Anda di halaman 1dari 2

WAFATNYA MAESTRO INDONESIA

(GUSDUR)
Oleh : Aryo Dwiatmojo Raksa buana

Kita Kudu Bersedih Karena yang Wafat adalah GusDur, bukan


GusTeroris ataupun GusHitller. Karena memang tokoh satu ini
adalah Seorang Proklamotor Kebijaksanaan. Seorang tokoh Nasionalis,
yang selalu Berdiri di Barisan Paling depan Kelompok Minoritas
Indonesia. Paket kebijakannya walaupun Kontroversial tapi bagi
Minoritas membuat mereka Respek alias Patuh and hormat Ama Sang
Maestro.
Di Masa Pemerintahannya, sang Maestro banyak membuat
Perubahan yang signifikan, hanya saja media terlalu banyak menyoroti
sisi negative sang Maestro untuk dihidangkan kehadapan publik.
Belum Pernah ada sosok Setelah Soekarno wafat, yang berani Angkat
Bicara seperti Gusdur tentang ketidakadilan yang terjadi, sampai-
sampai UU yang mengatur mengenai Perlakuan terhadap turunan yang
dianggap terlibat G30-SPKI yang belum tentu benar keberadaanya,
direvisi olehnya akibat rasa Prikemanusian dan Keadilan.
Kita ingat Kasus yang menimpa inul daratista yang waktu itu
dicekal oleh banyak Pihak karena gerakan Ngebornya membuat para
Pencekalnya kebakaran jenggot. Aksi erotis inul di masukan dalam
kategori Pornoaksi. Apa Benar demikian…??? Kasian banget si ratu
ngebor saat itu, untung aje Pablo Picaso Pelukis asal Italia gak hidup di
Indonesia, kalau gitu udah pasti ia dibilang Pornovisual bahkan
dijebloskan kepenjara pornografi kali ,hehe..!!! Kebanyakan kita salah
meramu anrtara aturan dan Realitas. Udahh akhhh!!! Ngomongnya jadi
nyeleneh….kembali pada kasus inul, Merasa diperlakukan tidak wajar
sang Ratu ngebor mengadu pada sang bapak yang dianggapnya bisa
membantunya, Gusdurpun angkat bicara mengenai Diskriminasi
Minoritas yang dilihatnya. Ia benar-benar pahlawan rakyat kecil, ia
tercipta untuk umat Indonesia, baik Nasrani, Budha, Hindu, maupun
Islam. Sampai-sampai pada Prosesi pemakamannya seluruh umat
beragama hadir menyaksikan nya, benar-benar Luar biasa. uhuiii!!!!
Kawan-kawan kita kudu sadar pelajaran Penting yang
ditinggalkan Gusdur adalah Mayoritas itu belum tentu benar
Keberadadannya, Minoritas Belum tentu salah Keberadaanya. Kita
terlalu cepat menghakimi sesamanya, Indonesia ini secara bersama
telah mengkultuskan Semboyan bangsa dengan kata“ Bhineka Tunggal
Ikanya”. jadilah manusia yang bijak dalam membuat keputusan,
jangan cepat menghakimi. Hanya yang Mahakuasa yang berhak
menjustifikasi umatnya. Hee., marilah Kita berdoa bersama-sama Buat
sang Maestro. Ya Tuhan, lapangkanlah tempat yang Luas baginya,
teduhkanlah Jiwanya dengan Asma Kebesaran-MU, Berikanlah Ia Pelita
Agar Menuju Jalan Keabadian. Sambutlah kedatangannya dengan Sutra
Surga yang kau Buat bagi para Mujahid-Mu. Amien…. Sampai Jumpa
Lagi Guys.