Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pelaksanaan Praktek Lapangan Industri (PLI)


Perkembangan sistem telekomunikasi pada saat ini secara umum mengarah
kepada sistem komunikasi data.Sistem komunikasi bergerak secara seluler sudah
mengambil peranan yang sangat penting dalam sistem komunikasi tetapi sistem
komunikasi kabel tetap (Fixed Telephone) masih tetap berperan besar dalam
jaringan telekomunikasi yang menjangkau setiap pelanggan (subscriber) di
seluruh Indonesia Jaringan telepon kabel tetap masih memiliki keunggulan yaitu
bentuk data yang jelas (tidak mengalami cacat), jangkauan yang cepat dan tahan
terhadap gangguan alam seperti petir, hujan lebat, gempa dan lain sebagainya.
Negara Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas dan terpisah-pisah
oleh lautan memerlukan suatu sistem komunikasi handal yang dapat
menghubungkan tempat demi tempat. Perkembangan sistem terestial di Indonesia
terhambat oleh beberapa factor berupa keadaan geografi yang sulit, diantaranya
lautan yang dalam dan wilayah hutan yang sangat luas. Disamping itu beberapa
komponen jaringan terestrial yang ada saat ini sudah hampir habis umur pakainya
sehingga harus segera diganti. Proses pergantian ini diharapkan mampu
mengakomodasikan sistem komunikasi berteknologi berkecepatan tinggi ini
dimana kecepatan transfer data untuk upstreamsama dengan downstream.

Berdasarkan hal di atas, Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT


UNP) dalam upaya mempersiapkan calon tenaga professional, berkualitas, dan
mempunyai keterampilan yang dapat diandalkan, serta mampu bersaing di dunia
industri, memprogramkan suatu mata kuliah yang menuntut mahasiswa untuk
langsung terjun ke dunia industri. Mata kuliah tersebut dinamakan Praktek
Lapangan Industri.
Kegiatan PLI ini juga dimaksudkan untuk memberi wawasan yang lebih
luas terhadap mahasiswa mengenai perkembangan industri dalam dunia nyata.
Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa memiliki wawasan dan penguasaan
teknologi yang lebih luas dan bisa diaplikasikan apabila mahasiswa itu kelak
terjun kemasyarakat.
Dengan kegiatan PLI ini, diharapkan nantinya akan terjadi proses saling
memberi dan menerima antara pihak pendidikan dan pihak industri. Sedangkan
bagi mahasiswa yang melaksanakan PLI akan mempunyai kesempatan besar
untuk mendapatkan pengalaman dan keterampilan serta ilmu yang tidak diperoleh
di bangku perkuliahan.
Selain itu, pelaksanaan PLI ini akan menjadikan mahasiswa berpeluang
untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh di perkuliahan pada dunia industri,
sehingga dengan berbekal pengalaman dan ilmu pengetahuan akan menjadikan
mahasiswa tersebut dapat bersaing dan menciptakan lapangan pekerjaan di
tengah-tengah masyarakat.

B. Tinjauan Kegiatan PLI


Kegiatan PLI bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman
langsung dalam berbagai kegiatan yang direncanakan di perusahaan atau industri,
sehingga mahasiswa dapat menerapkan apa yang diperoleh dibangku kuliah agar
sesuai dengan tuntutan yang dibutuhkan di dunia industri.
1.

Secara Umum
a)

Mampu beradaptasi dengan lingkungan industri dan dunia usaha


melalui keikutsertaan dalam disiplin kerja dan mematuhi peraturan yang
berlaku oleh PLI hak perusahaan atau industri.

b)

Membuat laporan praktek industri dengan format yang baik dan benar.

c)

Sebagai persiapan bagi penulis untuk terjun langsung ke industri atau


dunia kerja.

d)

Penerapan dan pengembangan pengetahuan serta keterampilan yang


dimiliki selama perkuliahan.

e)

Memperoleh pengalaman dan perluasan pandangan terhadap ilmuilmu di tempat praktek industri yang belum dikenal oleh mahasiswa.

