Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Dalam kehidupan sehari-hari termodinamika merupakan salah satu cabang ilmu
fisika yang memusatkan pada energi terutama energi panas dan transformasinya. Hukum
termdinamika 1 menyatakan energi adalah kekal yaitu tidak dapat diciptakan dan tidak
dapat dimusnakan. Energi mungkin saja bisa berubah, perubahan bentuk energi hanya dapat
berlangsung dalam satu arah. Proses yang tidak dapat dibalik arahnya dinamakan proses
irreversibel sedangkan proses yang dapat dibalik arahnya disebut proses reversibel.
Dalam analisis termodinamika, perlu adanya suatu konsep yang disebut reversible
(reaksi termodinamika reversible) dan reaksi irreversibel. Walaupun di alam tidak mungkin
ada proses yang reversible, tetapi secara teoritis dan praktis artinya cukup penting. Proses
termodinamik yang berlanggsung secara alami seluruhnya disebut proses ireversibel
(irreversibel process). Proses tersebut berlangsung secara spontan pada satu arah tetapi tidak
pada arah sebaliknya. Proses yang tidak dapat dibalik arahnya dinamakan proses irreversibel .
Contohnya kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Reversible
adalah sebuah proses yang bisa "dibalik" dengan cara sangat kecil perubahan dalam beberapa
properti dari sistem tanpa produksi entropi (yaitu disipasi energi). Karena terhadap perubahan
sangat kecil, sistem dalam kesetimbangan termodinamika sepanjang seluruh proses. Karena
itu akan mengambil jumlah tak terbatas waktu untuk proses reversibel untuk menyelesaikan,
proses reversibel sempurna tidak mungkin. Namun, jika sistem mengalami perubahan
merespon lebih cepat daripada perubahan diterapkan, deviasi dari reversibilitas mungkin
dapat diabaikan. Dalam siklus reversibel, sistem dan sekitarnya akan persis sama setelah
setiap siklus.
Definisi alternatif dari proses reversibel adalah proses yang, setelah itu telah terjadi,
dapat dibalik dan tidak menyebabkan perubahan baik dalam sistem atau sekitarnya. Secara
termodinamika, proses "berlangsung" akan mengacu pada transisi dari awal negara ke
keadaan akhir. Dalam proses ireversibel hingga perubahan yang dibuat, sehngga sistem ini
tidak pada kesetimbangan selama proses berlangsung. Pada titik yang sama dalam siklus
ireversibel, sistem akan berada dalam keadaan yang sama, tetapi lingkungan yang berubah
secara permanen setelah setiap siklus.
1

Dalam termodinamika, perubahan sistem dan semua disekitarnya tidak dapat tepat
untuk dikembalikan pada keadaan awal oleh perubahan yang sangat kecil dalam beberapa
sistem tanpa mengeluarkan energi. Sebuah sistem yang mengalami peroses irreversible
mungkin masih mampu kembali pada keadaan awal, namun mustahil bila terjadi pemulihan
lingkungan pada kondisi awal.

Sebuah proses irreversible meningkatkan entropi alam semesta. Namun, karena


entropi adalah fungsi keadaan maka, perubahan entropi dari suatu sistem adalah sama.
Apakah proses ini reversibel atau irreversible?

Hukum kedua termodinamika dapat

digunakan untuk menentukan apakah suatu proses yang reversible atau tidak.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai proses reversibel dan irreversibel akan
dijabarkan lebih lengkap dalam makalah ini.

1.2. RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana sejarah proses reversibel dan irreversibel ?
2. Bagimana perbedaan proses reversibel dan irreversibel ?
3. Bagaimana kriteria dari proses reversibel dan irreversibel ?
4. Bagaimana contoh dari proses reversibel dan irreversibel ?

1.3. TUJUAN
Adapun tujuan pembuatan dari makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui sejarah dari proses reversibel dan irreversibel
2. Untuk mengetahui perbedaan dari proses reversibel dan irreversibel
3. Untuk mengetahui kriteria dari proses reversibel dan irreversibel
4. Untuk mengetahui contoh dari proses reversibel dan irreversibel

BAB II
ISI

2.1.

