Anda di halaman 1dari 12

Manajemen Kesiswaan

SUB TOPIK
Hakekat Manajemen
Tujuan, Funsi dan Prinsip
Ketatausahaan Siswa

Hakekat Manajemen
1. Menurut Parker yang dikutip
2. Menurut Andrew F. Sikula
oleh Husaini Usman
Kata manajemen
Manajemen merupakan
3. seni
Menurut George Manajemen
R. Terry pada umumnya
melaksanakan pekerjaan melalui
dikaitkan dengan aktivitasorang-orang (the art of getting
aktivitas
perencanaan,
Manajemen
adalah
pencapain
tujuan
(organisasi)
bahasa
latin
things done thorugh people).
pengorganisasian,
yang
sudah ditentukan sebelumnya
dengan pengendalian,
Manajemen adalah
menjalankan
penempatan,
pengarahan,
mempergunakan
bantuan
orang
lain.
Pengertian
fungsi perencanaan, fungsi
pemotivasian,
komunikasi dan
tersebut
mengatakan
bahwa
untuk mencapai
manaus
= tangan
pengorganisasian,
pengerakan,
dan dan
pengembalian
keputusan yang
tujuan
organisasi,
terdapat
sejumlah
manusia
argere
=
melakukan
pengendalian menjadi suatu
dilakukan
oleh setiap organisasi
yang
ikut
berperan
dan
harus
diperankan.
rangkaian kegiatan pengambilan
dengan tujuan untuk
keputusan yang bersifat mendasar
mengkoordinasikan
sebagai
Sedangkan
pendapat
lain
menyatakan
bahwa
manajemen
dan menyeluruh dalam proses
sumber
daya yang
adalahsegala
kemampuan
keterampilan
khusus
yang dimiliki oleh
pendayagunaan
sumberdan
daya
perusahaan
sehingga
akan
dimiliki
oleh
seseorang
untuk
melakukan
suatu
kegiatan
secara efisien disertai penetapan
dihasilkan
suatu orang
produk
atau jasa
baik,
baik
secara
perorangan
ataupun
bersama
lain
cara pelaksanaannya oleh seluruh
secara
efisien.tujuan
atau suatu
melalui
orang lainunjuk
dalam upaya
mencapai
jajaran dalam
organisasi
secara produktif, efektif dan efisien.
mencapai organisasi
tujuan organisasi.

Simpulan manajemen kesiswaan :


layanan
yang
memusatkan
perhatian
pada
pengaturan,
pengawasan, dan layanan siswa
di kelas dan di luar kelas,

Manajemen kesiswaan

seperti: pengenalan, pendaftaran,


layanan individu seperti
penggembangan keseluruhan
kemampuan, minat, kebutuhan
sampai ia matang di sekolah.
usaha pengaturan terhadap siswa
mulai dari siswa tersebut masuk
sekolah s/d mereka lulus sekolah.

kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dg masalah


kesiswaan di sekolah.
manajemen peserta didik

dalam bentuk kegiatan-kegiatan


pencatatan peserta didik saja, melainkan
meliputi aspek yang lebih luas

Kesiswaan (peserta didik)


menurut ketentuan umum
Undang-Undang RI No. 20
Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional adalah
anggota masyarakat yang
berusaha mengembangkan
potensi diri melalui proses
pembelajaran yang tersedia
pada jalur, jenjang, dan jenis
pendidikan tertentu.

Kesiswaan adalah orang


yg mempunyai pilihan
untuk menempuh ilmu
sesuai dengan cita-cita
dan harapan masa depan.

pengertian beberapa ahli, bisa


dikatakan bahwa peserta didik adalah
orang/individu yang mendapat
pelayanan pendidikan sesuai dg bakat,
minat, & kemampuan agar tumbuh &
berkembang dg baik serta mempunyai
kepuasan dlm menerima pelajaran yg
diberikan oleh pendidiknya.

