Anda di halaman 1dari 10

LAMPIRAN

ARTIKEL TENTANG ETIKA, MORAL DAN NORMA

-Artikel 12.1 Pengertian Norma


Bahasa latin norma berarti siku-siku (yang dipakai untuk mengukur), aturan dan
pedoman dasar. Kata sifatnya adalah normalis yang berarti menyelaraskan dengan ukuran.
Jika di artikan lebih luas pengertian norma adalah aturan-aturan yang berlaku dalam
masyarakat baik tertulis maupun tidak tertulis yang disertai dengan sanksi atau ancaman
bagi pelanggarnya.
Pada mulanya norma berbentuk secara tidak terencana. Pada saat itu, norma hanya
sebagai konsekuensi hidup bersama. Aturan atau norma ini hanya berupa perintah lisan dari
orang yang lebih tua atau orang yang dituakan. Lama-kelamaan perintah lisan tersebut
berkembang menjadi aturan atau norma tertulis yang sengaja dibuat agar lebih muda
dipelajari dan tidak mudah untuk berubah-ubah.
Dalam kehidupan bermasyarakat selalu terdapat aturan, kaidah atau norma, baik yang
berupa suatu keharusan, anjuran atau larangan. Kaidah atau norma yang ada di masyarakat
ini merupakan aplikasi atau perwujudan dari nilai-nilai yang di anut oleh masyarakat
tersebut.
Norma atau kaidah sangat diperlukan oleh masyarakat dalam mengatur hubungan antar
anggota masyarakat. Norma menjadi panduan, tatanan dan pengendalian tingkah laku
warga. Norma juga menjadi criteria bagi masyarakat untuk mendukung atau menolak
perilaku seseorang. Oleh Karena itu, pola kelakuan yang telah sesuai dengan norma selalu
mengandung unsur pembelaan.
Pada dasarnya anggota masyarakat mengetahui, mengerti dan menghargai adanya
norma yang ada di masyarakat yang harus di patuhi. Namun, dalam pelaksanaannya selalu
ada penyimpangan-penyimpangan dengan berbagai alasan.[1]
2.2. Tingkatan dan Jenis-Jenis Norma Dalam Masyarakat :
A.

Tata Cara (Usage)


Adalah norma yang paling lemah daya pengikatnya atau norma dengan sanksi yang sangat
ringan terhadap pelanggarnya karena orang yang melanggar hanya mendapatkan sanksi dari

LAMPIRAN
ARTIKEL TENTANG ETIKA, MORAL DAN NORMA

masyarakat berupa cemoohan atau ejekan saja. Cara atau usage menunjuk pada suatu
perbuatan yang berkaitan dengan hubungan antarindividu dalam masyarakat.
B.

Kebiasaan (Folkways)
Adalah suatu aturan dengan kekuatan mengikat yang lebih kuat daripada usage, karena
kebiasaan merupakan perbuatan yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi bukti
bahwa orang yang melakukannya menyukai dan menyadari perbuatannya.

C.

Tata kelakuan (Mores)


Adalah aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan alat pengawas atau kontrol
secara sadar atau tidak sadar, oleh masyarakat kepada anggota-anggotanya. Pelanggaran
terhadap kelakuan akan diberi sanksi berat seperti diarak di depan umum atau bahkan
dirajam.

D.

Adat Istiadat (Custom)


Adalah norma yang tidak tertulis namun sangat kuat mengikat sehingga angota-anggota
masyarakat yang melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi keras yang secara langsung
dikenakan kepada pelanggar adat istiadat tersebut.

E.

Hukum (Law)
Adalah norma-norma yang dirumuskan dan diwajibkan secara jelas dan tegas serta berlaku
bagi semua masyarakat. Hukum merupakan norma yang tertulis dan dibukukan serta
diberlakukan secara resmi dalam bentuk kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Pelanggaran terhadap norma hukum dikenakan hukuman yang tegas sesuai peraturan
hukum yang berlaku.

2.3. Macam-Macam Norma :


1.

Norma Kesopanan
Adalah norma yang berpangkal dari tingkah laku yang berlaku di masyarakat seperti cara
berpakaian, cara bersikap, bergaul dan berbicara. Norma ini bersikap relatif artinya
penerapannya berbeda di berbagai tempat, lingkungan dan waktu.

2.

Norma Hukum
Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib
dalam suatu masyarakat (negara). Sanksi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa.

LAMPIRAN
ARTIKEL TENTANG ETIKA, MORAL DAN NORMA

3.

Norma Agama
Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran atau kaidah suatu agama. Norma ini bersifat
mutlak dan mengharuskan ketaatan bagi para pemeluk dan penganutnya.Yang taat akan
mendapatkan keselamatan di akhirat, sedangkan yang melanggar akan mendapatkan
hukuman di akhirat.

4.

Norma Kebiasaan
Merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang
sama sehingga menjadi kebiasaan.

5.

