Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

AKUNTANSI PERGURUAN TINGGI DAN UNIVERSITAS PRIVAT

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 1
1.
2.
3.
4.
5.

NURUL HASANAH (4111101001)


DITA RIDIASRINI (4111101002)
RIZKA DESTIANA (4111101003)
IMAS TINI RAMDHAYANI (4111101004)
ROSSI CHANDRA (4111101032)

Batam, 4 Oktober 2014

ORGANISASI NONLABA NONPEMERINTAHAN


AKUNTANSI SEKOLAH TINGGI DAN UNIVERSITAS PRIVATE
(ACCOUNTING FOR PRIVAT NOT-FOR-PROFIT COLLEGES AND
UNIVERSITY)

1.

Pengertian Organisasi Nonlaba Privat Perguruan Tinggi dan Universitas


(Privat NFP Colleges and Universities)
Organisasi non laba non pemerintahan adalah organisasi yang bukan merupakan
badan-badan pemerintahan (baik itu pemerintah pusat, daerah, dan unit-unit kerja),
melainkan organisasi nonlaba nonpemerintah meliputi organisasi sukarelawan, rumah
sakit, sekolah tinggi, dan universitas, serta organisasi-organisasi lainnya (yayasan,
lembaga swadaya masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi politik dan lain
sebagainya).
Tujuan utama sekolah tinggi dan universitas adalah memberikan jasa pendidikan
seperti entitas pemerintahan, sekolah tinggi dan universitas privat sering memberikan
jasa berdasarkan keinginan masyarakat dan pembiayaan paling tidak sebagian dari
masyarakat tanpa referensi kepada siapa yang meraih keuntungan. Otoritas utama
prinsip akuntansi untuk sekolah tinggi dan universitas adalah the financial accounting
standards board telah digabungkan dengan audit and accounting guide NPOs, yang
memberikan petunjuk tentang akuntansi dan laporan keuangan untuk sekolah tinggi dan
universitas swasta.

2.

Pendapatan
2.1

Uang pengajaran dan Uang Kuliah (Tuition and Fees)


Sekolah tinggi dan universitas privat, mengakui penuh menilai jumlah uang
pengajaran dan uang kuliah (bersih dari refunds) dari mahasiswa sebagai revenue.
Uang pengajaran dan uang kuliah. Pembatalan uang pengajaran dan uang kuliah
untuk beasiswa menunjukkan akun lawan pendapatan, sementara estimasi piutang
ragu-ragu dicatat sebagai biaya support institusi.

2.2

Dana bantuan dari pemerintah (Appropriation from Governments)


Apropriasi yang diterima termasuk dana / asset tak bersyarat untuk operasi
kini, dari legislative atau otoritas pajak. Institusi boleh mengklasisfikasikan
apropriasi bersyarat sebagai tidak bersyarat bila perubahannyatanpa melalui
proses di legislative.

2.3

Bantuan dana mahasiswa, kontribusi dan bantuan lain (students financial aid,
contributions and endowments)
a.

Dana untuk mahasiswa/beasiswa (student financial aid)


Universitas sering mendapat dana bantuan dari pihak ketiga yang direncanakan
untuk dipakai oleh mahasiswa untuk menutup biaya pendidikan. Misalnya
Cane College menerima federal grant melalui pell grant sebesar $ 150,000
untuk mahasiswa. Cane college menggunakan aturan agency untuk menahan
dana sampai digunakan oleh mahasiswa. Dana tersebut tidak dianggap sebagai
pendapatan oleh sekolah tinggi.

b.

Kontribusi (Contribution)
Universitas mencatat kontribusi yang tidak mempunyai spesifikasi sehubungan
dengan periode waktu atau tujuan penggunaan seperti unrestricted revenue,
dimana mereka harus mencatat kontribusi hanya dibelanjakan setelah point
waktu atau tujuan khusus sebagai

temporerarily restricted. Cane College

menerima kontribusi sejumlah $ 200,000; unrestricted sejumlah $ 225,000;


dan $ 75,000 untuk renovasi gymnasium.
c.

