Anda di halaman 1dari 7

Komposit Polimer Ceramic

"Composite" mengacu pada campuran. Dalam ilmu material, yang komposit


merupakan campuran dihasilkan dari setidaknya dua dariberbagai kelas bahan, yaitu,
logam, keramik, dan polimer. Komposit gigi sangat kompleks, bahan pengisi terdiri dari
polimer sintetis, partic-ulate pengisi penguat keramik, molekul yang mendorong atau
memodifikasi reaksi polimerisasi yang menghasilkan matriks yang terkait polimer dari
dimetakrilat resin monomer, dan kopling silan agen yang memperkuat ikatan pengisi
untuk polimer matriks. Setiap komponen dari komposit sangat penting untuk
keberhasilan restorasi gigi akhir. Namun, Perkembangan yang paling signifikan dalam
evolusi komposit komersial sampai saat ini akibat langsung dari modifikasi komponen
filler. Komposit gigi telah dianggap diterima restoratif bahan untuk aplikasi anterior bagi
banyak tahun. Mereka gigi-pencocokan kemampuan dan kurangnya logam merkuri telah
menyebabkan mereka untuk dipromosikan sebagai tambahan atau pengganti amalgam
gigi dalam pemulihan gigi-geligi posterior. Meskipun tidak diterima secara universal oleh
profesi, yang terus fine tunig dari formulasi komposit oleh produsen bahan kedokteran
gigi memiliki produksi bahan untuk digunakan lebih luas di gigi-geligi posterior.
Perubahan ini memiliki terutama melibatkan penggunaan pengisi kaca radiopak yang
mampu dari yang ditumbuk atau dibentuk menjadi partikel yang sangat halus ukurannya,
sehingga meningkatkan poles dan melawan abrasi intra-oral dari komposit yang
dihasilkan. Hasil dari uji klinis jangka panjang sangat menguntungkan, maksudnya
menunjukkan bahwa ketika komposit ditempatkan secara tepat, komposit bisa
menghasilkan

estetik

restorasi

posterior

dengan

baik

dan berumur panjang (el-Mowafy et ai, 1994; Taylor et al, 1994).


-

Fungsi :
Biasanya digunakan sebagai bahan restorasi gigi sebagai fungsi utama,
dikarenakan sifat komposit polimer keramik yang banyak menguntungkan
meskipun komposit polimer sendiri dapat digunakan sebagai bahan semen.
Namun, fungsi ini jarang digunakan mengingat harga dari komposit polimer

keramik yang cenderung mahal.


Sifat :
Memiliki biokompatibilitas yang baik

Memiliki estetik yang baik (sewarna dengan gigi)


Mampu menahan daya tekan dengan baik
Mampu bertahan lama
Kelebihan
:
Tahan lama
Tidak mengiritasi jaringan
Estetiknya baik (sewarna dengan gigi)
Kekurangan :
Harganya mahal

a. Semen Ionomer Kaca

Gambar 5. Contoh produk Semen Ionomer Kaca


Sumber: http://solutions.3mindia.co.in/wps/portal/3M/en_IN/3M-ESPEAsia/
dental-professionals/products/category/cement/ketac-cem-easymix/

Semen Ionomer Kaca merupakan salah satu bahan restorasi plastis di bidang
kedokteran gigi yang perkembangannya paling menarik, bahan ini ditemukan oleh
Wilson dan kenk tahun 1972 sebagai bahan pertama yang paling praktis, sewarna dengan
gigi dan beradhesi secara kimiawi walaupun versi awalnya tidak baik dan alur dalam
cairan mulut.
- Kegunaan Semen Ionomer Kaca
1. Tipe I : Luting Cement
Semen ini berguna untuk merekatkan gigi mahkota atau jembatan,
tumpatan

tuang

dan alat-alat ortodonti cekat.Semen perekat ini

mencegah kebocoran tepi restorasi dan lapisan semen harus dibuat


setipis-tipisnyaagar tidak terlarutkan oleh cairan mulut.
2. Tipe II : Restorative Cement
Guna semen ini sebagai tumpatan estetik sewarna dengan gigi

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Tipe III: Liner and Basis Cement


Tipe IV: Fissure sealants
Tipe V : Orthodontic Cements
Tipe VI : Core build up
Tipe VII : Fluoride releasing
Tipe VIII : ART(atraumatic restorative technique)
Type IX : Deciduous teet

