Anda di halaman 1dari 6

PERTEMUAN 12

MANAJEMEN
PENYIARAN
INDONESIA-1
Ilmu manajemen telah berkembang di Indonesia,
namun penyiaran justru belum dikenal secara luas di
masyarakat.

Medium radio/televisi merupakan salah satu produk


dari teknologi komunikasi/informasi/elektronika yang
memiliki sifat khas kecepatan, kepraktisan,
ketepatan, dan berkualitas. Sesuai dengan sifat
khasnya radio/televisi harus dikelola melalui
manajemen yang dinamis.
RRI/TVRI belum menyesuaikan diri dalam bidang manajemen,
dahulu karena bersifat tunggal mau tidak mau masyarakat tetap
menonton/mendengarkan, sebab tidak ada alternatif lain. Kini
sudah banyak stasiun penyiaran swasta hingga RRI/TVRI
ditinggalkan oleh pendengar dan pemirsanya.

Tinjauan ideologis dan politis


Mengingat radio dan televisi mampu mengubah sikap, pendapat
dan tingkah laku individu/kelompok, maka penerapan
manajemen penyiaran harus mampu mengarahkan siaran yang
dihasilkan atas dasar ideologi Pancasila, karena itulah cara
pandang hidup bangsa Indonesia.
Tinjauan sosial ekonomi
Siaran berkembang di Indonesia tidak hanya berfungsi untuk
meraih keuntungan bersifat idiil, tetapi juga ke arah yang
bersifat materiil. Tujuan idiil dan materiil masih berada di
antara dua kutub yang berlawanan.

Siaran berdampak luas di semua segi kehidupan, ia menjadi


sarana yang bersifat informatif, edukatif, stimulatif, co-ersive,
dan menghibur.

Kemampuan dari dua media tersebut memotivasi perubahan


dalam masyarakat, baik perubahan sosial budaya, tingkah
laku, sikap dan pendapat, bahkan sesuatu yang bersifat
filosofis dan ideologis.
Tinjauan khalayak
Bagi khalayak hanya ada satu sikap, yaitu “siaran harus
baik” dan mampu memenuhi kebutuhan serta keinginan
mereka tentang informasi dan hiburan.

Selera khalayak harus menjadi salah satu acuan dalam


merencanakan siaran, namun pengelola siaran pun harus
bijaksana, jangan semua selera khalayak yang heterogen
tadi dipenuhi.

Siaran harus dirancang agar dapat meningkatkan martabat


dan bermanfaat bagi manusia, baik sebagai individu, sosial
dan mahluk Tuhan.
Tinjauan manajemen
Medium radio dan televisi merupakan salah satu
produk teknologi komunikasi, informasi yang dikelola
harus dinamis dan kreatif, hingga manajemen yang
paling cocok diterapkan adalah manajemen
dinamis/modern, bukan manajemen perkantoran, sifat
kerja perkantoran berbeda dengan penyiaran.

Mengingat sifat penyiaran yang dinamis, maka


diperlukan lebih banyak manajer bukan pemimpin
otoriter.

Tindak administratif tidak akan pernah dapat


menyelesaikan permasalahan yang timbul, karena
penyiaran lebih menekankan pada kualitas (output)
dari pada kuantitas.