Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN

UJI KARBOHIDRAT PADA FOTOSINTESIS

Nama

: Ade Maiditasari

Nim

: F16112008

Kelompok : 3

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2014

ABSTRAK
Praktikum ini akan mengujikan adanya kandungan karbohidrat pada daun sebagai
hasil dari fotosintesis. Fotosintesis adalah proses pemecahan karbohidrat yang berasal dari suatu
reaksi kimia di dalam daun yang berlangsung dengan menggunakan energi cahaya matahari. Proses
fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya
akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang
terdapat dalam kloroplas. Selain fotosintesis juga dipengaruhi oleh beberapa faktor baik
internal maupun eksternal.. Karbohidrat yang terdapat pada tumbuhan disimpan di jaringan
daun yang merupakan tempat terjadinya fotosintesis. Tujuan praktikum kali ini bertujuan
untuk membuktikan bahwa proses dari fotosintesis dibuat berdasarkan kuantitas dari klorofil.
dengan permasalahan yang akan dibahas pada praktikum kali ini yaitu bagaimana hasil yang
ditunjukan dari hasil fotosintesis pada daun Caladium biscolor?. Alat yang digunakan adalah
cawan petri,gelas kimia,penangas air, penset,batang pengaduk,dan tabung reaksi, serta bahan
diantaranya aquades, alcohol, larutan lugol, serta daun Caladium bicolor. Daun yang
disediakan berwarna putih dan hijau. Selanjutnya kedua daun ini di rebus hingga layu. Setelah
layu daun di masukkan kedalam alkohol panas hingga warna hijau keluar. Setelah dicuci
kedua daun di tetesi dengan larutan lugol. Daun yang mengandung karbohidrat akan
memberikan warna ungu kehitaman. Pada kedua jenis daun, daun hijau berwarna ungu
kehitaman, sementara daun putih bewarna cokelat. Hal ini disebabkan daun putih tidak
mengalami fotosintesis atau fotosintesis terjadi dalam persentase yang kecil sehingga pada
percobaan tidak menunjukkan perubahan warna, sehingga Fotosintesis terjadi pada tumbuhan
hijau dan menghasilkan karbohidrat yang di tunjukkan dengan perubahan warna ungu
kehitaman pada daun.

Kata kunci : fotosintesis, karbohidrat, daun hijau, klorofil.

PENDAHULUAN
Aktivitas kehidupan di biosfer pada dasarnya digerakkan oleh tenaga dari cahaya matahari.
Secara sepintas memang tidak nampak hubungan cahaya matahari dengan hewan yang dapat berlari
dengan cepat. Namun apabila diteliti dengan cermat akan diketahui bahwa tenaga untuk berlari itu
berasal dari pemecahan karbohidrat yang terkandung di dalam daun rerumputan yang dimakan oleh
hewan tersebut, dan karbohidrat yang dipecah berasal dari suatu reaksi kimia didalam daun yang
berlangsung dengan menggunakan energi cahaya matahari. Reaksi pembentukan karbohidrat ini
dinamakan fotosintesis. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang
mempunyai klorofil. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara
pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Selain fotosintesis juga
dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kurangnya pengetahuan tentang proses fotosintesis dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya baik faktor internal maupun faktor eksternal yang
melatarbelakangi dilakukannya percobaan tentang fotosintesis ini.
Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai
kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu
proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi di bagian daun satu tumbuhan
yang memiliki klorofil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan
sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya
matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan
klorofil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena klorofil
hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986).
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti
menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia
kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari.
Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan
H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai
panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda
(Salisbury, 1995).
Fotosintesis sering didefinisikan sebagai suatu proses pembentukan karbohidrat dan
karbondioksida serta air yang dilakukan sel-sel yang berklorofil dengan adanya cahaya

matahari yang disebabkan oleh oksigen (O2). Ada juga yang mengartikan fotosintesis dengan
suatu peristiwa pengolahan atau pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan
cahaya matahari(Kimball, 1992).
Chlorophyll is the main pigment involved in photosynthesis, but at least two other
pigments,

carotenoids

and

anthocyanins,play

supporting

roles

in

photosynthesis

(Vermaas,2007). Chlorophyll produces green colors in leaves, while carotenoids produce