Komposisi
Semen ini adalah sistem bubuk cairan, yang berbentuk karena reaksi antara kaca

alumino-silikat dengan asam poliakrilat yang sering disebut aluminosilikat poyacrilic


acid (ASPA). (Williams dalam Lubis, F.L. 2004). Semen glass ionomer digunakan karena
semen ini dapat berikatan secara fisikokomiawi baik pada email maupun pada dentin.
Ikatan ini terjadi karena ikatan yang mula-mula diduga ikatan kimia antara jaringan email
dengan semen glass ionomer ternyata ditemukan adanya gerakan molekul-molekul. Sifat
semen glass ionomer yang hidrofilik mampu berikatan dengan dentin yang selalu dalam
keadaan sedikit basah. Semen glass ionomer melepaskan ion fluor dalam jangka cukup
lama sehingga dapat menghilangkan sensitivitas dan mencegah terjadinya karies
sekunder (Sidharta, 1991). Semen glass ionomer mampu menutupi tubuli dentin guna
mencegah reaksi pulpa terhadap asam fosfat (Andreaus, 1987).
1. Komposisi Bubuk
Bubuk yang digunakan pada dasarnya bubuk gelas kalsium aluminosilikat yang
mengandung fluor. Ukuran partikel gelas bervariasi antara 19 mm untuk luting
cement maupun semen dasar sampai 45 jam untuk restorasi. Semakin halus
partikel gelas maka reaksi pengerasan akan semakin cepat, kekuatan semakin
besar dan permukaan semen akan lebih halus. Bila kandungan lebih banyak
silikat, semen terlihat lebih translusen, tetapi bila lebih banyak kalsium fluorida
atau alumina, semen terlihat radioopak. Kandungan fluor dalam semen glass
ionomer merupakan keuntungan dalam menurunkan temperatur fusi dan dapat
mencegah terjadinya karies sekunder, Namun penambahan bahan ini dapat
menurunkan kekuatan semen (Wilson & McLean, 1988).
2. Cairan
Cairan dalam semen glass ionomer adalah larutan poliakrilik yang merupakan
polimer asam karboksilat tidak jenuh yang dikenal sebagai asam polialkenoat.

Semen glass ionomer yang menggunakan asam poliakrilik memiliki setting time
yang panjang, ditambahkan asam tartar yang juga dapat mengakibatkan
translusensi semen menjadi lebih baik. Gel yang terjadi dapat dicegah dengan
menggunakan larutan yang mengandung kopolimer asam akrilat dan asam
itakonat (Wilson & McLean, 1988; Katsuyama, 1993). Air merupakan unsur yang
berfungsi sebagai media terjadinya reaksi pengerasan dan melembabkan hasil
reaksi. Kandungan air yang terlalu banyak melemahkan semen, namun bila terlalu
sedikit akan mengurangi reaksi pengerasan (Wilson & McLean, 1988; Phillips,
1991)
-

Sifat-sifat Semen Glass Ionomer


Semen glass ionomer mempunyai sifat-sifat (Wilson & McLean, 1988:
Katsuyama, 1993):

1. Koefisien ekspansi termal


Kestabilan dimensi semen glass ionomer sangat baik karena bahan ini mempunyai
koefisien termal sebesar 14 ppm/oC yang mendekati koefisien ekspansi termal
struktur gigi.
2.

Kekuatan regang (tensile strength)


Kekuatan regang semen glass ionomer adalah 17Mpa. Nilai ini paling rendah
diantara bahan restorasi. Hal tersebut menunjukan bahwa bahan ini kurang
mampu menahan tegangan.

3. Kekuatan Kompresif (compressive strength)


Kekuatan kompresif semen glass ionomer adalah 188 Mpa. Nilai ini menunjukan
bahwa glass ionomer cukup mampu menahan tekanan.
4. Pengerutan pada saat pengerasan (shrinkage)
Semua jenis semen mengerut pada saat pengerasan. Pengerutan semen glass
ionomer sangat kecil, sehingga bahan ini baik digunakan di dalam mulut.
5. Kelarutan (solubility)
Semen glass ionomer mempunyai tingkat kelarutan lebih rendah dibandingkan
semen silikat dan semen polikarboksilat. Hal yang menyebabkan kelarutan dalam
rongga mulut adalah lepasnya unsur-unsur semen yang bukan merupakan elemen

