Anda di halaman 1dari 5

FISLING

Sudut antara referensi matahari dengan referensi bintang adalah


sekitar 30 . Waktu yang diperlukan bulan untuk menempuh sudut 30 .
tersebut adalah 30/360 x 27,3 hari = 2,2 hari. Apabila kita perhatikan
pergerakan bulan, terlihat bahwa besar dan bentuk permukaannya
berubah dari malam ke malam dan terus berlangsung selama satu siklus
yang lengkap yaitu selama kira-kira 1 bulan. Perubahan besar dan bentuk
bulan tersebut disebut phase bulan, di sebabkan karena perubahan
kedudukan bulan relatif tehadap matahari dan bumi. Apabila bulan
terletak dalam satu garis lurus antara matahari dan bumi, matahari
bersinar di sebelah bulan, maka phase ini disebut sebagai bulan baru.
gambar
Bulan terus melingkari bumi dan kemudian terletak pada garis
sebelah luar matahari-bumi. Apabila kita perhatikan perjalanan bulan dari
malam ke malam maka permukaan bulan yang terang bertambah lama
bertambah besar (bulan sabit). Apabila garis dari bumi ke bulan
membentuk sudut 90 dengan arah sinar matahari, maka kita akan
melihat dari permukaan bulan tersebut menjadi terang. Phase ini
disebut seperempat pertama. Apabila bumi, bulan dan matahari berada
dalam satu garis lurus lagi dengan bulan dan matahari berada pada sisi
yang berlainan dari bumi, akan kita lihat bahwa seluruh permukaan bulan
menjadi terang. Phase ini disebut bulan penuh. Setelah itu bulan akan

menyusut dan permukaan yang terang akan bertambah kecil. Apabila


arah dari bumi kebulan membentuk sudut 90 lagi dengan arah sinar
matahari, maka kita akan melihat lagi setengah permukaaan bulan
menjadi terang. Phase ini disebut sperempat akhir. Permukaan yang
terang terus menerus bertambah susut (bulan sabit), sehingga bulan baru
terbentuk lagi. Diantara phase seperempat dengan bulan baru permukaan
bulan itu disebut cresent dan di antara seperempat dengan bulan penuh
bentuk permukaan bulan disebut sebagai gibbous. Garis yang
memisahkan permukaan bulan menjadi dua bagian, yaitu permukaan
terang dan permukaan gelap disebut terminator.
Air dipasang dan surut (tide) adalah suatu gelombang lautan yang
terjadi setiap 12 jam dan 25 menit dan mempunyai panjang gelombang
setengah dari keliling dunia yaitu kira-kira 12.600 mil. Gelombang ini
disebabkan oleh tarikan gaya gravitasi bulan, matahari pada permukaan
bumi dan sistem gaya sentrifugal bulan bumi. Permukaan laut yang
terdekat pada bulan lebih kuat ditarik oleh bulan dari pada tempat-tempat
yang

jauh

dari

bulan.

Sebagai

akibatnya

permukaan

lautan

menggelembung pada tempat terjauh dari bulan. Karena bumi terus


berputar, maka permukaan air yang tadinya naik menjadi turun dan
digantikan oleh air pada tempat yang berikutnya, yaitu tempat yang
terdekat pada bulan.
gambar

Apabila matahari berada dalam satu garis dengan bulan dan bumi,
yaitu pada waktu bulan baru dan bulan penuh. Gaya gravitasi bulan dan
matahari sangat memegang peranan didalam menimbulkan pasang surut.
Pasang surut ini disebut pasang surut musim semi (spring tide), yang
dapat saja terjadi dalam musin lain. Apabila kedudukan bulan dan
matahari saling tegak lurus, yaitu apabila bulan berada dalam keadaan
setengah, gaya gravitasi kedua benda itu saling melemahkan, maka tide
lebih rendah dari biasanya. Faktor lain yang mempengaruhi tinggi tide
adalah lintasan ellip dari bulan, pada suatu saat bulan lebih dekat pada
bumi. Dua kali setahun, bulan melintas paling dekat pada bumi yang
menyebabkan glombang sangat tinggi, pasang spring piregee (piregee
spring tide) dan dua kali pula setahun dimana bulan paling jauh dari
bumi, yaitu apogee tide, dimana terdapat gelombang yang paling rendah.
Pengaruh tarikan bulan jauh lebih besar dari pada pengaruh tarikan
matahari pada tide. Waktu siklus tide adalah 24 jam. Perbedaan gaya
gravitasi yang menyebabkan tide disebut gaya tidal. Gaya tidal
mempengaruhi sistem bumi-bulan. Jumlah angular momentum dari
sistem bumi-bulan terdiri dari dua bagian, spin angular momentum (bumi
dan bulan berputar menurut sumbunya) dan orbital angular momentum
(bulan berputar mengelilingi bumi).
Hukum kekekalan angular momentum mengatakan, bahwa jumlah
dari kedua angular momentum tersebut harus selalu tetap. Karena bulan
berputar sangat lambat dan massanya pun sangat kecil, maka spin bulan
relatif sangat kecil terhadap spin bumi, sehingga dapat diabaikan. Jadi

kita harus mempertimbangkan spin dari bumi dan gerak revolusi dari
bulan. Karena gaya gesekan tidal, perputaran bumi diperlambat, sehingga
spin angular momentumnya berkurang. Akan tetapi jumlah angular
momentum harus tetap sama, maka orbital angular momentum mesti
bertambah. Ini dapat terjadi, jika bulan bergerak menjauhi bumi.
Gerhana matahari dan bulan
Gerhana matahari disebabkan oleh bayangan bumi atau bayanagan
bulan. Kedua benda angkasa ini merupakan suatu benda yang gelap,
artinya tidak memancarkan cahaya sendiri. Apabila ia disinari oleh
matahari, ia membentangkan bayangan di dalam angkasa menjauhi
matahari. Bayangan yang ditimbulkan oleh bumi dan bulan terdiri dari
beberapa bagian.
Gambar
Terdapat suatu daerah dengan bayangan penuh yang disebut umbra.
Karena bumi dan bulan lebih kecil dari matahari, maka umbra dari setiap
bayangan berbentuk kerucut. Tidak ada cahaya yang datang dari matahari
secara langsung ke dalam umbra. Disekeliling bayangan yang berbentuk
kerucut terdapat daerah dengan bayangan sebahagian, disebut penumbra.
Setiap titik pada penumbra ini menerima cahaya dari sebahagian
matahari. Apabila garis yang membatasi kerucut umbra diteruskan, maka
akan terbentuk kerucut terbalik. Bayangan yang berbentuk kerucut
terbalik ini disebut negatif umbra. Tidaklah sulit untuk menghitung
panjang umbra bumi dan umbra bulan. Dari gambar terlihat bahwa

panjang bayangan yang berbentuk kerucut bergantung dari tiga faktor,


yaitu diameter matahari, diameter bumi atau bulan, dan jarak antara
matahari dengan bumi atau dengan bulan. Perlu diingat bahwa diameter
matahari, bumi dan bulan adalah suatu faktor yang tetap, akan tetapi
jarak antara matahari dengan bumi dan jarak antara matahari