Tujuan, Fungsi dan Prinsip


Tujuan
untuk mengatur berbagai kegiatan
dalam
bidang
kesiswaan
agar
kegiatan pembelajaran di sekolah
dapat berjalan dengan lancar, tertib,
teratur serta dapat mencapai tujuan
pendidikan sekolah.
Tiga tugas utama
1. penerimaan siswa baru,
2. kegiatan kemajuan belajar,
serta
3. bimbingan dalam pembinaan

Sutisna (1985) menjabarkan tanggung


jawab kepala sekolah dalam mengelola
bidang kesiswaan berkaitan dengan
hal-hal berikut
1. Kehadiran murid di sekolah dan masalahmasalah yg berhubungan dengan itu
2. Penerimaan, orientasi, klasifikasi, dan
penunjukan murid ke kelas dan program
studi;
3. Evaluasi dan pelaporan kemajuan belajar;
4. Program supervisi bagi murid yang
mempunyai kelainan, seperti pengajaran
perbaikan, dan pengajaran luar biasa;
5. Pengendalian disiplin murid;
6. Program bimbingan dan penyuluhan;
7. Program kesehatan dan keamanan;
8. Penyesuaian pribadi, sosial dan
emosional

Fungsi manajemen peserta didik secara umum


adalah sebagai tempat bagi siswa untuk
mengembangkan diri, baik yang berkenaan dengan
segi-segi individualitasnya, segi sosial, segi aspirasi,
segi kebutuhan dan segi-segi potensi siswa.

3. Penyaluran aspirasi dan harapan


siswa, ialah agar peserta didik tersalur
hobi, kesenangan dan minatnya.
Hobi, kesenangan dan minat peserta
didik patut disalurkan, karena dapat
menunjang
perkembangan
diri
peserta didik secara keseluruhan.
4. Pemenuhan
kebutuhan
dan
kesejahteraan siswa ialah agar
peserta didik sejahtera dalam
hidupnya. Kesejahteraan demikian
sangat penting karena dengan
demikian ia akan turut memikirkan
kesejahteraan sebayanya.

Fungsi manajemen kesiswaan secara


khusus dirumuskan sebagai berikut:

1. Pengembangan kemampuan individualitas


siswa, ialah agar mereka dapat
mengembangkan
potensi-potensi
individualnya. Potensi-potensi bawaan
tersebut meliputi: kemampuan umum
(kecerdasan), kemampuan khusus (bakat),
dan kemampuan lainnya.
2. Pengembangan fungsi sosial siswa ialah
agar peserta didik dapat mengadakan
sosialisasi dengan sebayanya, dengan
orang tua dan keluarganya, dengan
lingkungan sosial sekolahnya dan
lingkungan sosial masyarakatnya. Fungsi
ini berkaitan dengan hakekat peserta didik
sebagai makhluk sosial.

Agar tujuan dan fungsi manajemen peserta didik dapat tercapai, ada beberapa
prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya. Yang dimaksudkan
dengan prinsip adalah sesuatu yang harus dipedomani dalam melaksanakan
tugas. Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
6. Kegiatan-kegiatan manajemen kesiswaan
haruslahpeserta
diupayakan
4. Manajemen
didikuntuk
dipandang
1. Siswa harus
diperlakukansiswa
sebagai
mempersatukan
yangsubyek
mempunyai
anekabagian
ragamdari
latarkeseluruhan
belakang
sebagai
dan bukan
harus
danobyek,
punya sehingga
banyak perbedaan.
Perbedaan-perbedaan
yang Oleh
ada pada
manajemen sekolah.
karena itu, ia
didorong
untuk didik,
berperan
dalam bagi munculnya
peserta
tidakserta
diarahkan
konflik di antara
harus mempunyai
tujuan yang sama dan
setiap perencanaan
dan pengambilan
mereka melainkan
justru mempersatukan
saling memahami
atau dan
mendukung
terhadap dan
tujuan
keputusan
yang terkait dengan kegiatan
menghargai.
manajemen secara keseluruhan. Ambisi
mereka.
7. Kegiatan manajemen kesiswaan haruslah
dipandang
sebagai
upayadidik tetap
sektoral
manajemen
peserta
2. Pengembangan
potensi
siswapembimbingan
tidak
pengaturan
terhadap
siswa.
Oleh karena
ditempatkan
dalam kerangka manajemen
hanya menyangkut
ranah
kognitif,
tetapi ketersediaan
membimbing,
haruslah
terdapat
pihak
yangditempatkan di luar
sekolah. dari
Ia tidak
boleh
juga ranah
afektif dan
psikomotorik.
dibimbing.
Ialah
peserta didik sendiri.sistem
Tidak mungkin
pembimbingan
manajemen
sekolah.
3. Diperlukan
kegiatan
yang
akanwahana
terlaksana
dengan
baik apabila
keengganan
dari
5. terdapat
Segala bentuk
kegiatan
manajemen
beragam,
agar setiap
siswa memiliki
peserta
didik sendiri.
kesiswaan haruslah mengemban misi
wahana
untuk berkembang
8. Kegiatan
manajemensecara
kesiswaan haruslah
mendorong
dan memacu
pendidikan
dan dalam
rangka mendidik
optimal.kemandirian
Hal ini karena
siswa
sangatkemandirian
siswa.
Prinsip
akan
bermanfaat
bagi siswa
para
peserta
didik. Segala
bentuk kegiatan,
beragam
baikhanya
ditinjau
daridikondisi
fisik,
tidak
ketika
sekolah,
melainkan
keatau tidak
baikjuga
itu ketika
ringan,sudah
berat,terjun
disukai
kemampuan
intelektual,
social ekonomi,
masyarakat.
Ini mengandung
arti bahwa
ketergantungan
didik
disukai
oleh pesertapeserta
didik, haruslah
minat dan
bakat.sedikit demi sedikit dihilangkan
haruslah
melaluiuntuk
kegiatan-kegiatan
diarahkan
mendidik peserta didik
manajemen kesiswaan.
dan bukan untuk yang lainnya.