2.

Secara Khusus
a) Membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan pengalaman kerja yang
sebenarnya.
b) Memantapkan keterampilan mahasiswa yang diperoleh dari perkuliahan.
c) Menerapkan disiplin dan rasa tanggung jawab dan sikap profesional dalam
bekerja.

d) Memperoleh pengalaman dan perluasan pandangan terhadap dunia


industri dan dunia kerja.
e) Mendorong mahasiswa untuk menjadi tenaga kerja yang mempunyai skill
dan siap pakai, mandiri dan bertanggung jawab.

C. Tinjauan Umum Tentang PT. TELKOM


1. Sejarah PT.Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
1882

Sebuah badan usaha swasta yang menyediakan layanan pos dan


telegraph dibentuk pada masa pemerintahan colonial Belanda.

1884

Pada awalnya bernama POST EN TELEGRAAFDIENST.

1906

Pemerintahan colonial Belanda membentuk sebuah jawatan yang


mengatur tentang layanan pos dan telekomunikasi yang diberi nama
Jawatan Pos, Telegraph dan Telepon (Post, Telegraph en Telephone
Dienst/PTT).

1945

Proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai negara merdeka dan


berdaulat, lepas dari pemerintahan Jepang.

1961

Status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan


Telekomunikasi (PN Postel).

1965

PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos
&

Giro),

dan

Telekomunikasi).

Perusahaan

Negara

Telekomunikasi

(PN

1974

PN

Telekomunikasi

Telekomunikasi

disesuaikan

(Perumtel)

menjadi

yang

Perusahaan

Umum

menyelenggarakan

jasa

telekomunikasi nasional maupun internasional.


1980

Pemerintah mengambil kebijaksanaan dengan dibelinya seluruh


saham PT. INDOSAT sebuah perusahaan swasta yang didirikan
dalam rangka Penanaman Modal Asing yang kemudian diubah
statusnya menjadi BUMN berbentuk PERSERO.

1989

Undang-undang nomor 3/1989 tentang Telekomunikasi, tentang


peran serta swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi.

1991

Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)


Telekomunikasi Indonesia berdasarkan PP No. 25 tahun 1991.

1995

Penawaran Umum perdana saham TELKOM (Initial Public


Offering/IPO) pada tanggal 14 November 1995, sejak itu saham
TELKOM tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ),
Bursa Efek Surabaya (BES), New York Stock Exchange (NYSE) dan
London

Stock

diperdagangkan

Exchange
tanpa

(LSE).

pencatatan

Saham
(Public

TELKOM
Offering

juga

Without

Listing/POWL) di Tokyo Stock Exchange.


1996

Kerjasama Operasi (KSO) mulai diimplementasikan pada 1 Januari


1996 di wilayah Divisi Regional I Sumatera dengan mitra PT.
Pramindo Ikat Nusantara (Pramindo); Divisi Regional III Jawa Barat
dan Banten dengan mitra PT Aria West International (Aria West);

Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dengan mitra PT.


Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI); Divisi Regional VI
Kalimantan

dengan

mitra

PT.

Dayamitra

Telekomunikasi

(Dayamitra); dan Divisi Regional VII Kawasan Timur Indonesia


dengan mitra PT. Bukaka Singtel.
1999

Undang-undang nomor 36/1999, tentang penghapusan monopoli


penyelenggaraan telekomunikasi.

2001

TELKOM membeli 35% saham Telkomsel dari PT. Indosat sebagai


bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi
di Indonesia, yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan
bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dengan Indosat.
Dengan transaksi ini, TELKOM menguasai 72,72% saham
Telkomsel. TELKOM membeli 90,32% saham Dayamitra dan
mengkonsolidasikan laporan keuangan Dayamitra ke dalam laporan
keuangan TELKOM.