Dana Abadi (endowments)


Universitas mencatat kontibusi (dana abadi) dari principal yang harus
dipegang dalam waktu yang tidak terbatas tetapi pendapatannya dapat
digunakan untuk tujuan dibatasi atau tak bersyarat seperti kontribusi special
yang disebut dana abadi. Dana abadi pokok adalah dibatasi permanen,
sementara pendapatan dana abadi boleh diperlakukan tak bersyarat atau
dibatasi.

2.4

Pendapatan lain-lain
Pendapatan dari jasa fakultas (auxiliary enterprices) termasuk jumlah yang
diterima dalam penyediaan fasilitas dan jasa pada fakultas , staf dan mahasiswa.
Termasuk jumlah yang dibebankan atas gedung pertemuan (residence hall),
kantin (food services), atletik antar universitas (intercollegiate athletics) dan
organisasi mahasiswa (college union), seperti penjualan dan penerimaan dari toko
universitas (college stores), tukang cukur (barber shop), gedung bioskop dan lain
sebagainya.

3.

Biaya biaya dan Pembelian Aset


3.1

Biaya-Biaya (Expenses)
Untuk

tujuan

laporan

keuangan,

sekolah

tinggi

dan

universitas

mengklasifikasikan biaya tak bersyarat dengan luas, baik pendidikan dan umum
atau pendapatan, biaya, dan perubahan dalam asset bersih.
Klasifikasi fungsional termasuk berikut ini:

Instruksi, biaya untuk program instruksi.

Research, biaya untuk menghasilkan pendapatan riset

Public service, biaya dalam aktifitas untuk menghasilkan jasa non instruksional
kepada grup eksternal.

Academic support, biaya untuk menyelenggarakan support terhadap instruksi,


riset dan publikasi

Students services, jumlah-jumlah yang dibelanjakan untuk administrasi dan


pendaftaran dan jumlah-jumlah yang dibelanjakan atas emosional mahasiswa
social dan kesehatan fisik.

Institusional support, jumlah yang dibelanjakan untuk administrasi dan rencana


jangka panjang universitas.

Operation and maintenance of plant, biaya untuk operasional serta pemeliharaan


peralatan perlengkapan

Student aid, biaya dari restricted or unrestricted funds dalam bentuk grants,
scholarships or fellowships to students.

3.2

Pembelian Peralatan dan Gedung (Purchase of Planet Assets)


Property, plant and equipment yang diperoleh oleh organisasi non laba
dengan sumber dana unrestricted atau restricted saat perolehan di catat sebagai
temporaty restricted, diklasifikasikan sebagai asset bila penyusutannya diakui.
Contoh :
Cana College membeli peralatan dengan unrestricted assets sejumlah $
35,000. Penyusutan tahun ini $ 3,500 dan peralatan tersebut di alokasikan sesuai
kategori fungsinya sebagai berikut.
Jurnal pencatatan transaksi tersebut adalah sebagai berikut :
Equipments

$ 35,000

Cash

$ 35,000

Untuk mencatat pembelian dengan dana unrestricted

4.

Laporan Keuangan Sekolah Tinggi dan Universitas


Laporan keuangan adalah merupakan refleksi dari kemampuan serta kinerja suatu
perusahaan organisasi karena laporan keuangan dibuat untuk diketahui oleh pihakpihak yang berkepentingan (stakeholder) yang dapat dijadikan seagai alat pengambilan
keputusan, penilaian dan kepercayaan terhadap organisasi yang membuat laporan
keuangan. Laporan keuangan universitas adalah sangat penting untuk dibuat apalagi
universitas merupakan bagian dari organisasi sektor publik maka laporan keuangannya
harus harus disajikan kepada publiknya (mahasiswa) selain sebagai bentuk
pertanggungjawaban secara finansial tetapi merupakan sesuatu agar dapat mendapat
kepercayaan oleh publiknya sehingga akuntabilitas serta transparasi dapat diwujudkan
dalam melaksanakan aktifitas universitas. Sebagaimana telah di sebutkan dimuka
bahwa universitas adalah merupakan organisasi sektor publik maka format struktur
kewenangannya adalah dalam bentuk akuntansi dana (fund accounting) serupa dengan
akuntansi dana untuk unit-unit pemerintah.
Keduanya mencatat pendapatan dan belanja untuk masing-masing dana,
menggunakan anggaran untuk merencanakan dan memonitor operasi, menggunakan
sistem encumbrances untuk mencatat pesanan pembelian yang dilakukan, memiliki
transaksi dan transfer antar-dana, dan menyajikan neraca serta laporan operasi untuk
periode berjalan.
Akan tetapi terdapat perbedaan antara keduanya terhadap dana yang diterima.
Akuntansi dana untuk universitas harus memisahkan antara restricted funds dan
unrestricted funds. Pembatasan (restriction) yang dimaksud berasal dari pihak eksternal
universitas. Pihak rektorat universitas juga dapat menyisihkan (designate) uang untuk
tujuan tertentu. Namun, rektorat tak dapat membatasi (restrict) penggunaan suatu dana,
bukan mengacu pada penyisihan dana secara internal.

