Anda di halaman 1dari 24

PAPER

PENERAPAN K3DI PT PUPUK KUJANG

Disusun Oleh :

DHIMAS SETIAWAN

5213412050

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

BAB I
PERATURAN PERUNDANGAN KESELAMATAN KERJA
INDONESIA
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan upaya
untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani.
Dengan keselamatan dan kesehatan kerja maka para pihak diharapkan dapat
melakukan pekerjaan dengan aman dan nyaman. Pekerjaan dikatakan aman jika
apapun yang dilakukan oleh pekerja tersebut, resiko yang mungkin muncul dapat
dihindari. Pekerjaan dikatakan nyaman jika para pekerja yang bersangkutan dapat
melakukan pekerjaan dengan merasa nyaman dan betah, sehingga tidak mudah
capek.
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek perlindungan
tenaga kerja yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Dengan
menerapkan teknologi pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja, diharapkan
tenaga kerja akan mencapai ketahanan fisik, daya kerja, dan tingkat kesehatan
yang tinggi. Disamping itu keselamatan dan kesehatan kerja dapat diharapkan
untuk menciptakan kenyamanan kerja dan keselamatan kerja yang tinggi. Jadi,
unsur yang ada dalam kesehatan dan keselamatan kerja tidak terpaku pada faktor
fisik, tetapi juga mental, emosional dan psikologi.
Meskipun ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja telah diatur
sedemikian rupa, tetapi dalam praktiknya tidak seperti yang diharapkan. Begitu
banyak faktor di lapangan yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja
seperti faktor manusia, lingkungan dan psikologis. Masih banyak perusahaan yang
tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja. Begitu banyak berita
kecelakaan kerja yang dapat kita saksikan. Dalam makalah ini kemudian akan
dibahas mengenai permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja serta bagaimana
mewujudkannya dalam keadaan yang nyata.
A. Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1.

Menurut Mangkunegara, keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu


pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik

jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada
umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.
2.

Menurut Sumamur (1981: 2), keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha


untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan
yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

3.

Menurut Simanjuntak (1994), keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan


yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang
mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan,
dan kondisi pekerja

4.

Mathis dan Jackson, menyatakan bahwa keselamatan adalah merujuk pada


perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cidera yang
terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik,
mental dan stabilitas emosi secara umum.

5.

Menurut Ridley, John (1983), mengartikan kesehatan dan keselamatan kerja


adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi
pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar
pabrik atau tempat kerja tersebut.

6.

Jackson, menjelaskan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja menunjukkan


kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang
diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.

7.

Ditinjau dari sudut keilmuan, kesehatan dan keselamatan kerja adalah ilmu
pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan
terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja di tempat kerja. (Lalu Husni,
2003: 138).

Setelah melihat berbagai pengertian di atas, pada intinya dapat ditarik


kesimpulan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu usaha dan upaya
untuk menciptakan perindungan dan keamanan dari resiko kecelakaan dan bahaya
baik fisik, mental maupun emosional terhadap pekerja, perusahaan, masyarakat
dan lingkungan. Jadi berbicara mengenai kesehatan dan keselamatan kerja tidak

melulu membicarakan masalah keamanan fisik dari para pekerja, tetapi


menyangkut berbagai unsur dan pihak.

B.

Urgensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian yang sangat penting

dalam ketenagakerjaan. Oleh karena itu, dibuatlah berbagai ketentuan yang


mengatur tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Berawal dari adanya UndangUndang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Pokok-Pokok Ketenagakerjaan yang
dinyatakan dalam Pasal 9 bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapatkan
perlindungan atas keselamatan, kesehatan dan pemeliharaan moril kerja serta
perlakuan yang sesuai dengan harkat, martabat, manusia, moral dan agama.
Undang-Undang tersebut kemudian diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor
1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 ini ada beberapa hal yang
diatur antara lain:
a.

