Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA EKSPERIMENTAL LANJUT


(MATERIAL)
Percobaan :
EFEK HALL
Hari: Senin

Tanggal: 10 November 2014

Oleh:
Pramita Febri I
NIM: 081211332004
Anggota Kelompok
1. Firdaus Eka S
2. Linda Nurhayatul
3. Fachrun Nisa
4. Mei Budi Utami
5. Sarasati Istiqomah

Dosen Pembimbing

(081211331147)
(081211331148)
(081211332009)
(081211332010)
(081211332011)
Djony Izak, S.Si, M.si

LABORATORIUM MATERIAL
DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2013

Jam: 9-10

Percobaan M2
EKSPERIMEN EFEK HALL
Dosen Pembina : Djony Izak, S.Si, M.si
Oleh:
Pramita Febri I (081211332004)
Firdaus Eka S (081211331147), Linda Nurhayatul (081211331148), Fachrun Nisa
(081211332009), Mei Budi U (081211332010), Sarasati Istiqomah (081211332011)
Laboratorium Fisika Material Departemen Fisika
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

ABSTRAK
Telah dilakukan eksperimen efek hall yang bertujuan untuk mempelajari karakteristik
suatu bahan semikonduktor melalui kuantitas fisis bahan yaitu koefisien Hall RH, resistivitas
dan pembawa muatan p atau n (hole dan elektron). Pada percobaan ini digunakan bahan
semikonduktor intrinsic (Germanium murni) dan Semikonduktor ekstrinsik (Germanium tipe N).
Eksperimen dilakukan dengan mengalirkan arus listrik pada rangkaian uji efek hall dengan
variabel terikat yaitu nilai-nilai medan magnet (B = 300 mT) dan tebal bahan 1 mm dan dengan
variabel bebas yaitu besar arus yang dialirkan sehingga didapat nilai UH (tegangan output) yang
kemudian digunakan untuk menghitung koefisien Hall (RH), resistivitas (), dan nilai pembawa
muatan p atau n (hole dan elektron). Persamaan regresi yang didapat untuk bahan intrinsik dan
ekstrinsik berturut-turut adalah y= dan y=. Dari hasil eksperimen ini didapatkan nilai dari
Vm
masing-masing plat, adapun untuk n-Germanium diperoleh nilai RH 1,3.10 4
,
kg.s 2
Vm
Vm
,
3,9.10 5 3 , dan untuk npn-Germanium diperoleh nilai RH 2,4.10 5
s A
kg.s 2
Vm
7,2.10 6 3 .
s A
Kata Kunci : Efek Hall, Germanuim, Resistivitas, Pembawa Muatan

1. PENDAHULUAN
Efek hall memperagakan adanya gaya
pada muatan bergerak dalam suatu
konduktor yang berada dalam medan
magnet. Kawat berarus listrik yang terletak
dalam medan magnet dengan arah tegak
lurus dengan arah arus maka kawat akan

mengalami gaya magnetik sehingga


menyebabkan kawat akan melengkung.
Efek hall ditemukan pada tahun 1979
(Hall E.H., Journal of mathematics 2.
(1879). Dalam Meiners H., et al, (1987),
Efek
hall
merupakan
suatu
peristiwa
berbeloknya
aliran
listrik
(elektron)
dalam
plat
logam

(konduktor/semikonduktor)
karena
adanya pengaruh medan magnet. Ketika ada
arus listrik yang mengalir pada divais efek
Hall yang ditempatkan dalam medan megnet
yang arahhnya tegak lurus arus listrik ,
pergerakan pembawa muatan akan berbelok
ke salah satu sisi dan menghasilkan medan
listrik. Medan listrik terus membesar hingga
gaya lorentz yang bekerja pada partikel
menjadi nol. Perbedaan potensial antara
kedua sisi divais tersebut disebut potensial
hall. Efek hall berkaitan dengan suatu
cara pengukuran eksperimental sifat listrik
yang dilaporkan oleh E.H. Hall pada tahun
1879. Apabila model elektron bebas
terkuantisasi dianut, dan efek ini ingin
ditelusuri secara teoritik dengan baik, maka
perlu dilakukan telaah seperti yang
dilakukan Hall.

2. TINJAUAN PUSTAKA
Gaya Lorentz adalah prinsip kerja utama dari
efek Hall. Sebuah penghantar konduktor atau
semikonduktor berbentuk plat dialiri arus I, terlihat
bahwa muatan positif bergerak ke arah kanan
menuju kutub negatif dari sumber arus, sedangkan
muatan negatif bergerak lurus kearah kiri
menuju kutub positif sumber arus. Oleh
karena itu tidak ada beda potensial pada
ujung-ujung
plat
logam
(konduktor/semikonduktor).
Bila plat logam diberi medan magnet,
yang arahnya tegak lurus arus kearah dalam,
maka muatan pada pelat logam akan
mengalami gaya Lorentz sebesar
.
Muatan positif (hole) akan mengalami gaya
Lorentz kearah atas, maka pada bagian atas
pelat konduktor seolah-olah akan berjajar
muatan positif (kutub positif), sedangkan muatan
negatif (electrone) akan mengalami gaya Lorentz ke
arah bawah maka pada bagian bawah plat
konduktor/ semikonduktor seolah - olah
akan berjajar muatan negatif (kutub negatif).
Oleh karena itu akan timbul medan
listrik dan beda potensial pada penghantar.