Ada 3 laporan keuangan yang harus dibuat oleh Universitas:


1.

Statement of current fundss revenue, expenditures dan other changes

2.

Statement of change in funds balance

3.

Balance sheet (Combined)

Unrestricted Current Funds


Unrestricted Current Funds mencatat dana yang dapat dibelanjakan untuk

menjalankan aktivis utama universitas dan yang penggunaannya tidak dibatasi untuk
tujuan tertentu. Unrestricted Current Funds serupa dalam tujuannya dengan general
funds dan entitas pemerintah. Dasar akuntansi untuk Unrestricted Current Funds adalah
dasar akrual, seperti yang digunakan untuk entitas komersial.Namun, sebagai ganti laba
bersih (net income), selisih antara pendapatan dan belanja dicatat sebagai net change to
fund balance.
Bagian keuangan dan universitas biasanya menyiapkan rincian anggaran
menurut fungsi, objek, departemen dan kelompok belanja. Pencatatan ayat jurnal untuk
anggaran ini serupa dengan yang dicatat dalam akuntansi pemerintahan, namun dengan
sedikit perbedaan : sebagai ganti rugi budgetary fund balance untuk selisih antara
anggaran pendapatan dan belanja ( budgeted revenue and expenditures ), universitas
menggunakan akun yang dinamakan Unallocated Budget Balance.

Format ayat jurnal anggaran adalah sebagai berikut :


Unrealized Revenue

xxxx

Estimated Expenditure

xxxx

Unallocated Budget Balance

xx

Ayat jurnal anggaran tersebut ditutup pada akhir periode.


Selain itu, seperti tellah disinggung sebelumnya, akuntansi dana untuk universitas
juga menggunakan sistem encumbrences untuk mencatat pesanan pembelian yang
dilakukan dilakukan. Dengan sistem ini, ketika dilakukan pesanan pembelian maka
dicatatlah ayat jurnal berikut:
Encumbrences

xxxx

Eserved for Encumbrences

xxxx

Setelah pesanan diterima maka jurnal diatas dibalik senilai proporsi pesanan yang
diterima, dan dilakukan pencatatan atas nilai pesanan yang sebenarnya diterima:
Reserved for Encumbrences xxxx
Encumbrences
Expenditures
Cash

xxxx
xxxx
xxxx

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Akuntansi Dana untuk Universitas
1.