Ketatausahaan Siswa
1. Catatan siswa untuk seluruh sekolah

1. Buku Induk
2. Buku Klepper
3. Catatan tata tertib sekolah
2. Catatan untuk masing-masing kelas
Sebelum ditulis pada buku induk, semua data
pribadi siswa baru ditulis
daftar
1.pada
Buku
Kelaskelas
Pencatatan siswa pada buku klepper,
atau absensi siswa, diurutkan
berdasarkan
2. Buku
Presensi Kelas
dilaksanakanTata
setelah
pengisian
indukterdapat di
tertib
sekolah buku
bagi siswa
abjad. Sedangkan siswa3.
yang
tidakCatatan
naik kelas,
Buku/
Prestasi Belajar
selesai. Bukusetiap
klepper
berisi
data
siswa, nomor
kelas
yang
ditempel
pada setiap dinding
ditulis pada absen paling4.atas.
Setelah daftar
Pencatatan
Bimbingan dan Penyuluhan
induk, tahun kelas
siswa masuk di sekolah. Buku
kelas dibuat, siswa diberi
induk.
5. nomor
Mutasi
Siswa
klepper ditulis kepala sekolah.
Kemudian semua data diisikan pada buku
induk, yang dilengkapi dengan foto hitam putih
1 lembar.

Ketatausahaan Siswa
2. Catatan untuk masing-masing kelas
Catatan kelas wajib diisi oleh setiap guru kelas.
Catatan kelas seperti daftar kelas, daftar nilai,
presensi kelas, bimbingan dan penyuluhan dan
mutasi siswa sudah disediakan dari UPTD.
a. Buku Kelas

b. Buku Presensi Kelas

d. Pencatatan Bimbingan dan Penyuluhan

c. Buku/ Catatan Prestasi Belajar


e. Mutasi Siswa

c. Prestasi belajar siswa dicatat pada daftar d. Pencatatan bimbingan dan penyuluhan
e. Buku mutasi siswa diisi oleh wali kelas dan dilaporkan
Buku presensi kelas
dengan dari
buku
buku jadi
yangsatu
disediakan
nilai,
yang
berisi
perolehan
belajar
siswa b. menggunakan
a. Buku
kelas
atau
daftar kelas
harus
kepada kepala sekolah. Penulisan dilaksanakan jika ada
daftar
kelas. Setiap
guru mengabsen
UPTD.
Pelaksanaan
dan hari
penanganan
setiap
mata
pelajaran
yang meliputi nilai kelas/
diisi oleh
guru
kelas masing-masing
siswa yang masuk maupun keluar sekolah. Pada awal
siswa.
Setelahdan
akhir
bulan gurudilakukan
membuatoleh
bimbingan
penyuluhan
ulangan
harian,Daftar
tugas kelas
dan PR,
ulangan
dengan benar.
berisi
data tengah
tahun ajaran baru jumlah siswa SD Negeri I Mayungan
siswa di
kelas.
Daftar
guru kelasKehadiran
masing-masing.
Guru
kelas
ada yang
semester
dan
ulangan
semester.
siswa, data
orang
tua siswa,
nilaiDaftar nilaipresentase.
berjumlah 220 siswa.
siswa
dilaporkan
setiapbimbingan,
akhir bulantetapi
mencatat
dan
melaksanakan
setiap
mata
pelajaran
diolah yang presensi
semester
dan
presensitersebut
harian siswa
kepada
kepala
sekolah
untuk ditulis
ada yang
hanya
melaksanakan
sajapada
tanpa
akan
dihasilkan
selama
1 tahun nilai akhir (NA) yang
umum.
mencatat
di buku bimbingan
kemudian dimasukkan dalam buku rapor absen