Anda di halaman 1dari 6

BAB III

Standard Kompetensi
3. Mahasiswa dapat menjelaskan
pengertian homomorfisma ring
dan menggunakannya dalam
kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar:
Mahasiswa diharapkan dapat
3.1 Menyebutkan definisi lhomomorfisma ring.
3.2 Memberikan contoh-contoh homomorfisma ring
3.3 Menjelaskan sifat-sifat homomorfisma ring.
3.4 Menerapkan konsep homomorfisma ring dalam
bidang lain atau dalam kehidupan sehari-hari.

_________________________________________________Modul Struktur Aljabar

22

BAB III
HOMOMORFISMA RING

Di dalam Teori Grup telah dibahas tentang homomorfisma grup, yaitu


pemetaan f dari grup (G,+) ke grup (H,*) yang mempunyai sifat untuk sebarang
a, b di dalam G berlaku f(a + b) = f(a)*f(b). Berhubung di dalam ring dikenal dua
operasi biner, maka pengertian homomorfisma ring juga merupakan perluasan
dari homomorfisma grup yang dikenakan terhadap dua operasi biner yang ada
pada ring tersebut.

3.1 Pengertian Homomorfisma Ring


Definisi 3.1.1 Diberikan ring (R,+,.) dan (S,,*). Pemetaan f : R S disebut
homomorfisma ring jika untuk sebarang a, b R berlaku:
1). f(a + b) = f(a) f(b)
2). f(a.b) = f(a)*f(b).
Di dalam definisi di atas, kita membedakan notasi dua operasi yang
didefinisikan pada ring R dan S, tetapi di beberapa buku digunakan notasi yang
sama. Untuk pembahasan berikutnya, kita tidak membedakan notasi dua
operasi biner dari ring R dan S. Berikut ini diberikan beberapa contoh untuk
memberikan penjelasan terhadap definisi di atas.
Contoh 3.1 Diberikan dua ring R dan S. Selanjutnya didefinisikan pemetaan f :
R S dengan f(a) = 0, untuk setiap a R. Jelas bahwa untuk sebarang a, b
R berlaku f(a + b) = 0 = 0 + 0 = f(a) + f(b) dan f(a.b) = 0 = 0.0 = f(a).f(b). Jadi f
merupakan homomorfisma ring.
Contoh 3.2 Diberikan ring R dan didefinisikan pemetaan g : R R dengan g(a)
= a, untuk setiap a R. Jelas bahwa untuk sebarang a, b R berlaku g(a + b)
= a + b = g(a) + g(b) dan g(a.b) = a.b = g(a).g(b). Jadi pemetaan g merupakan
homomorfisma ring.
Contoh 3.3

Misalkan Z adalah ring dari semua bilangan bulat terhadap

penjumlahan dan perkalian biasa, sedangkan S adalah ring dari semua


bilangan bulat terhadap operasi penjumlahan biasa dan perkalian yang
didefinisikan dengan
a*b =

ab
, untuk semua a, b Z,
2

_________________________________________________Modul Struktur Aljabar

23

dengan ab adalah perkalian biasa antara bilangan bulat a dan b. Pembaca


dapat membuktikan bahwa (S,+,*) merupakan ring (Buktikan!).

Selanjutnya

didefinisikan pemetaan f : Z S dengan f(a) = 2a, untuk setiap a Z.


Dengan definisi pemetaan ini, maka untuk sebarang a, b Z, berlaku
f(a + b) = 2(a + b) = 2a + 2b = f(a) + f(b)
dan
f(a.b) = 2(ab) =

(2a)(2b)
= 2a*2b = f(a)*f(b).
2

Jadi f merupakan homomorfisma ring.


Definisi 3.1.2 Diberikan ring R dan S. Homomorfisma ring f : R S disebut
1) Monomorfisma jika f injektif (satu-satu)
2) Epimorfisma jika f surjektif (pada)
3) Isomorfisma jika f bijektif (satu-satu dan pada).
Monomorfisma ring f : R S juga sering disebut dengan istilah
embedding dari R ke S. Isomorfisma ring f : R R disebut authomorfisma.

Latihan 3.1
1. Berikan contoh monomorfisma, epimorfisma dan isomorfisma.
2. Buktikan bahwa jika f merupakan homomorfisma ring dari ring komutatif R ke
ring S, maka f(R) merupakan subring komutatif dari ring S.
3. Misalkan R ring dengan elemen satuan dan S sebarang ring serta f adalah
epimorfisma ring dari R ke S. Buktikan bahwa f(1) merupakan elemen
satuan di S.
4. Buktikan bahwa jika f merupakan isomorfisma ring dari daerah integral R ke
ring S, maka S juga merupakan daerah integral.

3.2 Sifat-Sifat Homorfisma Ring


Sifat-sifat dasar dari homomorfisma ring akan dibahas di dalam sub bab
ini, sedangkan aplikasi dan teorema-teorema yang lebih kompleks akan
dibahas pada sub bab sub bab berikutnya.
Teorema 3.2.1 Jika f merupakan homomorfisma ring dari ring R ke ring S,
maka berlaku sifat-sifat:
1). f(0) = 0.
2). f(-a) = -f(a), untuk semua a R.
Bukti: 1). Jika a sebarang elemen di R, maka
_________________________________________________Modul Struktur Aljabar

24

f(a) = f(a + 0)

(sifat elemen nol)

= f(a) + f(0)

(karena f homomorfisma ring)

dan
f(a) = f(0 + a)

(sifat elemen nol)

= f(0) + f(a)

(karena f homomorfisma ring).