Siklus Dalam Termodinamika


Dengan menganggap sejumlah tertentu gas terkandung dalam sebuah silinder
yang disusun dengan piston dan thermometer.Dengan menggerakan piston dan
memanaskan atau mendinginkan silinder, tekanan P, volume V, dan suhu T dapat
diubah. Keadaan termodinamika gas ditentukan dengan memberikan nilai dari
variablevariabel termodinamika P,V dan T. Jika variable-variabel dihubungkan oleh
persamaan :
PV=nRT

Dimana n adalah jumlah mol gas dan R=8,314 J/K adalah tetapan gas . Persamaan ini
menunjukan bahwa jika dua variable diketahui, variable ketiga dapat ditentukan. Hal
ini berarti hanya dua variable yang diperlukan untuk menentukan keadaan. Bahkan
jika gas tidak ideal, hanya dua variable yang diperlukan, karena terdapat persamaan
keadaan yang berhubungan dengan variable-variabel ini. Siklus termodinamika terdiri
dari urutan operasi/proses termodinamika, yang berlangsung dengan urutan tertentu,
dan kondisi awal diulangi pada akhir proses. Jika operasi atau proses dilukiskan pada
diagram p-v, akan membentuk lintasan tertutup.

Karena daerah dibawah setiap kurva merupakan kerja yang dilakukan, sehingga kerja
netto dalam satu siklus diberikan oleh daerah yang ditutupi oleh lintasan, seperti
ditunjukkan oleh gambar 1.

Gambar 1. Sebuah siklus termodinamika.


Klasifikasi Siklus Termodinamika
Siklus termodinamika, secara umum, bisa diklasifikasikan kedalam dua tipe:
1. Siklus reversibel,
2. Siklus irreversibel.

Siklus Reversibel
Sebuah proses, dimana perubahan dalam arah sebaliknya, akan membalik proses seutuhnya,
dikenal dengan proses reversibel. Sebagai contoh, jika selama proses termodinamika dari
keadaan 1 ke 2, kerja yang dilakukan oleh gas adalah W1-2, dan kalor yang diserap adalah
Q1-2. Sekarang jika kerla dilakukan pada gas sebesar W1-2 dan mengeluarkan kalor sebesar
Q1-2, kita akan membawa sistem kembali dari keadaan 2 ke 1, proses disebut reversibel.
Pada proses reversibel, seharusnya tidak ada kerugian panas karena gesekan, radiasi atau
konduksi, dsb. Siklus akan reversibel jika semua proses yang membentuk siklus adalah
reversibel. Maka pada siklus reversibel, kondisi awal dicapai kembali pada akhir siklus.

Siklus Irreversibel
Sebagaimana telah disebut di atas bahwa jika perubahan dalam arah sebaliknya, akan
membalik proses seutuhnya disebut sebagai proses reversibel. Tetapi jika perubahan tidak
membalik proses, maka disebut proses ireversibel. Pada proses ireversibel, terjadi kerugian
panas karena gesekan, radiasi atau konduksi. Dalam keadaan di lapangan, sebagian besar
proses adalah ireversibel. Penyebab utma ireversibel adalah : (1) gesekan mekanik dan
fluida, (2) ekspansi tak tertahan, (3)perpindahan panas dengan perbedaan temperatur tertentu.
Lebih jauh, gesekan akan merubah kerja mekanik menjadi panas. Panas ini tidak bisa dirubah
kembali dalam jumlah yang sama ke dalam kerja mekanik. Sehingga jika ada gesekan di
dalam proses maka proses adalah ireversibel. Sebuah siklus adalah ireversibel jika ada proses
ireversibel pada proses-proses pada siklus tersebut. Maka pada siklus ireversibel, kondisi
awal tidak didapati pada akhir siklus.

