, sebagaimana pasal 2

Undang-undangNomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan jo. pasal 4 Instruksi

Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam,

sehingga

harus

dinyatakan

pula

Penggugat

mempunyai

kedudukan

hukum

(legal

standing) untuk mengajukan gugatan cerai terhadap Tergugat;

Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat tidak datang menghadap di

persidangan dan tidak pula menyuruh orang lain sebagai wakil atau kuasanya

yang sah untuk datang meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut dan

ternyata tidak datangnya tersebut tidak disebabkan oleh suatu alasan yang sah,

maka Tergugat yang telah dipanggil secara resmi dan patut akan tetapi tidak

datang tersebut harus dinyatakan tidak hadir;

Hal. 9 dari 18 Put. No. 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 9

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan pasal 65 dan pasal 82 ayat (1)

dan (4) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama

sebagaimana telah diubah pertama dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun

2006 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 jo.

pasal 16 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. pasal 115 Instruksi Presiden Nomor 1

tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam, Majelis Hakim sudah berusaha

menasihati Penggugat agar bersabar dan mengurungkan niatnya untuk bercerai

dengan Tergugat, akan tetapi tidak berhasil;

Menimbang,

bahwa

oleh

karena

Tergugat

sebagai

salah

satu

pihak

beperkara tidak hadir dalam persidangan, maka proses mediasi sebagaimana

maksud pasal 4 Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2008 tentang

Prosedur Mediasi di Pengadilan tidak dapat dilaksanakan;

Menimbang,

bahwa

Penggugat

telah

mengajukan

gugatan

dengan

perubahan di persidangan yang pada pokoknya rumah tangga Penggugat

dengan Tergugat mulai tidak rukun lagi sejak bulan November 2012 disebabkan

Tergugat telah menjalin cinta dengan murid yang bernama MURID TERGUGAT

di SMA tempat Tergugat mengajar dan Tergugat mengakui perbuatannya

tersebut,

namun

membantah

menghamili

MURID

TERGUGAT.

Tergugat

pernah

berjanji

untuk

tidak

mengulangi

perbuatannya

tersebut

namun

Penggugat ketahui dari akun facebook Tergugat, ternyata Tergugat masih

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 10

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id memiliki hubungan khusus dengan MURID

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

memiliki hubungan khusus dengan MURID TERGUGAT dan hal tersebut juga

diakui oleh Tergugat, sehingga pada tanggal 28 April 2013 Penggugat dijemput

oleh orang tua Penggugat dan sejak saat itu hingga sekarang tidak pernah

terjadi komunikasi lagi antara Penggugat dengan Tergugat, walaupun sudah

diupayakan damai, namun tidak berhasil;

Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat tidak pernah hadir di persidangan

meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut dan tidak menyuruh orang lain

sebagai wakil atau kuasanya yang sah, dan ternyata ketidakhadirannya itu tidak

disebabkan oleh suatu alasan yang sah, maka Tergugat telah melepaskan hak-

hak

keperdataannya.

Oleh

karenanya

harus

dinyatakan

bahwa

Tergugat

mengakui seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat;

Menimbang, bahwa meskipun Tergugat dinyatakan mengakui seluruh dalil-

dalil gugatan Penggugat, oleh karena perkara ini adalah perkara khusus (lex

specialis) mengenai perkawinan dalam hal perceraian dan untuk menghindari

terjadinya kebohongan besar (de grote leugen) dalam perkara ini, maka sesuai

dengan ketentuan pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun

1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang

Perkawinan, Majelis Hakim harus mendengar keterangan saksi dari keluarga

dan atau orang yang dekat dengan pihak beperkara;

Hal. 11 dari 18 Put. No. 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 11

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Menimbang, bahwa 2 (dua) orang saksi

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang, bahwa 2 (dua) orang saksi Penggugat bernama SAKSI I dan

SAKSI II dibawah sumpah telah memberikan keterangan yang pada pokoknya

menguatkan dalil-dalil gugatan Penggugat tentang penyebab pertengkaran

karena hadirnya pihak ketiga (perempuan lain) dalam rumah tangga Penggugat

dan Tergugat dan upaya damai telah dilakukan, namun tidak berhasil;

Menimbang,

bahwa

terhadap

saksi-saksi

yang

telah

diajukan

oleh

Penggugat,

Majelis

Hakim

menilai

secara

formal

telah

memenuhi

syarat

pembuktian dan secara materiil telah bersesuaian dan mendukung kebenaran

dalil-dalil gugatan Penggugat sebagaimana maksud pasal 309 R.Bg., oleh

karena itu kesaksian tersebut dapat diterima dan dipertimbangkan;