2002

TELKOM membeli seluruh saham Pramindo melalui 3 tahap, yaitu


30% saham pada saat ditandatanganinya perjanjian jual-beli pada
tanggal 15 Agustus 2002, 15% pada tanggal 30 September 2003 dan
sisa 55% saham pada tanggal 31 Desember 2004. TELKOM menjual
12,72% saham Telkomsel kepada Singapore Telecom, dan dengan
demikian TELKOM memiliki 65% saham Telkomsel. Sejak Agustus
2002 terjadi duopoly penyelenggaraan telekomunikasi lokal.

2.

Visi dan Misi TELKOM


Plasa Telkom Kota Sungai Penuh memiliki visi yaitu To become a
leading InfoCom player in the region. Telkom berupaya untuk
menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka dalam bidang
kinerja finansial, pasar dan operasional di kawasan Asia .
Telkom mempunyai misi yaitu to provide one stop Infocome
services with excellent quality and competitive price . Telkom
berkomitmen memberikan layanan terbaik dan berkualitas, untuk kemudahan
bagi pelanggan dengan harga yang kompetitif .

3.

Arti logo TELKOM

Gambar 1. Logo TELKOM


Logo baru TELKOM mencerminkan brand positioning Life
Confident dimana keahlian dan dedikasi akan diberikan bagi semua
pelanggan untuk mendukung kehidupan mereka dimanapun mereka berada.
Brand positioning ini didukung oleh service culture baru yaitu: expertise,
empowering, assured, progressive dan heart. Sekilas logo bulat dengan siluet
tangan terkesan simpel. Simplifikasi logo ini terdiri dari lingkaran biru yang
ada di depan tangan berwarna kuning. Logo ini merupakan cerminan dari

brand value baru yang selanjutnya disebut dengan Life in Touch dan
diperkuat dengan tag line baru pengganti committed 2U yakni the world
is in your hand. Untuk lebih mengenal logo ini, ada baiknya kita memaknai
arti dari simbol-simbol tersebut.
1.

Expertise : makna dari lingkaran sebagai simbol dari kelengkapan


produk dan layanan dalam portofolio bisnis baru TELKOM yaitu
TIME (Telecommunication, Information, Media & Edutainment.

2.

Empowering : makna dari tangan yang meraih ke luar. Simbol ini


mencerminkan pertumbuhan dan ekspansi ke luar.

3.

Assured : makna dari jemari tangan. Simbol ini memaknai sebuah


kecermatan, perhatian, serta kepercayaan dan hubungan yang erat

4.

Progressive : kombinasi tangan dan lingkaran. Simbol dari


matahari terbit yang maknanya adalah perubahan dan awal yang
baru.

5.

Heart : simbol dari telapak tangan yang mencerminkan kehidupan


untuk menggapai masa depan.

Selain simbol, warna-warna yang digunakan adalah :

1.

Expert Blue pada teks Telkom melambangkan keahlian dan


pengalaman yang tinggi

Vital Yellow pada telapak tangan mencerminkan suatu yang

2.

atraktif, hangat, dan dinamis


Infinite sky blue pada teks Indonesia dan lingkaran bawah

3.

mencerminkan inovasi dan peluang yang tak berhingga untuk masa


depan.
a)

Arti Kredoc TELKOM

Gambar 2. Kredoc PT. TELKOM


(1)

Kami selalu fokus kepada pelanggan.

(2)

Kami selalu memberikan pelayanan yang prima dan mutu


produk yang tinggi serta harga yang kompetitif.

(3)

Kami selalu melaksanakan segala sesuatu melalui cara cara


yang terbaik ( Best Practices ).

(4)

Kami selalu menghargai karyawan yang proaktif dan inovatif,


dalam peningkatan produktivitas dan konstribusi kerja.

(5)

Kami selalu berusaha menjadi yan terbaik.