2.2. Sejarah Munculnya Proses Reversibel

Pada mulanya suatu reaksi reversibel ini muncul yaitu dari beberapa fakta yang
diperoleh dari beberapa eksperimen. Perubahan-perubahan yang terjadi secara spontan dan
dengan sendirinya dalam sistem dinamakan proses-proses alami. Contohnya ialah
4

pencampuran dua gas, melelehnya es menjadi air. Perubahan seperti itu tidak pernah dapat
dibalik secara keseluruhan sebab dari pengalaman diketahui bahwa sistem hanya dapat
dikembalikan pada keadaan awal dengan memindahkan sejumlah kalor .Dalam hal ini proses
alami dikatakan irreversibel. Tetapi terdapat beberapa jenis perubahan lain yang menyangkut
sepasang keadaan tertentu yang lain, misalnya A dan B daurnya A ke B ke A tanpa
meninggalkan lebih dari perubahan yang dapat diabaikan pada benda lain. Perubahan tersebut
dinamakan reversibel. Reversibel didefinisikan sebagai proses yang dapat dibalik tanpa
meninggalkan lebih dari perubahan kecil yang dapat diabaikan pada sistem lain manapun.
Daurnya A menjadi B menyangkut penyerapan kalor q akan mungkin untuk melaksanakan
perubahan kebalikan B menjadi A dengan membuang jumlah kalor yang sama. Contohnya:
air menguap menjadi gas dan akan mengembun menjadi air kembali.
Keseimbangan termal merupakan proses yang dialami oleh sebuah benda dalam
pengambilan kalor yang menyebabkan perubahan keadaan tertentu, dengan demikian
perubahan suatu entropi mempunyai nilai tertentu. Keseimbangan mekanik, bila suatu cairan
pada tekanan tertentu mengembang pada tekanan luar maka kerja yang akan dilakukan oleh
cairan yang berjumlah banyak. Kedua jumlah kerja diatas akan memiliki jumlah kerja yang
sama dengan demikian proses-proses memenuhi definisi reversibilitas.
Contoh reversibel, misalnya setelah hidrogen dan oksigen selesai bergabung secara
spontan, air dapat dipisahkan lagi menjadi gas-gas, tetapi hanya dengan meninggalkan
perubahan - perubahan pada benda-benda lain seperti aki listrik dan waduk kalor. Hal diatas
dapat dikatakan juga sebagai reaksi reversibel. Dengan contoh tersebut dapat diketahui bahwa
proses reversibel adalah proses-proses gaya yang dilakukan oleh sistem yang bersangkutan
hanya berselisih kecil tidak terhingga dari gaya luar yang bekerja pada sistem. Untuk
kekhususan yang lengkap bagi sebuah proses,diperlukan keadaan pertama dan keadaan akhir
dari seluruh benda yang dipengaruhi
2.2.1. Pengertian Reversibel
Proses reversibel adalah proses termodinamik yang dapat berlanggsung secara bolakbalik. Sebuah sistem yang mengalami idealisasi proses reversibel selalu mendekati
keadaan kesetimbangan termodinamika antara sistem itu sendiri dan lingkungannya.
Proses reversibel merupakan proses seperti-kesetimbangan (quasi equilibrium
process). Proses yang dapat dibalik arahnya dinamakan proses reversibel. Proses
reversibel adalah murni dan bersifat hipotesis.

Berbagai proses yang diidealisasikan sebagai proses reversibel adalah :

Tidak ada gesekan internal atau mekanis

Perbedaan suhu dan tekanan antara zat kerja dan lingkungan harus
infinitesimal

Pemampatan atau pemuain yang terbatas

Aliran arus listrik melalui tahan adalah nol

Reaksi kimia yang terbatas

Magnetisasi, polaritas

Pencampuran dua sampel zat yang sama pada keadaan yang sama

Contoh proses isotermal reversibel ialah perubahan fase pada tekanan tetap. Arus
panas yang masuk kedalam sistem per satuan massa atau per mol sama dengan panas
transformasi 1, sehingga perubahan entropi jenisnya menjadi :

