Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA
PERCOBAAN 4
KARAKTERISTIK TRANSISTOR

NAMA

IKA NURUL ISNA FIBRIANTI

NIM

140533602319

TGL.PRAKTIKUM

04 NOVEMBER 2014

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PERCOBAAN 4
KARAKTERISTIK TRANSISTOR
A. TUJUAN
Agar mahasiswa mengetahui sifat dan karakteristik transistor

B. ALAT DAN BAHAN


AVOmeter Digital

1 buah

AVOmeter Analog

1 buah

Transistor TIP 41

1buah

Power Supply

1 buah

Resistor 100 ohm

1 buah

Resistor 220 ohm

1 buah

Potensiometer 50K

1 buah

Kabel jumper

Secukupnya

C. DASAR TEORI

1.

Pengertian Transistor
Transistor adalah komponen elektronika semikonduktor yang memiliki 3 kaki

elektroda, yaitu Basis (Dasar), Kolektor (Pengumpul) dan Emitor (Pemancar). Komponen ini
berfungsi sebagai penguat, pemutus dan penyambung (switching), stabilitasi tegangan,
modulasi sinyal dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Selain itu, transistor juga dapat
digunakan sebagai kran listrik sehingga dapat mengalirkan listrik dengan sangat akurat dan
sumber listriknya.
Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik
modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian
analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio.
Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi.
Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic
gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.

2.

Jenis-jenis transistor

Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori:

Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide

Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan
lain-lain

Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET,
MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC (Integrated
Circuit) dan lain-lain.

Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel

Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power

Maximum frekuensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor,


Microwave, dan lain-lain

3.

Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan lain-lain.

Fungsi Transistor
Fungsi Transistor sangat berpengaruh besar di dalam kinerja rangkaian

elektronika. Karena di dalam sirkuit elektronik, komponen transistor berfungsi sebagai


jangkar rangkaian. Dengan adanya 3 kaki elektroda, tegangan atau arus yang mengalir pada
satu kaki akan mengatur arus yang lebih besar untuk melalui 2 terminal lainnya.

Fungsi Transistor Lainnya :

Sebagai penguat amplifier.

Sebagai pemutus dan penyambung (switching).

Sebagai pengatur stabilitas tegangan.

Sebagai peratas arus.

Dapat menahan sebagian arus yang mengalir.

Menguatkan arus dalam rangkaian.

Sebagai pembangkit frekuensi rendah ataupun tinggi.

Jika kita lihat dari susuan semi konduktor, Transistor dibedakan lagi menjadi 2
bagian, yaitu Transistor PNP dan Transistor NPN. Untuk dapat membedakan kedua jenis
tersebut, dapat kita lihat dari bentuk arah panah yang terdapat pada kaki emitornya. Pada
transistor PNP arah panah akan mengarah ke dalam, sedangkan pada transistor NPN arah
panahnya akan mengarah ke luar.

KARAKTERISTIK TRANSISTOR
Sebelum membahas karakteristik dan daerah kerja Transistor, perlu disepakati terlebih
dahulu beberapa simbol tegangan yang terdapat pada Transistor. Rangkaian Transistor
memiliki tiga tipe tegangan. Ketiga tipe tegangan itu adalah:

Sumber Tegangan Transistor

: VBB dan VCC

Tegangan Terminal Transistor

: VB, Vc dan VE

Tegangan Lintas Persambungan

: VBE, VCE, dan VCB

Sebagaimana yang tampak pada gambar di bawah ini.

Tegangan-tegangan pada Rangkaian Transistor

Karakteristik yang paling penting dari Transistor adalah grafik Dioda KolektorEmiter, yang biasa dikenal dengan Kurva Tegangan-Arus (V-I Curve). Kurva ini
menggambarkan arus Kolektor, IC, dengan tegangan lintas persambungan Kolektor Emiter,
VCE, dimana harga-harga tersebut diukur dengan arus Basis, IB, yang berbeda-beda. Rangkaian
yang digunakan untuk mendapatkan kurva tampak pada gambar di bawah ini.