10

b) Maskot TELKOM

Gambar 3. Maskot TELKOM


Maskot Be Bee
1.

Antena

: lebah sensitif terhadap segala keadaan dan


perubahan.

2.

Mahkota

: kemenangan

3.

Mata

: yang tajam dan cerdas

4.

Sayap

: lincah dan praktis

5.

Tangan kuning

: memberikan karya yang terbaik

11

Filosofi Dibalik Sifat dan Prilaku Be Bee


Lebah tergolong makhluk sosial yang senang bekerja sama,
pekerja keras mempunyai keistimewaan berupa pembagian peran
operasional dan fungsional menghasilkan yang terbaik berupa madu
yang bermanfaat bagi berbagai PLIhak.
Dihabitatnya

lebah

mempunyai

dengung

sebagai

tanda

keberadaannya dan loyal terhadap kelompok berupa perlindungan bagi


koloninya, maka akan menyerang bersama bila diganggu. Lebah
memiliki potensi diri yang baik berupa tubuh yang sehat, liat dan kuat
sehingga biasa bergerak cepat, gesit dan efektif dalam menghadaPLI
tantangan alam. Lebah berpandangan jauh kedepan dengan merancang
bangun sarang yang kuat dan efisien, berproduksi berkembang biak dan
menyiapkan persediaan makanan bagi kelangsungan hidup kolonninya.
Lebah berwarna biru merupakan penggambaran insan TELKOM
Indonesia.
4. Jenis jenis Produk dan Layanan Telekomunikasi
Penyediaan layanan untuk masyarakat meliputi jasa-jasa telekomunikasi
sebagai berikut :
1.

Sambungan Telepon Umum Otomatis adalah sambungan langsung


dimana proses penyambungan dilakukan otomatis tanpa melalui
operator .

12

2.

Sambungan Telepon Radio Pedesaan Adalah sambungan telepon ke


sentral otomat dengan menggunakan radio

3.

Sambungan Telepon Lintas Radio Adalah sambungan telepon ke sentral


otomat dengan menggunakan teknologi Wireless Local Loop (WLL)
atau ultraphone .

4.

Sambungan Telepon Manual adalah sambungan telepon manual dimana


sentral

pencatunya

adalah

sentral

manual,

sehingga

proses

penyambungan harus melalui operator .


5.

Long Distance Subcriber ( Sambungan Telepon Jarak Jauh )


Yaitu melakukan interlokal ke satu tujuan diluar Zona Lokal .

6.

Sambungan Pelanggan hubungan Lokal


Yaitu mendapat sambungan telepon dari satu lokasi sentral telepon .

7.

Direct Inward Dialling ( DID)


Adalah cara bagi pelanggan besar untuk mendapatkan ratusan nomor
panggil dari saluran kanal khusus pada PABX- nya .

8.

Call Waiting Adalah kemampuan mendeteksi telepon lain yang masuk


ketika pembicara sedang berlangsung dengan nada Tut untuk
menjawab telepon ini.

9.

Hot Line delayed Service Yaitu memungkinkan untuk menghubungkan


anda ke nomor tujuan tanpa harus mendial .