Jika dalam suatu proses terdapat arus panas antara sistem dengan lingkungannya
secara reversibel, maka pada hakekatnya suhu sistem dan suhu lingkungan adalah
sama. Besar arus panas ini yang masuk kedalam sistem atau yang masuk kedalam
lingkungan disetiap titik adalah sama, tetapi harus diberi tanda yang berlawanan.
Karena itu perubahan entropi lingkungan sama besar tapi berlawanan tanda dengan
perubahan entropi sistem dan jumlahnya menjadi nol. Sebab sistem bersama dengan
lingkungannya membentuk dunia, maka boleh dikatakn bahwa entropi dunia adalah
tetap. Hendaknya diingat bahwa pernyataan ini berlaku untuk proses reversibel saja

2.2.2. Ilustrasi Proses Reversibel


Selama proses ekspansi piston bergerak sejauh x dan volume gas yang
terkurung dalam pistn meningkat dari v1 ke v2. Terjadi dua gaya yang bekerja pada
piston yaitu gaya tekan gas, sama dengan tekanan dikali luas dari piston, dan gaya
luar pada batang(shaft) dan kepala(head) piston

2.2.3. Ilustrasi Proses Reversibel


Selama proses ekspansi piston bergerak sejauh x dan volume gas yang
terkurung dalam pistn meningkat dari v1 ke v2. Terjadi dua gaya yang bekerja pada
piston yaitu gaya tekan gas, sama dengan tekanan dikali luas dari piston, dan gaya
luar pada batang(shaft) dan kepala(head) piston

Jika gaya tekan gas sama dengan gaya F, maka tidak terjadi apa-apa. Jika F
lebih besar daripada gaya dari gas, maka gas akan terkompresi, begitujuga jika F
kurang dari gaya dari gas, maka gas akan ekspansi.

2.3. Sejarah Penemuan Proses Irreversibel


Usaha untuk menemukan kriteria termodinamika oleh Barthelot bagi reaksi
kimia yang spontan (1879 menghasilkan kesimpulan yang salah, bahwa reaksi yang
7

melepaskan kalor adalah spontan. Menurut hukum kedua termodinamika proses akan
spontan apabila berlangsung dalam sistem terisolasi yang menaikkan entropi dalam sistem.
Para fisikawan Jerman Rudolf Clausius (1850 an) adalah orang pertama yang mengukur
secara matematis penemuan irreversibilitas di alam melalui pengenalan tentang konsep
entropi.
Beliau menyatakan pada Formulir modifikasi dari teorema Fundamental II dalam Teori
Panaskan bahwa suatu sistem tidak mungkin mentransfer panas dari tubuh yang lebih
dingin ke tubuh yang lebih panas. Contohnya : Secangkir Kopi panas yang diletakkan
pada suhu kamar.

Penjelasan lain dari sistem irreversible dipresentasikan oleh ahli matematika prancis Henri
Poincare (1890) ia menerbitkan dinamika non linier yang disebut teori Chaos. Bahwa
menerapkan teori Chaos dengan hukum Kedua Termodinamika, paradoks irreversibilitas
dapat dijelaskan dalam kesalahan yang terkait dengan skala microstates untuk macrostates
dan derajat kebebasan yang digunakan ketika melakukan eksperimen.

Irreversible merupakan proses- proses yang dapat berlangsung secara alami dan akan
berlangsung secara searah.Proses tak reversible sering disebut proses alami karena
merupakan proses nyata yang berlangsung secara spontan di alam tanpa harus ada usaha
dari luar sistem

untuk melangsungkannya. Sesuai namanya proses alami selalu

berlangsung satu arah, yaitu keadaan tak setimbang menuju ke keadaan seimbang, dan
proses akan berhenti dengan sendirinya bila keadaan setimbang telah tercapai. Proses pada
arah sebaliknya yaitu dari keadaan setimbang menuju ke keadaan setimbang, tidak pernah
berlangsung secara spontan dan hanya dapat terjadi melalui usaha atau interperensi dari
luar sistem.