Ruang lingkup keselamatan kerja, adalah segala tempat kerja, baik di darat, di
dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun di udara yang berada dalam
wilayah hukum kekuasaan RI. (Pasal 2).

b. Syarat-syarat keselamatan kerja adalah untuk:

Mencegah dan mengurangi kecelakaan

Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran

Mencegah dan mengurangi peledakan

Memberi pertolongan pada kecelakaan

Memberi alat-alat perlindungan diri pada pekerja

Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai

Memelihara kesehatan dan ketertiban

dll (Pasal 3 dan 4).


c.

Pengawasan Undang-Undang Keselamatan Kerja, direktur melakukan


pelaksanaan umum terhadap undang-undang ini, sedangkan para pegawai
pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan

langsung terhadap ditaatinya undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya.


(Pasal 5).
d. Menteri Tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Pembinaan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja untuk mengembangkan kerja sama, saling pengertian dan
partisipasi yang efektif dari pengusaha atau pengurus tenaga kerja untuk
melaksanakan tugas bersama dalam rangka keselamatan dan kesehatan kerja
untuk melancarkan produksi. (Pasal 10).
e.

Setiap kecelakan kerja juga harus dilaporkan pada pejabat yang ditunjuk oleh
Menteri Tenaga Kerja di dinas yang terkait. (Pasal 11 ayat 1).
(Sumamur. 1981: 29-34).
Dapat dilihat dalam ketentuan Pasal 86 ayat 1 UU Nomor 13 Tahun 2003 diatur
pula bahwa setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan
atas:
a.

Keselamatan kerja

b. Moral dan kesusilaan


c.

Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai
agama.

Selain diwujudkan dalam bentuk undang-undang, kesehatan dan keselamatan


kerja juga diatur dalam berbagai Peraturan Menteri. Diantaranya Peraturan
Menteri Tenaga Kerja Nomor Per-01/MEN/1979 tentang Pelayanan Kesehatan
Kerja. Tujuan pelayanan kesehatan kerja adalah:
a. Memberikan bantuan kepada tenaga kerja dalam penyesuaian diri dengan
pekerjaanya.
b. Melindungi tenaga kerja terhadap setiap gangguan kesehatan yang timbul
dari pekerjaan atau lingkungan kerja.
c. Meningkatkan kesehatan badan, kondisi mental, dan kemapuan fisik
tenaga kerja.
d. Memberikan pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi bagi tenaga
kerja yang menderita sakit.
Selanjutnya Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per-02/MEN/1979
tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja. Pemeriksaan kesehatan tenaga

kerja meliputi: pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan


berkala, pemeriksaan kesehatan khusus. Aturan yang lain diantaranya UndangUndang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagaan dan Peraturan
Menteri Tenaga Kerja Nomor 03/MEN/1984 tentang Mekanisme Pengawasan
Ketenagakerjaan.
Arti penting dari kesehatan dan keselamatan kerja bagi perusahaan adalah
tujuan dan efisiensi perusahaan sendiri juga akan tercapai apabila semua pihak
melakukan pekerjaannya masing-masing dengan tenang dan tentram, tidak
khawatir akan ancaman yang mungkin menimpa mereka. Selain itu akan dapat
meningkatkan produksi dan produktivitas nasional. Setiap kecelakaan kerja yang
terjadi nantinya juga akan membawa kerugian bagi semua pihak. Kerugian
tersebut diantaranya menurut Slamet Saksono (1988: 102) adalah hilangnya jam
kerja selama terjadi kecelakaan, pengeluaran biaya perbaikan atau penggantian
mesin dan alat kerja serta pengeluaran biaya pengobatan bagi korban kecelakaan
kerja.
Menurut Mangkunegara tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah
sebagai berikut:
a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik
secara fisik, sosial, dan psikologis.
b. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya dan
seefektif mungkin.
c. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.
d. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi
pegawai.
e. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.
f. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau
kondisi kerja.
g. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja

