Anda di halaman 1dari 5

* Serbuk Kayu

Bahan ini merupakan bahan dasar pembuatan media tanam. Serbuk kayu
mengandung beragam zat didalamnya yang dapat memacu pertumbuhan atau
sebaliknya. Zat-zat yang dibutuhkan jamur untuk tumbuh yaitu karbohidrat serat
dan lignin. Sedangkan zat yang dapat menghambat pertumbuhan yaitu zat
metabolit sekunder atau yang umum dikenal sebagai getah dan atsiri. Dengan
demikian serbuk kayu yang yang digunakan hendaknya dari pohon tidak bergetah
seperti albasia, randu, meranti dan lain-lain. Serbuk kayu di Indonesia mudah
diperoleh pada pabrik-pabrik penggergajian kayu. Bahan ini sangat melimpah dan
belum banyak dimanfaatkan walaupun memiliki kegunaan lain seperti pembuatan
papan partikel, gerabah atau genting. Pemilihan serbuk kayu perlu memperhatikan
kebersihan dan kekeringan. Selain itu serbuk kayu yang akan digunakan haruslah
masih segar. Serbuk kayu yang telah lapuk atau busuk ada kemungkinan membawa
kontaminan seperti bakteri atau cendawan lain.

3.Kapas
Kapas(dari bahasa Hindi kapas, sendirinya dari bahasa Sanskerta karpasa) adalah serat halus
yang menyelubungi biji beberapa jenis Gossypium (biasa disebut "pohon"/tanaman kapas),
tumbuhan 'semak' yang berasal dari daerah tropika dan subtropika. Serat kapas menjadi bahan
penting dalam industri tekstil. Serat itu dapat dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain.
Produk tekstil dari serat kapas biasa disebut sebagai katun (benang maupun kainnya).
Serat kapas merupakan produk yang berharga karena hanya sekitar 10% dari berat kotor (bruto)
produk hilang dalam pemrosesan. Apabila lemak, protein, malam (lilin), dan lain-lain residu
disingkirkan, sisanya adalah polimer selulosa murni dan alami. Selulosa ini tersusun sedemikian
rupa sehingga memberikan kapas kekuatan, daya tahan (durabilitas), dan daya serap untuk
perkecambahan tanaman kacang hijau yang membuat proses pertumbuhannya
cepat(http//id.wikepedia.org/wiki/kapas)
Tanah
Unsur makanan diperlukan oleh tanaman terutama dalam transpor. Misalkan suatu
zat mineral berupa larutan hinggap pada salah satu daun, maka dalam hitungan
detik, zat tersebut diserap oleh ektodesm yang ada pada permukaan daun. Dan
tidak lama kemudian zat tersebut dialirkan ke bagian-bagian tanaman. Kejadian ini
berkaitan erat dengan adanya proses fotosintesis di daun.
Ketersediaan unsur-unsur hara (mineral) makro dan mikro tersebut sangat penting
karena setiap zat mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Hal itu pula yang
mengakibatkan kebutuhan tanaman untuk setiap zat berbeda-beda jumlahnya.
Seperti kita tahu, tanaman memerlukan banyak unsur Nitrogen, Phosphor dan
Kalium dalam jumlah banyak, sedangkan mineral lain diperlukan lebih sedikit.

