Anda di halaman 1dari 23

DIAGRAM PENGENDALIAN P

DAN PN

Fitria
Wulansari

M. Reza Fahlevi

Diagram P dan PN
Diagram kendali P
digunakan untuk rasio
bagian yang ditolak
karena tidak memenuhi
spesifikasi atau cacat

Diagram kendali Pn dapat


digunakan untuk subgroup
yang konstan, dapat
digunakan bagan untuk
jumlah aktual yang ditolak

Tujuan Diagram P dan PN


- Menentukan rata- rata kualitas
-Menarik perhatian manajemen tentang
perubahan rata- rata
-- Memperbaiki Kualitas
-Evaluasi Prestasi dari Manajemen Operasi dan
Personel
-- Memperkirakan Pemakaian Peta X dan R
-Menentukan Kriteria Penerimaan

Batas Kendali Diagram P


UCL = P
+3[(p)(1-p)]/n

LCL = P -3[(p)(1p)]/n

What UCL and LCL

Langkah- Langkah
Pembuatan Diagram P
-Menentukan Tujuan
-Menentukan Sub Grup
Penentuan ditentukan
dengan penelitian

Mengumpulkan dan
Mencatat Data

Lanjutan
Menentukan Harga P dan Batas- Batas Kendali
Jika nilai LCL< 0, Nilai
LCL =0
Untuk n tetap, UCL dan LCL
sama untuk tiap sub grup data
Untuk n variasi, UCL dan LCL
berbeda, disesuaikan dngan nilai n
tiap subgrup data pengamatan

Lanjutan

Plot titik titik P dan Batas Kendali dalam grafik


Scatter Plot

Jika ada data yang keluar batas kendali


dapat dilakukan Revisi atau Perbaikan

Contoh Soal

Suatu pemeriksaan karakteristik mutu terhadap produk X dengan jumlah


inspeksi sebanyak 10 subgroup :
1. Tentukan batas- batas kontrol diagram p
2. Apakah Proses tersebut terkendali? Jika tidak, buat revisinya ?
Subgroup

Jumlah
diperiksa ( n )

Jumlah cacat
( np)

Bagian
ditolak ( p)

200

0,035

300

0,010

300

20

0,100

250

11

0,044

220

21

0,095

200

0,025

250

0,016

300

0,020

200

0,040

10

220

10

0,045

TOTAL

2340

95

Jawab :

Subgrup

Jumlah
Diperiksa (
n)

Jumlah
Defectif
(np)

Bagian
ditolak (p)

UCL

LCL

GT

200

0,035

0,0825

-0,0013=0

0,0406

300

0,010

0,0748

0,0064

0,0406

200

20

0,100

0,0825

-0,0013=0

0,0406

250

11

0,044

0,0780

0,0032

0,0406

220

21

0,095

0,0805

0,0007

0,0406

200

0,025

0,0825

-0,0013=0

0,0406

250

0,016

0,0780

0,0032

0,0406

300

0,020

0,0748

0,0064

0,0406

200

0,040

0,0825

-0,0013=0

0,0406

10

220

10

0,045

0,0805

0,0007

0,0406

Proses tidak
terkendali, karena
masih ada data
yang keluar dari
batas kendali yaitu
data ke 3 dan 5

REVISI

REVISI

Subgrup

Jumlah
Diperiksa (
n)

Jumlah
Defectif
(np)

Bagian
ditolak (p)

UCL

LCL

GT

200

0,035

0,0632

-0,0069=0

0,0281

300

0,010

0,0568

-0,0005=0

0,0281

250

11

0,044

0,0595

-0,0032=0

0,0281

200

0,025

0,0632

-0,0069=0

0,0281

250

0,016

0,0595

-0,0032=0

0,0281

300

0,020

0,0568

-0,0005=0

0,0281

200

0,040

0,0632

-0,0069=0

0,0281

220

10

0,045

0,0616

-0,0053=0

0,0281

Total

1920

54

DIAGRAM np
Hampir sama dengan diagram P, tetapi diagram
np lebih mudah dalam perhitungan karena hasil
inspeksi dapat langsung dipetakan tanpa
dilakukan proses perhitungan sebelumnya

Diagram np = Menunjukan jumlah


defectif dalam satu populasi

Diagram np = Digunakan untuk n


tetap

Rumus Diagram np

Contoh Soal :
Pada Bulan Mei
di pabrik
garment
HATEX
dilakukan
pemeriksaan
dengan n= 200
dan frekuensi
pengambilan
subgrup 15 kali.
Data yang
diperoleh adalah

Sub Grup

Jumlah diperiksa

Jumlah defective (np)

200

200

200

20

200

11

200

21

200

200

200

200

10

200

10

11

200

12

200

13

200

14

200

15

200

Total

3000

120

Apakah Proses terkendali? Bila tidak buat revisinya


Jawaban :

Proses Tidak terkendali, karena masih ada data


yang keluar dari batas kendali yaitu 3 dan 5

Nggak Ngerti
Ahh..