Anda di halaman 1dari 9

PENETAPAN BAHAN ORGANIK TANAH

Defenisi dan Prinsip-Prinsip


Bahan organik tanah (BOT) adalah fraksi organik yang bersal dari
organisme hidup.

BOT terdiri dari :


1. Bahan-bahan non humat (karbohidrat, asam-asam amino,
lignin, lipida).
2. Bahan-bahan humat : asam fulvat, asam humat, asam
himatomelonat, humin.
(berat molekul tinggi)
warna coklat hitam.

65 - 75 % dari humus terdiri dari bahan-bahan humat dan 25 35 %


bahan non humat.

Fraksi organik tanah akan mengalami perubahan sifat fisika dan kimia
sebagai hasil dekomposisi.

Hasil akhir dari fraksi ini adalah CO2, hara, air, asam-asam organik serta
asam anorganik.

Kandungan b.o pada tanah subur (lapisan atas) > 5 %.

Pada tanah kurang subur < 5 %.

Secara umum tanah-tanah mineral dengan kandungan b.o lebih tinggi


dinyatakan lebih subur daripada dengan b.o rendah.

Tingakat dekomposisi b.o dicirikan nilai ratio C/N : 10 (sudah matang).


KTK tanah meningkat.
C/N dalam jerami/ tanaman segar : 80.
C/N dalam humus : 8-15.

Di bawah iklim humid dan panas : kandungan b.o < 3,5 %.

Pengaruh b.o :
Fisik : - kapasitas tanah menahan air meningkat.
- merangsang pembentukan butir / partikel tanah
(granulasi) sehingga struktur tanah menjadi mantap.

Kimia : - sumber hara tanaman (lengkap)


- KTK meningkat
- fiksasi P menurun
- kadar Al menurun

Biologi : sumber makanan dan energi bagi mikroorganisme.

Penetapan C-organik yang dapat dioksidasi


(oxidizable organic C)
Merupakan prosedur pembakaran / pengabuan basah (wet
combustion).
KArena oksidasi terjadi dalam larutan dengan bantuan oksidator
(K2Cr2O7 atau KMnO4) .

Analisis menggunakan K2Cr2O7 dan H2SO4 atau campuran H2SO4 + H3PO4


(Allinson, 1965).
Menghasilkan hasil oksidasi yang sempurna dimana semua senyawa
karbon dikonversi menjadi CO2.
2Cr2O72- + 16H+ + 3C
4Cr3+ + 8H2O + 3CO2

Jumlah CO2 yang diproduksi diukur dan nilai ini dipakai sebagai suatu
pengukuran kandungan C organik total.

Walkley dan Black (Metoda Oksidasi Asam Kromat)


Dengan K2Cr2O7 dan H2SO4 hanya mengukur fraksi terdekomposisi dari
b.o tanah atau humus.

Menggunakan K2Cr2O7 yang berlebihan.

Bagian K2Cr2O7 yang dipakai dalam proses oksidasi dan dikonversi


menjadi ion Cr3+ seperti reaksi filtrasi kembali (back titration).

yang sisa (tidak dipakai) ditentukan dengan titrasi kembali


(back titration)
Bagian

Dengan perbedaan dari suatu titrasi blanko bagian K2Cr2O7 yang dipaki
dapat diketahui dan digunakan dalam menghitung kandungan C organik.

Prosedur Metode Wet Combution Walkley & Black.


1. Timbang tanah 5 g (lewat 100 mesh) dalam 500 ml labu erlenmeyer.
2. Tambah 10 ml K2Cr2O7 1N.
3. Goyang-goyang untuk mencampur.

4. Tambah dengan hati-hati 20 ml H2SO4 pekat.


5. Biarkan larutan mendingin sampai temperatur ruangan (20-30 menit).

6. Tambah 20 ml aquades dan digoyang untuk mencampur.


7. Tambah 5 tetes indikator ferroin.
8. Titrasi kelebihan asam kromat (bagian yang tidak dipakai)
dengan Fero sulfat (FeSO4) sampai titik akhir berwarna birucoklat yang jernih.(T ml)
9. Lakukan pada blanko dengan prosedur yang sama. (B ml).
Rumus :
% C-organik = (B T) x N x 3 x 1,14 x 100/Berat kering tanah (mg)
3 dari 12/4 = BA C/4 (perubahan valensi pada C=4)
4 Cr6+ + 3 Co
4 Cr3+ + 3 C4+
1,14 = 100/88 (hanya 88 % bahan organik yang teroksidasi)
% B.O = % C-org x 100/58 = % C-org x 1,724

Penetapan Bahan Humat


Secara ideal ekstraktan yang harus dipakai untuk mengektraksi bahanbahan humat dari tanah.
a. reagen barus tidak menyebabkan perubahan sifat fisik dan kimia bahan
bahan terekstrak.
b. reagen mampu mengekstrak secara kuantitatif semua bahan bahan
humat dari tanah.
Beberapa reagen seperti larutan basa mampu secara kuantitatif
memindahkan semua fraksi humat.
NaOH dan Na4P2O7 (Na-pirofosfat) yang sering digunakan.

Secara umum larutan NaOH 0,1 M lebih baik daripada NaOH


0,5 M. Karena NaOH dapat mengoksidasi asam-asam humat.

Unutk meningkatkan keefektifan dalam ekstraksi suatu larutan dengan


pH 9 - 10 direkomendasikan.

Ekstraksi dengan asam-asam hanya diperoleh asam fulvat.