Rangkaian Transistor Common Emitter untuk Kurva Tegangan-Arus

Hasil pengukuran rangkaian Transistor tersebut ditunjukkan secara kualitatif pada


Gambar di bawah. Kurva tersebut mengindikasikan bahwa terdapat 4 (empat) buah daerah
operasi, yaitu:
Daerah Potong (Cutoff Region)
Daerah Saturasi (Saturation Region)
Daerah Aktif (Active Region), dan
Daerah Breakdown.
dimana setiap daerah memiliki karakteristik masing-masing. Fungsi dan kegunaan Transistor
dapat diketahui dengan memahami karakteristik-karakteristik Transistor tersebut. Disamping
itu, perancangan dan analisa Transistor sesuai dengan fungsinya juga akan berdasarkan
karakteristik ini.

Kurva Karakteristik Transistor

Karakteristik dari masing-masing daerah operasi Transistor tersebut dapat diringkas


sebagai berikut:

Daerah Potong:
Dioda Emiter diberi prategangan mundur. Akibatnya, tidak terjadi pergerakan
elektron, sehingga arus Basis, IB = 0. Demikian juga, arus Kolektor, IC = 0, atau
disebut ICEO (Arus Kolektor ke Emiter dengan harga arus Basis adalah 0).

Daerah Saturasi
Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor juga diberi prategangan maju.
Akibatnya, arus Kolektor, IC, akan mencapai harga maksimum, tanpa bergantung
kepada arus Basis, IB, dan dc. Hal ini, menyebabkan Transistor menjadi komponen
yang tidak dapat dikendalikan. Untuk menghindari daerah ini, Dioda Kolektor harus
diberi prateganan mundur, dengan tegangan melebihi VCE(sat), yaitu tegangan yang
menyebabkan Dioda Kolektor saturasi.

Daerah Aktif
Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor diberi prategangan mundur.
Terjadi sifat-sifat yang diinginkan, dimana:

IE = IC + IB

dc

IC
,
IB

atau
IC = dc IB
dan

dc

IC
,
IB

atau
IC = dc IE
sebagaimana penjelasan pada bagian sebelumnya. Transistor menjadi komponen yang
dapat dikendalikan.

Daerah Breakdown
Dioda Kolektor diberiprategangan mundur yang melebihi tegangan Breakdown-nya,
BVCEO (tegangan breakdown dimana tegangan Kolektor ke Emiter saat Arus Basis
adalah nol). Sehingga arus Kolektor, IC, melebihi spesifikasi yang dibolehkan.
Transistor dapat mengalami kerusakan.

GARIS BEBAN (LOAD LINE) TRANSISTOR


Garis Beban (load line) dapat digambarkan pada kurva karakteristik (Kurva Dioda
Kolektor) untuk memberikan pandangan yang lebih banyak mengenai Transistor bekerja dan
daerah operasinya. Pendekatan pembuatan Grafik Beban Transistor sama dengan pembuatan
Grafik Beban pada Dioda.
Jika terdapat sebuah rangkaian Transistor Common Emitter seperti ditampilkan pada
gambar di bawah ini,

Rangkaian Common Emitter

maka dapat diturunkan persamaan pada putaran outputnya, yaitu:


I C RC VCE I E RE VCC 0

Jika diasumsikan bahwa RE = 0, maka:


I C RC VCE VCC 0 , atau

IC

VCC VCE
RC

persamaan Garis Beban dari Transistor.


Pada persamaan Garis Beban dari Transistor, akan terdapat 2 (dua) buah titik penting,
yaitu Titik Saturasi (Saturation Point) dan Titik Potong (Cut off Point). Jika, VCE = 0, maka
akan didapat Titik Saturasi pada:

IC

VCC
RC

Sedangkan jika IC = 0, maka akan diketahui Titik Potongnya pada:


VCE VCC

Dari kedua titik tersebut, jika saling dihubungkan, akan didapat Garis Beban sebagaimana
tampak pada gambar garis beban dan titik operasi transistor di bawah. Pada gambar tersebut,
bahwa Garis Beban akan memotong salah satu titik dari IB pada daerah aktif. Titik potong
inilah yang merupakan Titik Operasi (operating point) dari Transistor.

Operating Point

Cut off

Garis Beban dan Titik Operasi Transistor

Berikut ini akan digambarkan contoh tahapan perhitungan untuk dapat mengetahui
daerah kerja sebuah rangkaian Transistor. Dimana sebuah rangkaian transistor tampak pada
Gambar 9.6 di bawah ini, dimana RB = 200 Kohm, RC = 3 Kohm, VBB = 5 volt dan VCC = 10
volt. Diketahui bahwa VBE adalah 0.7 volt dan = 100.

