Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kebutuhan akan energi semakin bertambah dari tahun ke tahun, sementara
sumber yang ada masih berbanding terbalik dengan kebutuhan. Walaupun energi
radiasi matahari (energi surya) masih sangat berlimpah tetapi pemanfaatannya
masih belum maksimal. Secara ekonomis peralatan yang diperlukan untuk
mengkonversi energi surya masih relatif mahal dibandingkan sumber-sumber
energi yang bersumber pada minyak dan gas bumi serta batubara.
Salah satu energi yang sedang dikembangkan adalah energi yang
dihasilkan dari reaksi nuklir yaitu berupa reaktor nuklir. Ada dua jenis Reaktor
nuklir yaitu reaktor fusi dan fisi nuklir. Reaktor fusi nuklir merupakan salah satu
sumber energi alternatif masa depan yang menggunakan bahan bakar yang
tersedia melimpah, efisien, bersih dari polusi, tidak menimbulkan bahaya
kebocoran radiasi dan tidak menyebabkan sampah radioaktif seperti pada reaktor
fisi nuklir. Sejauh ini reaktor fusi nuklir masih belum dioperasikan secara
komersial. Reaktor-reaktor ini menggunakan reaksi nuklir yaitu reaksi fusi dan
reaksi fisi inti. Reaksi fusi inti (Nuclear Fussion) adalah reaksi penggabungan inti
kecil menjadi inti yang lebih besar, sedangkan reaksi fisi inti (Nuclear Fission)
adalah proses dimana suatu inti berat (nomor massa > 200) membelah diri
membentuk inti-inti yang lebih kecil dengan massa menengah dan satu atau lebih
neutron (Chang, 2010: 270, 275).
Energi yang dihasilkan dari reaktor fisi nuklir dari pemecahan satu atom
menjadi dua atom sedangkan energi yang dihasilkan reaktor fusi nuklir adalah
reaksi penggabungan dua atom menjadi satu atom. Dibandingkan dengan reaksi
fisi, reaksi fusi membutuhkan suhu yang sangat tinggi untuk bereaksi. Reaksi fisi
merupakan reaksi nuklir yang berkembang dan masih digunakan sebagai sumber
energi. Reaksi ini menghasilkan inti atom baru yang sangat tidak stabil dan
hampir seketika pecah menjadi dua inti dan sejumlah neutron dan energi yang
besar. Pecahan hasil reaksi fisi tersebut merupakan sampah radioaktif dengan

waktu paruh yang sangat panjang sehingga menimbulkan masalah baru pada
lingkungan. Berdasarkan pemaparan diatas, perlu adanya pengetahuan tentang
reaksi fusi dan fisi nuklir.

B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dikaji adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan reaksi fusi dan reaksi fisi ?
2. Apa kelebihan dan kekurangan reaksi fusi dan fisi ?

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui pengertian reaksi fusi dan reaksi fisi.
2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan reaksi fusi dan fisi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Reaktor Fusi Dan Fisi


Reaksi nuklir, terutama reaksi fisi dan fusi membebaskan energi yang
besar dan akan sangat bermanfaat bila energi tersebut dapat digunakan untuk
keperluan hidup manusia sehari-hari. Sejak awal abad-19 para ilmuwan telah
bekerja keras untuk memanfaatkan energi nuklir, yaitu energi yang berasal dari
inti atom atau nuklir, dalam sebuah reaktor. Reaktor fusi masih belum dapat
diwujudkan secara komersial karena beberapa kendala teknis dalam menjaga
kontinuitas dan stabilitas reaksi fusi. Sementara itu reaktor fisi telah berkembang
sampai pada tahap operasi komersial. Perkembangan teknologi reaktor fisi maju
cukup pesat, da bahkan telah menjadi komoditas strategis.
1.

