Anda di halaman 1dari 45

TEKNOLOGI

BAHAN
(PART 2)

Created by
ENR, Untirta 2014

PUSTAKA
1. Materials Science and Engineering, An
introduction, William D. Callister Jr, Wiley, 2004
2. Ilmu dan Teknologi Bahan, Lawrence H. Van
Vlack (terjemahan), Erlangga, 1995
3. Pengetahuan Bahan, Tata Surdia dan Shinroku
Saito, Pradnya Paramita, 1995
4. Principle of Materials Science and Engineering,
William F. Smith, Mc Graw Hill, 1996

POKOK BAHASAN
1.

Pengantar

2.

Jenis Material

3.

Struktur dan Ikatan Atom

4.

Struktur dan Cacat Kristal

5.

Sifat Mekanik Material

MATERIAL
Material adalah sesuatu yang
disusun/dibuat oleh bahan.
Material digunakan untuk transportasi
hingga makanan.
Ilmu material/bahan merupakan
pengetahuan dasar tentang struktur,
sifat-sifat dan pengolahan bahan.

2
JENIS MATERIAL

Logam
Kuat, ulet, mudah dibentuk dan bersifat
penghantar panas dan listrik yang baik

Keramik

Keras, getas dan penghantar


panas dan listrik yang buruk

Polimer

kerapatan rendah, penghantar panas dan


listrik buruk dan mudah dibentuk

Komposit
merupakan ganbungan dari dua bahan
atau lebih yang masing-masing sifat tetap

3
STRUKTUR DAN
IKATAN ATOM

ATOM
Atom terdiri dari elektron dan inti atom
Inti atom disusun oleh proton dan neutron
Elektron mengelilingi inti atom dalam orbitnya
masing-masing
Massa elektron 9,109 x 10-28 g dan bermuatan 1,602
x 10-19 C
Massa proton 1,673 x 10 -24 g dan bermuatan 1,602 x
10-19 C
Massa neutron 1,675 x 10-24 g dan tidak bermuatan
Massa atom terpusat pada inti atom
Jumlah elektron dan proton sama, sedangkan
neutron neutral, maka atom menjadi neutral

Model atom Bohr

Konfiguration elektron unsur


No.

Element

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

H
He
Li
Be
B
C
N
O
F
Ne
Na
Mg
Al
Si
P
S
Cl
Ar
K
Ca
Sc
Ti
V
Cr
Mn
Fe
Co
Ni
Cu
Zn
Ga
Ge
As
Se
Br
Kr

K
1

L
2

M
3

N
4

O
5

P
6

Q
7

sp

spd

spd f

spd f

spd f

1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

1
2
2
2
2
1
2
2
2
2
1*
2
21
22
23
24
25
26

1
2
3
4
5
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6

1
2
3
4
5
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6

1
2
3
5*
5
6
7
8
10
10
10
10
10
10
10
10

Tabel Periodik

Elektronegatip dari Unsur

Ikatan Atom Ionik

Ikatan Atom Kovalen

Ikatan Atom Logam

Ikatan Atom Hidrogen

Bilangan Koordinasi utk Ikatan Atom

4
STRUKTUR DAN
CACAT KRISTAL

KRISTAL
Kristal adalah susunan atomatom secara teratur dan
kontinu pada arah tiga
dimensi
c
Satuan sel adalah susunan
terkecil dari kristal
Parameter kisi struktur kristal x
Panjang sisi a, b, c
Sudut antara sumbu a, b, d

b a
d
b

y
a

Sistem Kristal
Parameter kisi diklasifikasikan dalam tujuh sistem kristal
dan empat belas kisi kristal

Arah kristal
dinyatakan sebagai
vektor dalam [uvw]
uvw merupakan
bilangan bulat
Himpunan arah <111>
terdiri dari [111], [111],
[111], [111], [111], [111],
[111], [111]

[111]
y

c
[100]

a
[110]

14 kisi kristal

Kristal Kubik Berpusat Muka


Faktor tumpukan padat =
total volum bola / total
volum satuan sel = Vs/Vc =
4x(4/3 r3)/16r32 = 0,74
Kerapatan = A / VcNA =
(4x63,5) / (162x (1,28x10
-8)x(6,02x 10 23)) g/cm3 =
8,89 g/cm3.

Kristal Kubik Berpusat Bidang

Kristal Heksagonal Tumpukan Padat

CACAT KRISTAL
1) Cacat titik
Kekosongan
Pengotor
Pengotor Intersisi
Pengotor Subtitusi
2) Cacat garis (dislokasi)
Dislokasi garis
Dislokasi ulir
3) Cacat bidang
Batas butir
Permukaan
4) Cacat volum

Cacat Titik

Dislokasi Garis

Dislokasi Ulir

Batas Butir

Inklusi

5
SIFAT MEKANIK
MATERIAL

Sifat Mekanik
Material dalam pengunanya
dikenakan gaya atau beban.
Karena itu perlu diketahui kharater
material agar deformasi yg terjadi
tidak berlebihan dan tidak terjadi
kerusakan atau patah
Karakter material tergantung pada:
Komposisi kimia
Struktur mikro
Sifat material: sifat mekanik, sifat
fisik dan sifat kimia

Gaya/beban

Material

Sifat Mekanik
Kekuatan (strength): ukuran besar gaya yang
diperlukan utk mematahkan atau merusak
suatu bahan
Kekuatan luluh (yield strength): kekuatan
bahan terhadap deformasi awal
Kekuatan tarik (Tensile strength): kekuatan
maksimun yang dapat menerima beban.
Keuletan (ductility): berhubungan dengan
besar regangan sebelum perpatahan

Sifat Mekanik
Kekerasan (hardness): ketahanan bahan
terhadap penetrasi pada permukaannya
Ketangguhan (toughness): jumlah energi
yang mampu diserap bahan sampai terjadi
perpatahan
Mulur (creep)
Kelelahan (fatique): ketahanan bahan
terhadap pembebanan dinamik
Patahan (failure)

Konsep tegangan (stress) dan regangan


(strain)
F
F

Pembebanan statik:
Tarik
Kompressi
Geser
F

F
F
Beban kompressi
Beban tarik
F
Beban geser

Uji tarik
Standar sampel untuk uji tarik
2
0,505

R 3/8

Tegangan teknik, = F/Ao (N/m2=Pa)


Regangan teknik, = (li-lo)/lo
Tegangan geser, = F/Ao

Deformasi elastis
Beban
dihilangkan

Pada pembebanan
rendah dalam uji tarik,
hubungan antara
tegangan dan
regangan linier

Teg.

Modulus
elastis
Pembebanan
Reg.

Mesin uji tarik (Tensile Test)

Deformasi elastis
Hubungan tsb masih dalam daerah
deformasi elastis dan dinyatakan
dengan
Hubungan diatas dikenal sebagai
Hukum Hooke
Deformasi yang mempunyai
hubungan tegangan dan regangan
linier (proporsional) disebut sebagai
deformasi elastis

Paduan Modulus elastis Modulus geser Ratio


logam (104 MPa)
(104 MPa)
Poisson
Al
6,9
2,6
0,33
Cu-Zn
10,1
3,7
0,35
Cu
11,0
4,6
0,35
Mg
4,5
1,7
0,29
Ni
20,7
7,6
0,31
Baja
20,7
8,3
0,27
Ti
10,7
4,5
0,36
W
40,7
16,0
0,28

Hubungan tegangan geser dan


regangan geser dinyatakan dengan
= G
Dengan
= teg.geser
= reg.geser
G = modulus geser