Melihat urgensi mengenai pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja, maka


di setiap tempat kerja perlu adanya pihak-pihak yang melakukan kesehatan dan

keselamatan kerja. Pelaksananya dapat terdiri atas pimpinan atau pengurus


perusahaan secara bersama-sama dengan seluruh tenaga kerja serta petugas
kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja yang bersangkutan. Petugas
tersebut adalah karyawan yang memang mempunyai keahlian di bidang
keselamatan dan kesehatan kerja, dan ditunjuk oleh pimpinan atau pengurus
tempat kerja/perusahaan
Pengusaha sendiri juga memiliki kewajiban dalam melaksanakan kesehatan
dan keselamatan kerja. Misalnya terhadap tenaga kerja yang baru, ia berkewajiban
menjelaskan tentang kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja, semua
alat pengaman diri yang harus dipakai saat bekerja, dan cara melakukan
pekerjaannya. Sedangkan untuk pekerja yang telah dipekerjakan, pengusaha wajib
memeriksa kesehatan fisik dan mental secara berkala, menyediakan secara cumacuma alat pelindung diri, memasang gambar-gambar tanda bahaya di tempat kerja
dan melaporkan setiap kecelakaan kerja yang terjadi kepada Depnaker setempat.
Para pekerja sendiri berhak meminta kepada pimpinan perusahaan untuk
dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja, menyatakan
keberatan bila melakukan pekerjaan yang alat pelindung keselamatan dan
kesehatan kerjanya tidak layak. Tetapi pekerja juga memiliki kewajiban untuk
memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan dan menaati persyaratan
keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku. Setelah mengetahui urgensi
mengenai kesehatan dan keselamatan kerja, koordinasi dari pihak-pihak yang ada
di tempat kerja guna mewujudkan keadaan yang aman saat bekerja akan lebih
mudah terwujud.

BAB II
PENERAPAN HUKUM K3 DI PT PUPUK KUJANG
A.

TENAGA KERJA
Sejak tahun 2011 sistem restrukturisasi organisasi perusahaan di PT Pupuk

Kujang mengalami perubahan yakni dari 5 Direktorat menjadi 4 Direktorat, yang


masing-masing dipimpin oleh seorah direktur, antara lain :

Direktur Utama

Direktur Produksi, Teknik dan Pengembangan

Direktur Sumber Daya Manusia & Umum

Direktur Komersil
Berdasarkan informasi dari website resmi PT Pupuk Kujang, jumlah

karyawan pada akhir tahun 2011 adalah sebanyak 1167 orang, yang mana
berkurang sebanyak 107 orang dibandingkan dengan akhir tahun 2010 terdapat
1274 orang karyawan.
Pengurangan sebanyak 107 orang karyawan ini terdiri dari 71 orang
pensiun normal, 51 orang habis masa kontrak, 2 orang meninggal dunia dan 13
orang mengundurkan diri, sedangkan penambahan karyawan sebanyak 30 orang
yaitu karyawan pensiun yang diperpanjang masa kerjanya sebagai tenaga honorer.
(source : http://pupuk-kujang.co.id/allmenu=2.php?idn=21)

Jam Kerja Karyawan

Jam kerja karyawan PT. Pupuk Kujang dibagi atas dua jenis, yaitu jam
kerja shift dan jam kerja regular. Jam kerja shift di berlakukan terhadap
karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi dan pengamanan
pabrik, dengan tujuan untuk menjamin lancarnya kegiatan di pabrik agar bias
beroprasi selama 24 jam sehari. Sedangkan jam kerja regular berlaku untuk
seluruh karyawan selain karyawan yang terkena jam kerja shift.

