Anda di halaman 1dari 2

Kesendiriannya….

Menjalani hidup,untuk selanjutnya sendirian adalah


sebuah pilhan hidup..

Hal itu adalah sebuah pilihan hidup,yang beralaskan


bukan tanpa sebuah alasan…

Perempuan ini berfikir, tidak aka nada satupun seseorang


yang mengerti akan apa yang ia rasakan…

Menurut perempuan ini, hidup memang cuma sekali, jadi


apa salahnya sedikit bersenang-senang untuk itu…

Dan setelah itu, kemudian ia berdiri dan berusaha sendiri


hingga lututnya tergores, hanya sekedar untuk
menginginkan, sebuah penghargaan kecil, yaitu tidak
dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang
mengecewakan cinta tulus dari perempuan ini…

Ia sudah terlanjur dikecewakan oleh cinta……………….

Perempuan ini sudah tidak menginginkan hal itu,,,

Ia sudah terlanjur mencintai dirinya sendiri….

Ia adalah seorang perempuan yang gigih, seorang


perempuan yang selalu tersenyum pada mentari pagi,
hingga mentari pagi itu pergi meninggalkannya…

Tapi, kemudian……pada tiap malam, perempuan ini


membanjiri tempat peristirahatannya dengan air mata…
menutup matanya perlahan….dan kemudian
membayangkan betapa kehidupannya sangat perih dan
menyakitkan…
Perempuan ini menutup matanya dan berfikir hingga ia
tertidur dan siap untuk tersenyum kembali pada mentari
itu..

Tidak ada yang bias menolongnya….

Tidak ada yang bias menyelamatkannya….

Ia sudah terlanjur menentukkan sebuah pilihan hidup, dan


membiarkan dirinya menua hanya ditemani kenangan
yang menyakitkan..

Tanpa ingin melihat kebelakang, perempuan ini terus


melanjutkan hidupnya,

Jadi, biarkanlah perempuan ini terus menjalankan


kehidupannya dengan semangat sekaligus air mata yang
berkecamuk dalam tubuhnya…..

This writing is dedicated to all wemen who’s been


hurt because of love, and want to live by her self,
Keep on fighting girls…