Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK
Hidrokarbon Aromatik dan Non-Aromatik

Disusun Oleh :
Lukman Bima Permana
230210130075
Kelompok 3/Shift 1

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
JATINANGOR
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Senyawa organic yang memiliki atom hydrogen dan karbon disebut
sebagai senyawa hidrokarbon.Sifat fisik hidrokarbon dipengaruhin oleh
sifat non polar dari senyawa tersebut. Umumnya hidrokarbon tidak dapat
bercampur dengan pelarut polar seperti air dan etanol. Sebaliknya,
hidrokarbon dapat bercampur dengan pelarut yang relative non polar
seperti karbon tetraklorida (CCl4) atau diklorometana (CH2Cl2).
Reaktivitas kimia senyawa hidrokarbon ditentukan oleh jenis ikatannya.
Hidrokarbon jenuh (alkana) tidak reaktif terhadap sebagaian besar
pereaksi. Hidrokarbon tak jenuh, (alkena dan alkuna) dapat mengalami
reaksi adisi pada ikatan rangkap dua atau rangkap tiganya. Senyawa
aromatic biasanya mengalami reaksi subtitusi. Minyak bumi merupakan
campuran senyawa-senyawa carbon, terutama hidrokarbon jenuh dari zat
cair yang mudah menguap sampai zat yang berupa ter yang barat.
Identifikasi ini sangat penting untuk mempelajari berbagai reaksi fisika
dan kimia yang terjadi pada senyawa hidrokarbon. Ilmu ini berguna pada
sintesis obat-obatan, pendayagunaan bahan bakar, proses pembuatan
sabun, plastic dan lain-lain.

1.2

Tujuan Praktikum

- Mengidentifikasi senyawa hidrokarbon yang bersifat senyawa aromatik


dan senyawa non aromatik.
- Mengetahui sifat fisik,kimia dari senyawa aromatik dan non aromatik.
- Membedakan senyawa aromatik dan non aromatik.

1.3

Prinsip Praktikum

1.3.1

Metode Friedl-Crafts

Alkilasi Friedel-Crafts melibatkan alkilasi dari cincin aromatik dan alkil halida
menggunakan katalis asam Lewis. Dengan menggunakan feri klorida sebagai
katalis, gugus alkil melekat pada posisi ion klorida sebelumnya.

1.3.2

Hidroksinasi Senyawa Tak Jenuh dengan KMnO4

Merupakan proses reaksi adisi .

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Senyawa Aromatik

senyawa aromatik adalah senyawa hidrokarbon dengan ikatan tunggal dan ikatan
rangkap diantara atom-atom karbonnya.Kongfigurasi 6 atom karbon pada
senyawa ini di kenal dengan cincin benzene.Sifat-sifat senyawa aromatik
1.Sifat fisik

zat cair tidak berwarna

memiliki bau yang khas

mudah menguap

benzene digunakan sebagai pelarut

tidak larut dalam pelarut polar seperti air tetapi larut dalam senyawa yang
kurang polar seperti eter dan tetraklorometana.

larut dalam berbagai pelarut organik

benzena dapat membentuk campuran azeotrop dengan air

densitas : 0,88

2. Sifat kimia

bersifat toksik karsinogenik ( hati-hati menggunakan benzena sebagai


pelarut hanya gunakan jika tidak ada alternatif lain misalnya toluena .

merupakan senyawa nonpolar

tidak begitu reaktif tetapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak


jelaga

lebih mudah mengalami reaksi subtitusi dari pada adisi

2.2

Senyawa Non-Aromatik
Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana.

Dari namanya, senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun
dari atom hidrogen dan atom karbon. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita
temui senyawa hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan
lain-lain. Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon
terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik.
Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka
dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya,
senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak
jenuh. Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya
berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana. Contoh
senyawa hidrokarbon alifatik jenuh: CH3-CH2-CH2-CH2-CH3 Senyawa alifatik
tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua
atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki
rangkap tiga dinamakan alkuna. Jika alkena dioksidasi menggunakan pereaksi
Baeyer ( alkali KMnO4) maka akan menghasilkan glikol dengan menghilangkan
warna dari pereaksi Baeyer. Ini merupakan uji pada senyawa yang mempunyai
ikatan rangkap. Reaksi oksidasi menggunakan pereaksi yang lebih kuat ( KMnO4
asam, asam dikromat ) akan menghasilkan asam dan senyawa keton, tergantung
pada alkenanya. Contoh senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh: CHC-CH2CH2-CH3

CH2=CH-CH2-CH2-CH3

Senyawa

hidrokarbon

siklik

adalah

senyawakarbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga
mengikat rantai samping.

