Anda di halaman 1dari 4

BAB II

ISI
Step 1 :
1. Cedera kepala

: adalah trauma yang mengenai calvaria dan atau basis cranii serta

organ-organ di dalamnya, dimana kerusakan tersebut bersifat non-degeneratif / nonkongenital, yang disebabkan oleh gaya mekanik dari luar sehingga timbul gangguan
fisik, kognitif maupun sosial serta berhubungan dengan atau tanpa penurunan tingkat
kesadaran.
2. Muntah proyaktil : Muntah yang menyemprot dan menetap atau semburan paksa isi
lambung dari mulut dengan kekuatan yang besar.
3. Pupil anisokor
: Keadaan ketidaksimetrisan kedua pupil (diameter pupil kanan dan
kiri tidak sama).
4. Vulnus laceratum : Luka pada dahi kiri
5. Otorrhea aurikular : keluarnya cairan dari telinga
Step 2:
1. Apa yang menyebabkan terjadinya keluhan pada pasien tersebut, yaitu pasien tidak sadar,
muntah proyektil,keluar darah dari telinga kiri, dan pupil anisokor?
2. Apa makna dari pemeriksaan fisik yang didapatkan?
3. Apa dianosis bandingnya?
4. Bagaimana penatalaksanaan awal dari kasus tersebut?
5. Apa indikasi rawat inap inap?
6. Apa pemeriksaan penunjang yang harus di lakukan?
Step 3 :
1. - Kemungkinan pasien tidak sadar diakibatkan karena mengalami trauma akibat
kecelakaan lalulintas, yang mana kemungkinan besar trauma tersebut menyebabkan
gangguan pada fungsi kesadaran di otak yaitu hemisfer dan kortikal.
Perdaerahan Terjadi iskemik penurunan kesadaran
Trauma terbentur lesi pada otak penurunan kesadaran
-Muntah proyektil

Peningkatan tekanan intrakranialherniasi unkus menekan medulla oblongata


sebagai pusat muntah gangguan vagal
- Keluar darah dari telinga :
Bisa diakibatkan karena fraktur yang terjadi mengenai basis cranii sehingga terjadi
-

perdarahan lewat hidung, mulut dan telinga.


Pupil anisokor
Pupil anisokor merupakan gejala dari peningkatan tekanan intrakranial karena
penekanan pada nervus okulomotorius (N III)

2. Makna dari pemeriksaan fisik:


TD
: 120/80
Normal
Nadi : 96x/menit Normal
RR
: 26x/menit cepat kompensasi tubuh
GCS : E = 3 mata membuka dengan perintah
V = 3 berbicara tapi tidak untuk tujuan komunikasi
M = 4 menghindar dengan rangsang nyeri
Totalnya adalah 10 sehingga masuk dalam kriteria cedera kepala sedang
3. DD:
Epidural hematoma, subdural hematom, Subarakhnoid hematoma, dan perdarahan
intraserebral.
4. Penatalaksanaan awal :
1. ABC ( air way, breathing, cirkulation).
2. Jika di perlukan obat-obatan.
5. Indikasi rawat inap:
1) Perubahan kesadaran saat diperiksa
2) Fraktur tulang tengkorak
3) Terdapat defisit neurologis
6. Pemeriksaan penunjang:
1) Foto polos kepala
2) CT-Scan

Step 4:
Kecelakaan lalu lintas
CKR
CKS
CKB

Cedera Kepala

Tidak sadar

Muntah
proyektil

Luka robek
kulit kepala

Pupil anisokor

Pemeriksaan
1. Anamnesis
2. Pem. fisik
DD
Pem. penunjang
Diagnosis
Penatalaksanaan

Step 5 :
Mengetahui dan memahami definisi, etiologi, patogenesis, tanda dan gejala, penegakan diagnose
dan penatalaksanaan dari:
o Cedera kepala
o Perdaharan otak (EDH, SDH, ICH, Fraktur basis cranii, dan SAH)

STEP 6: Belajar Mandiri

STEP 7: Sintesis