Norma Kesusilaan
Di dasarkan pada hati nurani dan akhlak manusia. Norma kesusilaan bersifat universal,
artinya setiap orang di dunia ini memilikinya, hanya bentuk dan perwujudannya saja yang
berbeda.

2.4. Fungsi Norma :

Sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok msayarakat dalam rangka


mencapai masyarakat yang sejahtera, tentram, tertib dan aman.

Sebagi pedoman cara berfikir dan bertindak

Sebagi pedoman yang mengatur kehidupan masyarakat.

2.5. Pengertian Etika


Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah Ethos, yang berarti
hati nurani ataupun perikelakuan yang pantas (atau yang diharapkan). Secara sederhana hal
itu kemudian diartikan sebagai ajaran tentang perikelakuan yang didasarkan pada
perbandingan mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.[2]
Menurut para ahli, etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam
pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti
norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang
baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:

Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam

berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

LAMPIRAN
ARTIKEL TENTANG ETIKA, MORAL DAN NORMA

Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah

laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan
oleh akal.

Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara

mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika
memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan
sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak
secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu untuk mengambil
keputusan tentang tindakan apa yang perlu di lakukan dan yang perlu di pahami bersama
bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan.[3]
2.6. Macam-Macam Etika :
1.

Etika Deskriptif
Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta
apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya
Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai
dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang
membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau
tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan
manusia dapat bertindak secara etis.

2.

Etika Normatif
Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh
manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai
dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar
manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan
kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.

3.

Etika Teleologi

LAMPIRAN
ARTIKEL TENTANG ETIKA, MORAL DAN NORMA

Suatu tindakan dikatakan baik jika tujuannya baik dan membawa akibat yang baik dan
berguna. Dari sudut pandang apa tujuannya, etika teleologi dibedakan menjadi dua yaitu:

Teleologi Hedonisme (hedone= kenikmatan) yaitu tindakan yang bertujuan untuk


mencari kenikmatan dan kesenangan.

Teleologi Eudamonisme (eudamonia=kebahagiaan) yaitu tindakan yang bertujuan


mencari kebahagiaan hakiki.

4.

Etika Deontologi
Etika deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Jadi, etika
Deontologi yaitu tindakan dikatakan baik bukan karena tindakan itu mendatangkan akibat
baik, melainkan berdasarkan tindakan itu baik untuk dirinya sendiri.[4]

2.7. Pengertian Moral


Kata Moral berasal dari kata latin mos yang berarti kebiasaan. Moral berasal dari
Bahasa Latin yaituMoralitas adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang
lainnya dalam tindakan yang mempunyai nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral
disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia
lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Namun
demikian karena manusia selalu berhubungan dengan masalah keindahan baik dan buruk
bahkan dengan persoalan-persoalan layak atau tidak layaknya sesuatu.[5]
Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi
individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi.
Moral dalam zaman sekarang mempunyai nilai implisit karena banyak orang yang
mempunyai moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Moral itu sifat
dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus mempunyai moral jika ia ingin
dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat
secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat. Moral
adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia.
apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat
tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu

LAMPIRAN
ARTIKEL TENTANG ETIKA, MORAL DAN NORMA

dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya. Moral adalah produk dari
budaya dan Agama. Moral juga dapat diartikan sebagai sikap, perilaku, tindakan, kelakuan
yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman,
tafsiran, suara hati, serta nasihat, dll.[6]

LAMPIRAN
ARTIKEL TENTANG ETIKA, MORAL DAN NORMA

-Artikel 2-

Manfaat Moral Dalam Kehidupan Bermasyarakat


May 19, 2012 - Posted by Dini Fauziah Rahmah
Pendidikan moral seyogyanya sudah harus diberikan kepada manusia sedari mereka kecil.
Maka orang tua berperan sangat penting dalam pembentukan moral anaknya kelak. Moral
merupakan sikap yang bersifat baik yang dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan
nilai-nilai yang berlaku dilingkungannya, maka manusia diharapkan memiliki moral karena
hal tersebut penting demi berlangsungnya sosialisasi terhadap lingkungannya. Berikut
beberapa manfaat moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Pertama, moral merupakan penanda kualitas diri. Manusia jika bermoral baik maka
manusia lain akan melihatnya sebagai pribadi yang memiliki kualitas baik. Karena dalam
dirinya telah ditanamkan nilai-nilai kehidupan yang menjadi pedoman dalam hidupnya.
Kedua, moral merupakan pengendali. Moral sebagai pengendali ialah sebagai perlindungan
bagi kepentingan-kepentingan yang telah dilindungi agama, kaidah kesusilaan dan kaidah
kesopanan karena belum cukup kuat untuk melindungi dan menjamin, mengingat terdapat
kepentingan-kepentingan yang tidak teratur.
Dan yang ketiga, moral merupakan pedoman hidup. Dalam kehidupan banyak hukumhukum yang berlaku, dalam kehidupan juga banyak hal yang bersifat postif dan negatif.
Maka diperlukan pedoman, atau pegangan dalam hidup ini agar segala perbuatan yang
manusia lakukan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam hal ini penulis menyimpulkan bahwa selain sebagai penanda kualitas diri, moral
juga bermanfaat sebagai pengendali juga pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Hiduplah dengan bermoral baik, maka akan terciptalah suatu kehidupan bermasyarakat
yang berkualitas tinggi.