Hari Kerja Karyawan


Hari kerja karyawan untuk karyawan regular adalah lima hari kerja dalam

satu minggu. Jam kerja karyawan regular untuk hari senin sampai kamis adalah
muali dari pukul 07.00 16.00 WIB, dengan waktu istirahat dari pukul 11.30
12.00 WIB. Untuk hari jumat mulai pukul 07.00 16.30 WIB, dengan waktu
istirahat 11.30 13.00 WIB. Hari sabtu merupakan hari libur.
Sedangkan kerja karyawan shift sebagai berikut :

Shift Pagi

: 07.00 15.00 WIB

Shift Sore

: 15.00 23.00 WIB

Shift Malam : 23.00 07.00 WIB


Karyawan yang termasuk dalam karyawan shift dibagi lagi dalam

empat kelompok, dengan pola pembagian waktu kerja adalah pergantian dari shift
pagi, sore, malam, dan hari libur. Jumlah shift ada empat grup : A, B, C dan D.
Untuk setiap grup kerja shift selama lima hari dan istirahat dua hari. Setiap
harinya tiga grup masuk kerja sedang satu grup libur. Pergantian shift ini
dilakukan setiap dua hari sekali.

B.

STANDAR

KERJA

DALAM

MELAKSANAKAN

PEKERJAAN
Dalam rangka menjaga hubungan kerja antar personil dalam perusahaan,
dan hubungan dengan stakeholder yang sangat penting dalam pencapaian visi dan
tujuan perusahaan, PT Pupuk Kujang telah menyusun suatu standar kerja yang
mencakup nilai-nilai dalam melaksanakan pekerjaan (etika kerja) dan nilai-nilai
dalam berbisnis/ berusaha (etika bisnis).
Etika kerja dan etika bisnis ini disusun untuk digunakan sebagai acuan
bagi seluruh karyawan, Direksi, maupun Komisaris dalam melakukan seluruh
aktivitas kerja dan usahanya agar tercipta hubungan yang harmonis, saling
menghargai, saling bertanggung jawab dan memberikan kepercayaan yang tinggi
diantara intern perusahaan maupun dengan para stakeholder (pelanggan, pemasok,
pemerintah, masyarakat sekitar, dll) sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Etika Kerja PT Pupuk Kujang adalah standar nilai atau norma yang
digunakan seluruh karyawan dan manajemen PT Pupuk Kujang dalam
melaksanakan aktivitas tugas/pekerjaan sehari-hari, termasuk didalamnya
mengatur hubungan antara Karyawan, Direksi dan Komisaris serta hubungan
individu dengan stakeholder.
Etika Kerja PT Pupuk Kujang tersebut meliputi :
a.

Nilai-nilai yang wajib dimiliki oleh setiap individu, yaitu: Kejujuran,


Disiplin, Kepedulian, Keberanian dan Tanggung jawab, Objektif,
Loyalitas dan bersungguhsungguh, Saling menghargai dan menghormati,

Kooperatif, Adil, Customer service (Fokus pada Pelanggan), Continuous


Improvement (Perbaikan berkelanjutan/ secara terus menerus).
b.

Kepatuhan hukum, yaitu bahwa setiap individu dalam Perusahaan


(Karyawan, Direksi, Komisaris) wajib untuk mematuhi peraturan dan
perundangundangan yang berlaku, baik peraturan internal perusahaan
maupun peraturan eksternal perusahaan.

c.

Hubungan antar karyawan "Perusahaan mewajibkan setiap individu dalam


perusahaan saling menjaga hubungan baik antar sesama dalam
melaksanakan pekerjaan sehingga tercipta harmonisasi dan sinergi yang
mendukung pencapaian tujuan bersama (tujuan perusahaan)".

d.

Hubungan individu dengan stakeholder Perusahaan menetapkan bahwa


setiap individu dalam perusahaan harus selalu mengutamakan kepuasan
pelanggan dan melayani stakeholder dengan baik, saling menghargai,
menghormati, peduli dan menyadari betul masing-masing hak dan
kewajibannya.

e.

Kerahasiaan, transparansi dan pengelolaan informasi.

f.