Besarnya beda potensial ini merupakan


tegangan Hall (UH). Nilai UH ini dapat
dinyatakan dengan I adalah arus listrik yang
mengalir pada konduktor (Ampere),
B besarnya medan magnet (300 mTesla),
dan t tebal pelat penghantar (1 mm). Semua
peralatan efek Hall diaktifkan oleh adanya
medan magnet.
Formulasi untuk menghitung koefisien
hall (RH), resistivitas
dan pembawa
muatan electrone/hole

3. METODE EKSPERIMEN
Dalam percobaan Efek Hall kali ini
bahan sampel yang di gunakan adalah
semikonduktor intrinsik (Germanium
murni) dan semikonduktor ekstrinsik
(Germanium tipe N) biasa di sebut
dengan atau semikonduktor tak murni
karna terdiri dari (Ge) dan (Fosfor).
Kedua bahan di gunakan untuk menguji
tegangan hall sebagai fungsi arus.
Percobaaan kali ini dilakukan dengan
cara
menyambungkan
multimeter
dengan soket pada modul hall.
Sebelumnya pada modul hall terlebih
dahulu dimasuki papan sampel yaitu
germanium
murni
(semikonduktor
intrinsik). Setelah itu atur arus untuk
diukur berulang mulai dari -15mA
sampai dengan 15mA dengan interval
2mA tiap pengukuran. Kemudian catat
tegangan dari masing-masing arus pada
multimeter.
Setelah selesai, ulangi langkahlangkah percobaan kembali dengan
bahan sampel yang berbeda, yakni
Germanium tipe N atau semikonduktor
ekstrinsik namun atur arus untuk diukur
berulang mulai dari -30mA sampai

4. DATA HASIL PENGAMATAN


Germanium murni (intrinsik)
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

I (mA)
-15
-13
-11
-9
-7
-5
-3
-1
1
3
5
7
9
11
13
15

UH (V)
-8,870
-7,865
-6,791
-5,891
-4,8754
-3,6651
-2,7047
-1,0963
0,8995
2,2801
3,5374
4,5803
5,765
6,651
7,765
8,821

Germanium tipe N (ekstrinsik)


No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

I (mA)
-30
-25
-20
-15
-10
-5
0
5
10
15
20
25
30

UH (V)
-1,4772
-1,2408
-1,0096
-0,7814
-0,5421
-0,3137
-0,0614
0,2249
0,4415
0,6864
0,9164
1,1507
1,3723

6. PEMBAHASAN
Pada percobaan efek Hall kali ini
menggunakan bahan semikonduktor, yakni
Germanium murni (semikonduktor intrinsic)
dan Germanium tipe N (semikonduktor
ekstrinsik). Bahan semikonduktor adalah
sebuah bahan dengan konduktivitas listrik
yang berada diantara isolator dan konduktor.
Sebuah semikonduktor bersifat sebagai
isolator pada temperatur yang sangat rendah,
namun pada temperatur ruangan bersifat
sebagai konduktor. Pada percobaan efek
Hall kali ini, ketika menggunakan sampel
Germanium
murni
(semikonduktor
intrinsik), menggunakan arus -15mA sampai
15mA
dengan
interval
2mA
tiap
pengukuran. Dari besar arus yang digunakan
kita peroleh UH (tegangan hall), maka
diperoleh grafik hubungan antar tegangan
terhadap arus :
Dari grafik diatas diperoleh persamaan
regresi liniernya sebesar:
Dan dari persamaan tersebut dapat
diperoleh nilai-nilai besaran karakteristik
bahan
yakni
nilai
koefisien
Hall
, resistivitas
,

pembawa

15,000

-20

10,000

y = 618x - 91.2
R = 0.995

5,000

Series1

0
-10

10

-5,000
-10,000

5. ANALISIS PERHITUNGAN
(Terlampir)

muatan

Grafik hubungan tegangan terhadap arus


pada plat Germanium murni

Tegangan (mV)

dengan 30mA dengan interval 5mA tiap


pengukuran.

