Anda di halaman 1dari 21

pengaruh substituen terhadap

reaktifitas dan orientasi


Subsituen mempengaruhi reaktivitas maupun

orientasinya ,
Gugus subsituen dibagi menjadi dua yaitu :
1. Gugus aktivasi yaitu gugus yang dapat
mengakibatkan cincin benzen menjadi lebih reaktif
2. Gugus deaktifasi yaitu gugus yang mengakibatkan
cincin benzen menjadi kurang reaktif
Orientasi penyerangan dapat dibagi 2 macam yaitu :
1. Gugus penunjuk orto-para
2. Gugus penunjuk meta

orto

meta

para

ORIENTASI PENYERANGAN
GUGUS AKTIVASI

GUGUS DEAKTIVASI

PENUNJUK ORTO-PARA
Gugus hidroksil
merupakan gugus
pengaktivasi yang sangat
kuat contohnya fenol yang
dapat dilihat dr reaksi
dibawah ini

PENUNJUK META
Gugus nitro merupakan
gugus yang paling kuat
sebagai pendeaktivasi
cincin aromatik.hasil
reaksi subsitusi elektrofilik
pada posisi meta mencapai
93 %

Orientasi subsitusi pada cincin benzena


tiga pengaruh orientasi jika kedua gugus sama atau jika kedua
gugus berbeda.
Jika pengaruh penunjuk kedua gugus saling memperkuat satu dengan

lainnya tidak menjadi masalh karena keduanya menghasilkan satu


produk dari reaksi subsitusi elektofilik.contohnya p-nitro luena,baik
metil maupunnitro mengarahkan subsituen berikutnya pada posisi yang
sama.
Jika kedua gugus penunjuk orientasi berlawanan satu dengan yang
lainnya,gugus aktivasi mempunyai pengaruh lebih dominan ,namun
produk campuran biasanya akan diperoleh.
Subsitusi berikutnya jarang terjadi pada posisi yang terletak diantara
dua gugus berposisi meta satu dengan lainnya

subsitusi elektro filik benzena


Benzen lebih menjalani reaksi subsitusi daripada

reaksi adisi.untuk itu kita pahami istilah-istilah


berikut
Aren hidrokarbon aromatis dan sebagai suatu
kelompok
Gugus aril suatu hidrokarbon aromatis dengan suatu
atom hidrogen dihilangkan/dipindahkan dan ditandai
ArGugus fenil cincin benzen dengan satu atom hidrogen
dihilangkan / dipindahkan (C6H5-)
Elektrofilik pencinta elektron

Reaktifitas dan orientasi subsitusi


elektrofilik benzena tersubsitusi
subsituen

reaktivitas

orientasi

Efek induksi

Efek resonasi

-CH3

Aktivasi

Orto,para

Penarik elektron Tidak ada


yang lemah

-OH,-NH2

Aktivasi

Orto-para

Penarik elektron Emberian


yang lemah
elektron yang
kuat

-F,-Cl,-Br,-I

Deaktivasi

Orto-para

Penarik elektron Pemberian


yang kuat
elektron yang
lemah

-N+(CH3)3

Deaktifasi

Meta

Penarik elektron Tidak ada


yang kuat

-NO2
-CN,
-CHO,

Deaktivasi

Meta

Penarik elektron Penarik elektron


yang kuat
yang kuat

o-dibromobenzena

m-kloroanilina

p-nitrofenol

Efek induksi subsituen yang ada


pada cincin benzen
Efek induksi merupakan penarikan atau pemberian

elektron melalui ikatan sigma disebabkan oleh


elektronegativitas dan polaritas ikatan2 pada gugus
fungsional(interaksi elektrostatik)
Jika subsituen (-s)yang lebih elektronegatif dibanding
karbon seperti F,Cl,Br diikat pada cincin benzen akan
mempunyai dipol positif

Pengaruh resonansi subsituen pada


cincin benzen
Pengaruh resonansi adalah penarikan elektron (CO,-

CN,-NO2)atau pemberian elektron (-X,-OH,atau OR)


Melalui ikatan disebabkan oleh tumpang sudut orbital p
pada subsituen dengan orbital p pada cincin aromatis
Adanya subsituen dapat meningkatkan atau
menurunkan stabilitasi resonansi zat antara
(intermediate)kompleks ion arenium

