Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM ELEKTRONIKA
SEMESTER III TH 2013/2014

PENDEKATAN KARAKTERISTIK DIODA


KELOMPOK
NAMA PRAKTIKAN
REKAN

:8
: -NUR MUHAMAD ZIKO ISKANDAR
: -YAUMIL FAJRI

3C
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2013

PENDEKATAN KARAKTERISTIK DIODA


1.1 TUJUAN :
-

Menunjukan keadaan dimana karakteristik dioda sesungguhnya dapat di dekati


oleh garis lurus.
Mengetahui tegangan knee pada dioda silikon dan dioda germanium

1.2 ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN :


NO

ALAT

JUMLAH

sumber daya searah (1-15) V

multimeter analog

dioda silikon

dioda germanium

resistor 470 ; 1K ; 4,7K

kabel-kabel penghubung

1.3 CARA MELAKUKAN PERCOBAAN


A. Percobaan dengan dioda silikon (tipe 1N400..)
1. Membuat rangkaian seperti gambar 1, dengan menggunakan dioda silikon dan R
= 470

2. Mengatur tegangangan power supply sedemikian hingga Vf = 0,35 V


3. Mengukur arus maju (forward) pada dioda dan mencatat pada tabel 1.
4. Mengulangi langkah 2) dan 3) untuk harga Vf yang berlainan
B. Percobaan dengan dioda germanium (tipe ...)
1. Mengganti dioda silikion dengan dioda germanium serta ubahlah R menjadi 1 k
2. Mengatur tegangan power supply sedemikian hingga Vf = 0,1V. Lalu mengukur
arus maju If pada dioda dan mencatat pada tabel 2.
3. Ulangi langkah 2) untuk harga Vf yang berlainan

C. Percobaan tegangan jatuh dioda


1. Membuat rangkaian seperti gambar 2 dengan menggunakan dioda silikon, R =
4,7K dan tegangan supply = 14V

2. Mengukur Vr dan Vo
3. Selanjutnya menurunkan tegangan power supply menjadi 3V. Mengulangi
langkah 2)
4. Mengganti tahanan R menjadi 470 dan menjaga tegangan power supply tetap
3V. Mengulangi langkah 2)

1.4 DATA HASIL PERCOBAAN


Tabel 1.
DIODA SILIKON
Vs (V)

Vf (V)

If (Ma)

0,35

0,35

0,0007

0,45

0,4

0,018

0,55

0,45

0,145

0,85

0,5

0,6

1,1

0,55

1,1

2,35

0,6

3,75

4,3

0,65

7,5

8,65

0,7

14,3

Tabel 2.
DIODA GERMANIUM
Vs (V)

Vf (V)

If (Ma)

0,1

0,1

0,0004

0,2

0,15

0,02

0,45

0,2

0,042

0,75

0,25

0,07

1,1

0,3

0,095

1,6

0,35

1,55

2,3

0,4

1,95

3,1

0,45

2,35

3,75

0,5

2,5

4,5

0,55

4,25

Tabel 3.
Vs (V)

R()

Vf (V)
ukur

Vo (V)

hitung

ukur

If (mA)