Menimbang, bahwa berdasarkan dalil-dalil Penggugat dan bukti-bukti di

persidangan, Majelis Hakim menemukan fakta-fakta sebagai berikut:

Bahwa, Penggugat dan Tergugat adalah suami istri yang sah dan

telah

dikaruniai

seorang

anak

laki-laki,

pemeliharaan Penggugat;

sekarang

dalam

Bahwa, sejak bulan November 2012, rumah tangga Penggugat

dan Tergugat sudah tidak harmonis, sering terjadi pertengkaran

disebabkan Tergugat

menjalin hubungan cinta dengan murid

Termohon

yang

bernama

MURID

TERGUGAT

dan

Tergugat

mengakui perbuatannya tersebut;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 12

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id • Bahwa, pada tanggal 28 April 2013,

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bahwa, pada tanggal 28 April 2013, Penggugat dijemput oleh

orang tua Penggugat dan sejak saat itu pula antara Penggugat

dengan

Tergugat

sudah

tidak

terjalin

pernah berkumpul kembali;

komunikasi

serta

tidak

Bahwa, upaya untuk merukunkan Penggugat dengan Tergugat

sudah dilakukan oleh pihak keluarga dan tokoh agama, namun

tidak berhasil;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, Majelis Hakim

berkesimpulan bahwa rumah tangga Penggugat dan Tergugat tidak harmonis,

ikatan batin keduanya sulit untuk disatukan, karena telah terjadi perselisihan

dan pertengkaran yang sifatnya terus menerus disebabkan Tergugat sudah

tidak ada kepedulian dan perhatian kepada Penggugat, karena secara diam-

diam telah menjalin hubungan cinta dengan perempuan lain yang tidak lain

adalah murid Tergugat, sehingga antara keduanya tidak mungkin bersatu dalam

membina rumah tangga dengan baik dan apabila rumah tangga yang semacam

ini tetap dipertahankan maka dikhawatirkan menimbulkan mudharat yang lebih

besar

sehingga

tidak

dapat

mewujudkan

tujuan

luhur

perkawinan

untuk

membentuk rumah tangga yang bahagia, tenteram, kekal dan damai (sakinah

mawaddah wa rahmah), sebagaimana pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun

1974 tentang Perkawinan jo. pasal 2 dan pasal 3 Instruksi Presiden Nomor 1

Hal. 13 dari 18 Put. No. 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 13

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam dan kehendak Allah dalam Al-

Qur’an dalam surah Ar-Rum ayat 21 yang berbunyi:

Artinya : “ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan

untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan

merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa

kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-

benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” ;

Menimbang, bahwa pada dasarnya menurut ajaran Islam perceraian

merupakan perbuatan yang dibenci, namun begitu dalam keadaan suami istri

sudah tidak saling mencintai lagi dan yang terjadi hanya sikap permusuhan dan

saling

membenci

disebabkan

Tergugat

telah

menjalin

hubungan

dengan

perempuan lain, sebagaimana yang dialami oleh Penggugat dan Tergugat

tersebut, maka perceraian diperbolehkan. Hal ini sesuai dengan pendapat ahli

hukum Islam dalam kitab Bujairimi Minhajuth Thullab juz IV, halaman 346, yang

diambil alih menjadi pendapat Majelis Hakim berbunyi sebagai berikut:

ﻠﻘﻟﻘﺎﺿﻠﻴﻪ ﻠﻖ ﺟﺔ ﺒﺔ ﻋﺪ

ﺍﺷﺘﺪ ﺇﺫﺍ

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 14

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Artinya : ” Apabila kebencian istri

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Artinya : ”Apabila kebencian istri terhadap suaminya telah memuncak maka

hakim

diperbolehkan

menjatuhkan

talak

suaminya

dengan

satu

talak”;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di

atas, maka gugatan Penggugat telah beralasan dan tidak melawan hukum, oleh

karenanya gugatan Penggugat a quo patut dikabulkan;

Menimbang, bahwa oleh karena Penggugat tidak hadir di persidangan

tanpa alasan yang sah, dan tidak pula menyuruh orang lain untuk menghadap

sebagai

wakil

atau

kuasanya

yang

sah,

meskipun

pengadilan

telah

memanggilnya secara resmi dan patut, maka sesuai dengan maksud pasal 149

ayat (1) R.Bg. perkara ini diputus dengan verstek;

Menimbang, bahwa

berdasarkan pertimbangan di atas, Majelis Hakim

berpendapat bahwa gugatan Penggugat telah memenuhi ketentuan pasal 39

ayat (2) Undang-UndangNomor 1 Tahun 1974 jo. pasal 19 huruf (f)

