Anda di halaman 1dari 3

Nama: Reinissa R D P

NIM: 115020500111019
Kelas: IA

Manajemen Investasi

Perbedaan Investasi Konvensional dengan Investasi Syariah


Berdasarkan Teori
Investasi Konvensional
Investasi Syariah
Dalam hal pengertian, tujuan, Sedangkan Investasi syariah
dan resiko, investasi
adalah investasi berbentuk
konvensional merupakan
portofolio efek berdasarkan
investasi berbentuk portofolio hukum Islam. Tujuan
efek tanpa berdasar syariah
investasi ini selain mencari
Islam. Tujuan investasi ini
keuntungan juga didasarkan
hanya mencari keuntungan
atas ibadah kepada Allah,
sebesarnya dan resiko
dan resiko ditanggung
ditanggung sendiri menganut bersama atau win win
asas bebas resiko
solution
Investasi konvensional
Sedangkan, Investasi syariah
berasaskan bunga dalam hal
adalah asas bagi hasil dalam
mencari return, asas yang
hal return, sedangkan asas
digunakan adalah perjanjian
dalam perjanjian yang
dalam KUH Perdata pasal
membedakan dengan
1320, dasar hukum yang
konvensional adalah asas
digunakan dalam investasi ini Ilahiah QS. Al- Hadid (57): 4
pada umunya pasal 70 UU
dasar hukum investasi ini
No 8 tahun 1995 ditambah
adalah pasal 3 Fatwa DSN
peraturan-peraturan
MUI No 40 Tahun 2003 yang
Bapepam&LK
kemudian dijadikan dasar
bagi Bapepam dalam
menyusun peraturan.
Peraturan tersebut antara lain
peraturan nomor IX.A.13

Berdasarkan Empiris
Investasi Konvensional
Investasi Syariah
Bursa Efek konvensional
Sedangkan, bursa efek
adalah bursa efek yang dalam syariah adalah bursa efek
kegiatan perdagangan di
yang harus berlandaskan
dalamnya tidak berdasarkan
syariah Islam dalam semua
hukum Islam, short selling,
aspek perdagangan yang ada
riba, ghahar, dan lain-lain
di dalamnya. Islam
banyak dijumpai dalam bursa mengharamkan sistem short
efek ini.
selling yaitu menjual barang
tetapi barang itu belum
dimilikinya. riba, ghahar.
Instrumen yang
Instrumen efek syariah
diperdagangkan meliputi
meliputi saham syariah,
saham, obligasi, instrumen
obligasi syariah atau sukuk,
efek lain yang terdiri dari
reksadana syariah, efek
sertifikat penitipan efek, efek
beragun asset syariah, dan
beragun asset, indeks saham, surat berharga komersial
dan instrumen efek derivative syariah
yang meliputi right, option,
warrant. Instrumen efek
konvensional ini tidak
berdasarkan syariah Islam

Nama: Reinissa R D P
NIM: 115020500111019
Kelas: IA

Dalam konvensional
hubungan investasi dan
tabungan dihubungkan oleh
peran bunga dalam
perekonomian. Sehingga
bunga menjadi indikator
fluktuasi yang terjadi di
investasi dan tabungan

Manajemen Investasi
tentang Penebitan Efek
Syariah, peraturan nomor
IX.A.14 tentang Akad-Akad
yang Digunakan dalam
Penerbitan Efek Syariah di
Pasar Modal, dan peraturan
nomor II.K.1 tentang Kriteria
dan Penerbitan Daftar Efek
Syariah. Peraturan tersebut
merupakan peraturan yang
bersifat khusus disamping
peraturan yang bersifat umum
UU No 8 Tahun 1995
Dalam islam, investasi
didorong dari beberapa
faktor, yaitu selain faktor
mencari keuntungan tapi juga
faktor syariah seperti zakat
dan juga faktor sosial untuk
kemaslahatan umat.

Lembaga pengawas dalam


investasi konvensional adalah
Bapepam & LK

Sedangkan, Investasi syariah


adalah Bapepam & LK
ditambah dengan Dewan
Pengawas Syariah. DPS ini
terletak dalam perusahaan
yang akan listing di JII

Indeks saham konvensional


memasukkan seluruh saham
yang tercatat di bursa dengan
mengabaikan aspek halal dan
haram, yang penting saham
emiten yang terdaftar (listing)
sudah sesuai dengan aturan
yang berlaku (legal)

Indeks saham syariah hanya


boleh memasukkan saham
yang sesuai dengan kriteriakriteria syariah.

Nama: Reinissa R D P
NIM: 115020500111019
Kelas: IA

Manajemen Investasi
Dalam reksadana
konvensional, tidak
menggunakan konsep
pembersihan harta

Dalam reksadana syariah


terdapat mekanisme
pembersihan harta non halal
(cleansing)