Anda di halaman 1dari 28

MANAJEMEN UMUM LABORATORIUM

Kelompok 1
Alex Candra Sitorus
Dewi Purnama Sari Sihombing
Khairul Anwar
Mariati Batma A Silaban
Raudah Ansari
Tienditha Br Sembiring

Adalah usaha untuk mengelola laboratorium Suatu


laboratorium dapat dikelola dengan baik yang sangat
ditentukan

oleh

beberapa

faktor

yang

saling

berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alatalat

laboratorium

profesional

yang

yang

canggih,

terampil

belum

dengan
tentu

staf
dapat

berfungsi dengan baik, jika tidak didukung oleh


adanya manajemen laboratorium yang baik.

MANAJEMEN

OPERASIONAL

LABORATORIUM

UNTUK MEMBUAT ATAU MENDESAIN SEBUAH LABORATORIUM,


MAKA HARUS DIPERHATIKAN PERANGKAT-PERANGKAT
MANAJEMEN LABORATORIUM ITU SENDIRI, YAITU:

1.Tata Ruang

7. Fasilitas Pendanaan

2. Alat yang baik dan terkalibrasi

8. Penanganan Laboratorium

3. Infrastruktur

9. Disiplin yang tinggi

4. Administrasi laboratorium

10. Keterampilan SDM

5. Inventarisasi dan keamanan

11. Peraturan Dasar

6.Organisasi laboratorium

12. Penanganan Masalah umum


13. Jenis-jenis pekerjaan

1. TATA RUANG LABORATORIUM


MENURUT WIRJOSOEMARTO:
LABORATORIUM YANG BAIK HARUS DILENGKAPI DENGAN BERBAGAI
FESILITAS UNTUK MEMUDAHKAN PEMAKAIAN LABORATORIUM DALAM
AKTIVITASNYA.

BAIK FASILITAS UMUM MAUPUN KHUSUS.

Fasilitas Umum

Fasilitas Khusus

Penerangan, ventilasi, air, bak


cuci, aliran listrik dan gas.

Peralatan,
meja mahasiswa dan
dosen, kursi, papan tulis, lemari
alat, lemari bahan, ruang timbang,
lemari asam, perleng-kapan P3K,
pemadam kebakaran dan lain-lain.

DESAIN TATA RUANG LABORATORIUM

o
o
o
o

o
o
o
o
o
o

Tata ruang yang sempurna, harus o


dimulai sejak perencanaan gedung o
sampai pada pelaksanaan
o
pembangunan. Tata ruang yang
o
baik mempunyai susunan:
o
pintu masuk (in)
o
pintu keluar (out)
o
pintu darurat (emergency-exit)
ruang persiapan (preparationroom)
o
ruang peralatan (equipment-room)
o
ruang penangas (fume-hood)
ruang penyimpanan(storage- room)
ruang staf (staff-room)
ruang teknisi (technician-room)
ruang bekerja (activity-room)

ruang istirahat/ibadah
ruang prasarana kebersihan
ruang toilet
lemari praktikan (locker)
lemari gelas (glass-rack)
lemari alat-alat optik(opticals-rack)
pintu jendela diberi kawat kasa,
agar serangga dan burung tidak
dapat masuk.
fan (untuk dehumidifier)
ruang ber-AC untuk alat-alat yang
memerlukan persyaratan tertentu.

CONTOH DESAIN LABORATORIUM

CONTOH TATA RUANG DALAM LAB KIMIA

Ruang percobaan

Ruang Instrumen

Ruang Penyimpanan

2. ALAT YANG BERFUNGSI DAN


TERKALIBRASI

Syarat-syarat peralatan di laboratorium adalah:

Siap untuk dipakai (Ready for use)

Bersih

Berfungsi dengan baik

Terkalibrasi

Peralatan harus disertai dengan buku petunjuk (manual


operation)

Peralatan dikelompokkan berdasarkan penggunaannya.

Bahan-bahan Kimia
Untuk bahan-bahan kimia yang bersifat asam
dan alkalis sebaiknya ditempatkan pada
kamar/ruang khusus, yaitu biasa disebut kamar
fume (untuk mengeluarkan gas-gasa yang
munkin timbul).
Untuk bahan-bahan yang mudah menguap
maka ruangan juga harus dilengkapi fan, agar
udara /uap yang ada dapat terhembus ke luar

BERIKUT GAMBAR PENYIMPANAN ALAT/BAHAN


KIMIA YANG BAIK DAN TIDAK

3. INFRASTRUKTUS LABORATORIUM

Sarana
Utama

Lokasi laboratorium,konstruksi laboratorium

Energi listrik, gas, air, alat komunikasi, dan


Sarana
Pendukung

pendukung

keselamatan

kerja

pemadam kebakaran, hidran, dsb.

seperti

CONTOH DAFTAR INVENTARIS ALAT

DAFTAR INVENTARIS MEUBELAIR

4. ADMINISTRASI LABORATORIUM
Merupakan suatu proses pendokumenan seluruh sarana
dan prasarana serta aktivitas laboratorium.