RC
3.0k

Q
RB

VCC
10 V

200k
2N1711

VBB
5V

Rangkaian Transistor

Maka, tahapan pertama adalah menurunkan persamaan-persamaan pada masingmasing lup, yaitu persamaan pada lup Emiter dan lup Kolektor. Persamaan Lup Emiter
adalah:

V BB I B R B V BE 0
I B R B V BB V BE
IB

V BB V BE
RB

sehingga:

IB

5 0.7
0.0215 mA
200K

Sedangkan persamaan pada Lup Kolektor adalah:

VCC I C RC VCE 0
I C RC VCC VCE
IC

VCC VCE
RC

Kemudian, dari persamaan di atas ini, dapat dibuatkan persamaan Garis Beban, dimana:

Ic sat (VCE = 0) adalah:


I Csat

dan

VCC
10

3.33 mA
RC
3K

VCE cut-off (IC = 0) adalah:


VCE VCC 10 volt

Setelah itu, jika diasumsikan bahwa rangkaian berada pada daerah aktif, maka:
IC = IB = 100 * 0.0215 = 2.15 mA,
dan
VCE = VCC IC RC = 10 2.15*3K = 3.55 volt
Dari harga-harga diatas, karena IC < IC

sat,

dan/atau VCE di luar daerah saturasi dan daerah

breakdown maka dapat disimpulkan bahwa rangkaian transistor ini bekerja pada daerah aktif,
dengan IB = 0.0215 mA, IC = 2.15 mA dan VCE = 3.55 volt. Sehingga dapat digambarkan garis
bebannya seperti pada gambar di bawah ini.

IC

IC sat 3.33 Titik Saturasi


mA
Titik Kerja
2.15 mA

Titik Potong
3.55 volt

VCE cut-off
10 volt

Garis Beban

VCE

D. LANGKAH KERJA

1. Rangkailah rangkaian sesuai dengan gambar dibawah ini

2. Hubungkan Vcc dengan 12V power supply


3. Ukurlah nilai Vbb sebesar 0V s/d 1V dengan mengatur potensio
4. Ukur nilai Vbe dan Vce menggunakan AVO meter dan catat hasil pengukuran
pada tabel
5. Ukur nilai Ib dan Ic menggunakan AVO meter dan catat hasil pengukuran pada
table
6. Buatlah grafik hubungan antara Ib-Vbe, Ic-Vce, dan Vbe-Vce
7. Analisa hasil pengukuran dengan perhitungan teori
8. Buatlah laporan percobaan

E. HASIL PERCOBAAN
Tabel Hasil percobaan

No.

Vcc

Vbb

BD 139
IB (mA)

VbE (V)

IC (mA)

VCE (V)

0,1V

50,761 mA

832,714 mV

119,463 mA

53,709 mV

0,2 V

14,948 mA

785,011 mV

119,422 mA

57,755 mV

0,3 V

8,654 mA

772,811 mV

119,352 mA

64,783 mV

0,4 V

6,01

mA

766,757 mV

119,285 mA

71,461 mV

0,5 V

4,533

mA

763,018 mV

119,221 mA

77,914 mV

0,6 V

3,564

mA

760,394 mV

119,155 mA

84,489 mV

0,7 V

2,846

mA

758,344 mV

119,082 mA

91,8

0,8 V

2,239

mA

756,534 mV

118,987 mA

101,327 mV

0,9 V

1,613

mA

754,58 mV

118,804 mA

119,598 mV

10

1V

692,335 mA

736,133 mV

82,145 mA

3,785 V

11

0V

-1,059 pA

1,2 mV

0A

12 V

12 V

mV

Grafik Hasil

Ic

119

Vce

12

H. DAFTAR RUJUKAN
Wikipedia.2014.Transistor.(Online)
(id.m.wikipedia.org/wiki/Transistor) (diakses 15 November 2014)
Elektronika.2014. Karakteristik Transistor.(Online)
(elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika-/karakteristik-transistor/)
(diakses 15 November 2014)

Anda mungkin juga menyukai