Anda di halaman 1dari 3

Pelarut adalah benda cair atau gas yang melarutkan benda padat, cair atau

gas, yang menghasilkan sebuah larutan. Pelarut paling umum digunakan dalam
kehidupan sehari-hari adalah air. Pelarut lain yang juga umum digunakan adalah
bahan kimia organik (mengandung karbon) yang juga disebut pelarut organik.
Pelarut biasanya memiliki titik didih rendah dan lebih mudah menguap,
meninggalkan substansi terlarut yang didapatkan. Untuk membedakan antara pelarut
dengan zat yang dilarutkan, pelarut biasanya terdapat dalam jumlah yang lebih besar
dari terlarut. (Wikipedia.org)
Jenis pelarut yang digunakan untuk ekstraksi berkaitan dengan polaritas dari
pelarut tersebut. Hal yang perlu diperhatikan dalam proses ekstraksi adalah senyawa
yang memiliki kepolaran yang sama akan lebih mudah tertarik/ terlarut dengan
pelarut yang memiliki tingkat kepolaran yang sama. Berkaitan dengan polaritas dari
pelarut, terdapat tiga golongan pelarut yaitu:
a.

Pelarut polar

Memiliki tingkat kepolaran yang tinggi, cocok untuk mengekstrak senyawa-senyawa


yang polar dari tanaman. Pelarut polar cenderung universal digunakan karena
biasanya walaupun polar, tetap dapat menyari senyawa-senyawa dengan tingkat
kepolaran lebih rendah. Salah satu contoh pelarut polar adalah: air, metanol, etanol,
asam asetat.
b.

Pelarut semipolar

Pelarut semipolar memiliki tingkat kepolaran yang lebih rendah dibandingkan


dengan pelarut polar. Pelarut ini baik untuk mendapatkan senyawa-senyawa
semipolar dari tumbuhan. Contoh pelarut ini adalah: aseton, etil asetat, kloroform
c.

Pelarut nonpolar

Pelarut nonpolar, hampir sama sekali tidak polar. Pelarut ini baik untuk mengekstrak
senyawa-senyawa yang sama sekali tidak larut dalam pelarut polar. Senyawa ini baik
untuk

mengekstrak

berbagai

jenis

minyak.

Contoh:

heksana,

eter.

(http://muiqaltawakkal.blogspot.com)
Berikut adalah contoh dari ekstrasi dari senyawa yang memiliki kepolaran
yang sama dengan pelarutnya.

1. Polar
Mengekstraksi Kapsaisin dari Cabe mengunakan Pelarut Etanol
Cabe rawit dan cabe merah besar dipisahkan bagian biji dan dagingnya. Masing
masing bagian dikeringkan dalam oven poses ini bertujuan untuk mengetahui waktu
efektif pengeringan dan prosentase kadar air.
Pemisahan senyawa kapsaisin dari cabe dilakukan dengan menggunakan metode
soxhlet. Sampel sebelum diekstraksi terlebih dahulu dikeringkan dalam oven sample
dihaluskan dengan menggunakan blender sehingga diperoleh sampel bubuk halus.
Ekstraksi dilakukan dengan pelarut etanol selama 8 jam hingga diperoleh ekstrak
berwarna coklat kemerahandan kuning muda. (Fredy Kurniawan, Isnanik Juni
Fitriyah, Ekstraksi Kapsaisin Sebagai Sediaan Farmasi, Jurusan Kimia Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
2. Semi Polar
Mengekstraksi Tanin dari Biji Pinang mengunakan Pelarut Aseton
Buah pinang dibersihkan kemudian dibelah dua dan dijemur diterik matahari sampai
kadar air udara. Pisahkan antara kulit dengan bijinya, biji pinang dibuat serbuk
dengan memblender atau menumbuk biji pinang yang telah dikeringkan kemudian
disaring dengan saringan yang berukuran e 80 mesh. Serbuk biji pinang direndam
dengan pelarut aseton 80% dalam wadah gelap selama 12 jam sehingga didapat
ekstrak tanin. (Trisnu Satriadi, 2011, Kadar Tanin Biji Pinang (Areca catechu L.)
dari Pleihari, Jurnal Hutan Tropis)
3. Non Polar
Minyak Cengkeh dari bunga cengkeh menggunakan pelarut n-heksana
Ekstraksi minyak bunga cengkeh (Clove Oil) dengan pelarut n-heksana meliputi:
perlakuan bahan, proses ekstraksi minyak bunga cengkeh, proses pemurnian minyak
dan hasil produknya.
Pada proses perlakuan bahan, bahan yang digunakan adalah bunga cengkeh yang tua
dan kering, penggunaan bahan yang tua karena kandungan minyak atsirinya lebih
banyak daripada bahan yang muda serta mengandung kadar air yang rendah.
Penggunaan bahan yang kering bertujuan agar kadar air dalam bunga cengkeh

berkurang sehingga pada ekstraksi bunga cengkeh dapat menghasilkan minyak


bunga cengkeh yang relatif banyak.
Bahan kemudian ditumbuk sekecil mungkin agar minyak dapat terambil sempurna
pada proses ekstraksi dan laju penguapan minyak atsiri dari bahan menjadi cukup
cepat. Proses ekstraksi dan pemurnian minyak bunga cengkeh menggunakan alat
ekstraktor soxhlet. Proses ekstraksi bunga cengkeh menggunakan pelarut non polar
n-heksana. (Saiful Hadi, Pengambilan Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Clove Oil)
Menggunakan pelarut n-Heksana dan Benzena, Program Studi Teknik Kimia,
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang).