Anda di halaman 1dari 3

Faktor-faktor yang berperan terjadinya infeksi

1. Virulensi dan Quantity


Di rongga mulut terdapat bakteri yang bersifat komensalis. Apabila lingkungan
memungkinkan terjadinya invasi, baik oleh flora normal maupun bakteri asing, maka akan
terjadi perubahan dan bakteri bersifat patogen. Patogenitas bakteri biasanya berkaitan
dengan dua faktor yaitu virulensi dan quantity. Virulensi berkaitan dengan kualitas dari
bakteri seperti daya invasi, toksisitas, enzim dan produk-produk lainnya. Sedangkan
Quantity adalah jumlah dari mikroorganisme yang dapat menginfeksi host dan juga
berkaitan dengan jumlah faktor-faktor yang bersifat virulen.
2. Pertahanan Tubuh Lokal
Pertahanan tubuh lokal memiliki dua komponen. Pertama barier anatomi, berupa kulit
dan mukosa yang utuh, menahan masuknya bakteri ke jaringan di bawahnya. Pembukaan
pada barier anatomi ini dengan cara insisi poket periodontal yang dalam, jaringan pulpa
yang nekrosis akan membuka jalan masuk bakteri ke jaringan di bawahnya. Gigi-gigi dan
mukosa yang sehat merupakan pertahanan tubuh lokal terhadap infeksi. Adanya karies dan
saku periodontal memberikan jalan masuk untuk invasi bakteri serta memberikan
lingkungan yang mendukung perkembangbiakan jumlah bakteri.
Mekanisme pertahanan lokal yang kedua adalah populasi bakteri normal di dalam
mulut, bakteri ini biasanya hidup normal di dalam tubuh host dan tidak menyebabkan
penyakit. Jika kehadiran bateri tersebut berkurang akibat penggunaan antibiotik,
organisme lainnya dapat menggantikannya dan bekerjasama dengan bakteri penyebab
infeksi mengakibatkan infeksi yang lebih berat.
3. Pertahanan Humoral
Mekanisme pertahanan humoral, terdapat pada plasma dan cairan tubuh lainnya dan
merupakan alat pertahanan terhadap bakteri. Dua komponen utamanya adalah

imunoglobulin dan komplemen. Imunoglobulin adalah antibodi yang melawan bakteri


yang menginvasi dan diikuti proses fagositosis aktif dari leukosit. Imunoglobulin
diproduksi oleh sel plasma yang merupakan perkembangan dari limfosit B.Terdapat lima
tipe imunoglobulin, 75 % terdiri dari Ig G merupakan pertahanan tubuh terhadap bakteri
gram positif. Ig A sejumlah 12 % merupakan imunoglobulin pada kelenjar ludah karena
dapat ditemukan pada membran mukosa. Ig M merupakan 7 % dari imunoglobulin yang
merupakan pertahanan terhadap bakteri gram negatif. Ig E terutama berperan pada reaksi
hipersensitivitas. Fungsi dari Ig D sampai saat ini belum diketahui.
Komplemen adalah mekanisme pertahanan tubuh humoral lainnya, merupakan
sekelompok serum yang di produksi di hepar dan harus di aktifkan untuk dapat berfungsi.
Fungsi dari komplemen yang penting adalah yang pertama dalam proses pengenalan
bakteri, peran kedua adalah proses kemotaksis oleh polimorfonuklear leukosit yang dari
aliran darah ke daerah infeksi. Ketiga adalah proses opsonisasi, untuk membantu
mematikan bakteri. Keempat dilakukan fagositosis. Terakhir membantu munculnya
kemampuan dari sel darah putih untuk merusak dinding sel bakteri.
4. Pertahanan Seluler
Mekanisme pertahanan seluler berupa sel fagosit dan limfosit. Sel fagosit yang
berperan dalam proses infeksi adalah leukosit polimorfonuklear. Sel-sel ini keluar dari
aliran darah dan bermigrasi e daerah invasi bakteri dengan proses kemotaksis. Sel-sel ini
melakukan respon dengan cepat, tetapi sel-sel ini siklus hidupnya pendek, dan hanya dapat
melakukan fagositosis pada sebagian kecil bakteri. Fase ini diikuti oleh keluarnya monosit
dari aliran darah ke jaringan dan disebut sebagai makrofag. Makrofag berfungsi sebagai
fagositosis, pembunuh dan menghancurkan bakteri dan siklus hidupnya cukup lama
dibandingkan leukosit polimorfonuklear. Monosit biasanya terlihat pada infeksi lanjut atau
infeksi kronis.

Komponen yang kedua dari pertahanan seluler adalah populasi dari limfosit, seperti
telah di sebutkan sebelumnya limfosit B akan berdifernsiasi menjadi sel plasma dan
memproduksi antibodi yang spesifik seperti Ig G. Limfosit T berperan pada respon yang
spesifik seperti pada rejeksi graft (penolakan cangkok) dan tumor suveillance
(pertahanan terhadap tumor).