Mengapa gugus CH3 merupakan


gugus pengarah orto-para
Karena stabilitas karbokation yang terbentuk pada

tahap penentuan kecepatan dengan kata lain gugus


metil (-CH3)memberikan elektronya secara induksi
Dengan demikian subsitusi keposisi orto dan para
lebih terpilih ,olehkarena itu gugus metil merupakan
gugus pengarah orto dan para

Mengapa gugus (-CF3)merupakan


gugus pengarah meta
Semua gugus pengarah meta mempunyai muatan

positif sebagian atau positif penuh pada atom yang


secara langsung terhubung dengan cincin benzen.
Ion arenium yang terbentuk dari serangan meta
merupakan yang paling stabil diantara ketiganya dan
dengan demikian subsitusi pada posisi meta lebih
terpilih dengan demikian gugus trifliorometil adalah
gugus pengarah meta

Mengapa halogen merupakan


pengarah orto-para
Halogen merupakan satu-satunya subsituen deaktivasi

yang merupakan pengarah orto-para.


Halogen merupakan deaktivaktor yang paling lemah
Pemberian elektron melalui resonansi menyebabkan
halogen sebagai gugus pengarah orto-para
Jadi meskipun halogen merupakan deaktivator
,halogen merupakan pengarah orto-para.

Urutan prioritas penomoran untuk


beberapa substituen yang umum
Urutan prioritas penomoran untuk beberapa

substituen yang umum

Arah tanda panah menunjukkan substituen yang semakin

prioritas,
maka penomorannya dengan nomor yang semakin kecil

Alkilbenzena;toluen
Toluen dikenal sebagai metilbenzena,merupak anggota

paling sederhana kelompok yang dikenal


alkilbenzena.yang mana gugus alkil misal metil(-CH3)
secara langsung terikat pada cincin benzena.
Toluen sebagaimana benzena menjalani reaksi subsitusi
elektrofilik yang mana subsitusi terjadi pada posisi
orto,dan para .karena gugus CH3 merupakan gugus
aktivaktor maka kecepatan reaksi pada toluen lebih cepat
dibanding kecepatan reaksi subsitusi pada benzena.sebagai
contoh nitrasi toluen akan menghasilkan orto-nitrotoluen
(61%)dan para nitrotoluen 39%)

Tata Nama Senyawa Turunan Benzena dengan lebih dari dua


substituen yang terikat pada cincin benzena
Sedangkan jika terdapat tiga substituen atau lebih

pada cincin benzena, maka sistem o, m, p tidak dapat


diterapkan lagi dan hanya dapat dinyatakan dengan
angka. Perhatikan contoh berikut:
1,2,4-trinitro benzena
2,4,6-trinitotoluena

Catatan penting
Jika sebuah cincin benzena terikat pada suatu rantai
alkana yang bergugus fungsi atau rantai alkana yang
terdiri dari 7 atom karbon atau lebih, maka cincin
benzena dianggap sebagai substituen bukan lagi
sebagai induk.
Perhatikan contoh berikut:

2-fenil-1-etanol

2-feniloktana

Fenol
Fenol ,merupakan sekelompok senyawa dengan rumus

umum ArOH yang mana Ar adalah suatu fenil suatu


fenil tersubsitusi atau gugus aril yang lain misal
naftil.fenol mempunyai OH yang terikat langsung
pada cincin aromatis.

Tata nama fenol


Fenol umumnya dinamai sebagai turunan anggota

kelompok ini
Kadang2 menggunakan nama trivial(nama umum)
Secara tiba2 ,fenol dinamai sebagai senyawa hidroksi
benzenasering digunakan untuk menandai posisi2
subsituen pada kerangka fenol

Sifat-sifat fisik fenol


Fenol yang paling sederhana adalah berupa cairan dan

mempunyai titik lebur yang rendah,


Pada umumnya fenol sendiri bukanlah suatu senyawa
yang bewarna.meskipun demikian fenol mudah
teroksidasi membentuk senyawa bewarna .fenol secara
alami bersifat asam dan kebanyakan fenol
mempunyai nilai pka~10-10