Meliputi :
Inventarisasi peralatan laboratorium
Daftar kebutuhan alat baru, alat tambahan, alat yang
rusak, alat yang dipinjam/dikembalikan
Surat masuk dan surat keluar
Daftar pemakai laboratorium, sesuai dengan jadwal
kegiatan praktikum/ penelitian
Daftar inventarisasi bahan kimia dan non-kimia, bahan
gelas dan sebagainya
Daftar inventarisasi alat-alat (kursi, meja, bangku, lemari
dsb.)

CONTOH KARTU PERAWATAN ALAT PRAKTIKUM

CONTOH DAFTAR INVENTARIS BAHAN DAN


ALAT KIMIA DI LABORATORIUM

5. INVENTARISASI DAN KEAMANAN LABORATORIUM


INVENTARIS

Tujuan Inventaris

Mencegah kehilangan dan


penyalahgunaan
Mengurangi biaya-biaya
operasional
Meningkatkan proses
pekerjaan dan hasilnya
Meningkatkan kualitas
kerja
Mengurangi resiko
kehilangan
Mencegal pemakaian yang
berlebih
Meningkatkan kerjasama

Prinsip umum pengamanan


laboratorium:

Tanggung jawab
Kerapian
Konsentrasi terhadap
pekerjaan
Pertolongan pertama
(First Aid)
Pakaian
Larangan berlari di
laboratorium
Pinti-pintu
Alat-alat

6. ORGANISASI LABORATORIUM
Laboratorium yang baik harus memiliki suatu susunan
organisasi..
Susunan organisasi laboratorium di perguruan Tinggi:

SUSUNAN ORGANISASI LABORATORIUM MELIPUTI:

Kepala

Laboratorium

Penanggungjawab
Dosen

Laboratorium

Praktikum

Teknisi/Laboran
Asisten

Laboratorium

7. FASILITAS PENDANAAN
SPP
Anggaran rutin
Sumber
dana

Kerjasama dengan
pihak lain
Dana dari badan-badan
Internasional
Sumber dana lainnya

8. DISIPLIN YANG TINGGI DAN KETERAMPILAN

Pengelola laboratorium yang akan dipilih harus


memiliki disiplin yang tinggi pada seluruh
pengguna laboratorium

Pengelola laboratorium harus meningkatkan


keterampilan tenaga/ teknisi

9. PERATURAN UMUM

Membuat peraturan umum akan menjamin kelancaran jalannya


pekejaan di laboratorium, peraturannya yaitu:
Dilarang makan/minum di dalam laboratorium
Dilarang merokok, karena berpotensi bahaya
Dilarang meludah
Jangan panik terhadap bahaya kebakaran
Dilarang mencoba peralatan laboratorium tanpa diketahui cara
pegnggunaannya
Diharuskan menulis label yang lengkap, terutama pada bahan
kimia
Diharuskan memakai baju laboratorium

10. PENANGANAN MASALAH UMUM

Laboratorium harus memiliki penanganan masalah apabila


terjadi kesalahan dalam praktikum.Misalnya:

Kesalahan dalam mencampur zat kimia

Adanya zat baru yang kurang diketahui

Cara membuang material-material yang berbahaya

Cara membersihkan tumpahan larutan

Dan sebagainya

11.

JENIS PEKERJAAN

Berbagai jenis pekerjaan laboratorium seperti praktek,


penelitian, dan layanan umum harus didiskusikan
sebelumnya oleh KaLab, hal ini diperlukan untuk :

Meningkatkan efisiensi penggunaa

Meningkatkan efisiensi penggunaan bahan-bahan


kimia, air, listrik, gas dan alat-alat laboratorium.

Meningkatkan efisiensi biaya (operasional cost).

Lanjutan

Meningkatkan efisiensi tenaga dan waktu, baik dari


pengguna maupun pengelola Laboratorium.
Meningkatkan kualitas dan ketrampilan pengelola lab
dan laboran.
Harus bekerja sama dengan baik sebagai suatu team
work
Meningkatkan pendapatan (income) dari laboratorium
yang bersangkutan.

MANAJEMEN LABORATORIUM INDUSTI

TERIMA KASIH