Pendapatan dan Belanja


Sehubungan dengan pendapatan (revenue) dan belanja (expenditures) dalam
akuntansi dana untuk universitas terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Remisi Uang Kuliah dan Piutang Tak Tertagih
Uang kuliah (tuition and fees) adalah sumber pendapatan utama dan unrestricted
current fund. Dalam akuntansi dana untuk universitas, jumlah uang kuliah yang
seharusnya terkumpul berdasarkan tarif standar diakui secara penuh sebagai
pendapatan. Beasiswa dan remisi uang kuliah yang diberikan universitas,
termasuk piutang tak tertagih dicatat sebagai belanja. Meskipun banyak beasiswa
yang terdapat di sebuah universitas, dalam unrestricted current fund hanya dicatat
beasiswa yang disponsori langsung oleh universitas. Beasiswa lain yang berasal
alumni atau perusahaan yang dikelola oleh universitas dicatat dalam kelompok
dana (fund) yang lain.
- Pengembalian Uang Kuliah
Akuntansi dana untuk universitas mengharuskan pengembalian uang kuliah
(untuk mahasiswa yang mengundurkan diri) dicatat sebagai pengurangan
pendapatan. Ketika pengembalian kepada mahasiswa tersebut disetujui,
universitas mendebit pendapatan pendapatan dan uang kuliah dan mengkredit kas
atau piutang.
- Sesi perkuliahan yang Berlangsung pada Dua Periode
Suatu sesi perkuliahan mungkin dimulai pada satu periode berjalan namun baru
diselesaikan pada periode berikutnya. Akuntansi dana untuk universitas
mengharuskan bahwa uang kuliah yang dipungut untuk sesi perkuliahan tersebut
diakui sebagai pendapatan pada periode dimana sesi perkuliahan tersebut paling
banyak diselenggarakan, bersama dengan seluruh belanja yang berhubungan
dengan sesi perkuliahan tersebut. Jika uang kuliah dipungut pada periode berjalan
namun sesi perkuliahan kebanyakan diselenggarakan pada periode berikutnya,
maka universitas mencatat pemungutan uang kuliah sebagai debit pada kas dan
kredit pada pendapatan tangguhan. Pendapatan tangguhan, beserta belanja
tangguhan sesungguhnya pada periode berikutnya.

2.

Transfer dan penyisihan dana


Seperti dalam akuntansi pemerintahan, akuntansi dana untuk universitas juga
memiliki beragam transfer antar_dana. Namun dalam akuntansi dana untuk

universitas terdapat istilah khusus yaitu mandatory transfer dan nonmendatoy


transfer. Mandatory transfer adalah transfer dan current funds ke dana (funds)
lainnya untuk memenuhi ketentuan dan pihak eksternal dalam suatu perjanjian.
Nonmandatory transfer adalah trandfer serupa namun ditentikan sendiri oleh
pihank unviversitas untuk berbagai tujuan. Nonmandatory transfer juga dapat
dilakukan dan dana (funds) lainnya ke dalam current funds. Mandatory dan
nonmandatory transfer dilaporkan secara terpisah dalam laporan keuangan yang
berhubungan dengan current funds serupa dengan transfer antar-dana dalam
akuntansi pemerintahan.
Rektorat universitas juga dapat menyisihkan uang dalam unrestricted current fund
untuk tujuan tertentu di masa depan. Penyisihan yang disebut board-designed
funds mi adalah penyisihan internal yang serupa dengan penyisihan laba ditahan
dalam entitas komersial. Rektorat dapat menetapkan atau mencabut penyisihan
tersebut menurut kebijakannya sendiri.
3.

Investasi
Investasi dilaporkan pada nilai wajar dalam neraca suatu institusi publik,
pendapatn investasi, termasuk perubahan dalam nilai wajar investasi untuk
periode berjalan, harus dilaporkan sebagai pendapatan dalam laporan operasi
entitas yang sesuai.

4.

Pemasukan
Universitas mencari pemasukan dan alumni, perusahaan, dan lembaga eksternal
untuk memperbaiki program dan aktivitas pendidikannya. Selain itu, universitas
juga dapat mencari pemasukan tambahan dan lembaga-lembaga internalnya.
Lembaga-lembaga yang menjadi bagian integral dan universitas juga memiliki
current funds serta dana-dana lainnya yang disatukan dalam laporan keuangan
universitas.
Yang perlu diperhatikan adalah pemisahan antara restricted contribution dengan
unrestricted contributions. Restricted contributions yang diterima dicatat dalam
restricted current funds dan dibelanjakan sesuai dengan batasannya.
Unrestricted contributions dicatat dalam unrestricted current funds dan
dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan unversutas yang telah ditentukan oleh
rektorat. Beberapa pemasukan dapat berbentuk dana abadi dimana pokok dananya
harsu dikelola selama periode tertentu. Pemasukan ini dicatat dalam endowment
fund terpisah. Pemasukan yang berupa properti diakui sebagai pendapatan pada

nilai wajarnya. Sedangkan pemasukan yang berupa jasa, seperti jasa dan
mahasiswa lama untuk melaksanakan program orientasi bagi mahasiswa baru,
biasanya tidak dicatat oleh universitas.
5.