Reaktor fusi
Reaktor fusi pertama kali diwujudkan di Uni Soviet pada tahun

1950. Reaktir fusi ini dinamai reaktor tokamak singkatan dari Toroidalnaya
kamera s magnitnymi katushkami yang artinya lebih kurang ruang toroidal dengan
koil magnetik. Reaktor fusi tokamak ditemukan oleh ilmuwan Soviet, Igor
Yevgenyevich tamm dan Andrei sakharov. Penemuan meeka didasari oleh ide
dari Oleg Lavrentyev. Baru pada tahun 1968 reaktor ini dinyatakan berhasil
mendemonstrasikan terjadinya reaksi fusi didalamnya.
Reaktor Tokamak bekerja berdasarkan reaksi fusi antara deutereium
dan tritium (reaksi D-T) yang menghasilkan helium, neutron dan energi.
Temperatur reaksi fusi dapat mencapai 100 juta derajat celcius. Karena tingginya
temperatur reaksi fusi, maka hingga saat ini belum ada material yang bisa
dijadikan sebagai bejana unutk menampung reaksi fusi. Secara lengkap reaksi
nuklir yang ada didalam reaktor Tokamak adalah sebagai berikut:
(
(

Reaksi nuklir pertama menunjukkan bahwa tritium (


lithium (

) yang dibombardir dengan neutron (

yang diperoleh direaksikan dengan deutreium(


(

) dibuat dari

) selanjutnya, tritium (

) untuk berfusi menjadi helium

) dan menghasilkan neutron dengan energi kinetik neutron 14,1 MeV.

2. Reaksi Fisi
Dalam usaha membentuk unsur lewat uranium beberapa pakar nuklir
menembaki uranium dengan neutron. Dalam salah satu percobaan untuk menguji
apakah unsur radioaktif yang terbsntuk dengan umur paroh 3,5 menit, betul-betul
merupakan inti berat, Hahn dan Strassman menemukan dan membuktikan bahwa
unsur radioaktif tersebut ialah barium. Meitner dan Frisch menerangkan
pembentukan barium ini sabagai hasil pemecahan uranium kedalam dua bagian
dengan nomor atom medium, dan proses pemecahan ini disebutnya pembelahan
inti atau fisi inti.
Ternyata bahwa pada fisi inti produk fisi juga dipancarkan dua atau lebih
neutron dan sejumlah besar energi. Secara teori jumlah energi ayng terbebaskan
ini dapat dihitung dari perbedaan energi pengikat rata-rata nukleon dalam inti
uranium dan energi pengikat dalam inti unsur medium. Berdasarkan hasil
perhitungannya setiap fisi inti menghasilakn energi sebesar 200MeV.

B. Pengertian Reaksi Fisi Dan Fusi


Dalam fisika nuklir, sebuah reaksi nuklir adalah sebuah proses di mana
dua nuklei atau partikel nuklir bertubrukan, untuk memproduksi hasil yang
berbeda dari produk awal. Pada prinsipnya sebuah reaksi dapat melibatkan lebih
dari dua partikel yang bertubrukan, tetapi kejadian tersebut sangat jarang. Bila
partikel-partikel tersebut bertabrakan dan berpisah tanpa berubah (kecuali
mungkin dalam level energi), proses ini disebut tabrakan dan bukan sebuah reaksi.
Dikenal dua reaksi nuklir, yaitu reaksi fusi nuklir dan reaksi fisi nuklir.
Reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom
baru dan menghasilkan energi, juga dikenal sebagai reaksi yang bersih. Reaksi fisi
nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti atom lainnya, dan

menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil, serta radiasi
elektromagnetik. Reaksi fusi juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan
gamma yang sagat berbahaya bagi manusia.
1. Reaksi fisi
Oleh karena setiap reaksi fisi, inti memancarkan dua atau lebih neutron
yang selanjutnya dapoat menghasilkan lebih banyak lagi reaksi fisi, dan setiap
pembelahan menimbulkan sejumlah besar energy, maka dapat dibayangkan
bahwa pada keadaan yang tepat dapat di[eroleh suatu reaksi rantai yang
menimbulkan energy yang berlimpah. Tetapi ternyata bahwa reaksi berantai yang
menghasilkan energy dalam jumlah besar ini tidaklah begitu mudah dicapai.
Pertama isotop uranium yang dapat membelah hanyalah 235U yang
kelimpahan isotopnya, yaitu presentase berat isotop 235U terhadap berat isotk.
Umunya uranium seluruhnya yang terdapat dalam suatu campuran alam, ternyata
hanya sekitar 0,7%. Isotop 238U yang terdapat dalam kelimpahan lebih besar
tidak dapat membelah.
Pembelahan suatu inti dapat terjadi menurut banyak jalan yang semuanya
menghasilkan, di samping pemancaran neutron, dua buah inti dengan nomor
massa sekitar 72 sampai 161. Distribusi massa produk fisi bergantung pada energy
neutron pengimbas reaksi fisi dan jenis inti sasaran. Ternyata bahwa pembelahan
cenderung berlangsung tidak simetri. Umunya dapat dikatakan bahwa bagian yang
berat massanya 50% lebih berat daripada bagian yang yang lebih besar daripada
yang diperlukan untuk stabilitas inti, maka produk fisi inti beratpun mengandung
neutron berlebih, dan stabiltas dalam inti dapat dicapai dengan memancarkan
partikel
Fusi nuklir (reaksi termonuklir) adalah sebuah proses saat dua inti atom
bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi
nuklir adalah sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar, dan Bom
Hidrogen meledak. Senjata nuklir adalah senjata yang menggunakan prinsip
reaksi fisi nuklir dan fusi nuklir.
Proses ini membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan inti
nuklir, bahkan elemen yang paling ringan, hidrogen. Tetapi fusi inti atom yang

ringan, yang membentuk inti atom yang lebih berat dan neutron bebas, akan
menghasilkan energi yang lebih besar lagi dari energi yang dibutuhkan untuk
menggabungkan mereka sebuah reaksi eksotermik yang dapat menciptakan
reaksi yang terjadi sendirinya.
Energi yang dilepas di banyak reaksi nuklir lebih besar dari reaksi kimia,
karena energi pengikat yang mengelem kedua inti atom jauh lebih besar dari
energi yang menahan elektron ke inti atom. Contoh, energi ionisasi yang
diperoleh dari penambahan elektron ke hidrogen adalah 13.6 elektronvolt lebih
kecil satu per sejuta dari 17 MeV yang dilepas oleh reaksi D-T.

2. Reaksi fusi
Rata-rata Kandungan Energi Nuklir
Berikut adalah jumlah energi nuklir yang bisa dihasilkan per kg materi:
Fusi nuklir:
Deuterium + Deuterium: 82,2 Kt/kg = 82200 Ton TNT/kg
Tritium + Deuterium: 80,4 Kt/kg = 80400 Ton TNT/kg
Lithium-6 + Deuterium: 64,0 Kt/kg = 64000 Ton TNT/kg
Fisi nuklir:
Uranium-233: 17,8 Kt/kg = 17800 Ton TNT/kg
Uranium-235: 17,6 Kt/kg = 17600 Ton TNT/kg
Plutonium-239: 17,3 Kt/kg = 17300 Ton TNT/kg

C. Contoh Dan Aplikasinya


1. Fisi
Pembelahan 235U menjadi 137Te dan 97Zr

Hasil pembelahan ini selanjutnya membentuk rantai peluruhan sebagai berikut :

= 17 jam

= 74 menit

= 1 menit

= 22,0 detik

= 3,8 menit

= 30 tahun

2. Fusi

Contoh reaksi fisi yang paling umum adalah senjata nuklir atau bom atom
dan pembangkit listrik tenaga nuklir. Dalam kedua aplikasi ini reaksi fisi
mempunyai fungsi dan manfaat yang berbeda. Reaksi fisi yang digunakan dalam
pembuatan bom atom berfungsi sebagai tenaga pemusnah massal yang
dimanfaatkan sebagai alat untuk menyerang dan pertahanan suatu negara.
Sedangkan reaksi fisi yang digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik berfungsi
sebagai sumber energi yang bermanfaat untuk kesejahteraan umat manusia.