Peraturan

Pemerintah

Nomor 9 Tahun 1975 jo. pasal 116 huruf (f) Instruksi Presiden

Nomor 1 Tahun 1991 tentang KompilasiHukum Islam, oleh karenanya gugatan

Penggugat

untuk

bercerai

dengan

Tergugat

patut

dikabulkan

dengan

menjatuhkan talak satu ba’in sughra Tergugat terhadap Penggugat;

Menimbang, bahwa berdasarkan pasal 84 ayat (1) Undang-Undang Nomor

7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana telah diubah pertama

Hal. 15 dari 18 Put. No. 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 15

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan

Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009

jo. pasal 147 ayat

(2

)

Instruksi

Presiden

Nomor 1

Tahun 1991 tentang

Kompilasi

Hukum

Islam

kepada

Panitera

Pengadilan

Agama

Sanggau

diperintahkan

mengirimkan

salinan

putusan yang telah berkekuatan hukum tetap kepada Pegawai Pencatat Nikah

yang wilayahnya meliputi tempat kediaman

Penggugat dan Tergugat, untuk

mendaftarkan putusan perceraian dalam sebuah daftar yang disediakan untuk

itu;

Menimbang, bahwa berdasarkan pasal 89 ayat (1) Undang-Undang Nomor

7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah pertama dengan

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan Undang-

Undang

Nomor

Penggugat;

50

Tahun

2009,

biaya

perkara

ini

dibebankan

kepada

Memerhatikan,

semua

peraturan

perundang-undangan

dan

ketentuan

hukum yang berlaku

perkara ini;

serta ketentuan hukum syar’i yang berkaitan dengan

M E N G A D I L I

1. Menyatakan Tergugat yang telah dipanggil secara resmi dan patut

untuk datang menghadap di persidangan, tidak hadir;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 16

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 2. Mengabulkan gugatan Penggugat dengan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

2. Mengabulkan gugatan Penggugat dengan verstek;

3. Menjatuhkan

talak

satu

bain

shughra

Tergugat,

terhadap Penggugat, PENGGUGAT;

TERGUGAT

4. Memerintahkan

kepada

Panitera

Pengadilan

Agama

Sanggau

untuk mengirimkan salinan putusan yang telah berkekuatan hukum

tetap kepada Pegawai Pencatat Nikah pada Kantor Urusan Agama

Kecamatan Bonti dan Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau, guna

pencatatan perceraian tersebut

5. Membebankan kepada Penggugat untuk membayar biaya perkara

sebesar Rp 841.000,00 (delapan ratus empat puluh satu ribu

rupiah).

Demikian putusan ini dijatuhkan dalam sidang permusyawaratan Majelis

Hakim yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11 Maret 2014 Masehi

bertepatan dengan tanggal 9 Jumadilawal 1435 Hijriah, oleh kami M. Toyeb, S.

Ag., M. H., sebagai Ketua Majelis, Andriani, S. Ag., dan Ahmad Muhtar, S. H.

I., masing-masing sebagai Hakim

Anggota,

putusan mana diucapkan oleh

Ketua Majelis pada hari itu juga dalam persidangan yang terbuka untuk umum

dengan didampingi oleh Hakim-Hakim Anggota dan Iliyansyah,

S.

E.

I.,

sebagai Panitera Pengganti dengan dihadiri oleh Penggugat tanpa hadirnya

Tergugat;

Hal. 17 dari 18 Put. No. 0045/Pdt.G/2014/PA.Sgu

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 17

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Ketua Majelis, M. Toyeb, S. Ag., M. H

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Ketua Majelis,

M. Toyeb, S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar,
M. Toyeb, S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar,
M. Toyeb, S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar,

M. Toyeb, S. Ag., M. H.

M. Toyeb, S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S.
M. Toyeb, S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S.

Hakim Anggota,

Andriani, S. Ag.

Ahmad Muhtar, S. H. I.

S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S. H. I.
S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S. H. I.
S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S. H. I.
S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S. H. I.
S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S. H. I.
S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S. H. I.

Panitera Pengganti,

S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S. H. I.
S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S. H. I.
S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S. H. I.
S. Ag., M. H . Hakim Anggota, Andriani, S. Ag . Ahmad Muhtar, S. H. I.

Iliyansyah, S. E. I.

Rincian biaya perkara:

1. Biaya pendaftaran

Rp

30.000,00

2. Biaya proses

Rp

50.000,00

3. Biaya panggilan

Rp

750.000,00

4. Biaya redaksi

Rp

5.000,00

5. Biaya meterai

Rp

6.000,00

Jumlah

Rp

841.000,00

Terbilang: “delapan ratus empat puluh satu ribu rupiah”

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 18