dalam pembentuk matriks dan prosedur serta teknik merestorasi yang kurang tepat
(Craig, 2002).
6. Hidrasi dan dehidrasi
Selama reaksi pengerasan tahap awal, semen glass ionomer sangat mudah
mengalami dehidrasi. Penyerapan air oleh semen pada awalnya lebih besar
daripada semen silikat dan semen polikarboksilat, namun lama kelamaan menurun
menjadi paling rendah (Craig, 2002).
7. Waktu pengerasan (setting time)
Waktu pengerasan semen glass ionomer konvensional kira-kira 2-5 menit. Lama
pengadukan dengan teknik dengan tangan adalah 30 detik. Bila semen dalam
bentuk kapsul diaduk dengan alat khusus, mulai saat pengaktifan kapsul sampai
semen dimasukkan ke dalam semprit berlangsung selama 10 detik. Pengisian ke
dalam kavitas harus selesai dalam 2 menit sejak dimulai pengadukan. Sebelum
pengulasan fernis, matriks dapat dilepas 5 menit setelah pengisian.
8. Adhesif
Sifat adhesif semen glass ionomer mengakibatkan ikatan yang terjadi antara
semen dengan jaringan gigi adalah ikatan kimia. Retensi dan adaptasi semen glass
ionomer didapatkan secara kimia yaitu suatu ikatan yang menyangkut interaksi
elektrostatik antara gugus karboksilat pada asam poliakrilik dan ion kalsium pada
permukaan gigi (Katsuyama, 1993).
9. Wetting ability
Semen glass ionomer memiliki wetting ability yang baik pada permukaan dentin,
sehingga memberikan kemudahan sementasi dan adaptasi marginal yang lebih
baik dan hermetis. Daya alir semen glass ionomer lebih tinggi dibandingkan
semen polikarboksilat dan semen polikarboksilat dan semen fosfat (Katsuyama,
1993).
-

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan
a. Tahan terhadap penyerapan air dan kelarutan dalam air
b. Kemampuan berikatan dengan email dan dentin
c. Memiliki angka retensi gigi
d. Biokompabilitas

e.
f.
g.
h.
i.

Estetika (penambahan radio opak untuk penyamaan warna dengan gigi)


Mempunyai kekuatan kompresi yang tinggi.
Bersifat adhesi.
Tidak iritatif
Mengandung fluor sehingga mampu melepaskan bahan fluor untuk

mencegah karies lebih lanjut.


j. Mempunyai sifat penyebaran panas yang sedikit.
k. Daya larut yang rendah.Bersifat translusent atau tembus cahaya.
l. Perlekatan bahan ini secara fisika dan kimiawi terhadap jaringan dentin dan
email.
m. Di samping itu, semen glass ionomer juga bersifat bikompabilitas,
yaitu menunjukkan efek biologis yang baik terhadap struktur jaringan gigi dan
pulpa. Kelebihan lain dari bahan ini yaitu semen glass ionomer mempunyai
sifat anti bakteri, terutama terhadapkoloni streptococcus mutant (mount, 1995).
Kekurangan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
-

Tidak dapat menahan tekanan kunyah yang besar


Tidak tahan terhadap keausan
Daya lekat pasta lebih kecil terhadap dentin
Setelah restorasi butuh proteksi
Kekerasan kurang baik
Rapuh dan sensitive terhadap air pada waktu pengerasan
Dapat larut dalam asam dan air

Manipulasi
Pengadukan bubuk cairan semen glass ionomer untuk restorasi kavitas ada dua

cara, yaitu pengadukan dilakukan dengan tangan di atas glass slab atau paper slab atau
bubuk dan cairan disimpan dalam kapsul, diaduk dengan alat khusus.\ Pengadukan semen
glass ionomer untuk pelapis dilakukan dengan tangan. Tempat bubuk diketuk-ketuk
supaya padat dan merata. Konsistensi campuran ini dapat dengan mencampurkan satu
takaran khusus dengan satu tetes cairan. Bubuk dan cairan diaduk diatas paper slab atau
glass slab. Pengadukan dilakukan dengan menggunakan spatula yang terbuat dari plastik
atau spatula agate. Untuk pengadukan yang cepat, bubuk dibagi dalam 2-3 bagian,
pengadukan berlangsung 20-30- detik. Masalah yang dihadapi pada pengadukan dengan
tangan adalah kesulitan dalam menentukan proporsi bahan yang tepat. Untuk cairan,
ukuran yang tepat dapat dicapai dengan menggunakan alat semprit yang dilengkapi
kalibrasi. Ukuran bubuk yang tepat diperoleh dengan menggunakan sendok khusus yang

disediakan pabrik. Bubuk harus mengisi penuh sendok tersebut. Kelebihan bubuk pada
sendok pengukur dibuang dengan menyamakan tinggi permukaan bubuk dan tepi sendok.
Pengadukan dilakukan diatas glass slab dingin karena dapat memperlambat waktu
pengerasan sehingga waktu kerja menjadi lebih panjang. Penggunaan glass slab yang
tebal juga dianjurkan karena efek panas yang timbul dapat diserap dan juga mudah
mengamati kelembaban yang terjadi pada kondensasi semen. Untuk menghindari adanya
udara terperangkap, cara pengadukan dengan permukaan seluas mungkin. Bentuk adukan
pasta yang ideal untuk pelapis adalah cair seperti susu kental (Wilson & McLean, 1988;
Katsuyama, 1993).