yellow to orange and bright red colors, and anthocyanins produce violet and dark red to pink
colors (Morgan et al.2010).
Energi cahaya diubah menjadi energi kimia oleh pigmen fotosintesis yang terdapat
pada membran interna atau tilakoid.Pigmen fotosintesis yang utama ialah klorofil dan
karotenoid.Klorofil a dan b menunjukkan absorpsi yang sangat kuat untuk panjang gelombang
biru dan ungu, jingga dan merah (lembayung) dan menunjukkan absorpsi yang sangat kurang
untuk panjang gelombang hijau dan kuning hijau (500-600 nm) (Sasmitamihardja dan Siregar,
1990).
Persamaan ini dihasilkan bahan organic yang mengandung energy kimia potensial dan
oksigen.Oleh karena itu dalam fotosintesis, energy radiasi cahaya diubah menjadi energy
kimia dalam senyawa organik yang stabil (semacam karbohidrat). Proses fotosintesis
merupakan bagian penting bagi kehidupan, karena:1) Sebagai sumber energi bagi semua
mahluk hidup, 2)Pertumbuhan dan hasil tumbuh dipengaruhi oleh kecepatan fotosintesis.
3)Diperlukan untuk sintesis berbagai senyawa organik yang diperlukan. 4) Menyediakan
oksigen bagi kehidupan (Guritno, 1995).
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang
kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa,
monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana.
Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer, trimer dan lainlain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga
monosakarida (Solichatun, 2007).
Caladium bicolor merupakan herba tahunan, daun berukuran besar, berbentuk hati,
ditopang oleh pelepah yang panjangnya 30 cm atau lebih, warnanya beragam, ada yang putih
kehijauan dengan tulang daun hijau, ada yang hijau di tepi dan merah menyala di tengahnya,
ada yang hijau di tepi dan tengahnya pink dibayangi putih, dan lain-lain. Batang biasanya
tumbuh horizontal seperti umbi kentang atau umbi famili Zingiberaceae (Prihmantoro,

1997).Daun Caladium ada yang berbentuk hati, bulat, panjang, seperti daun bambu, dan daun
ganda.Sedangkan daunnya memiliki warna dasar merah, kuning, hijau, putih, emas, dan
ungu.Masing-masing warna memiliki variasi yang berbeda, misalnya merah tua, merah
terang, merah pudar, atau merah pucat. Di samping warna dasar, umumnya dalam satu daun
Caladium juga terdapat satu atau beberapa warna lain. Warna daun Caladium yang masih
muda umumnya berbeda dengan Caladium yang sudah dewasa.Corak daun Caladium bisa
berupa titik, bulat, bergaris, atau bentuk yang tidak beraturan dengan jumlah dan ukuran yang
bervariasi (Yuliarti, 2008).
Untuk mengetahui ada atau tidaknya amilum yang terdapat dalam proses fotosintesis
dapat dilakukan dengan berbagai percobaan, diantaranya dengan memberi perlakuan variasi
cahaya matahari yang berbeda pada daun tumbuhan dan mengujinya dengan larutan JKJ
untuk memperoleh hasil dan data yang bervariasi antara daun tumbuhan sampel (Ellis, 1986).
Dalam praktikum ini akan di bahas bagaimana proses fotosintesis menghasilkan
karbohidrat, serta bagaimana kandungan karbohidrat pada daun yang berwarna putih. Tujuan
dari praktikum ini adalah untuk menunjukkan bahwa proses fotosintesis di pengaruhi oleh
banyaknya klorofil, serta untuk menunjukkan bahwa proses fotosintesis menghasilkan
karbohidrat.

METODOLOGI
Kegiatan praktikum ini dilakukan pada hari selasa tanggal 9 Mei 2014 pukul 07.30 10.00
WIB di Laboratorium Biologi FKIP Untan, Pontianak.

Peralatan yang di gunakan dalam praktikum ini berupa cutter tabung reaksi, pinset,
cawan petri, hot plate magnetic stirer, gelas beaker, tripod, kasa, dan bunsen. Bahan yang di
gunakan adalah daun Caladium bicolor, air, larutan lugol, dan alkohol.
Daun keladi hias (Caladium bicolor) di ambil bagian yang berwarna hijau dan putih
dan di potong dengan ukuran 1x1 cm. Kedua jenis daun ini kemudian di letakkan dalam
cawan petri. Tuangkan air kedalam gelas beaker kemudian di didihkan di atas bunsen ataupun
hot plate. Setelah mendidih daun di masukkan dan di rebus hingga layu. Setelah layu daun di
masukkan ke dalam tabung reaksi dan di tambahkan alkohol. Tabung kemudian di masukkan
lagi ke dalam gelas beaker yang berisi air mendidih. Alkohol di panaskan sampai berubah
warna menjadi warna hijau, yang berarti klorofil daun telah keluar. setelah itu daun di cuci
dengan air mengalir dan di letakkan pada cawan petri lagi. Tetesi kedua daun dengan lugol,
kemudian amati perubahan warna yang terjadi pada kedua daun.