Jadi diperoleh
f(a) + f(0) = f(a) = f(0) + f(a),

untuk setiap f(a) S.

Ini berarti f(0) = 0, yaitu elemen netral (nol) di dalam ring S.


2). Jika a sebarang elemen di ring R, maka
0 = f(0)

(sifat 1.)

= f(a + (-a))

(sifat elemen invers terhadap +)

= f(a) + f(-a)

(karena f homomorfisma ring)

dan
0 = f(0)

(sifat 1.)

= f(-a + a)

(sifat elemen invers terhadap +)

= f(-a) + f(a)

(karena f homomorfisma ring).

Jadi diperoleh
f(a) + f(-a) = 0 = f(-a) + f(a), untuk setiap f(a) S.
Ini berarti f(-a) = - f(a), untuk semua a R.

Di dalam teorema di atas tidak dibedakan elemen nol di R dan elemen nol
di S, walaupun di dalam kenyataanya elemen ini berbeda.
Definisi 3.2.2 Jika f merupakan homomorfisma ring dari ring R ke ring S, maka
kernel dari f, ditulis ker(f), adalah himpunan semua elemen a R sedemikian
hingga f(a) = 0.
Untuk Contoh 3.1 di atas diperoleh ker(f) = R, sedangkan untuk Contoh
3.2 dan Contoh 3.3 diperoleh ker(f) = {0}.
Teorema 3.2.3 Jika f : R S merupakan homomorfisma ring, maka berlaku
1) image dari f yaitu f(R) merupakan subring dari ring S.
2) kernel dari f yaitu ker(f) merupakan ideal dari ring R.
Bukti: 1) Ambil sebarang a dan b di dalam f(R), maka terdapat a dan b di
dalam R sedemikian hingga a = f(a) dan b = f(b). Selanjutnya karena R
merupakan ring, maka a b = a + (-b) R dan ab R. Akibatnya berlaku
a b = f(a) f(b) = f(a) + f(-b) = f(a + (-b)) = f(a b) f(R),
dan
_________________________________________________Modul Struktur Aljabar

25

a b = f(a) f(b) = f(ab) f(R).


Ini berarti f(R) merupakan subring dari ring S.
2). Jelas bahwa ker(f) bukan merupakan himpunan kosong, karena ker(f) paling
sedikit memuat satu elemen yaitu 0, elemen nol di R (ingat: f(0) = 0). Sekarang
diambil sebarang elemen a, b ker(f) dan r R, sehingga f(a) = 0 dan f(b) = 0.
Akibatnya diperoleh:
f(a b) = f(a + (-b)) = f(a) + f(-b) = f(a) f(b) = 0 + 0 = 0.
Ini berarti a b ker(f).
Selanjutnya
f(ar) = f(a) f(r) = 0 f(r) = 0.
dan
f(ra) = f(r) f(a) = f(r) 0 = 0.
Yang menunjukkan bahwa ar, ra ker(f).

Jadi ker(f) merupakan ideal dari ring R.

Teorema 3.2.4 Jika R merupakan ring pembagian (division ring), maka R tidak
mempunyai ideal sejati. Dengan kata lain ideal dari R adalah {0} dan R sendiri.
Bukti: Misalkan I R merupakan ideal sedemikian hingga I {0}. Jika 0 a
I dan b R sebarang, maka persamaan ax = b selalu mempunyai
penyelesaian. Akibatnya b I. Ini berarti I = R.
Teorema 3.2.5

Jika R merupakan ring pembagian dan f merupakan

homomorfisma ring dari R ke ring S, maka f injektif atau f(R) = {0}.


Bukti:

Berdasarkan Teorema 3.2.4, ideal dari ring pembagian R adalah {0}

atau R sendiri. Padahal ker(f) juga merupakan ideal dari ring R, maka ker(f) =
{0} atau ker(f) = R. Jika ker(f) = {0}, maka f injektif (tunjukkan!), sebaliknya jika

ker(f) = R, maka f(R) = {0}.

Latihan 3.2
1. Jika f : R S merupakan homomorfisma ring, maka buktikan bahwa ker(f) =
{0} jika dan hanya jika f satu-satu.
2. Misalkan J( 2 ) adalah himpunan bilangan real yang berbentuk m + n 2 ,
dengan m dan n bilangan bulat.
a). Tunjukkan bahwa J( 2 ) terhadap penjumlahan dan perkalian bilangan
real merupakan ring komutatif dengan elemen satuan!
b). Didefinisikan : J( 2 ) J( 2 ) dengan (m + n 2 ) = m - n 2 ,
tunjukkan bahwa suatu epimorfisma!
_________________________________________________Modul Struktur Aljabar

26

c). Tentukan ker() !


3. Misalkan R adalah ring dari himpunan semua fungsi kontinu bernilai real
pada interval [0,1] terhadap operasi penjumlahan dan perkalian fungsi,
sedangkan F adalah ring dari bilangan real. Didefinisikan : R F dengan
(f(x)) = f( ).
a). Tunjukkan bahwa merupakan epimorfisma!
b). Tentukan ker()!

_________________________________________________Modul Struktur Aljabar

27