LAMPIRAN
ARTIKEL TENTANG ETIKA, MORAL DAN NORMA

-Artikel 3-

ETIKA, ETIKET, DAN MORAL


Oleh:Helmi Umam
dosen filsafat fak Ushuluddin IAIN Surabaya
Etika Pribadi dan Etika Social
Dalam kehidupan masyarakat kita mengenal etika pribadi dan etika social. Untuk
mengetahui etika pribadi dan etika social diberikan contoh sebagai berikut:
1)

Etika Pribadi. Misalnya seorang yang berhasil dibidang usaha (wiraswasta) dan

menjadi seseorang yang kaya raya (jutawan). Ia disibukkan dengan usahanya sehinnga ia
lupa akan diri pribadinya sebagai hamba Tuhan. Ia mempergunakan untuk keperluankeperluan hal-hal yang tidak terpuji dimata masyarakat (mabuk-mabukan, suka
mengganggu ketentraman keluarga orang lain). Dari segi usaha ia memang berhasil
mengembangkan usahanya sehinnga ia menjadi jutawan, tetapi ia tidak berhasil dalam
emngembangkan etika pribadinya.
2)

Etika Social. Misalnya seorang pejabat pemerintah (Negara) dipercaya untuk

mengelola uang negara. Uang milik Negara berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Pejabat
tersebut ternyata melakukan penggelapan uang Negara utnuk kepentingan pribadinya, dan
tidak dapat mempertanggungjawabkan uang yang dipakainya itu kepada pemerintah.
Perbuatan pejabat tersebut adalah perbuatan yang merusak etika social.
MANFAAT ETIKA
1.

Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral.

2.

Dapat membantu membedakan mana yang tidak boleh dirubah dan mana yang boleh

dirubah, sehingga dalam melayani tamu kita tetap dapat yang layak diterima dan ditolak
mengambil sikap yang bisa dipertanggungjawabkan.
3.

Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat.

4.

Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai-nilai yang dibawa tamu dan yang telah

dianut oleh petugas.

LAMPIRAN
ARTIKEL TENTANG ETIKA, MORAL DAN NORMA

-Artikel 4-

HUBUNGAN ANTARA ETIKA, MORALITAS DAN NORMA


1. ETIKA
Dalam kehidupan sehari-hari etika sangat penting dalam berkomunikasi karena
menyangkut perasaan dan harga diri seseorang. Oleh karena itu kita diharapkan dapat
memahami makna etika itu sendiri.
Etika berasal dari kata Yunani ethos, yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Dalam
pengertian ini etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang
maupun pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat. Ini berarti etika berkaitan
dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan
yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain.
2. MORALITAS
Dilihat dari pengertian etika diatas, etika hampir sama dengan pengertian moralitas.
Moralitas berasal dari kata Latin mos, yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Arti
secara harafiah yaitu etika dan moralitas sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana
manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah di institusionalisasikan dalam sebuah
adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam
kurun waktu yang lama sebagaimana baiknya sebuah kebiasaan. Etika dan moralitas
memberi petunjuk konkret tentang bagaimana manusia harus hidup secara baik sebagai
manusia begitu saja, kendati petunjuk konkret itu bisa disalurkan melalui dan bersumber
dari agama dan kebudayaan tertentu.
DEFINISI MORAL
o

Ajaran baik buruk yang diterima secara umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban
dsb.

Nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok
dalam mengatur tingkah lakunya.(K. Bertens)

LAMPIRAN
ARTIKEL TENTANG ETIKA, MORAL DAN NORMA

Moral secara umum menyarankan pada pengertian ajaran tentang baik buruk
yang diterima umum mengenai perubahan sikap, kewajiban dsb. (Burhan
Nurgiyantoro)

Pembagian Moral :

1. Moral Pribadi moral yang melekat pada seseorang


2. Moral Masyarakat moral yang melekat pada komunitas masyarakat.
o

Tiga prinsip dasar moral :

1. Prinsip sikap baik adalah suatu kesadaran bahwa manusia jangan sampai berbuat
sesuatu yang merugikan orang lain tanpa membedakan tingkat sosialnya
2. Prinsip Keadilan adalah perlakuan yang sama terhadap siapa saja dalam situasi yang
sama dan meghormati hak semua orang. Prinsip ini tidak membenarkan perlakuan
yang sama pada situasi yang berbeda.
3. Prinsip Hormat terhadap diri sendiri agar semua manusia selalu memperlakukan
diri sendiri sebagai sesuatu yang bernilai.