Anda di halaman 1dari 7

TUGAS INSTRUMEN

OLEH:
Vitri Anastasia Irianto

(P07134014020)

I Gusti Ayu Arista Wedanthi

(P07134014022)

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR


JURUSAN ANALIS KESEHATAN
Tahun Akademik 2014/2015

SOAL :
1. Jelaskan dan berikan contoh mengenai jenis-jenis kesalahan dalam pengukuran
instrument.
2. Jelaskan dan berikan contoh mengenai presisi,akurasi,sensitivitas, limit deteksi,
seleksivitas /kepekaan dan rentang ukur!
3. Jelaskan dan berikan contoh mengenai ketepatan dan ketelitian dalam pengukuran!

JAWAB :
1.
A. Kesalahan Sistematis
Kesalahan sistematik adalah kesalahan yang tetap terjadi.

Faktor yang

menyebabkan terjadinya kesalahan sistematik sebagai berikut.


a. Kesalahan alat, Kesalahan kalibrasi alat dan interaksi alat dengan lingkungan.
b. Kesalahan perorangan Jika pada saat membaca skala mata tidak tegak lurus
dengan skala yang dibaca, hasil pembacaan mengandung kesalahan paralaks.
c. Kondisi percobaan Kondisi percobaan tidak sama dengan kondisi saat alat di
kalibrasi.
d. Teknik yang kurang sempurna Teknologi atau langkah percobaan terlalu
sederhana, sehingga banyak faktor yang mempengaruhi percobaan tidak terukur
Contoh :
jarum ukur tidak mau menunjukan tepat di posisi nol, sehingga pengkuran
menjadi tidak tepat.
B. Kesalahan Tindakan
Kesalahan tindakan umumnya disebabkan ketidaktelitian peneliti.
Contoh :
mengukur waktu 10 ayunan, tidak disadari baru 9 ayunan sudah selesai.
C. Kesalahan Pengukuran
Dalam pengukuran besaran fisis menggunakan alat ukur atau instrumen, kalian
tidak mungkin mendapatkan nilai benar. Namun, selalu mempunyai ketidakpastian
yang disebabkan oleh kesalahan-kesalahan dalam pengukuran. Kesalahan dalam
pengukuran
Contoh :
mata pengamat saat menggukur skala terlalu atas atau terlalu bawah sehingga
terjadi kesalahan dalam pengukuran skala.

2. -Presisi adalah istilah untuk menggambarkan tingkat kebebasan alat ukur dari
kesalahan acak. Jika pengukuran individual Dilakukan berulang-ulang, maka sebran
hasil pembacaan akan berubah-ubah disekitar nilai rata-ratanya. Presisi tinggi dari alat
ukur tidak mempunyai implikasi terhadap akurasi pengukuran. Alat ukur yang
mempunyai presisi tinggi belum tentu alat ukur tersebut mempunyai akurasi tinggi.
Contoh:
Ani melakukan percobaan pengukuran panjang sebuah lemari dari beberapa
kali pengulangan pengukuran didapatkan panjang lemari adalah 176 cm.
-Akurasi adalah istilah yang sangat relatif. Akurasi didefinisikan sebagai beda atau
kedekatan (closeness) antara nilai yang terbaca dari alat ukur dengan nilai sebenarnya.
Dalam eksperiman, nilai sebenarnya yang tidak pernah diketahui diganti dengan
suatu nilai standar yang diakui secara konvensional. Secara umum akurasi sebuah alat
ukur ditentukan dengan cara kalibrasi pada kondisi operasi tertentu dandapat
diekspresikan dalam bentuk plus-minus atau presentasi dalam skala tertentu atau pada
titik pengukuran yang spesifik.
Contoh:
ali dan andi memainkan lempar panah, dimana ali melempar panah dan
menancap pada 10cm dari pusat sasaran, dan andi menancapkan anak panahnya pada
7 cm dari pusat sasaran. Dari data di atas dapat dikatakan andi memiliki akurasi lebih
tinggi disbanding ali karena anak panah andi lebih dekat dengan pusat sasaran.
-Sensitivitas adalah rasio antara perubahan pada output terhadap perubahan pada
input. Pada alat ukur yang linier, sensitivitas adalah tetap. Dalam beberapa hal harga
sensitivitas yang besar menyatakan pula keunggulan dari alat ukur yang bersangkutan.
Alat ukur yang terlalu sensitif adalah sangat mahal, sementara belum tentu bermanfaat
untuk maksud yang kita inginkan.
Contoh :
seseorang yang mengukur suatu suhu di ruangan misalnya 25 0C keesokkan
harinya dilakukan peggukuran yang sama di tempat yang sama namun hasilnya
penggukuran suhunya 290C. ini merupakan Sensitifitas drift karena hasil pengukuran
yang berubah-ubah sebagaimana perubahan kondisi lingkungan.
-Limit Deteksi adalah suatu batas nilai yang digunakan untuk menentukan apakah
zat radioaktif terdeteksi ada di dalam sampel yang diukur atau memang tidak

terdeteksi. Nilai limit deteksi ditentukan sebesar simpangan pengukuran latar


belakang dengan tingkat kepercayaan 3 sigma.