Beberapa contoh proses irreversibel ( dalam fisika ) :


Perpindahan panas melalui perbedaan suhu
Pembakaran
Gesekan
Reaksi kimia spontan
Listrik mengalir melalui resistensi.

Beberapa contoh proses irreversibel ( dalam kimia ) :

pembentukan NaCl
NaOH(aq) + HCl(aq)

NaCl(aq) + H2O (l)

Reaksi antara batau pualam dan asam klorida


CaCO3(s) + HCl (aq)

CaCl2(aq) +CO2(g) + H2O(l)

Kriteria proses irreversibel :


A. Benda diambil sekaligus, yang berakibat ekspansi cepat
B. Tekanan bersifat tetap sebesar Tekanan luar (Pex), sedangkan reversibel tekanan
mengalami perubahan.
C. Usaha yang terjadi pada tekanan juga bersifat tetap.
D. Proses Irreversibel mempunyai perubahan entropi lebih besar daripada 0. Jadi, Entropi
cenderung bertambah pada proses irreversibel
E. Perubahan energi dalam kriteria proses irreversibel menjadi lebih kecil daripada 0
F. Kalor dan energi Gibbs pada proses irreversibel lebih kecil daripada 0. Hal itu
mempengaruhi perubahan entalpi yang terjadi dan mengakibatkan nilainya lebih kecil
daripada 0 (nol).

2.4. Perbedaan proses Reversibel dan Irreversibel :


1.

Proses Irreversibel (Proses Tak Terbalikkan)


Apabila kita menekan pengisap tersebut dengan sangat cepat sampai kembali
lagi ke kesetimbangan dengan reservoir, selama proses ini gas bergolak dan tekanan
serta temperaturnya tidak dapat didefinisikan secara tepat sehingga grafik proses ini
tidak dapat digambarkan sebagai sebuah garis kontinu dalam diagram P-V karena

tidak diketahui berapa nilai tekanan atau temperatur yang akan diasosiasikan dengan
volume yang diberikan. Proses inilah yang dinamakan proses irreversibel.

2.

Proses Reversibel (Proses Terbalikkan)


Apabila kita menekan pengisap dengan sangat lambat sehingga

tekanan,

volume, dan temperatur gas tersebut pada setiap waktu adalah kuantitas-kuantitas
yang dapat didefinisikan secara tepat. Mula-mula sedikit butiran pasir dijatuhkan pada
pengisap dimana kemudian volume sistem akan direduksi sedikit dan T akan naik
serta terjadi penyimpangan terhadap

kesetimbangan yang sangat kecil. Sejumlah

kecil kalor akan dipindahkan ke reservoir dan dalam waktu singkat sistem akan
mencapai kesetimbangan baru dengan T adalah sama dengan T reservoir. Peristiwa
ini diulakukan berulang-ulang sampai akhirnya kita mereduksi volume menjadi
setengah kali volume awalnya. Selama keseluruhan proses ini, sistem tersebut tidak
pernah berada dalam sebuah keadaan yang berbeda banyak dari sebuah

keadaan

kesetimbangan. Proses inilah yang dinamakan proses reversibel. Proses reversibel


adalah sebuah proses yang dengan suatu perubahan diferensial di

dalam

lingkungannya dapat dibuat menelusuri kembali lintasan proses tersebut.


