Anda di halaman 1dari 5

Compound

Compound adalah bahan cetak yang bersifat rigid, reversible dengan


perubahan fisikal. Dengan pemanasan compound menjadi melunak dan kondisi
dingin akan mengeras.
Klasifikasi menurut spesifikasi ADA membagi compound menjadi 2 tipe :
(Manapallil, 2002)
a. Tipe I : Impression Compound/ High fusion compound (60-65 o)
Tipe ini mempunyai viskositas yang tinggi. Biasanya digunakan sebagai
bahan cetak pada edentolus pasien. Cetakan dibuat pada sendok cetak
individual untuk membuat cetakan fungsional/akhir. Bisa juga digunakan
untuk mencetak single tooth.
b. Tipe II : Tray Compound/ Low fusion compound (50-55 o)
Tipe ini mempunyai viskositas yang rendah.
Compound, juga disebut modeling plastic, dilunakkan dengan pemanasan,
dimasukkan dalam sendok cetak, serta diletakkan pada jaringan sebelum bahan
mengeras. Indikasi utama penggunaannya adalah untuk mencetak linggir tanpa
gigi. Kadang-kadang compound digunakan dalam kedokteran gigi operatif untuk
mencetak preparasi single tooth atau untuk membuat stabil pita matrikx atau alat
operatif lainnya. Untuk mencetak gigi tunggal, pita tembaga silindris (disebut pita
matriks) diisi dengan bahan compound yang sudah dilunakkan. Pita yang terisi
kemudian ditekan di atas gigi, menekan compound beradaptasi dengan
preparasi gigi. Cetakan seperti itu kadang disebut cetakan tube. Setelah
compound didinginkan, cetakan dilepas, dan hasil cor, atau die, dibuat dari
cetakan tersebut (Anusavice, 2004)
Compound yang agak lebih kental, disebut compound sendok cetak,
dapat digunakan untuk membentuk sendok cetak dalam pembuatan gigi tiruan.
Suatu cetakan jarungan lunak diperoleh dari compound sendok cetak seperti
yang digambarkan. Cetakan ini disebut cetakan primer. kemudian digunakan
sebagai sendok cetak untuk menahan lapisan tipis bahan cetak kedua, yang
akan ditempatkan langsung menghadap jaringan. Cetakan ini disebut sebagai
cetakan sekunder. Cetakan sekunder dapat juga dibuat dari pasta oksida seng

eugenol, adalah untuk membentuk tepi (border molding) sendok cetak


perseorangan dari akrilik selama mencoba sendok cetak. Ada dua bentuk dasar
compound cetak, yaitu bentuk kue dan stick (batang) (Anusavice, 2004).
Komposisi compound terdiri dari : (Anusavice, 2004)
1. Resin dan wax,
Malam atau resin dalam compound cetak adalah kandungan utama dan
membentuk matriks.
2. Plasticisers.
Karena malam tersebut rapuh, substansi seperti shellac, asam stearic, dan
gutta percha ditambahkan untuk meningkatkan plastisitas dan kemampuan
kerja
3. Fillers
Banyak bahan diperkuat atau sebaliknya, diubah sifat fisknya dengan
penambahan partikel kecil bahan lembam, biasanya dikenal sebagai bahan
pengisi, yang secara kimia berbeda dengan kandungan utama atau
kandungan lainnya
4. Colouring
Struktur ini terlalu cair untuk ditangani dan memberikan kekuatan yang
rendah meskipun pada temperature ruangan. Karena itu, bahan pengisi
harus

ditambahkan.

Bahan

pengisi

meningkatkan

viskositas

pada

temperature di atas temperature mulut dan meningkatkan kekerasan


compound pada temperature ruang.Struktur compound cetak agak seperti
suatu komposit. Konsep komposit digunakan secara luas dalam produksi
bahan kedokteran gigi. (Anusavice, Kenneth J;150).
Sifat termal compound
Pelunakan dengan panas adalah suatu persyaratan dalam penggunaan
compound.

Kegunaannya

ditentukan

oleh

respon

terhadap

perubahan

temperature dalam lingkungan sekitarnya (Anusavice, 2004).