Menjaga sarana dan prasarana perusahaan. "Setiap individu dalam


perusahaan wajib untuk menjaga dan memelihara setiap sarana dan
prasarana yang telah disediakan oleh perusahaan".

g.

Menjaga lingkungan kerja.

h.

Pengembangan

diri.

"Setiap

individu

dalam

perusahaan

wajib

mengembangkan diri dengan meningkatkan akhlak, intelektualitas,

pengetahuan,

keahlian,

keterampilan

dan

senantiasa

memperbaiki

kesalahan (continuous improvement)"


Etika bisnis/usaha PT Pupuk Kujang adalah standar nilai atau norma yang
dianut oleh PT Pupuk Kujang sebagai acuan perusahaan baik manajemen maupun
karyawannya (dalam pengertian sebagai suatu entitas), untuk berhubungan dengan
lingkungannya baik internal maupun eksternal (stakeholder: pelanggan, pemasok,
pemerintah, dll).
Etika bisnis/usaha PT Pupuk Kujang tersebut meliputi :

Integritas bisnis

Benturan kepentingan - Benturan kepentingan dalam aktivitas sampingan

Kepatuhan hokum

Anti korupsi

Pemberian donasi

Hubungan dengan karyawan

Hubungan dengan pelanggan/ konsumen

Hubungan dengan pemegang saham

Hubungan dengan rekanan/ pemasok

Hubungan dengan distributor

Hubungan dengan lingkungan dan masyarakat sekitar

Hubungan dengan pejabat Negara

Keterlibatan dalam aktivitas politik

Persaingan usaha yang sehat

Penerapan Kode Etik Perusahaan dikoordinasikan oleh Corporate


Secretary yang juga bertanggung jawab antara lain :

Memastikan bahwa Kode Etik Perusahaan telah diterapkan dengan baik.

Menerima pengaduan tentang pelanggaran kode etik perusahaan dan


berupaya sebatas kewenangannya

Menyelesaikan dengan pihak terkait dan berkoordinasi dengan pejabat


yang berwenang.

Memberikan saran etika bila diperlukan apabila terjadi pelanggaran kode


etik perusahaan.

Melakukan pengawasan pelaksanaan

Kode

Etik

Perusahaan dan

melakukan

Kode

Etik

Perusahaan

perbaikan/penyempurnaan

jika

diperlukan.
Untuk menjamin efektifitas dalam penerapan Kode Etik Perusahaan telah
dilakukan:

Penandatanganan

surat

pernyataan

oleh

seluruh

karyawan

yang

menyatakan bersedia untuk mematuhi Kode Etik Perusahaan (Code of


Ethics) dan Tata Cara Pengelolaan Perusahaan (GCG Code) yang telah
diberlakukan.

Sosialisasi dan pengukuran tingkat pemahaman Kode Etik Perusahaan


terhadap seluruh Karyawan secara bertahap.

Penetapkan sanksi bagi setiap individu/ kelompok yang melakukan


pelanggaran terhadap kode etik perusahaan yang ketentuannya diatur
dalam Buku Kode Etik Perusahan

C.

POTENSI KECELAKAAN KERJA


Dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja yaitu dengan dicapainya

Nihil Kecelakaan sebanyak 8.199.972,1 jam kerja. Hal tersebut merupakan


prestasi yang dicapai perusahaan selama 3 tahun tanpa terjadi kecelakaan kerja
yang mengakibatkan hilangnya hari kerja karyawan. PT Pupuk Kujang tetap
berkomitmen agar seluruh karyawan dapat meresapi budaya keselamatan kerja.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahun 2011 untuk tetap menjamin
pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja antara lain sebagai berikut :
a.

Melakukan

pelatihan-pelatihan

antara

lain

sosialisasi

Prosedur

Penanggulangan Keadaan Darurat kepada karyawan, pelatihan fire


fighting, breathing apparatus dan P3K untuk karyawan, pelatihan Dasardasar K3, pengenalan SMK3 dan P2K3, serta pelatihan Hiperkes. Selain
itu diselenggarakan fire fighting untuk karyawan baru, pelatihan K3 untuk
PHL, pelatihan Job Safety Analysis dan Job Safety Observation (JSA &
JSO), serta workshop HAZOPS.
b.