Pada praktiknya semua proses adalah irreversibel tetapi kita dapat
mendekati keterbalikan (reversibel) sedekat mungkin dengan membuat perbaikanperbaikan eksperimen yang sesuai. Proses yang betul-betul reversibel adalah suatu
abstraksi sederhana yang berguna dalam hubungannya dengan proses riel adalah
serupa seperti hubungan abstraksi gas ideal dengan gas riel. Pada proses reversibel
juga terjadi proses isotermal, kerena kita menganggap bahwa T gas berbeda pada
setiap waktu hanya sebanyak diferensial dT dari T konstan reservoir dimana
silinder berdiam. Volume gas tersebuat juga dapat direduksi secara adiabatikr
dengan memindahkan silinder dari reservoir kalor dan menaruhnya pada sebuah
tempat yang tidak bersifat sebagai penghantar. Dalam proses adiabatikr tidak ada
kalor yang masuk ataupun keluar dari sistem. Proses adiabatikr dapat merupakan
proses reversibel atau irreversibel, dimana proses reversibel kita dapat menggerakkan
pengisap sangat lambat dengan cara pembebanan pasir dan proses yang irreversibel
kita dapat menyodok pengisap dengan sangat cepat ke bawah.
Selama proses kompresi adiabatik temperatur gas akan naik karena dari
Hukum I Termodinamika bila Q = 0 maka besarnya usaha W untuk mendorong
pengisap ke bawah harus muncul sebagai suatu pertambahan energi dalam sebesar
10

U. W akan bernilai berbeda untuk kecepatan yang berbeda dari pendorongan


pengisap tersebut ke bawah yang diberikan oleh PdV yaitu luas daerah di bawah
kurva pada diagram PV (hanya untuk proses reversibel untuk P tetap). U dan T
tidak akan sama baik untuk proses reversibel ataupun irreversibel.

p
irreversible

reversibel
v

2.5. Aplikasi Proses Reversibel dan Irreversibel dalam Termodinamika


2.5.1 Aplikasi Proses ireversibel pada pompa kalor dan AC
Mesin refrigerasi dan pompa kalor adalah mesin yang bekerja menyerap kalor dari
lingkungan bersuhu rendah kemudian dipindahkan kelingkungan bersuhu tinggi . Pada
gambar 23.1 adalah cara kerja mesin tersebut

11

Refrigerator atau mesin pendingin bekerja dengan menyerap kalor pada suhu rendah (
di dalam ruangan) kemudian dibuang ke suhu yang lebih tinggi ( di luar ruangan).
Pompa kalor bekerja dengan menyerap kalor pada suhu rendah ( di luar ruangan)
kemudian dibuang ke suhu yang lebih tinggi ( di dalam ruangan). Jadi perbedaan dari
kedua sistem tersebut adalah pemanfaatan kalornya. Untuk refrigerator, kalor
harus dibuang

kelingkungan,

tetapi

untuk

pompa

kalor,

kalor

harus

diambil

dari lingkungan untuk pemanasan.

2.5.2 Aplikasi proses reversibel pada Mesin Pendingin

Mesin Pendingin (Refrigerator)


Mesin pendingin, sama seperti mesin kalor, adalah sebuah alat siklus.
Fluida kerjanya disebut dengan refrigerant. Siklus refrigerasi yang paling
12

banyak digunakan adalah daur refrigerasi kompresi-uap yang melibatkan


empat komponen : kompresor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator.

Gambar 2.1 Siklus Refrigerasi

Refrigerant memasuki kompresor sebagai sebuah uap dan dikompres ke


tekanan kondensor. Refrigerant meninggalkan kompresor pada temperatur
yang relatif tinggi dan kemudian didinginkan dan mengalami kondensasi
dikondensor yang membuang panasnya ke lingkungan. Refrigerant kemudian
memasuki tabung kapilar dimana tekanan refrigerant turun drastis karena efek
throttling. Refrigerant bertemperatur rendah kemudian memasuki evaporator,
dimana disini refrigerant menyerap panas dari ruang refrigerasi dan kemudian
refrigerant kembali memasuki kompresor.

2.6. Apakah yang dimaksud dengan entropi ?


Entropi adalah ukuran banyaknya energi atau kalor yang tidak dapat diubah
menjadi usaha. Besarnya entropi suatu sistem yang mengalami proses reversibel sama dengan
kalor yang diserap sistem dan lingkungannya dibagi suhu mutlak sistem tersebut (T). Entropi
adalah fungsi keadaan, nilainya pada suatu keadaan setimbang dapat dinyatakan dalam
variabel-variabel yang menentukan keadaan sistem. Asas kenaikan entropi dapat dinyatakan
13