HASIL DAN PEMBAHASAN


a. Hasil
no

perlakuan

keterangan

gambar

Sebelum

Daun 1= hijau
Daun 2= putih

sesudah

Daun 1=

ungu dan

gelap coklat
Daun

2=

hijau

kecoklatan

b. Pembahasan
Pada praktikum ini dilakukan dua pengujian yaitu menggunakan daun Caladium bicolor
karena memiliki dua warna yang berbeda yang berfungsi untuk membuktikan adakah
perbedaan ke duanya yang berwarna hijau dan yang berwarna putih yang setelah perlakuan
direbus masing-masing diberi larutan lugol dan hasilnya daun yang berwarna hijau berwarna
ungu dan gelap kecoklatan dan daun yang berwarna putih berubah berwarna hijau kecoklatan.
Daun Caladium bicolor yang hijau setelah ditetesi lugol berubah menjadi ungu kehitamhitaman, Hal ini dimaksudkan agar ada tidaknya amilum pada daun dapat terlihat dengan jelas

pada saat daun tersebut dicuci dengan larutan lugol. Larutan lugol disini berfungsi untuk
memberikan warna pada daun agar dapat dibedakan bagian daun yang mengandung amilum
dan tidak. Jika terdapat amilum maka pada bagian daun yang ditetesi lugol akan berubah
warna menjadi ungu kehitaman. Pada saat potongan daun yang telah di rebus dan telah di
campur alcohol yang menjadikannya pucat ditetesi dengan lugol dan didiamkan tampak
adanya perubahan, yakni daun Caladium bicolor yang berwarna hijau menjadi berwarna ungu
kehitaman.
Hasil dari perubahan warna yang terjadi pada daun yang berwarna hijau menunjukkan
bahwa daun mengandung klorofil yang di tunjukkan dengan warna alkohol menjadi hijau,
sehingga daun berfotosintesis. Salah satu hasil dari fotosintesis ini adalah karbohidrat yang
dapat di buktikan dari percobaan ini dengan perubahan warna menjadi ungu muda. Daun yang
berwarna putih tidak memiliki klorofil sehingga tidak berfotosintesis dan tidak menunjukkan
adanya kandungan karbohidrat di dalamnya.
Lugol dalam percobaan ini di gunakan untuk mengetahui adanya kandungan pati atau
amilum pada daun, yang di tandai perubahan warna menjadi ungu kehitaman pada daun yang
di tetesi. Setelah ditetesi dengan larutan lugol, daun seharusnya berubah warna. Namun dalam
praktikum ini setelah empat kali pengulangan hasil yang didapat tidak menunjukkan
perubahan warna, hanya satu sampel saja yang menunjukkan perubahan warna yang tidak
terlalu mencolok (pada gambar tabel). Hal ini bisa di pengaruhi oleh perebusan daun yang
belum sampai layu, ataupun proses melarutkan klorofil yang belum selesai, sehingga
berpengaruh terhadap hasil yang di dapat.

KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan fotosintesis adalah proses fotosintesis untuk
menghasilkan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya
matahari.Penggunaan larutan lugol yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya amilum
pada daun tersebut. Jika terdapat amilum maka pada bagian daun yang ditetesi lugol akan
berubah warna menjadi ungu kehitaman. Pada saat potongan daun yang telah di rebus dan
telah di campur alcohol yang menjadikannya pucat ditetesi dengan iodine dan didiamkan
tampak adanya perubahan, yakni daun Caladium bicolor yang berwarna hijau menjadi
berwarna ungu kehitaman dan daun Caladium bicolor yang brwarna putih menjadi
kecoklatan. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada potongan

daun yang berwarna ungu

kehitaman tersebut terdapat amilum, sedangkan pada bagian daun yang menjadi kecoklatan,
menandakan bahwa pada potongan daun tersebut tidak terdapat amilum atau sedikit
mengandung amilum.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Fotosintesis. (online). http://dnabio71fotosintesis.blogspot.com/. Diakses 3
juli 2013.
Dwidjoseputro,

.1986.Biologi.Erlangga:Jakarta.

Ellis, Nihayati. 1986. Anatomi Tumbuhan. Rajawali Press, Jakarta.


Guritno, B. dan Sitompul, S. M. 1995.Analisis Pertumbuhan Tanaman.UGM Press.Yogyakarta.

Kimball,

John.

W.

1992.

Biologi

Umum.

Erlangga,

Jakarta.

Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB, Bandung.


Morgan JG, Carter MEB. 2010. Investigating Biology Laboratory Manual, 7thed. San
Francisco (CA): Pearson Benjamin Cummings.
Pratama, Tomi Anugrah. 2009. Fotosintesis. (online). (http:// thetom022. files. wordpress. com/ 2009
/06 /fotosintesis.pdf. ,Diakses, tanggal 4 Juli 2013).
Sasmitamihardja, D. and A.H. Siregar. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Proyek Pendidikan Akademik
Dirjen Dikti. Depdikbud. Bandung. pp 253-281.
Solichatun,EndangA.2007.KajianklorofildanKarotenoidPlantagomajorL.danPhaseolusvulgarisL.sebag
aiBioindikatorKualitasUdara.Biodiversitas.

Anda mungkin juga menyukai