10. Three Party Yaitu memungkinkan pelanggan untuk bicara dengan dua
orang sekaligus atau secara langsung.

13

11. Call Forwarding Yaitu memungkinkan pelanggan untuk mengalihkan


panggilan kepadanya ke pesawat lain ditempat lain .
12. Abbreviated Dialling Yaitu fasilitas untuk menyingkat nomor telepon
rekan anda menjadi 1 atau 2 digit.
13. Keyword yaitu fasilitas untuk membatasi pengguna telepon pelanggan
dengan mengharuskan pelanggan menggunakan password tertentu
sebelum dapat melakukan hubungan SLJJ.
14. Hunting Yaitu suatu penyatuan beberapa saluran telepon ke dalam satu
nomor panggil.
15. Layanan 0800
Adalah nomor bebas pulsa dimana orang yang menelpon ke nomor ini
hanya dikenakan satu pulsa, sedangkan sisanya akan dibebankan kepada
pelanggan 0800 .
16. Local leased Channel ( Sirkuit Langgan Lokal) yaitu saluran pribadi
permanen antara dua titik .
17. Telex lokal dan jarak jauh
18. Voice Mail Box TELKOM MEMO yaitu menyediakan kotak perekam
suara disisi sentral (sama seperti mesin penjawab telepon hanya terletak
di sentral) yang dapat menerima pesan pesan masuk ketika telepon
sedang digunakan (busy subcriber) atau tidak ada yang mengangkat
(RNA: Ringing No Answer).

14

19. Basic RateAcces (Pasopati Mikro BRA ) yang merupakan jaringan


telekomunikasi

mutakhir

dengan

teknologi

digital

berkapasitas

pengiriman informasi 144 Kb/detik


20. Primary Rate Access ( Pasopati makro PRA) yang mempunyai kapasitas
yang lebih besar dari pasopati Mikro 2 Mb/detik dengan menggunakan
jaringan lokal serat optik untuk pelanggan dengan kebutuhan
telekomunikasi yang besar
21. Jaringan PLIntar Teknologi Informasi (Japati) yaitu jasa yang bersifat
maya, artinya tidak memerlukan perangkat terminal khusus untuk setiap
jasa yang ditawarkan.
22. Free Call yaitu menyediakan nomor telepon kepada pelanggan yang
didasarkan pada jasa Japati, yaitu setiap percakapan akan ditagihkan ke
nomor ini .
23. Unit Call yaitu beberapa pelanggan dengan beberapa terminal telepon
dapat mempunyai nomor panggil yang sama walaupun pesawat pesawat
terminal tersebut berada ditempat yang berbeda .
24. Credit Call yaitu biaya telepon akan dikenakan secara otomatis pada
nomor rekening pelanggan dengan semacam nomor ID tertentu .
25. Vote Call yaitu pelanggan dapat mengadakan pemungutan suara (voting)
melalui telepon .
26. Virtual Net yaitu menawarkan jaringan pribadi (secara maya) dengan
menggunakan jaringan telekomunikasi umum .

15

27. Telkomnet Instant yaitu menyediakan layanan internet untuk pelanggan


dengan menggunakan line telepon.
28. Calling Card yaitu layanan panggilan dengan prabayar dan dapat diakses
dari terminal mana saja tanpa dibebani pulsa pada terminal / pesawat
yang digunakan.
29. Speedy

yaitu

layanan

akses

internet

dengan

kecepatan

tinggi

menggunakan teknologi ADSL ( Asynchronous Digital Subscriber Line).


Dengan layanan ini, jaringan akses telepon pelanggan ditingkatkan
kemampuannya menjadi jaringan digital berkecepatan tinggi, sehingga
selain mendapatkan fasilitas telepon (voice), pelanggan juga dapat
melakukan akses internet .
5. Kerjasama Operasi (KSO)
Untuk mewujudkan percepatan pembangunan dan sekaligus mengatasi
pendanaannya,

maka

PT.Telkom

pembangunan

prasarana

jaringan

pelaksanaan

operasinya.

Semua

mengikutsertakan
penyediaan

swasta

jasa-jasa

khusus

dalam
dan

usaha PT.telkom ini adalah untuk

mengantisipasi perdagangan bebas baik regional maupun internasional.


Peningkatan kemampuan kompetitif ini diharapkan dapat menjadikan
PT.Telkom menjadi salah satu operator Telekomunikasi kelas dunia (World
Class Operator).