hitung

ukur

hitung

14V

4,7K

0,7

0,7

13,1

13,3

2,75

2,8

3V

4,7K

0,55

0,7

2,5

2,3

0,52

0,48

0,68

0,7

2,3

2,3

4,6

4,8

3V

470

1.5 ANALISA
1. Grafik If fungsi Vf (dioda silikon)

2. Grafik If fungsi Vf (dioda germanium)

3. Vf
Vf = Vs Vo = 14 13.3 = 0.7
Vf = Vs Vo = 3 2.3 = 0.7
Vf = Vs Vo = 3 2.3 = 0.7
Vo
Vo = Vs Vf=14 0.7 = 13.3
Vo = Vs Vf=3 0.7 = 2.3
Vo = Vs Vf=3 0.7 = 2.3
4. Karena umumnya dioda memerlukan tegangan untuk mengatifkannya, namun dioda
mempunya batas untuk bisa mengaktifkanya. Dioda silikon mempunyai batas aktif yaitu 0,7
volt, ketika dioda di beri tegangan di bawah 0,7 volt, contohnya diberikan tegangan pada dioda
(Vf) 0,4 V maka akan menghasilkan arus yg sangat kecil, hal tersebut dikarena kan dioda belum
akitf. Dan ketika tegangan pada dioda (Vf) di berikan 0,7V maka akan menghasilkan arus yg
besar, hal ini dikarenaka dioda sudah aktif. Namun apabila dioda diberikan lebih dari 0,7 akan
melebihi tegangan yg dibutuhkan pada dioda maka akan terjadi tegangan yang sangat besar di
tegangan sumber (Vs) yg akan mengakibatkan resistor menjadi panas.
Berbeda dengan dioda silikon, dioda germanium mempunyai batas aktif kerja yaitu 0,3V,
sehingga akan terjadi hal yang sama apabila dioda germanium di beri tegangan pada dioda (Vf)
yg di bawah batas kerja tidak menghasilkan arus yg besar karen belum aktif dan apabila di beri
teganga yang besar akan membuat tegangan sumber(Vs) menjadi lebih besar dan akan membuat
resistor menjadi panas.

1.6 KESIMPULAN
Pada saat dioda silikon diberi tegangan pada tegangan diodanya (Vf) sebesar 0,6V dan
menghasilkan arus sebesar 3.75 mA maka dioda tersebut dinyatakan telah beroprasi dan
dioda germanium diberi tegangan pada tegangan diodanya (Vf) sebesar 0,35V dan
menghasilan arus sebesar 1,55 mA maka dioda tersebut dinyatakan telah beroprasi.
Perbedaan pengukuran dan perhitungan di akibatkan oleh toleransi setiap komponen atau
alat pengukuran yg sudah tidak presisi lagi.

1.7 TUGAS
1) Apa perbedaan dioda silikon dengan dioda germanium?
Dioda Germanium : Tegangan perasinya sampai 200V, arus forwardnya dalam mA, aplikasi sinyal kecil,
respon cepat, reverse resistansi kecil, dependent terhadap temperature
Dioda Silikon : Tegangan sampai 1000V, arus forward sampai 1000A, aplikasisinyal kecil dan besar,
respon sedikit lambat, reverse resistansi besar, independentterhadap temperatur hingga 15oC

2)apa yang dimaksud denga dioda ideal?


Dalam pendekatan dioda ideal, dioda dianggap sebagai sebuah saklar tertutup jika diberi
bias forward dan sebagai saklar terbuka jika diberi bias reverse. Artinya secara ideal,
dioda berlaku seperti konduktor sempurna (tegangan nol) jika dibias forward dan seperti
isolator sempurna (arus nol) saat dibias reverse.
3)Carilah karakteristik dioda yang dipakai di datasheet dan jelaskan?
Datasheet dioda berisi tentang spesifikasi arus maksimum yang diijinkan agar dioda dapat digunakan
dengan aman tanpa mengurangi umur penggunaan, penurunan karakteristik dioda, dan agar terhindar dari
kerusakan total. Dioda mempunyai arus forward maksimum yang merupakan salah satu nilai batas
maksimum yang diberikan pada datasheet. Dalamdioda, arus ini dicantumkan sebagai IF (maks), IO, dan
sebagainya tergantung pabrik yang membuat dioda tersebut. Sebagai contoh, sebuah dioda mempunyai
nilai batasmaksimum sebesar 140mA. Berarti dioda tersebut dapat dengan aman dilewati arus forward
secara kontinyu sebesar 140mA.

1.8 DAFTAR PUSTAKA


Susanti,Anna.2006.Laboratorium Elektronika.Jakarta:

1.9 LAMPIRAN