Depresiasi
Semua organisasi nirlaba, termasuk universitas harus melaporkan depresiasi
dalam laporan keuangan untuk tujuan eksternalnya. Depresiasi harus dilaporkab
sebagai belanja dalam dana yang menggunakan saet yang bersangkutan selama
periode berjalan. Serupa dengan general fund dalam akuntansi pemerintahan,
current funds juga dapat mengakuisisi aset, namun terbatas pada aset
lancar/jangka pendek. Jadi tidak ada aset jangka panjang yang dilaporkan dalam
current funds. Aset jangka panjang dilaporkan dalam plant funds terpisah yang
digunakan untuk mencatat akuisisi aset tetap dengan dana yang berasal baik dan
current funds maupun plant funds sendiri. Akan tetapi untuk akuisisi aktiva tetap
dalam nilai yang besar tidak boleh menggunakan dana yag berasal dari current
funds, namun harus menggunakan dana yang berasal dari plant funds dan dicatat
dalam plant funds juga

Restricted Current Fund


Dana Dalam Restricted current dapat digunakan untuk tujuan operasional dari
universitas sesuai batasan yang ditetapkan pihak eksternal yang mensponsori
dana tersebut. Restricted Current Fund dalam akuntansi dana untuk universitas
setiap tujuannya dengan special revenue funds dalam akuntansi pemerintah.
Penerimaan dana dengan batasan dicatata sebagai peningkatan dalam kas dan
fund balance, namun tidak diakui sebagai pendapatan sampai ketentuan yang
membatasi penggunanan dana tersbut dipenuhi dan dana dibelanjakan sesuai
dengan vara yang telah ditetapkan.

5.

PENGERTIAN PENDAPATAN
Merupakan kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan
peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban yang telah terjadi dan dapat diukur
dengan andal. Pendapatan diklasifikasikan sebagai pendapatan akademik dan
nonakademik. Pendapatan akademik adalah pendapatan yang diterima dari aktivitas
tridharma perguman tinggi.
Pendapatan nonakademik adalah pendapatan yang diterima di luar dari aktivitas
akademik. Pendapatan akademik yang diperoleh dari mahasiswa diakui secara
proporsional pada saat realisasi jasa. Sedangkan pendapatan yang berasal dari
sumbangan dan hibah diakui pada saat penerimaan sumbangan dan hibah.
Pendapatan nonakademik yang berasal dari jasa pelatihan dan konsultasi diakui
pada saat realisasi jasa telah terpenuhi sesuai nilai kontrak atau perjanjian dengan
pihak ketiga.
Pengeluaran Merupakan penurunan ekonomi di masa depan yang berkaitan
dengan penurunan aktiva ataupeningkatan kewajiban yang telah terjadi dan dapat
diukur dengan andal. Pengeluaran diklasifikasikan sebagai pengeluaran akademik dan
nonakademik. Pengeluaran akademik adalah pengeluaran yang timbul dari aktivitas di
luar aktivitas akademik. Pengeluaran non akademik adalah pengeluaran yang aktivitas
di luar aktivitas akademik.

6.

Laporan Kuangan

1.

Laporan Posisi Keuangan / Neraca


Laporan ini bertujuan untuk menyediakan informasi mengenai aset, kewajiban,
dan aset bersih dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut pada
waktu tertentu. Informasi ini dapat membantu para penyumbang, anggota organisasi,
kreditur dan pihak-pihak lain untuk menilai:
a. kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan, dan
b. likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhi kewajibannya, serta
kebutuhan pendanaan eksternal.
Lebih lanjut, komponen dalam laporan posisi keuangan mencakup:
Aset
a. Kas dan setara kas;
Bila ada kas atau aset lain yang dibatasi penggunaanya oleh penyumbang, maka hal
ini harus disajikan
terpisah dari kas atau aset lain yang tidak terikat penggunaannya.
b. Piutang (misalnya: piutang pasien, pelajar, anggota, dan penerima jasa yang lain);
c. Persediaan;
d. Sewa, asuransi, dan jasa lainnya yang dibayar di muka;

e. Surat berharga/efek dan investasi jangka panjang;


f.