Berikut ini akan dijelaskan secra singkat macam-macam jenis mineral beserta
kegunaannya bagi tanaman. Beberapa mineral mempunyai fungsi yang sama, dan
ada pula mineral yang masih diteliti apa fungsinya bagi tanaman.
1. Unsur-unsur makro
a. Zat lemas (N)
Zat lemas diserap oleh akar tanaman dalam bentuk NO3- dan NH4+ , protoplasma
yang hidup terdiri dari kira-kira 25% bahan kering dengan komposisi 50-50% zat-zat
putih telur dan 5-10% lipoiden dan persenyawaan lainnya yang mengandung N.
kadar zat lemas dari protoplasma kira-kira antara 2-2,5%. Dengan adanya
pemungutan hasil tanaman secara besar-besaran maka banyak sekali zat lemas
yang hilang. Pada perusahan tebu sering kali didapat penghasilan sebanyak 10001500 qt tebu. Bila kadar airnya dihitung 70% maka bahan keringnya berjumlah 300450 qt/ha pada tiap panennya. Untuk padi hasilnya lebih rendah yakni 22 qt/ha
gabah atau 20 qt/ha bahan kering dari gabah dan 45 qt/ha bahan kering dari
jeraminya jadi sejumlah 64 qt/ha. Oleh karena itu pemupukan N pada tanaman tebu
harus lebih besar dari pada tanaman padi.
Biarpun ada hubungan yang erat antara pemberian N dengan sejumlah bahan
kering yang dihasilkan, tidak berarti bahwa pemberian zat N itu harus sebanyakbanyaknya sebab pemberian zat N yang berlebih akan dapat membahayakan.
Memang benar pemberian N akan menghasilkan banyak bahan hijau berupa daun
dan batang tetapi pemberian N yang banyak dapat memperlambat masaknya biji.
Pemberian N yang banyak mempengaruhi juga perkembangan susunan akar, tetapi
tidak sebagai Phosphorus dimana akar menjadi lebih panjang dan lebih dalam
masuk kedalam tanah. Oleh karena dalamnya masuknya susunan akar kedalam
tanah yang tidak sepadan dengan kesuburan pada bagian atas tanah, maka
tanaman dalam keadaan demikian akan lebih lekas kekeringan.
b. Phospor (P)
Fosfor dalam bentuk senyawa fosfat organik, bertanggung jawab pada salah satu
atau beberapa cara perubahan energi dalam bahan hidup. Sejumlah senyawa fosfat
telah terbukti bersifat esensial bagi fotosintesis, sintesis karbohidrat dan senyawa
lain yang sejenis, glikolisis, asam amino, metabolisme lemak dan S, serta oksidasi
biologis. Karena peranannya sebagai energi tanaman, P merupakan unsur yang
segera mobil dan dipusatkan dibagian pertumbuhan aktif.
Tanaman menyerap sebagian besar kebutuhan fosfornya dalam bentuk ortofosfat
primer H2PO4 -. Sejumlah kecil bentuk H2PO4-- juga diserap dan bentuk P yang
terdapat dalam tanah dikendalikan oleh pH larutan tanah. Imobilitas P dalam tanah
mengisyaratkan cara penempatan pupuk yang baik karena mempengaruhi
penggunaan P secara efisien. Suplai P yang mencukupi adalah penting pada awal
pertumbuhan tanaman, karena pada masa ini tanaman mengalami masa primordia

reproduktif dan oleh karenanya menentukan hasil biji yang maksimum.


