Anda di halaman 1dari 6

TUGAS FISIKA MODERN

MEKANIKA KUANTUM

Ruwanti Dewi C. N.
Kimia B 2012
12030234216

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA

Mekanika Kuantum
Dalam mekanika klasik, masa depan partikel telah ditentukan oleh kedudukan awal, momentum
awal serta gaya-gaya yang beraksi padanya.
Dalam mekanika kuantum, ketentuan tentang kedudukan dan momentum awal partikel tidak
dapat diperoleh dengan ketelitian yang cukup. Masa depan tidak diketahui karena masa kini tak
diketahui. Kuantitas yang hubungannya dijelajahi mekanika kuantum ialah peluang
(kemungkinan).
Mekanika klasik merupakan aproksimasi dari mekanika kuantum dan berlaku pada dunia makro.
Kepastian yang dinyatakan oleh mekanika klasik hanya merupakan bayang-bayang, dan
kecocokan dengan eksperimen timbul sebagai konsekuensi kenyataan bahwa benda makroskopik
terdiri dari banyak atom individu yang menyimpang dari perilaku rata-rata tidak teramati.
Titik balik penggunaan kimia kuantum:
Pengembangan prinsip energi terkuantasi
1. Radiasi benda hitam (Planck)
2. Penemuan spektrum atom hidrogen
Pengembangan postulasi sifat dualisme gelombang-materi
1. Efek fotolistrik
2. postulasi de Broglie
Postulat mekanika kuantum:
Setiap sistem memiliki fungsi gelombang (yang bergantung pada koordinat partikel-partikel)
yang dapat menggambarkan keadaan sistem.
Setiap besaran klasik mempunyai padanannya dalam mekanika kuantum berupa operator.

Fungsi Gelombang Partikel


Persoalan mekanika kuantum ialah untuk menentukan untuk benda itu bila kebebasan gerak
dibatasi oleh aksi gaya eksternal. Dalam kejadian itu fungsi gelombang adalah kompleks,
dengan bagian riil maupun imajiner, rapat kebolehjadian ||2 diberikan oleh hasil kali * dari
dan konjugate kompleks *. Konjugate kompleks sebarang fungsi diperoleh dengan
mengganti i dengan -1.
Fungsi Gelombang:

= A + iB

Dengan A dan B adalah fungsi riil. Konjugate kompleks * dari adalah


Konjugate kompleks

* = A iB

Sehingga,

* = A2 iB2 = A2 + B2

Persyaratan pertama untuk fungsi gelombang:


1.

Karena 2(x, t) merupakan kebolehjadian, maka fungsi perlu dinormalisasi agar


kebolehjadian menemukan partikel di seluruh interval adalah satu.

2.

harus berharga tunggal, karena P hanya berharga tunggal pada tempat dan waktu tertentu,
yaitu satu.

Berdasarkan persyaratan diatas maka berlaku hubungan berikut:


|(x, t)2| = P

Fungsi yang memenuhi persamaan diatas dinamakan fungsi yang ternormalisasi.Pernyataan dari
ungkapan tersebut adalah probabilitas menemukan partikel di suatu tempat setiap saat bernilai 1.

Persamaan Schrodinger
Schrdinger memperjelas mekanika kuantum yang diusulkan oleh de Brogli dan
Heisenberg, dengan usulan probability menentukan posisi dan momentum. Persamaan
Schrodinger:

x, y dan z

: Posisi dalam tiga dimensi

: Fungsi gelombang

: Massa

: h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3,14

: Energi total

: Energi potensial

Persamaan Schrodinger bergantung waktu


Untuk sistem yang bergantung waktu, fungsi gelombang satu partikel yang bergerak pada ruang
satu-dimensi memenuhi suatu persamaan yang dapat dipostulatkan sebagai

Untuk partikel bebas dimana V(x) = 0,

Persamaan Schrodinger tak bergantung waktu


Dari persamaan Schr odinger yang bergantung waktu, dapat diturunkan persamaan Schrodinger
yang tak-bergantung waktu. Dari penurunan ini, diperoleh persamaan Schrodinger takbergantung waktu, yaitu

untuk partikel yang bergerak dalam ruang satu-dimensi. Jika potensial pada persamaan (1.1) tak
bergantung waktu, maka kedua persamaan di atas saling berkaitan melalui persamaan

Contoh soal
Berikut adalah fungsi gelombang sebuah partikel pada t = 0

Seseorang melakukan percobaan N pada partikel identik yang dijelaskan oleh fungsi gelombang
yang sama dan pada 100 pengukuran, partikel ditemukan di sekitar x = 2a. Pada berapa banyak
pengukuran, agar ditemukan di sekitar x = a?
Jawab:
|
| |
| |

|
| |
| |

Jelaskan perbedaan persamaan schrodinger bergantung waktu dan tidak bergantung waktu.
Jawab:
Persamaan Schrodinger bergantung
waktu

Persamaan Schrodinger tak bergantung


waktu

Persamaan Schrodinger tak begantung waktu untuk sebuah partikel bermassa m yang
bergerak dalam satu dimensi dengan energi E dalam sistem yang tidak berubah
terhadap waktu (misalnya volume tetap konstan).
Faktor U (x) adalah energi potensial partikel pada titik x, karena energi total E adalah
jumlah energi potensial dan kinetik partikel. Energi potensial tidak tergantung pada
waktu. Tetapi pada persamaan Schrodinger bergantung waktu, energi potensial
bergantung pada ruang dan waktu.