Tanah, gedung, peralatan, serta aset tetap lainnya yang digunakan untuk
menghasilkan barang dan jasa, dan lain-lain.
Bila dilihat dari susunan tersebut, dapat dipahami bahwa penyajian aset pada

laporan posisi keuangan suatu organisasi nirlaba juga diurutkan berdasarkan


likuiditasnya kemampuan suatu aset untuk dengan mudah dikonversi menjadi kas.
Liabilitas
a. Utang dagang;
b. Pendapatan diterima dimuka;
c. Utang jangka panjang, dan lain-lain
Dalam penyajiannya, liabilitas tetap diurutkan berasarkan masa jatuh temponya.
Aset Bersih
a. Aset bersih tidak terikat. Aset bersih jenis ini umumnya meliputi pendapatan dari
jasa, penjualan barang, sumbangan, dan dividen atau hasil investasi, dikurangi beban
untuk memperoleh pendapatan tersebut. Batasan terhadap penggunaan aset bersih
tidak terikat dapat berasal dari sifat organisasi, lingkungan operasi, dan tujuan
organisasi yang tercantum dalam akte pendirian, serta dari perjanjian kontraktual
dengan pemasok, kreditur dan pihak lain yang berhubungan dengan organisasi.
b. Aset bersih terikat temporer. Pembatasan ini bisa berupa pembatasan waktu maupun
penggunaan, ataupun keduanya. Contoh pembatasan temporer ini bisa berlaku
terhadap (1) sumbangan berupa aktivitas operasi tertentu, (2) investasi untuk jangka
waktu tertentu, (3) penggunaan selama periode tertentu dimasa depan, atau (4)
pemerolehan aset tetap. Informasi mengenai jenis pembatasan ini dapat disajikan
sebagai unsur terpisah dalam kelompok aset bersih terikat temporer atau disajikan
dalam catatan atas laporan keuangan.
c. Aset bersih terikat permanen. Pembatasan ini bisa dilakukan terhadap (1) aset seperti
tanah atau karya seni yang disumbangkan untuk tujuan tertentu, untuk dirawat dan
tidak untuk dijual, atau (2) aset yang disumbangkan untuk investasi yang
mendatangkan pendapatan secara permanen. Kedua jenis pembatasan ini dapat
disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aset bersih yang penggunaannya
dibatasi secara permanen atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.

2.

Laporan Aktivitas
Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai
pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aset bersih,
hubungan antar transaksi, dan peristiwa lain, dan bagaimana penggunaan sumber daya
dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa. Perubahan aset bersih dalam laporan
aktivitas biasanya melibatkan 4 jenis transaksi, yaitu (1) pendapatan, (2) beban, (3)
gains and losses, dan (4) reklasifikasi aset bersih. Seluruh perubahan aset bersih ini
nantinya akan tercermin pada nilai akhir aset bersih yang disajikan dalam laporan posisi
keuangan.
Adapun informasi dalam laporan ini dapat membantu para stakeholders untuk:
a. mengevaluasi kinerja organisasi nirlaba dalam suatu periode,
b. menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dan memberikan jasa,
dan
c. menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer.

Secara umum, ketentuan dalam Laporan Aktivitas adalah sebagai berikut:


Pendapatan disajikan sebagai penambah aset bersih tidak terikat, kecuali jika
penggunaannya dibatasi oleh penyumbang.
Beban disajikan sebagai pengurang aset bersih tidak terikat.
Sumbangan dapat disajikan sebagai penambah aset bersih tidak terikat, terikat
permanen, atau terikat temporer, tergantung pada ada tidaknya pembatasan.
Jika ada sumbangan terikat temporer yang pembatasannya tidak berlaku lagi dalam
periode yang sama, maka sumbangan tersebut dapat disajikan sebagai sumbangan
tidak terikat sepanjang disajikan secara konsisten dan diungkapkan sebagai
kebijakan akuntansi.
Keuntungan dan kerugian dari investasi dan aset (atau kewajiban) lain diakui sebagai
penambah atau pengurang aset bersih tidak terikat, kecuali jika penggunaannya
dibatasi.
Selain dari ketiga jenis aset bersih yang ada sebagaimana dijelaskan sebelumnya,
organisasi nirlaba tetap berpeluang untuk menambah klasifikasi aset bersih
sekiranya diperlukan. Klasifikasi ini bisa dilakukan menurut kelompok operasi atau
non-operasi, dapat dibelanjakan atau tidak dapat dibelanjakan, telah direalisasi atau
belum direalisasi, berulang atau tidak berulang, atau dengan cara lain yang sesuai
dengan aktivitas organisasi.

Lebih lanjut, komponen dalam laporan aktivitas mencakup:


Pendapatan
a. Sumbangan;
b. Jasa layanan;
c. Penghasilan investasi.
Semua pendapatan tersebut disajikan secara bruto. Namun, khusus untuk
pendapatan investasi dapat disajikan secara neto dengan syarat beban-beban terkait,
seperti beban penitipan dan beban penasihat investasi, diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan. Komponen lain yang juga disajikan dalam jumlah neto adalah
keuntungan dan kerugian yang berasal dari transaksi insidental atau peristiwa lain yang
berada di luar pengendalian organisasi dan manajemen. Misalnya, keuntungan atau
kerugian penjualan tanah dan gedung yang tidak digunakan lagi.

Beban
a) Beban terkait program pemberian jasa. Aktivitas terkait dengan beban jenis ini
antara lain aktivitas untuk menyediakan barang dan jasa kepada para penerima
manfaat, pelanggan, atau anggota dalam rangka mencapai tujuan atau misi
organisasi.
b) Beban terkait aktivitas pendukung (meliputi semua aktivitas selain program
pemberian jasa). Umumnya, aktivitas pendukung mencakup:

Aktivitas manajemen dan umum, meliputi pengawasan, manajemen bisnis,


pembukuan, penganggaran, pendanaan, dan aktivitas administratif lainnya.

Aktivitas pencarian dana, meliputi publikasi dan kampanye pencarian dana;


pengadaan daftar alamat penyumbang; pelaksanaan acara khusus pencarian dana;
pembuatan dan penyebaran manual, petunjuk, dan bahan lainnya; dan pelaksanaan
aktivitas lain dalam rangka pencarian dana dari individu, yayasan, pemerintah dan
lain-lain.

Aktivitas

pengembangan

anggota

meliputi

pencarian

anggota

baru

dan

pengumpulan iuran anggota, hubungan dan aktivitas sejenis


Perlu dicermati bahwa laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus
menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional, seperti menurut
kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung. Klasifikasi ini bermanfaat
untuk membantu para stakeholders dalam menilai pemberian jasa dan penggunaan

sumber daya. Disamping penyajian klasifikasi beban secara fungsional, organisasi


nirlaba dianjurkan untuk menyajikan informasi tambahan mengenai beban menurut
sifatnya. Misalnya, berdasarkan gaji, sewa, listrik, bunga, penyusutan.

3.

Laporan Arus Kas


Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai
penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode. Adapun klasifikasi penerimaan
dan pengeluaran kas pada laporan arus kas organisasi nirlaba, sama dengan yang ada
pada organisasi bisnis, yaitu: arus kas dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan
aktivitas pendanaan. Metode penyusunan laporan arus kas pun bisa menggunakan
metode langsung (direct method) maupun metode tidak langsung (indirect method).
Arus kas dari aktivitas operasi umumnya berasal dari pendapatan jasa,
sumbangan, dan dari perubahan atas aset lancar dan kewajiban lancar yang berdampak
pada kas. Sementara itu, arus kas dari aktivitas investasi biasanya mencatat dampak
perubahan aset tetap terhadap kas, misal karena pembelian peralatan, penjualan tanah,
dsb. Lebih lanjut, arus kas dari aktivitas pendanaan berasal dari penerimaan kas dari
penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang; penerimaan kas dari
sumbangan dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk perolehan,
pembangunan dan pemeliharaan aset tetap, atau peningkatan dana abadi (endowment),
atau dari hasil investasi yang dibatasi penggunaannya untuk jangka panjang.
Semetara itu, ada kalanya organisasi nirlaba melakukan transaksi yang
mengakibatkan perubahan pada komponen posisi keuangan, namun perubahan tersebut
tidak mengakibatkan kas. Misalnya, adanya pembelian kendaraan operasional dengan
utang, sumbangan berupa bangunan atau aset investasi lainnya. Transaksi sejenis ini
(yang tidak mengakibatkan adanya perubahan kas) harus diungkapkan pada catatan atas
laporan keuangan.