-15,000

Arus (mA)

20

Linear
(Series1)

electron/hole n=3,033 x 1022C


Sedangkan untuk percobaan dengan
menggunakan bahan Germanium tipe-N
(semikonduktor ekstrinsik) digunakan arus
dari -30mA sampai 30mA dengan interval
5mA tiap pengukuran. Dari besar arus yang
digunakan kita peroleh UH (tegangan hall),
maka diperoleh grafik hubungan antar
tegangan terhadap arus :
Dari grafik diatas diperoleh persamaan
regresi liniernya sebesar:

Tegangan (mV)

Grafik hubungan tegangan terhadap arus


pada plat n-Germanium
2000
y = 47.986x - 48.769
R = 0.9997
1500

-40

1000
Series1

500

-500

7. KESIMPULAN
Dari

eksperimen

menentukan

nilai

karakteristik semikonduktor dengan uji efek


Hall disimpulkan bahwa semikonduktor
Germanium
karakteristik

Ekstrinsik
fisis

Germanium

lebih

mempunyai
baik

intrinsik

daripada

dikarenakan

semikonduktor ekstrinsik telah didopping


dengan material lain sehingga mempunyai

0
-20

resistivitasnya dan sebaliknya. Resisitivitas


adalah kemampuan suatu bahan untuk
menahan arus. Semakin kecil nilai
resistivitasnya mengartikan bahwa bahan
tersebut dapat menghantarkan arus lebih
cepat dan berlaku untuk sebaliknya.

20

40

Linear
(Series1)

-1000
-1500
-2000

Arus (mA)
Dan dari persamaan tersebut dapat
diperoleh nilai-nilai besaran karakteristik
bahan
yakni
nilai
koefisien
Hall
,
resistivitas
, pembawa muatan
electron/hole n=3,906 x 1022 C
Berdasarkan hasil percobaan Efek Hall
dari kedua bahan yang berbeda tersebut
dapat disimpulkan bahwa, bahan germanium
murni memiliki nilai koefisien Hall,
resistivitas, serta pembawa muatan yang
lebih rendah jika dibandingkan dengan
bahan germaniumtipe-N. Hal ini berkaian
dengan kemampuan suatu bahan untuk
menghantarkan listrik. Semakin besar nilai
koefisien hallnya maka semakin besar nilai

satu jenis pembawa muatan saja dan lebih


baik daya hantar listriknya. Bahan ekstrinsik
lebih mudah menghantarkan listrik karena
nilai konduktivitasnya bahan ekstrinsik lebih
besar daripada bahan intrinsik.

8. DAFTAR PUSTAKA
1. E-Book of Tipler, PA. Physics For
Sccientist and Engineers.

2. Tim KBK Fisika Material. 2010.


Buku Petunjuk Fisika Eksperimental
Lanjut (Bagian Fisika Material).
Departemen Fisika Fakultas Sains
dan

Teknologi

Universitas

Airlangga.
3. Saragih.

Albert

Daniel,

2010.

Analisis Fenomena Elektron Bahan

Semikonduktor Si dan Ge, Jakarta :


Erlangga.

LAMPIRAN

ANALISIS PERHITUNGAN
1. N-Germanium
t=tebal plat=1 mm=10-3
B=300 mT
Grafik hubungan antara arus (I) dan tegangan (UH)
Grafik hubungan tegangan terhadap arus pada plat
Germanium murni

Tegangan (mV)

15,000
10,000

y = 618x - 91.2
R = 0.995

5,000

Series1
0
-20

-10

10

20

Linear (Series1)

-5,000
-10,000
-15,000

Arus (mA)

Dari grafik didapatkan gradien garisnya adalah 618.


Gradien garis di atas merepresentasikan RH atau koefisien hall plat yang digunakan
berdasarkan persamaan garis linear y=mx+c.

a. Menentukan koefisien hall plat n-germanium


RH=
UH=

Yang mana UH=y dan I=x

Berdasarkan hasil plot grafik antara UH dengan I diperoleh m=618maka

b. Menentukan resisitivitas plat n-germanium

c. Menentukan jenis pembawa muatan


p=n=
n=
n=3,033 x 1022C

2. N-Germanium
Grafik hubungan antara arus (I) dan tegangan (UH)
Grafik hubungan tegangan terhadap arus pada plat N2000 Germanium

y = 47.986x - 48.769
R = 0.9997

Tegangan (mV)

1500
1000
500

Series1

0
-40

-20

-500 0

20

40

Linear (Series1)

-1000
-1500
-2000

Arus (mA)

Dari grafik didapatkan gradien garisnya adalah 47,986.


Gradien garis di atas merepresentasikan RH atau koefisien hall plat yang digunakan
berdasarkan persamaan garis linear y=mx+c.

a. Menentukan koefisien hall plat N-germanium


RH=
UH=

Yang mana UH=y dan I=x

=m
Berdasarkan hasil plot grafik antara UH dengan I diperoleh m=47,986 maka

b. Menentukan resisitivitas plat N-germanium

c. Menentukan jenis pembawa muatan


p=n=
n=
n=3,906 x 1022 C

P. Garis

Intrinsik

Ekstrinsik

y =618x 91,2

y = 47,986x -48,769

3,033 x 1022C

3,906 x 1022C

Koefisien
Hall
Resistivity

P. Muatan