Anda di halaman 1dari 6

DESTILASI

Juwita Desturia Putri Pureta


123020106
Asisten : Hilda Rani Dwitama

Tujuan Percobaan : Untuk mengetahui pemurnian atau pemisahan zat-zat


dengan metode destilasi.
Prinsip Percobaan : Berdasarkan kepada perbedaan titik didih antara larutan
pelarut dan zat terlarut.
Metode Percobaan :

Termometer

Air keluar

Sample dan
Batu didih
Air masuk

Destilat
Gambar 11. Metode Percobaan Destilasi

Praktikum Kimia Dasar 2012

Hasil Pengamatan :
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 11. Hasil Pengamatan Destilasi
No.

Pengamatan

Hasil

1.

Nama sampel

Teh hijau

2.

Warna sampel

Hijau keemasan

Volume sampel

25 ml

4.

Suhu mendidih

88

5.

Suhu tetesan pertama

96,8

6.

Suhu konstan

98,9

7.

Warna destilat

bening

8.

Volume destilat

22 ml

(Sumber, Juwita Desturia, Kelompok D, Meja 9, 2012)


Pembahasan :
Destilasi adalah suatu cara pemisahan larutan dengan menggunakan panas
sebagai pemisah atau Separating agent. Destilasi berdasarkan kepada perbedaan
titik didih antara larutan pelarut dan zat terlarut. Destilasi merupakan perubahan
fasa cair menjadi uap atau gas dengan pendidihan dan kondensasi gas tersebut
mengembun (Sutrisno, 2012).

Praktikum Kimia Dasar 2012

Macam-macam destilasi yaitu destilasi biasa, destilasi uap, destilasi vacum


(tekanan rendah), dan destilasi terfraksi. Destilasi biasa adalah destilasi yang
digunakan untuk memisahkan dua macam zat atau lebih yang mempunyai
perberbedaan titik didih cukup besar. Destilasi uap merupakan suatu cara untuk
memisahkan dan memurnikan senyawa organik yang tidak larut ataupun sukar
larut dalam air. Keuntungan cara destilasi ini adalah bahwa campuran dapat
terdestilasi dibawah titik didih zat organik tersebut, dan bahkan dibawah titik
didih air. Destilasi vacum adalah destilasi yang digunakan untuk cairan yang
terurai dekat titik didihnya, sehingga untuk memisahkan dari komponennya tidak
dapat dilakukan dengan destilasi biasa. Destilasi vacum ini tidak dilakukan pada
barometer biasa, sehinggan cairan tersebut dapat mendidih jauh dibawah titik
didihnya yang selanjutnya proses pemisahannya seperti biasa. Dan destilasi
terfraksi adalah berdasarkan hukum Roult mengatakan bahwa tekanan uap dari
sebuah komponen tertentu sebanding dengan tekanan uap murni dikalikan dengan
fraksi molnya dalam larutan tersebut (Sutrisno, 2012).
Destilasi yang digunakan saat di laboratorium kimia dasar adalah destilasi
biasa. Dimana destilasi ini digunakan untuk memisahkan dua macam zat atau
lebih yang mempunyai perbedaan titik didih cukup besar. Titik didih adalah
tempetarur dimana tekanan uap sama dengan tekanan atmosfir (Brady, 1999).
Pengembunan yang terjadi dalam destilasi saat pemanasan, cairan yang titik
didihnya lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Uap tersebut bergerak
menuju kondensor yaitu pendingin, proses pendinginan terjadi karena kita

Praktikum Kimia Dasar 2012

mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar kondensor), sehingga uap yang
dihasilkan akan kembali cair.
Fungsi kondensor adalah sebagai pendingin dan untuk mempercepat proses
kondensasi. Batu didih digunakan untuk mencegah terjadinya bumping (letupan).
Batu didih juga digunakan untuk mempercepat proses reaksi. Dalam proses
destilasi air dialiri dari bawah dikarenakan untuk mempercepat kondensasi.
Adaptor pada destilasi digunakan untuk menampung uap.
Berdasarkan dari pecobaan destilasi dengan menggunakan sampel teh hijau,
warna asal yaitu hijau keemasan dengan volme sampel sebanyak 25 ml.
Kemudian dilakukan destilasi suhu mendidih pada 88 , suhu pada tetesan
pertama yaitu 96,8

Lalu didapatkan suhu konstan pada 98,9 . Didapatkan

warna destilat yaitu bening dengan volume destilat 22 ml.


Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan titik didih
atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. Dalam
proses destilasi terdapat dua proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan
tahap pengembangan kembali uap menjadi cair. Atas dasar ini maka perangkat
peralatan destilasi menggunkan alat pemanas dan alat pendingin. Proses destilasi
diawali dengan pemanasan, sehingga zat memiliki titik didih lebih rendah akan
menguap. Uap tersebut bergerak menuju kondensor yaitu pendingin, proses
pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar
kondensor), sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair. Proses ini berjalan

Praktikum Kimia Dasar 2012

terus menerus dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh senyawa-senyawa


yang ada dalam campuran homogen tersebut (Gultom, 2012).
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketika proses destilasi adalah kondisi
pengumpanan (keadaan campuran, kondisi campuran), elemen kolom yang
mempengaruhi keseimbangan uap cairan dari campuran, kondisi internal, dan
aliran uap cairan (Ilham. 2012).
Pada pecobaan destilasi ini hasil dari destilasi disebut destilat. Hasil destilat
yang didapatkan berwarna bening. Kerak pada labu destilasi dikarenakan teh
ekstrak dari sampel yang digunakan jadi membekas. Oleh karena itu, pada labu
destilasi terdapat kerak berwarna cokelat.
Dalam percobaan ini dapat diaplikasikan dalam bidang pangan yaitu pada
pembuatan pektin dengan pengendapan dengan alkohol, produksi telur lesitin, dan
dekafeinasi biji kopi.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan yaitu destilasi. Dengan
menggunakan teh hijau sebagai sampel dengan warna asal hijau keemasan dan
volume 25 ml. Ketika dilakukan destilasi mendapatkan suhu konstan pada 98,9 .
Suhu didihnya dibawah 100

dikarenakan faktor tekanan atmosfer juga

dipengaruhi oleh batu didih. Dari proses destilasi didapatkan destilat berwarna
bening dengan volume destilat 22 ml.

Praktikum Kimia Dasar 2012

DAFTAR PUSTAKA

Brady, J.E. 1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Jakarta: Binarupa Aksara.
Gultom, Yohannes. 2012. Proses Destilasi. www.gultomyohannes.blogspot.com.
Accessed : 8 Desember 2012.
Ilham, Fajri. 2012. Destilasi. www.fajrxiil.blogspot.com. Accessed : 8 Desember
2012
Sutrisno, Ella. T Dra. M.S dkk. 2012, Penuntun Praktikum Kimia Dasar.
Bandung: Universitas Pasundan.