Anda di halaman 1dari 2

PENGARUH KOMBINASI JERAMI DAN PUPUK KANDANG SERTA

PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG ( Zea


Mays L.)

A. Pendahuluan
A.1 Latar Belakang dan Masalah
Jagung merupakan tanaman serealia sumber karbohidrat penting setelah
padi. Disamping itu juga digunakan sebagai bahan makanan ternak dan bahan
baku industri (Sudaryanto et al; 1986). Kebutuhan dan konsumsi jagung di
Indonesia terus meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk dan
meningkatnya industri yang menggunakan jagung sebagai bahan baku seperti
industri makan dan pakan ternak. Peningkatan produksi yang telah dicapai
melalui perluasan areal tanam dan perbaikan teknologi produksi ternyata
belum mampu untuk mengimbangi kebutuhan dan konsumsi jagung di dalam
negeri. Oleh karena itu, perlu adanya upaya-upaya untuk meningkatkan
produktifitas tanaman jagung dan lahan, agar dapat mengimbangi kebutuhan
jagung dalam negeri.
Salah satu altrnatif untuk mempertahankan dan meningkatkan kesuburan
tanah adalah dengan pemberian bahan organic. Bahan atau pupuk organic
sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi,pertanian baik kualtas maupun
kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas
lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organic dalam jangka panjang
dapat meningkatkan produktifitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan.
Pupuk organic atau bahan organic tanah merupakan sumber nitrogen tanah
yang utama, selain itu peranannya cukup besar terhadap perbaikan sifat
fisika,kimia,biologi tanah, serta lingkungan (Simanungkulit,dkk.2006).
Penggunaan pupuk organic saja tidak dapat meningkatkan produktifitas
tanaman dan ketahanan pangan. Oleh karena itu, system pengelolaan hara
terpadu yang memadukan pemberian pupuk organic atau pupuk hayati dan
pupuk anorganik dalam rangka meningkatkan produktifitas lahan dan
kelestarian lingkungan perlu digalakkan. Hanya dengan cara ini keberlanjutan
produksi tanaman dan kelestariaan lingkungan dan dipertahan-kan . nitrogen
(N) merupakan salah satu haramako yang menjadi pembatas utama produksi
tanaman, baik di daerah tropis maupun di daerah beriklim sedang. Nitrogen
umumnya dibutuhkan tanaman jagung dalam jumlah banyak. Namun jumlah
dalam tanah sedikit (Soepradi,1983),sedangkan yang terangkut tanaman melalui
panen sangat banyak sekitar 129-165 kg N/ha pada tingkat hasil 9,5 t/ha (barber
dan olson,1968 dalam halliday dan Trengkel,1992), sehingga pemberian pupuk
nitrogen merupakan suatu keharusan untuk dapat memperoleh hasil yang
tinggi.
Jerami padi adalah limbah pertanian yang cukup tersedia sehinggaperlu
untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organic yang dapat meningkatkan
kesuburan tanah, produksi, dan pendapatan (Sutanto,2002). Oleh karena itu,
perlu dicari teknologi pemanfaatan jerami padi sebagai pupuk organic yang
diproduksi secara insitu dilakukan pada tingkat usaha tadi dengan
menggunakan limbah pertanian atau limbah ternak yang ada di usaha tani
tersebut.

A.2 Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jerami dan
pupuk kandang serta pemupukan N terhadap pertumbuhan dan produksi
jagung.

A.3 Dasar Pengajuan Hipotesis


Degradasi sumber daya lahan yang dihadapi adalah menurunnya kesuburan
fisik dan kimia tanah sebagai akibat dari penggunaan tanah yang sangat
intensif, tingginya penggunaan pupuk kimia , kurangnya penggunaan puuk-
pupuk organic, serta kurangnya penerapan konservasi tanah. Sebagian besar
lahan pertanian intensif telah mengalami degradasi dan menyebabkan
menurunnya produktifitas lahan. Penyebababnya adalah sangat rendahnya
kandungan bahan organic tanah.
Tanah yang miskin abhan organic akan berkurang kemampuan daya sangga
terhadap pupuk, sehingga efisiensi pupuk anorganik berkurangm\, karena
sebagian besar pupuk akan hilang dari daerah prakara. Mengingat pentingnya
bahan organic terhadap kesuburan fisik dan kimia serta biologi tanah, maka
pengelolaan hara harus dilakukan secara terpadu dimana penggunaan pupuk
anorganic berdasarkan uji tanah dengan pemberian bahan organic.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik
dapat meningkatkan efisiensi pupuk N. pemberian pupuk hijau Gliricidiae atau
kotoran sapi pada tanah Ultisol dapat mengurangi pemakaian pupuk N-urea
sampai 75 % dari total yang diperlukan. Penggunaan Sesbania rostrata dapat
meningkatkan hsil jagung 42% pada tanah Ultisol Jawa Barat ( Syafrudin,
Faesal, dan Akhil;2006)
Dari uraian di atas diharapkan bahwa pemberian jerami dan pupuk
kandang dapat memperbaiki sifat fisika,kimia,serta biologi tanah,yang akan
mencegah terjadinya kehilangan N dari pupuk anorganik yang diberikan
sehingga efisiensi pemupukan akan semakin tinggi.

A.4 Hipotesis
Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah:
1. pemberian kombinasi jerami dan pupuk kandang yang diberi EM4 akan
lebih baik dalam mempengaruhi pertumbuhan dan produksi jagung.
2. peningkatan pemberian pupuk N akan meningkatkan pertumbuhan dan
produsi jagung.
3. terdapat pengaruh nteraksi antara kombinasi jerami dan pupuk
kandang dengan pupuk N terhadap pertumbuhan dan produksi jagung .