Kegiatan-kegiatan dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja


yang meliputi razia kedisiplinan K3, razia kedisiplinan lalu lintas, hose
drill contest dan cerdas cermat K3.

c.

Sosialisasi keadaan darurat dan pelatihan pemadaman kebakaran untuk


ibu-ibu Periska Kujang.
Beradasarkan UU No.1 tahun 1970 terdiri dari 11 bab dan 15 pasal,

yang pada intinya menetapkan bahwa setiap tenaga kerja berhak untuk
mendapatkan perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan, demi

kesejahteraan hidup dan untuk meningkatkan produksi serta produktivitas kerja


nasional. Dan berdasarkan Keputusan Direksi PT. Pupuk Kujang, diambil
langkah-langkah

yang

pada

prinsipnya

melakukan

pencegahan

dan

penanggulangan terjadinya bahaya kecelakaan.


Jenis-jenis bahaya yang bisa terjadi ditempat kerja seperti berikut:

Bahaya kebocoran gas ataupun cairan dari zat kimia yang beracun dan
mudah terbakar

Debu-debu disekitar tempat kerja yang dapat menggangu pernafasan

Aliran listrik tegangan tinggi.

Kebisingan yang melebihi ambang batas.

Mesin-mesin yang bekerja tanpa alat pengaman sehingga dapat


menimbulkan bahaya mekanis

Perlatan yang bekerja pada temperature dan tekanan yang tinggi


sehingga dapat mengakibatkan peledakan dan kebakaran.

Penerangan yang kurang, yang dapat mengakibatkan kecelakaan.

House keeping yang kurang baik, menyebabkan tempat kerja yang kotor,
tidak teratur sehingga dapat menyebabkan kelelahan dan kejenuhan.

D.

PELATIHAN

PEMELIHARAAN

DAN

PERBAIKAN

PABRIK
Setiap pabrik kimia khususnya pabrik petrokimia harus dioperasikan oleh
tenaga lapangan yang terampil sesuai dengan prosedur peroperasian yang baku.
Dalam menerima karyawan baru yang akan di tempatkan sebagai teknisi atau
supervisor, perusahaan harus merasa yakin akan kemampuannya, begitu pula

teknisi & supervisor yang telah lama bekerja, secara periodik perlu ditingkatkan
kemampuannya sesuai dengan perkembangan teknologi, sehingga dapat
mengantisipasi segala permasalahan yang mungkin timbul dalam lingkup kerja
mereka.
Dengan didukung oleh instruktur berpengalamanan dan sarana yang
memadai serta berpengalaman dalam melatih calon teknisi atau teknisi yang sudah
lama bekerja dari banyak perusahaan, Diklat Pupuk Kujang merupakan solusi
yang tepat untuk mendapatkan hasil pelatihan yang optimal, dengan metode On
the Job Training :

Umum

Manajemen pemeliharan pabrik

Pengenalan alat-alat safety dan cara penggunaannya

Fire Fighting & Breathing Apparatus

Mechanical
Pemeliharaan rutin dan perbaikan menyeluruh untuk :

Rotating Machine (pump. Compressor, conveyor, lubrication, alignment,


dll.)

Static equipment (valve, heat exchanger, boiler, tank, vessel, ejector, steam
trap, dll.)

Vibration monitoring system (equipment, measurement, analysis)

Pemeriksaan dan tes pada static equipment dan rotating machine.

Piping erection (isometric drawing, material & tools).

Praktek kerja lapangan pada static equipment dan rotating machine.

Electrical

Pemeliharaan rutin dan perbaikan menyeluruh untuk :

Electrical machine (generator, transformer, motor, dll.)