Contoh :
hasil pengukuran intensitas suatu sampel adalah 120 sedangkan pengukuran
tanpa sampel adalah 100. Secara perhitungan dengan mudah dapat ditentukan bahwa
radiasi latar belakang adalah 100 sehingga radiasi sumbernya saja adalah 20.

Menentukan limit deteksi dengan rumus

Dimana LD = 3.

= 3.10 = 30

Nilai hasil pengukuran radiasi sumber pada contoh di atas ( = 20 ) masih


kurang dari limit deteksinya ( = 30 ) sehingga pada contoh di atas tidak terdeteksi ada
zat radioaktif di dalam sampel.
-Selektivitas/Kepekaan adalah yakni istilah untuk mnggambarkan seberapa besar
perubahan yang ditimbulkan pada output sistem instrumen atau elemen sistem ketika
besaran diukur besaran di ukur berubah pada pada suatu nilai yang ditetapkan.
sederhananya ,kepekaan merupakan rasio atau perbandingan antara keluaran dan
masukan.
Contoh :
Penyimpangan hasil jika ada merupakan selisih dari hasil uji keduanya. Jika
cemaran dan hasil urai tidak dapat diidentifikasi atau tidak dapat diperoleh, maka
selektivitas dapat ditunjukkan dengan cara menganalisis sampel yang mengandung
cemaran atau hasil uji urai dengan metode yang hendak diuji lalu dibandingkan
dengan metode lain untuk pengujian kemurnian seperti kromatografi, analisis
kelarutan fase, dan Differential Scanning Calorimetry. Derajat kesesuaian kedua hasil
analisis tersebut merupakan ukuran selektivitas. Pada metode analisis yang

melibatkan kromatografi, selektivitas ditentukan melalui perhitungan daya resolusinya


(Rs).
-Rentang Ukur adalah rentang atau jangkauan antara nilai minimal dan maksimal
yang dapat diukur oleh instrument. Besar daerah ukur antara batas ukur bawah dan
batas ukur atas
Contoh :
Nilai ulangan matematika seorang anak berturut-turut : 70, 60, 70, 80
Maka rentang ukurnya adalah nilai paling besar dikurangi nilai paling kecil yaitu
80 60 = 20
3.

a. Ketepatan adalah kesamaan atau kedekatan suatu hasil pengukuran dengan angka atau
data yang sebenarnya (true value / correct result).
1. melempar bola tenis ke tembok, sebelumnya tembok telah diberi sasaran
2. untuk lebih spesifik pada cabang bola basket adalah dengan latihan memasukkan
bola

ke keranjang tepat di bawah ring

3. untuk sepak bola dengan latihan menendang bola ke gawang yang dijaga oleh
seorang penjaga gawang
b. Ketelitian (presisi) adalah kesesuaian diantara beberapa data pengukuran yang sama
yang dilakukan secara berulang. Tinggi rendahnya tingkat ketelitian hasil

suatu

pengukuran dapat dilihat dari harga deviasi hasil pengukuran.


Contoh :
Untuk memperjelas perbedaan antara ketepatan dan ketelitian diberikan contoh hasil
pengukuran. Data tersebut merupakan hasil analisis dari percobaan yang sama tetapi
dilakukan oleh empat orang yang berbeda, dimana masing-masing dengan lima kali
ulangan. Sedangkan angka yang sebenarnya (seharusnya) adalah 10,00.
Hasil pengukuran oleh empat analis :

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperolehA mempunyai
ketelitian yang tinggi karena standar deviasinya kecil (0,02), sedangkan ketepatannya
rendah karena rata-ratanya 10,10 (jauh terhadap 10,00). Hasil pengukuran yang
diperoleh B mempunyai ketelitian yang rendah karena deviasinya besar yaitu 0,17,
sedangkan ketepatannya tinggi karena hasil rata-ratanya 10,01 (dekat terhadap 10,00).
C mempunyai ketelitian yang rendah karena deviasinya besar yaitu 0,21, sedangkan
ketepatannya juga rendah karena harga rata-rata hasil pengukuran 9,90 (jauh terhadap
10,00). Dan hasil pengukuran oleh D mempunyai ketelitian yang tinggi dan ketepatan
yang tinggi pula, hal ini karena deviasinya cukup kecil yaitu 0,03 dan harga rata-rata
hasil pengukuran sebesar 10,01 (dekat terhadap 10,00).

Untuk menghitung harga rata-rata dan deviasi digunakan persamaan seperti berikut :