Temperatur fusi
Temperature fusi adalahbatas temperature yang menunjukkan penurunan
sifat plastis (bahan dalam proses pendinginan). Di atas temperature ini bahan

yang dilunakkan tetap bersifat plastis sementara cetakan dibuat. Jadi, setiap
detail jaringan mulut lebih mudah diperoleh. Begitu sendok cetak dimasukkan ke
dalam mulut, sendok cetak harus ditahan secara kuat pada posisinya sampai
cetakan mendingin di bawah temperature fusi. Pada keadaan apapun, cetakan
tidak boleh diganggu atau dikeluarkan sampai bahan tersebut mencapai
temperature mulut (Manapallil, 2002).
Tipikal cooling pada bahan cetak compound : (Manapallil, 2002)

Softening temperature to fusion temperature (45-43derajat)


Fusion temperatur (42,5 derajat)
Fusion temperature to mouth preparation (42,5-37 derajat)

Konduktivitas termal dari bahan ini adalah rendah, sehingga perlu waktu
tambahan untuk memperoleh pendinginan dan pemanasan yang sempurna dari
bahan compound. Penting bahwa bahan lunak merata pada saat sendok cetak
dimasukkan dan dingin menyeluruh dalam sendok cetak sebelum cetakan
dikeluarkan dari mulut. Biasanya air dingin dapat disemprotkan pada sendok
cetak ketika di dalam mulut, sampai compound mengeras merata sebelum
dikeluarkan. Kegagalan memperoleh bahan yang mengeras sempurna sebelum
dikeluarkan, dapat menghasilkan distorsi besar pada cetakan (Anusavice, 2004).
Rata-rata kontraksi linier compound cetak pada pendinginan dari
temperature mulut sampai temperature ruang 25 derajat C bervariasi antara
0,3% sampai 0,4%. Kesalahan yang disebabkan dari besarnya kontraksi ini tidak
bisa dihindari, dan merupakan kesatuan dari teknik (Anusavice, 2004).
Pelunakan compound cetak
Compound dapat dilunakkan secara pemanasan langsung (diatas api) atau
tidak langsung (didalam oven). Bila api langsung digunakan, compound tidak
boleh dibiarkan mendidih atau terbakar sehingga kandungan di dalamnya
menguap.Bila sejumlah besar compound, seperti yang dibutuhkan untuk
mencetak

seluruh

rahang,

hendak

dilunakkan,

disarankan

melakukan

perendaman dalam air. Perendaman terlalu lama atau terlalu panas dalam
rendaman air tidaklah diindikasikan; compound dapat menjadi rapuh dan berbutir
bila beberapa kandungan berberat molekul rendah terlepas dari bahan (Gowri)

Pelunakan compound adalah satu-satunya cara mengeluarkan model dari


compound cetak setelah stone mengeras. Metode yang dianjurkan adalah
merendam bahan cetak dalam air hangat sampai compound cukup lunak
sehingga dapat dipisahkan dengan mudah dari model (Anusavice, 2004).
Aliran
Setelah compound melunak, dan selama periode dicetakkan ke jaringan
mulut, bahan harus dengan mudah mengalir untuk menyesuaikan dengan
jaringan sehingga setiap detail dan tanda-tanda dalam mulut terpindahkan
secara akurat. Di lain pihak, bila jumlah aliran pada temperature mulut terlalu
besar, distorsi dapat terjadi ketika cetakan dikeluarkan dari mulut (Anusavice,
2004).
Distorsi
Relaksasi dapat terjadi baik selama waktu yang boleh dikatakan amat
singkat atau dengan peningkatan temperature. Hasilnya adalah kerusakan atau
distorsi cetakan. Untuk meminimalkan distorsi, prosedur paling aman adalah
melakukan pendinginan bahan cetak dengan seksama sebelum dikeluarkan dari
mulut dan membuat hasil cor atau die secepat mungkin setelah cetakan
diperoleh, sedikitnya dalam waktu satu jam (Anusavice, 2004).
Aplikasi bahan Compound
Bahan cetak ini digunakan untuk mencetak edentolus pasien, juga bisa
digunakan dalam konservasi gigi untuk mencetak single tooth (Anusavice, 2004)
Keuntungan (Manapallil, 2002)
1. Bahan cetak dapat digunakan kembali (pada pasien yang sama) pada
kasus yang terjadi kesalahan
2. Ketidakakuratan dapat diperbaiki kembali tanpa bahan cetak yang baru
3. Akurasi dapat ditingkatkan dengan menyala bahan permukaan
4. Bahan ini cukup baik untuk mendukung cetakan itu sendiri terutama
di bagian tepi (peripheral), yang tidak akanmudah patah meski tanpa
didukung oleh sendok cetak.
Kerugian (Manapallil, 2002)
1. Sulit mendapatkan rekaman secara detail karena high viskositas

2.
3.
4.
5.

Menekan jaringan (mucocompression)


Berubah karena kecilnya stabilitas dimensi
Sulit dikeluarkan dari mulut bila ada beberapa daerah undercut
Kemungkinan bisa terjadi overextension terutama didaerah peripheral

Referensi
Annusavice, Kenneth J. 2003. Buku Ajar Ilmu Biomaterial Kedokteran
Gigi. Jakarta: EGC.
Manappallil,J.J. 2002. Basic Dental Materials, 2nd edition. Jaypee Brothers
Medical Publishers (P)