Electrical installation equipment (circuit breaker switch, relay, magnetic


contractor, dll.)

Special equipment (UPS, vibrator, electrical instrument, measurement


tools, dll.)

Instrumentation

Pemeliharaan rutin dan perbaikan menyeluruh untuk :

Communication equipment (telephone, paging system, radio, dll.)

Instrument equipment (flow/ level/ pressure/ temperature/ analytical


instrument and measurement, calibration, dll.)

Distributed Control System dengan segala peralatannya, control &


interlock system (control valve, actuator assy, positioner, converter,
booster, governor, dll.)

MEMINIMALKAN BIAYA, MAKSIMALKAN KEUNTUNGAN MELALUI


PENINGKATAN KEMAMPUAN SDM
PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN PABRIK

E.

PELATIHAN

KESELAMATAN

DAN

KESEHATAN

KERJA
Pesatnya perkembangan dan kemajuan Teknologi & Industri dewasa ini, di
sisi lain akan menimbulkan dampak negatif dalam masalah Keselamatan &

Kesehatan Kerja (K3) seperti timbulnya kecelakaan, kebakaran, pencemaran


lingkungan dan penyakit akibat kerja yang sangat merugikan banyak pihak.
Perkembangan

Teknologi

&

Industri

ini

harus

diiringi

dengan

perkembangan kemampuan sumber daya manusia agar dapat seimbang dan dapat
mengantisipasi potensi bahaya yang ada.
Diklat Pupuk Kujang telah memiliki instruktur dan sarana yang memadai
untuk meningkatkan kemampuan SDM di bidang keselamatan kerja dan
mencegah kecelakaan kerja dengan pokok bahasan teori dan praktek lapangan :

Mengetahui dengan baik Manajamen Keselamatan & Kesehatan Kerja

Keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan kerja

Sumber Bahaya kebakaran dan penanggulangannya

Prosedur keselamatan kerja

Fire Fighting Technique

Pencegahan kecelakan bagi karyawan

Klasifikasi kebakaran dan media pemadam

Terampil dalam pemakaian dan perawatan Alat Pemadam Api Ringan

Terampil dalam praktek lapangan Breathing Apparatus (alat bantu


pernafasan)

Perhitungan pemakaian botol Breathing Apparatus

Teori dan praktek bekerja di dalam asap dan gelap

Teori dan praktek bekerja di dalam udara panas dan lembab

Mengenali bahaya-bahaya bagi pernapasan dan mahir dalam menggunakan


alat- alat perlindungannya

Rescue

Chemical Handling & Material Handling

Pencegahan kecelakaan dalam keadaan gawat darurat

HINDARI KERUGIAN USAHA ANDA


DENGAN MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGENDALIKAN
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

F.

SOLUSI YANG DITERAPKAN DALAM MENCEGAH

KECELAKAAN KERJA
Salah satu cara untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja adalah dengan
menetapkan dan menyusun prosedur pekerjaan dan melatih semua prosedur kerja
yang benar merupakan salah satu keuntungan dari menerapkan Job Safety
Analysis (JSA) yang meliputi mempelajari dan membuat laporan setiap langkah
pekerjaan, identifikasi bahaya pekerjaan yang sudah ada atau potensi (baik
kesehatan maupun keselamatan), dan menentukan jalan terbaik untuk mengurangi
dan mengeliminasi bahaya ini.
JSA digunakan untuk meninjau metode kerja dan menemukan bahaya
yang :

Mungkin diabaikan dalam layout pabrik atau bangunan dan dalam desain
permesinan, peralatan, perkakas, stasiun kerja dan proses.

Memberikan perubahan dalam prosedur kerja atau personel.

Mungkin dikembangkan setelah produksi dimulai.

Pengertian Job Safety Analysis (JSA)


JSA merupakan identifikasi sistematik dari bahaya potensial di tempat
kerja yang dapat diidentifikasi, dianalisa dan direkam. Hal-hal yang dilakukan
dalam penerapan JSA :

Identifikasi bahaya yang berhubungan dengan setiap langkah dari


pekerjaan yang berpotensi untuk menyebabkan bahaya serius.