16

a)

Initial Public Offering ( IPO )


Keputusan untuk menghimpun dana dari masyarakat melalui
pasar modal, baik dalam negri maupun luar negri dengan cara menjual
saham PT.Telkom yang keputusannya dituangkan dalam berita acara
akte No.52 tanggal 17 Juli 1995 yang dibuat oleh notaris Imas
Fatimah, SH, penerimaan bersih dari emisi saham baru akan
digunakan untuk membiayai program investasi perusahaan. Sekitar
39,22 % digunakan untuk perlusan kapasitas transmisi dan sentral,
penambahan kapasitas dan pengembangan jaringan kabel melalui
penggantian kabel tembaga dengan kabel serat optik serta wireless
loka-loop. Selain itu 39,51 % akan digunakan untuk peningkatan mutu
layanan dan 21,27 % dipersiapkan untuk pengembangan sistem
teknologi baru serta peningkatan sumber daya manusia.
PT. Telkom pada saat sekarang ini berupaya meningkatkan
fasilitas layanan telekomunikasi baik dalam perluasan era layanan
ataupun untuk meningkatkan fasilitas layanan hingga dapat dinikmati
oleh segenap laPLIsan masyarakat sesuai dengan mottonya :
Commited 2 U .

17

b)

Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu kerangka dasar yang
menunjukkan hubungan yang jelas antara satu bidang dengan bidang
lain. Suatu organisasi yang baik akan menimbulkan keselarasan,
keserasian dan keseimbangan dalam bekerja agar didapat tenaga kerja
yang teramPLIl, efisien dan kreatif.
Setiap perusahaaan akan memilki struktur kepegawaian yang
berfungsi untuk menempatkan suatu karyawan sesuai dengan bidang
keahlinya masing- masing dengan tujuan supaya karyawan tersebut
dapat bekerja lebih efisien sehingga dapat menunjang hasil produksi
perusahaan dengan lebih baik.
Dengan bergantinya Telkom menjadi perusahaan publik, maka
Telkom menghadaPLI persaingan dengan perusahaan swasta yang juga
bergerak di bidang yang sama.
Oleh karena itu, Telkom meningkatkan daya saingnya melalui
kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk peningkatan kepuasan
konsumen yang berujung pada peningkatan laba.
Struktur perusahaan Telkom saat ini mengacu kepada
pemuasan kebutuhan konsumen dengan prinsip Next Process is Our
Customer yang menjadikan setiap bagian dari Telkom menjadi bagian
lain konsumen yang perlu dilayani dengan baik. Untuk itu, struktur
Telkom dibagi berdasarkan pelayanan terhadap beberapa jenis

18

konsumen, yaitu : pelanggan retail dan pelanggan korporasi. Dimana


pengelompokannya dapat dilihat :

Gambar 4. Pengelompokan Divisi Telkom Berdasarkan Fungsi Umumnya


a. DIVRE (Divisi Regional)
Direktorat Konsumer terbagi menjadi tujuh Divisi Regional
(Divre), dimana Divre I berpusat di Kota Medan.
b. KANDATEL (Kantor Daerah Telekomunikasi)
Divre dibagi menjadi beberapa Kandatel yang bertempat di ibukota
propinsi.
c. INFRATEL (Infrastruktur Telekomunikasi)
Infratel merupakan bagian Telkom yang bertanggung jawab dalam
pengadaan dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi Telkom.
d. NETRE (Network Regional)
Infratel dibagi menjadi beberapa Network Regional (Netre). Salah
satunya adalah Network Regional Sumatera Bagian Utara (Netre
Sumbagut) yang berpusat di Kota Medan.

