Anda di halaman 1dari 11

PERTEMUAN 11

JENJANG KARIR DI
MEDIA PENYIARAN
Bekerja di dunia penyiaran tidak cukup hanya
menguasai teori, tetapi juga harus dipraktekkan,
demikian juga pengalaman dalam praktek tanpa
dilandasi teori kurang sempurna.

Untuk menjadi seorang broadcaster yang kreatif dan


dinamis memerlukan waktu yang cukup lama, karena
harus dimulai dari jenjang paling bawah.

Tahap demi tahap meniti karir mulai dari jenjang paling


bawah ke atas, setelah berada pada jenjang paling atas
jelas akan mengetahui liku-liku dunia penyiaran.

Jenjang karir di dunia penyiaran ditentukan oleh


kemampuan dalam merencanakan, memproduksi, dan
menyiarkan dengan tujuan agar siaran ditonton
khalayak.
Menurut Ishadi jenjang karir di dunia penyiaran adalah
sebagai berikut:
1.Setiap orang memasuki dunia penyiaran harus
mengikuti diklat.
2.Setelah mengikuti diklat dipekerjakan sesuai dengan
pilihan masing-masing.
3.Sebagai pemula, mengembangkan kreativitas dan karya
minimal 5 tahun.
4.Selama 5 tahun di bawah pengamatan atasan langsung.
5.Diklat lanjutan selama 3 sampai 6 bulan
6.Selesai mengikuti diklat lanjutan dipekerjakan kembali.
7.Broadcaster yang memiliki wawasan, kreatif, dinamis,
dan mencintai profesinya.
8.Broadcaster sejati
9.Menduduki kursi pimpinan dilandasi prinsip seorang
broadcater sejati
Profesi dalam karya artistik
1. Produser pelaksana, bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan produksi atau mata acara siaran.
2. Produser, melaksanakan apa yang diinginkan oleh
produser pelaksana.
3. Pengarah acara/sutradara/director, bertanggung jawab
secara teknik pelaksanaan satu mata acara siaran.
4. Penulis naskah, menbuat naskah untuk mata acara siaran.
5. Penanggung jawab audio (juru suara), Seseorang yang
ahli di bidang audio.
6. Penata cahaya/juru lampu, Seseorang yang ahli di
bidang pencahayaan.
7. Penata teknik, Yang bertanggung jawab di bidang
peralatan teknik.
8. Juru kamera elektonik, seseorang yang mengoperasikan
kamera elektronik.
9. Juru rekam audio visual, yang mengoperasikan VTR/VCR.
10. Penata artistik/dekorator, seseorang yang ahli dalam
menata ruang/lokasi.
11. Penata konstruksi, seseorang yang ahli di bidang
konstruksi.
12. Penata grafik, seseorang yang ahli di bidang grafik.
13. Penata rias, yang ahli dalam merias artis/penyaji.
14. Gaffer adalah pembantu penata cahaya.
15. Go-fer adalah pembantu umum produksi.
16. Klepper adalah yang bertugas memegang klep/slate.

Profesi-profesi lain dalam dunia penyiaran:


a. Pengarah acara lapangan.
b. Perencana/programmers
c. Unit manager
d. Operator grafik komputer/ADO/chargen
Pada tingkat pimpinan, misalnya:
• Manajer program
• Manajer produksi
• Manajer PR
• Manajer Litbang
• Manajer umum
• Manager keuangan
• Manajer stasiun
• Manajer Diklat
• Manajer promosi
• Manajer teknik.
Banyaknya manajer ditentukan oleh status
penyiaran, apakah bersifat lokal, nasional, swasta
atau publik.

Profesi dalam karya jurnalistik


Kerja di bidang jurnalistik dilandasi oleh ilmu
jurnalistik, maka dari pengelola siaran harus
menguasai ilmu jurnalistik.
Adapun profesi dalam jurnalistik televisi adalah:
1. Reporter, yang mencari, mengumpulkan,
menyeleksi,
mengolah dan menyajikan berita.
2. Juru kamera berita.
3. Redaktur.
4. Redaktur pelaksana
5. Pemimpin redaksi
6. Penanggung jawab siaran pemberitaan
7. Editor/penyunting visual
8. Juru suara
9. Penyiar berita
10. Penyaji berita
11. Narator
12. Ilustrator
13. Telangkai (Anchor)
14. Komentator
15. Pewawancara
16. Moderator
17. Pengarah acara berita
18. Koresponden
19. Teknisi
20. Switcher, seorang (teknik) yang bertugas
memasukkan visual/audio atas perintah
pengarah acara berita.
Pemberian imbalan
Pemberian imbalan/gaji/honorarium kepada karyawan
dan pengisi acara di penyiaran merupakan
permasalahan yang unik, yaitu variatif.

Perbedaan pemberian imbalan karena perbedaan


status dan tujuan dari pengadaan stasiun penyiaran.

Bagi stasiun penyiaran swasta, tingkat imbalan


ditentukan oleh seberapa jauh stasiun penyiaran itu
mampu memikat khalayak.
Di Indonesia sampai saat ini belum ada standar
pemberian imbalan yang diberikan kepada
karyawan atau pengisi acara.

Khusus untuk TVRI imbalan/honor yang diberikan


pada pengisi acara dan karyawan adalah standar
yang berlaku pada sistem penggajian pegawai
negri.