Menentukan bagaimana untuk mengontrol bahaya.

Membuat perkakas tertulis yang dapat digunakan untuk melatih staf


lainnya.

Bertemu dengan pelatih OSHA untuk mengembangkan prosedur dan


aturan kerja yang spesifik untuk setiap pekerjaan.

Keuntungan dari melaksanakan JSA adalah :

Memberikan pelatihan individu dalam hal keselamatan dan prosedur kerja


efisien.

Membuat kontak keselamatan pekerja.

Mempersiapkan observasi keselamatan yang terencana.

Mempercayakan pekerjaan ke pekerja baru.

Memberikan instruksi pre-job untuk pekerjaan luar biasa.

Meninjau prosedur kerja setelah kecelakaan terjadi.

Mempelajari pekerjaan untuk peningkatan yang memungkinkan dalam


metode kerja.

Mengidentifikasi usaha perlindungan ynag dibutuhkan di tempat kerja.

Supervisor dapat belajar mengenai pekerjaan yang mereka pimpin.

Partisipasi pekerja dalam hal keselamatan di tempat kerja.

Mengurangi absent.

Biaya kompensasi pekerja menjadi lebih rendah.

Meningkatkan produktivitas.

Adanya sikap positif terhadap keselamatan.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan penjelsan diatas dapat kita tarik kesimpuan sebgai berikut:
Pada dasarnya seluruh Industri atau pabrik harus memiliki sistem keselamatan
kerja yang memungkinkan sehingga pekerja merasa aman melaksanakan
pekerjaannya. Terutama pada unit electrical penting sekali sistem keselamatan,
baik dari sistem pengaman alatnya maupun dari keselamatan manusianya.
Saran
Gunakan alat kerja dengan baik agar dapat menhidari kita dari segala
bentu kecelakan kerja, bagi karyawan sehendaknya selalu fokus terhadap
pekerjaannya itu dan tdk lalai dalam bekerja. Serta gunakanlah pelindung diri
dengan baik ditempat kerja

DAFTAR PUSTAKA

Author. Pupuk Kujang Gelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat.


http://pupukkujang.co.id/allmenu.php?idn=36&idd=219&PHPSESSID=53b725d296e3a21e74
65b078e0ed8fb0 (diakses pada tanggal 26 November 2012)

Author. PT Pupuk Kujang Eaih Zero Accident dan Bendera Emas.


http://pupuk-kujang.co.id/allmenu.php?idn=36&idd=91 (diakses pada tanggal 26
November 2012)

Author. PT Pupuk Kujang Terima Penghargaan dari Komite Nasional


Responsible

Care

Indonesia.

http://pupuk-

kujang.co.id/allmenu.php?idn=36&idd=85 (diakses pada tanggal 26 November


2012)

Author. Visi, Misi dan Tata Nilai/ Budaya Perusahaan. http://pupukkujang.co.id/allmenu=2.php?idn=16 (diakses pada tanggal 26 November 2012)

Autohor. Pelatihan Pemeliharaan dan Perbaikan Pabrik. http://pupukkujang.co.id/allmenu=2.php?idn=38 (diakses pada tanggal 26 November 2012)

Author.

Pelatihan

Keselamatan

dan

Kesehatan

Kerja.

http://pupuk-

kujang.co.id/allmenu=2.php?idn=39 (diakses pada tanggal 26 November 2012)

Author.

Pelatihan

Pengoperasian

Pabrik

Petrokimia.

http://pupuk-

kujang.co.id/allmenu=2.php?idn=41 (diakses pada tanggal 26 November 2012)

Author.

Riwayat

Singkat

Perusahaan.

http://pupuk-

kujang.co.id/allmenu=2.php?idn=18 (diakses pada tanggal 26 November 2012)