19

e. ARNET (Area Network)


Netre dibagi menjadi beberapa Area Network (Arnet). Netre Sumbagut
terbagi menjadi enam Arnet, yaitu: Aceh, Medan, Pematang Siantar,
Padang, Pekanbaru, dan Batam.
6. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Untuk memberikan perlindungan kepada karyawan perusahaan
menyelenggarakan program kesehatan dan keselamatan kerja. Karyawan
wajib mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan perusahaan dalam bidang
kesehatan dan keselamatan kerja.
Dalam rangka pembinaan kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan
membentuk panitia keselamatan dan kesehatan kerja P2K3 yang anggotanya
terdiri dari wakil-wakil perusahaan dengan tugas menyusun pedoman dan
program keselamatan dan kesehatan kerja (HIPERKES) / Hygiene perusahaan
dan keselamatan kerja, menerapkan dan mengawasi pelaksanaannya,
pemeliharaan tempat kerja dan lingkungan hidup.
7. Tempat Pelaksanaan Kegiatan PLI
Kegiatan Praktek Lapangan Industri (PLI) berlangsung selama kurang
lebih satu bulan (1 bulan) terhitung dari tanggal 19 December 2011 sampai
dengan 19 January 2012. Pada pelaksanaan PLI kali ini bertempat pada
sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang
telekomunikasi yaitu pada PT.Telkom Sumatera Barat pada Divisi Modern

20

Chanel yang beralamatkan pada Jl. Kh. Ahmad Dahlan No. 17, Kota Padang
dengan No. Telfon <0751> 7056600 dan Faximile <0751> 7059046.
D. Pelaksanaan Kegiatan dan Waktu PLI
Sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh koordinator PLI
Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang serta berdasarkan rekomendasi dan
saran dari Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi, maka kriteria tempat PLI
adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan atau industri harus memiliki badan hukum yang sah serta bergerak
dibidang produksi atau jasa.
2. Perusahaan atau industri dalam melaksanakan kegiatan atau operasinya
memerlukan tenaga kerja dan tenaga ahli dibidang teknik dan kejuruan.
3. Pada saat pengiriman peserta PLI, perusahaan / industri sedang melakukan
kegiatan atau operasi sesuai dengan bidang studi mahasiswa.
4. Perusahaan atau industri sedapat mungkin memiliki pusdiklat atau memiliki
tenaga ahli yang bisa memberikan bimbingan atau informasi kepada
mahasiswa selama melaksanakan PLI.
5. Melalui kegiatan atau operasi yang dilakukan perusahaan atau industri,
mahasiswa dapat memperoleh pengalaman lansung dalam meningkatkan
pengetahuan dan keteramPLIlan yang diperoleh di Fakultas Teknik
Universitas Negeri Padang.
Berdasarkan syarat dan kriteria perusahaan atau industri yang telah
ditetapkan

tersebut,

maka

penulis

mengajukan

permohonan

untuk

melaksanakan PLI ke PT. Telkom Sumatera Barat dengan pertimbangan


bahwa PT. Telkom merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa

21

telekomunikasi dan memiliki badan hukum yang sah serta sesuai dengan
bidang studi penulis.
Berdasarkan dari permohonan yang telah diajukan, maka PLIhak
perusahaan menyetujui untuk melaksanakan kegiatan PLI diperusahaannya
sebanyak 3 orang selama 30 hari.
Ada 2 kegiatan yang telah dilaksanakan oleh penulis selama kerja
praktek di PT. Telkom Sumatera Barat:
a) Kegiatan Umum
(1) Pengenalan terhadap sejarah perusahaan, ruang lingkup kerja dan tata
tertib perusahaan.
(2) Pengenalan terhadap perangkat-perangkat yang digunakan pada PT.
Telkom Sumatera Barat.
b) Kegiatan Khusus
(1) Ikut serta melakukan pengontrolan dan pemeliharaan perangkat
jaringan telfon seperti Main Distribution Frame (MDF), Rumah Kabel
(RK) dan Computer Server.
(2) Tanya jawab ( diskusi) dan penjelasan dari pembimbing lapangan.
(3) Membentuk sebuah kelas khusus yang langsung dimentoring oleh
pembimbing pada perusahaan.
(4) Studi literatur, yaitu mempelajari buku-buku panduan dan pelatihan
yang disajikan langsung oleh pembimbing lapangan.

22