c. Kalium (K)
Kalium diserap dalam bentuk K+. kalium banyak terkandung pada abu. Abu daun
teh yang muda mengandung sampai 50% K2O, pucuk tebu yang muda mengadung
60-70% K2O dan pada tanaman jagung adalah sbb: Didalam batang dan daun : 52%
dan 61%, Didalam tongkol : 21%-45%, Didalam akar : 3%-20%. Kalium terdapat
didalam sel-sel yaitu sebagai ion-ion didalam cairan sel dan sebagai persenyawaan
adsorptif didalam zat putih telur dari sitoplasma. Inti sel tidak mengandung kalium.
Sebagai ion didalam cairan sel, Kalium berperan dalam melaksanakan "turgor" yang
disebabkan oleh tekanan osmotis.
Ion Kalium mempunyai fungsi psikologis pada asimilasi zat arang. Bila tanaman
sama sekali tidak diberi Kalium, maka asimilasi akan terhenti. Oleh sebab itu pada
tanaman yang banyak menghasilkan hasil asimilasi seperti kentang, ubi kayu, tebu,
nanas, akan banyak memerlukan Kalium (K2O) didalam tanah. Kalium berfungsi
pula pada pembelahan sel dan pada sintesa putih telur. Pada saat terjadi
pembentukan bunga atau buah maka Kalium akan cepat ditarik oleh sebab itu
Kalium mudah bergerak (mobil).
d. Kalsium (Ca)
Unsur ini diserap dalam Ca++, Kalsium terdapat sebagai kalsium pectinaat pada
lamela-lamela tengah dari dinding-dinding sel, endapan-endapan dari kalsium
oksalat dan kalsium karbonat dan sebagai ion didalam air-sel. Kebanyakan dari zat
kapur ini (CaO) terdapat didalam daun dan batang. Pada biji-biji relatif kurang
mengandung kapur, demikian juga pada akar-akaran. Pada akar-akaran banyak
terdapat pada ujung-ujungnya dan bulu-bulu akar.
e. Magnesium (Mg)
Magnesium diserap dalam bentuk Mg++ dan merupakan bagian dari hijau daun
yang tidak dapat digantikan oleh unsur lain, kecuali didalam hijau daum Mg
terdapat pula sebagai ion didalam air-sel. Kadarnya didalam bagian-bagian vegetatif
lebih rendah dari pada kadar Kalsium, tetapi pada bagian generatif adalah
sebaliknya.
f. Belerang (S)
Unsur ini diserap oleh tanaman dalam bentuk ion HSO4 dan SO4 . Ion SO4 dalam
jumlah banyak air berbalik meracuni tanaman. Unsur S mempunyai dua
esensialotas utama pada tanaman yaitu:
Pertama, unsur S berperan sebagai senyawa penyusun dan pembentukan asam
amino yang mengandung S yaitu sistein, sistin dan methionim. pertumbuhan dan
per-kembangan tanaman legum, lili ( bawang) dan cabe. Dari teoritis ini disarankan
untuk ke-3 jenis tanaman tersebut diberikan pupuk Za. Bila pembentukan asam

amino terhambat otomatis pem-bentukan protein terhambat menyebabkan


tanaman tidak dapat tumbuh dan berkembang karena pembelahan sel terhambat
sebagai akibat dari tidak adanya protein asam nukleat untuk pengisian inti sel.
Kedua, unsur berperan sebagai penyusun Asetil CoA ( koenzin A), bila Asetil
CoAtidak terbentuk, kan menghambat proses respirasi siklus kreb akibatnya ATP
tidak ada yang terbentuk menyebabkan proses fotosintesis, pembelahan sel,
pembungaan, absorbsi, trans-parasi, translokasi menjadi terhambat akibatnya pertumbuhan terhambat.
2. Unsur-unsur mikro
a. Besi (Fe)
Unsur ini diserap oleh tanaman dalam bentuk kation Fe dan esensi dari unsur ini
adalah:
1. Sebagai gugus prostetik enzim katalase dan peroksidase dan sebagai penyusun
feredoxin yang terdapat dalam klorofil.
2. Didalam tubuh tanaman Fe berada sebagai penyusun Fitoferitin yaitu garam Feri
Posfo Protein yang terdapat didalam kloroplas dan senyawa ini yang menentukan
proses pembentukan klorofil kalau defisiensi Fe sebagai penyusun klorfil tetapi
untuk pem-bentukan klorofil Fitoferitin yang mengandung Fe.
b. Mangan (Mn)
Unsur ini diserap dalam bentuk Mn++. Unsur ini dalam tubuh tanaman mempunyai
dua fungsi esensi: Mn mengaktifkan enzim IAA Oksidate yang berfungsi
memecahkan IAA (Indol Acetic Acid) yang tidak lain adalah hormon auksin. Bila
tanaman kekurangan Mn maka auksin berada dalam konsentrasi tinggi dalam tubuh
tanaman sehingga terjadi hambatan pertumbuhan (tanaman kerdil). Kita tahu
bahwa auksin dalam kadar rendah memacu pembelahan dan pembesaran sel yang
dimulai dari ekskresi ion H+ dari sitoplasma ke dinding sel, akibatnya tekanan pada
dinding sel makin kuat, dengan adanya imbibisi air maka sel terbelah dan
membesar yang mendorong pertumbuhan tanaman tanaman sebaliknya bila auksin
berada dalam kadar tinggi akan menghambat pertumbuhan tanaman.
c. Borium
Gabungan dari dua molekul monosakarida disebut disakarida. Dalam hal ini glukosa
+ fruktosa = sukrosa. Jadi sukrosa adalah disakarida yang terbentuk dari kodensasi
glukosa dan fruktosa. Gabungan tiga monosakarida disebut trisakarida dst. Di
dalam tubuh tanaman sintesa sukrosa terjadi sewaktu atau setelah terjadi sintesa
sukrosa dalam reaksi gelap pada daun yang telah dipetik dan diberi glukosa atau
fruktosa. Boron diserap oleh tanaman dalam bentuk BO3 .Unsur Boron mempunyai
dua fungsi fisiologis utama adalah:
Membentuk ester dengan sukrosa sehingga sukrosa yang merupakan bentuk gula
terlarut dalam tubuh tanaman lebih mudah diangkut dari tempat fotosintesis ke
tempat pengisian buah. Proses ini menyebabkan buah melon akan terasa lebih