2.3

N-heksana

Heksana merupakan sebuah senyawa hidrokarbon alkana C6H14 (isomer utama n


-heksana memiliki rumus CH3(CH2)4CH3.
Awalan heks- merujuk pada enam karbon atom yang terdapat pada heksana dan
akhiran ana berasal dari alkana , yang merujuk pada ikatan tunggal yang
menghubungkan atom-atom karbon tersebut. Seluruh isomer heksana amat tidak
reaktif, dan sering digunakan sebagai pelarut organik yang inert. Heksana juga
umum terdapat pada bensin dan lem sepatu, kulit dan tekstil.

2.4

Sikloheksana
Senyawa sikloheksana merupakan komponen terbesar kedua setelah n-

alkana. Senyawa sikloheksana yang paling banyak terdapat pada minyak bumi
yaitu sikloheksana dan siklopentana. Sikloheksana adalah sikloalkana dengan
rumus molekul C6H12
. Sikloheksana digunakan sebagai pelarut nonpolar pada industri kimia,
dan juga merupakan

bahan mentah dalam pembuatan asam adipat dan

kaprolaktam, keduanya juga merupakan bahan produksi nilon. Dalam skala


industri,

sikloheksana

dibuat

dengan

mereaksikan

benzena

dengan

hidrogen. Selain itu, karena senyawa ini memiliki ciri-ciri yang unik, sikloheksana
juga digunakan dalam analisis di laboratorium. Sikloheksana memiliki bau seperti
deterjen.
2.5

Toluena
Toluena, dikenal juga sebagai metilbenzena ataupun fenilmetana. Toluena

adalah hidrokarbon aromatik yang digunakan secara luas dalam industri dan juga
sebagai pelarut. Seperti pelarut-pelarut lainnya, toluena juga digunakan sebagai
obat inhalan karena sifatnya yang memabukkan.

Toluena banyak digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan: a. TNT


(2, 4, 6 trinitro toluena) adalah zat padat kuning yang digunakan sebagai bahan
peledak untuk kepentingan militer. Dibuat dari nitrasi toluena. b. Asam benzoate
digunakan sebagai pengawet makanan dan minuman seperti pada minuman ringan
dengan pH kurang dari 4,5. karena kondisi asam (pH < 4) dapat mencegah
perkembangan bakteri. Karena asam benzoat sukar larut dalam air, maka
digunakan dalam bentuk garamnya yaitu Natrium benzoat. c. Asam salisilat
digunakan untuk membuat asetol atau aspirin. Aspirin merupakan obat pembunuh
rasa sakit dan juga sebagai penyembuh radang, seperti obat sakit kepala, flu, sakit
gigi, demam, dan lain sebagainya. d. Anilina (C6H5NH3). Merupakan zat cair
tidak berwarna, sukar larut dalam air. Dalam kehidupan sehari-hari, anilin
digunakan sebagai bahan baku pembuatan zat warna, bahan bakar roket dan
sebagai bahan peledak. e. Stirena (C6H5CH = CH2) digunakan untuk membuat
plastik polystirena. f. Naftalena senyawa yang terdiri atas dua inti benzena dengan
rumus C10H8, digunakan untuk kapur barus

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1

Waktu dan Tempat Praktikum

Praktikum Hidrokarbon Non-Aromatik dan Hidrokarbon Aromatik ini


dilaksanakan pada hari Jumat,9 Mei 2014, pukul 08.00-10.00 WIB. Bertempat di
Laboratorium Bioteknologi dan Mikrobiologi gedung 4 Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran.
3.2

Alat dan Bahan

3.2.1

Alat
Bunsen: membakar/menghangatkan zat
Penjepit tabung:menjepit tabung ketika sedang dibakar
Rak tabung:menyimpan/meletakan tabung
Pipet tetes:mengambil zat yang berupa cairan
Tabung reaksi:tempat mereaksikan zat/mencampurkan zat
Spatula:mengambil zat yang berupa padatan/sample
Timbangan:sebagai alat ukut massa zat

3.2.2

Bahan
AlCl3 anhidrat
Alkohol absolut: sebagai pelarut zat
CHCl3 teknis
KMnO4
n-heksana
sikloheksana

3.3

Prosedur Praktikum (dibuat bagan alir)