bahwa entropi selalu naik pada tiap proses ireversibel. Karena itu dapat dikatakan bahwa
entropi dari suatu sistem terisolasi sempurna selalu naik tiap proses ireversibel.
Dalam proses adiabatik, dQ = 0, dan dalam proses adaibatik ireversibel dQr = 0.
Oleh karena itu dalam proses adibatik reversibel, ds = 0 atau ini berarti bahwa entropi S tetap.
Proses demikian ini disebut pula sebagai proses insentropik. Jadi:
dQr = 0 dan dS = 0
Dalam proses isotermal reversibel, suhu T tetap, sehingga perubahan entropi
Untuk melaksanakan proses semacam ini maka sistem dihubungkan dengan sebuah
reservoir yang suhunya berbeda. Jika arus panas mengalir masuk kedalam sistem, maka Qr
positif dan entropi sistem naik. Jika arus panas keluar dari sistem Qr negatif dan entropi
sistem turun.
Contoh proses isotermal reversibel ialah perubahan fase pada tekanan tetap. Arus
panas yang masuk kedalam sistem per satuan massa atau per mol sama dengan panas
transformasi 1, sehingga perubahan entropi jenisnya.
Jika dalam suatu proses terdapat arus panas antara sistem dengan lingkungannya
secara reversibel, maka pada hakekatnya suhu sistem dan suhu lingkungan adalah sama.
Besar arus panas ini yang masuk kedalam sistem atau yang masuk kedalam lingkungan
disetiap titik adalah sama, tetapi harus diberi tanda yang berlawanan. Karena itu perubahan
entropi lingkungan sama besar tapi berlawanan tanda dengan perubahan entropi sistem dan
jumlahnya menjadi nol. Sebab sistem bersama dengan lingkungannya membentuk dunia,
maka boleh dikatakn bahwa entropi dunia adalah tetap. Hendaknya diingat bahwa pernyataan
ini berlaku untuk proses reversibel saja.
Keadaan akhir proses irreversibel itu dapat dicapai dengan ekspansi reversibel. Dalam
ekspansi semacam ini usaha luar haus dilakukan. Karena tenaga dakhil sistem tetap, maka
harus ada arus panas yang mengalir kedalam sistem yang sama besarnya dengan usaha luar
tersebut. Entropi dalam gas dal proses reversibel ini naik dan kenaikan ini sama dengan
kenaikan dalam proses sebenarnya yang irreversibel, yaitu ekspansi bebas.
2.7. Bagaimanakah Asas Kenaikkan Entropi?
Hukum keseimbangan / kenaikan entropi menyatakan bahwa Panas tidak bisa
mengalir dari material yang dingin ke yang lebih panas secara spontan. Entropi adalah
tingkat keacakan energi. Jika satu ujung material panas, dan ujung satunya dingin, dikatakan
tidak acak, karena ada konsentrasi energi. Dikatakan entropinya rendah. Setelah rata menjadi
hangat, dikatakan entropinya naik.
Dalam pembahasan proses-proses ireversibel dalam pasal terdahulu, didapatkan
bahwa entropi dunia (unuiverse) selalu naik. Hal ini juga benar untuk semua proses
ireversibel yang sudah dapat dianalisa. Kesimpulan ini dikenal sebagai asas kenaikan entropi
dan dianggap sebagai bagian dari hukum kedua termodinamika. Asas ini dapat dirumuskan
sebagai berikut.
Entropi dunia selalu naik pada setiap proses ireversibel
Jika semua sistem yang berinteraksi di dalam suatu proses di lingkungi dengan bidang
adiabatik yang tegar, maka semua itu membentuk sistem yang terisolasi sempurna dan
membentuk dunianya sendiri. Karena itu dapat dikatakan bahwa entropi dari suatu sistem
yang terisolasi sempurna selalu naik dalam proes ireversibel yang terjdai dalam sistem itu.

14

Sementara itu entropi tetap tidak berubah dalam sistem yang terisolasi jika sistem itu
mengalami proses reversibel.

2.7.

3.

15

Anda mungkin juga menyukai