manis dengan aroma yang khas.


Boron juga memudahkan pengikatan molekul glukosa dan fruktosa menjadi selulosa
untuk mempertebal dinding sel sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap
serangan hama dan penyakit.
d. Tembaga (Cu)
Unsur ini diserap dalam bentuk Cu ++. Jumlah unsur ini 2 - 20 ppm per gram berat
kering. Esensi dari unsur ini adalah:
Cu terdapat dalam kloroplas sebagai penyusun plastosianin dan stabilisator klorofil
sehingga berhubungan juga dengan proses fotosintesis. Dalam tubuh tanaman
membentuk Cu(OH)2 yang dapat berfungsi sebagai basa kuat untuk mematikan
penyakit yang masuk ke dalam tubuh tanaman. Membentuk senyawa ( Cu (NH3)4)+
+ untuk mencegah terlalu banyaknya NH3 yang tertimbun di dalam tubuh tanaman
karena NH3 yang berlebihan dalam tubuh tanaman akan bersifat racun.
e. Zinc (Zn)
Unsur ini diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn ++. Esensialitas dari unsur ini
ialah: Zn berhubungan dengan pertumbuhan tanaman sebab Zn menjadi katalisator
pembentukan triptophan yaitu salah satu jenis asam amino yang menjadi prekursor
(senyawa awal) dalam pembentukan IAA yang selanjutnya menjadi auksin yaitu
hormon yang bekerja dalam perkecambahan, pembelahan dan pembesaran sel
sehingga menentukan laju pertumbuhan vegetatif tanaman. Zn merupakan bagian
dari enzim amilum sintetase ( pembentukan gula menjadi amilum). Zn sebagai
penyusun enzim Karbonic anhidrase yang berfungsi sebagai buffer terhadap
perubahan per-tumbuhan.
f. Molibdenum (Mo)
Unsur ini diserap dalam bentuk MoO4- . Esensi unsur ini:
Sebagai aktivator dan penyusun enzim sitrat reduktase yaitu enzim yang bekerja
membantu perubahan ion NO3- menjadi NH3 yang siap dipakai untuk pembentukan asam amino dan protein untuk pembelahan dan pembesaran sel.
Jadi NH3 adalah prekursor untuk selanjutnya membentuk asam amino dan asam
amino membentuk protein dan asam nukleat.
Mo berperan pada metabolisme hormon tanaman. Kekurangan Mo maka pertumbuhan terhambat karena kadar NO3 - menumpuk dalam tubuh tanaman.