Aromatik
Masukkan AlCl3100 mg kedalam tabung reaksi.
Dipanaskan dalam keadaan reaksi horizontal sehingga klorida tersublimasi
dibagian tabung reaksi yang dingin.
Siapkan 20 mg sampel dalam 10 tetes kloroform ke dalam tabung reaksi
lain.
Masukkan campuran sampel dan kloroform kedalam tabung AlCl3 yang
tersublimasi dengan meneteskannya langsung ke sublimat klorida
Diamati perubahan warna yang terjadi.
Non Aromatik
Dimasukkan 3 tetes sampel (30 mg padatan) ke dalam tabung reaksi yang
di larutkan dalam 1 ml alcohol absolute.
Dimasukkan KMnO4 1% ke dalam campuran
Diamati perubahan warna dan endapan yang terbentuk dalam 1 menit
Hasil positif jika dalam 1 menit warna ion permanganat hilang dan terdapat
endapan berwarna coklat.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1

Hasil
Non Aromatik
Alkohol + Heksana + KMnO4
= Negatif, berwarna ungu pekat
Alkohol + Siklo Heksana + KMnO4 = Negative, berwarna ungu

Aromatik
AlCl3+ Kloroform +Toluena

= Tidak terjadi apa apa, terjadi


Kesalahan pada saat praktikum

4.2

Pembahasan
Uji baeyer adalah uji yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya

ikatan rangkap pada larutan uji. Sampel yang digunakan dalam uji baeyer ini
adalah n-heksana, minyak dan sikloheksana dengan satu macam pelarut yaitu
alkohol absolute. Larutan pereaksi (KMnO4) berwarna ungu ketika reaksi
berjalan, warna ungu menghilang dan nampak endapan MnO2 coklat. Sewaktu
reaksi berlangsung, warna ungu dari ion permanganat digantikan oleh endapan
cokelat dari mangan dioksida. Larutan KMnO4 yang digunakan disini sebagai
katalis. Uji Bayer dilakukan dengan mencampurkan larutan KMnO4 terhadap
suatu cairan sampel. Penambahan KMnO4 bertujuan untuk mengetahui terjadinya
reaksi oksidasi. KMnO4 merupakan zat pengoksidasi yang kuat .Rekasi oksidasi
terjadi bila warna ungu dari KMnO4hilang dari campuran tersebut. Hilangnya
warna ungu ion MnO4- disebabkan oleh adanya reaksi ion MnO4- dengan alkena
atau alkuna membentuk glikol (diol) dan endapan coklat dari MnO2- . Dari data
pengamatan yang diperoleh dari hasil Uji Baeyer ini menunjukkan bahwa terdapat
suatu reaksi yang berjalan, hal ini dapat dilihat dari warna ungu yang menghilang
dan nampak endapan MnO2 coklat. Endapan berwana cokelat ini menunjukkan
adanya suatu ikatan rangkap pada larutan. Selain itu apabila terdapat pergeseran
warna di dalam larutan yaitu dari ungu ke coklat menandakan adanya reaksi.
Pada identifikasi yang menggunakan metode Baeyer ini menggunakan 2
sampel n-heksana, dan sikloheksana, dan satu pelarut yaitu alcohol, pelarut
alkohol ini merupakan pelarut non polar yang digunakan untuk melarutkan
senyawa hidrokaron tak jenuh karena hidrokarbon tak jenuh hanya dapat larut
pada pelarut non polar. Percobaan ini dimulai dari sampel pertama yaitu alcohol
yang di larutkan dengan larutan n-heksana dan kemudian di teteskan pereaksi
KMnO4, setelah diteteskan di tunggu selama 1 menit, reaksi antara n-heksana,
alcohol, dan KMnO4 adalah berwarna ungu, warna ungu ini menandakan nheksana adalah termasuk senyawa hidrokarbon non aromatic yang jenuh yaitu
alkana. Percobaan kedua dimulai dengan menggunakan sampel sikloheksana yang
dilarutkan dengan alcohol, kemudian di teteskan pereaksi KMnO4, setelah
diteteskan ditunggu selama 1 menit, reaksi yang terjadi adalah negative, karena

menghasilkan warna ungu pada larutan sikloheksana yang telah tercampur oleh
alcohol, dan telah diteteskan KMnO4, ini membuktikan bahwa sikloheksana juga
merupakan senyawa hidrokarbon nonaromatik yang jenuh yaitu alkana.
Pada percobaan identifikasi hidrokarbon aromatic, kami menggunakan
metode Friedel-Crafts. Metode reaksi Friedel-Crafts ini meliputi reaksi alkilasi
dan reaksi asilasi.
Gambar 9. Reaksi alkilasi