Private Non-For-Profit College or University


STATEMENT OF ACTIVITIES, for the Year Ended December 30,2002

Unrestricted
Revenues
Tuition and fees
State Appropriaton
Federal grands and contracts
Private grands and gift
Endowment income
Sales and services of educatonal departments
Sales and services of auxiliary enterprises

$
1.000.000
1.200.000
50.000
400.000
75.000
60.000
800.000

Total Current Revenues


Expenses
Educational and generals
Instructions
Research
Public service and extension
Academic support
Students services
Institutional support
Operation and maintanance of plant
Student aid
Educational and generals
Expenditures
Auxiliary entreprises
Expenses
Total Expenses
Change in Net Asset
Net asset January 1, 2002
Net asset Dec. 30,2002

3.495.000
90.000
100.000
190.000

Temporarily
Restricted
$

Permanently
Restricted
$

100.000
250.000
20.000

100.000

3.585.000

370.000

100.000

1.600.000
600.000
100.000
50.000
40.000
70.000
80.000
90.000

40.000
250.000

2.630.000

370.000

Total
$
1.000.000
1.200.000
150.000
750.000
95.000
60.000
800.000
4.055.000

1.640.000
850.000
100.000
50.000
40.000
90.000
80.000
150.000

20.000
60.000
-

865.000

3.000.000
865.000

370.000
35.000
35.000

100.000
400.000
500.000

3.865.000
190.000
535.000
725.000

Private Non-For-Profit College or University


STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
for the Year Ended December 30, 2002

ASSETS ($)
Cash and cash equivalent
Investments
Account recevable (net of allowances)
Accrued interest receivable
Contribution receivable (net of allowances)
Loans to students
Inventories
Property, plant, and equipment (net of accum. Depreciation) 175.500
Total ASSETS
LIABILITIES
Account payables
Student's deposit
Bonds payable
Total Liabilities
NET ASSETS
Unrestrcted
Temporarily restricted
Permanently restrcted
Total Net Asset
TOTAL LIABILITIES AND NET ASSETS

2002
$
95.000
500.000
70.000
5.000
20.000
7.500
12.000
190.500
885.000

2001
$
25.000
400.000
44.500
15.000
5.000
5.000

90.000
25.000
45.000
160.000

75.000
25.000
50.000
150.000

190.000
35.000
500.000
725.000
885.000

100.000
35.000
400.000
535.000
685.000

685.000

Private Non-For-Profit College or University


STATEMENT OF CASH FLOW-INDIRECT METHOD
for the Year Ended December 30, 2002
Cash Flows From Operating Activities
Change in net assets
Adjustments to reconcile change in net asset to
Cash used by operating actvities
Depreciation
Increase n investments
Increase in account receivables
ncrease in accrued interest receivable
Increase in net contribution receivable
Increase in inventory
Increase in account payable
Net cash provided by Operating Actvities
Cash Flows From Investing Activities
Increase in loan to students
Net cash used by Investing Activities
Cash Flows from Financing Activities
Patment of Bond Payable
Net cash used in financing activities
Increase in cash and cash equivalents
Cash and cash equivalents at beginning of year
Cash and cash equvalents at end of year

$
190.000

15.000
(100.000)
(25.500)
(5.000)
(5.000)
(7.000)
15.000
(112.500)

(2.500)
(2.500)

(5.000)
(5.000)
70.000
25.000
95.000