Dalam reaksi alkilasi dan asilasi Friedel-Crafts juga digunakan katalis


asam Lewis, misalnya FeCl3, FeBr 3, AlCl3, AlBr 3.
Gambar 10. Reaksi asilasi

Pada praktikum hidrokarbon aromatik ini menggunakan salah satu dari


katalis asam Lewis yaitu AlCl3. Sebanyak 100 mg AlCl3 dimasukan kedalam
tabung reaksi, setelah itu siapkan bunsen dan nyalakan api bunsen, dan gunakan
penjepit kayu untuk menjepit tabung reaksi yang akan di panaskan diatas bunsen
dengan posisi tabung reaksi horizontal, tunggu pembakaran sampai AlCl3
terdapat hasil sublimasi didinding tabung reaksi, selagi membakar siapkan larutan
untuk ditetesi didinding tabung reaksi yang terdapat hasil sublimasi dari AlCl3.
Larutan yang dipakai adalah kloroform.

Kloroform merupakan senyawa dari asam formiat dan termasuk senyawa


polihalogen yaitu senyawa turunan karboksilat yang mengikat lebih dari satu
atom halogen. Kloroform (CHCl3) tidak larut dalam air tetapi merupakan pelarut
efektif untuk senyawa organik. Prinsip kerja dan sintesis kloroform adalah
halogenasi yaitu reaksi subsitusi yang terjadi pada suatu senyawa organik yang
memiliki halogen alfa. Halogenasi terjadi karena pengaruh tarikan atom oleh
unsure golongan halogen. Kloroform ditetesi sebanyak 10 tetes kedalam tabung
reaksi yang lain dan dicampurkan oleh sampel toluene sebanyak 5 tetes, kemudian
kocok tabung reaksi akan tercampur dan menjadi homogen. Setelah itu pindahkan
jka telah terlihat hasil sublimasi dari AlCl3, pindahkan tabung reaksi tersebut
menjauh dari bunsen untuk penyiapan penetesan pada larutan kloroform yang
telah di homogenkan dengan sampel toluene. Setelah diteteskan didinding hasil
sublimasi AlCl3, warna dinding berubah menjadi orange pekat yang menunjukan
hasil positif.
Reaksi-reaksi

ini

termasuk

dalam

reaksi

substitusi

aromatik

elektrofilik.Alkilasi Friedel-Crafts melibatkan alkilasi dari cincin aromatik dan


alkil halida menggunakan katalis asam Lewis. Yang menjadi asam Lewis kuat
pada praktikum ini adalah AlCl3 anhidrat. Reaksi ini melibatkan alkilasi cincin
aromatik yaitu toluena

BAB V
PENUTUP
5.1

Kesimpulan

Hasil kesimpulan yang dapat diambil dari hasil praktikum Praktikum Identifikasi
Hidrokarbon Nonaromatik dan Hidrokarbon Aromatik ini adalah:
1. N-heksana termasuk kedalam salah satu senyawa hidrokarbon non-aromatik
jenuh yaitu alkana karena pada saat di tetesi pereaksi KMnO4
menghasilkan warna ungu yang menunjukan tida adanya reaksi.
2.Sikloheksana juga termasuk kedalam salah satu senyawa hidrokarbon
nonaromatik jenuh yaitu alkana, karena pada saat di tetesi pereaksi KMnO4
menghasilkan warna ungu yang menunjukan tida adanya reaksi.
3.Toluene pada uji identifikasi senyawa hidrokarbon aromatic menghasilkan hasil
yang positif, karena setelah campuran dari larutan kloroform dan toluene
diteteskan kedinding hasil sublimasi AlCl3 menghasilkan warna orange pekat.

5.2

Saran

Pada praktikum kali ini diharapkan para praktikan, sangat memahami bagaimana
reaksi dari semua pereaksi yang digunakan, dan dapat mengidentifikasi senyawa
hidrokarbon noaromatik dan hidrokarbon aromatik, serta dapat menggunakan alatalat praktikum dengan hati-hati, baik, dan benar. Agar tidak terjadi kerusakan pada
saat praktikum dan kecelakaan pada praktikan akibat bahan-bahan praktikum
yang berbahaya.

DAFTAR PUSTAKA
id.wikipedia.org/wiki/Aromatik
www.chem-is-try.org/materi...pada.../penamaan_senyawa_aromatis
www.bimbingan.org/pengertian-cincin-aromatik.htm
id.wikipedia.org/wiki/Benzena
raudhah48.blogspot.com/2013/11/senyawa-aromatis-benzena.htm
id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_organik