D. Kelebihan Dan Kekurangan Reaksi Fusi Dan Fisi


Reaksi fusi dan fisi adalah termasuk dalam reaksi nuklir, yg tentunya
menghasilkan energi yg besar. Kegunaan keduanya sama yaitu sebagai sumber
energi yg sangat besar. Untuk saat ini reaksi fusi belum bisa dikendalikan, hanya
reaksi fisi saja yg bisa dimanfaatkan sebagai inti dari pembakit listrik tenaga
nuklir. Sedangakan reaksi fusi hanya baru bisa dimanfaatkan sebagai bom
hidrogen yg memiliki daya rusak yg lebih besar dari reaksi fisi. Untuk
kedepannya ilmuan memimpikan menggunakan reaksi fusi untuk pembangkit
tenaga listrik, dimana reaksi ini lebih menguntungkan karena sumbernya yg
melimpah dan bersih tanpa radioaktif
Fusi nuklir menawarkan kemungkinan pelepasan energi yang besar dengan
hanya sedikit limbah radioaktif yang dihasilkan serta dengan tingkat keamanan
yang lebih baik. Namun demikian, saat ini masih terdapat kendal-kendala bidang
keilmuan, teknik dan ekonomi yang menghambat penggunaan energi fusi guna
pembangkitan listrik.

Reaksi fusi menawarkan beberapa keuntungan dibandingkan dengan


reaksi fisi dalam hal konversi energi nuklirnya. Salah satu keuntungan
dibandingkan dengan fisi adalah bahwa cadangan isotop dapat-fusi yang diketahui
adalah jauh lebiAh banyak. Kenyataannya, terdapat persediaan bahan bakar yang
pada dasarnya tak terbatas. Isotop bahan bakar yang umum dipakai untuk reaksi
fusi ialah deutrium, hidrogen-2, dan isotop ini terdapat di alam sekitar satu
diantara 6700 bagian hidogen biasa. Dengan memperhatikan jumlah air yang
tersedia di dunia, berarti bahwa persediaan bahan bakar sangatlah banyak.
Keuntungan lain reaksi fusi ialah bahwa produk reaksi fusi tidaklah
bersifat radioaktif setinggi yang dipunyai oleh produk fisi. Di dalam produk reaksi
fusi yang lima itu (yang dikemukakan di muka), hanya hidrogen-3 dan neutron
yang bersifat radioaktif dan neutron juga akan meluluh menjadi atom hidrogen.
Radioaktifitas yang dihasilkan sebagai hasil pengaktifan neutron dari struktur
kemasan justru lebih menjadi masalah ketimbang produk fusi. Keuntungan besar
yang terakhir dari fusi terhadap fisi muncul dari kenyataan bahwa proses fusi
adalah sulit untuk dimulai dan diawasi. Kenyataannya, sedikit saja ada gangguan
terhadap sistem selalu akan mengakibatkan berhentinya reaksi Efek ini, bersama
dengan sangat kecilnya jumlah reaktan yang terdapat di sistem, mencegah
terjadinya kerugian daya yang besar akibat kerusakan peralatan.
Masalah utama yang berkaitan dengan pengembangan reaktor fusi timbul
dari kenyataan bahwa partikel-pertikel yang bereaksi keduanya adalah inti yang
bermuatan positif. Ini berarti bahwa partikel reaksi tersebut harus mempunyai
energi kinetik yang cukup untuk mengatasi gaya tolak-menolak Coulomb. Untuk
mendapatkan energi kinetik yang minimum itu, kedua partikel harus mempunyai
massa partikel yang sama serta mempunyai angka perbandingan massa-muatan
(mass-to-charge ratio) yang tinggi.
Energi minimum atau energi ambang yang dibutuhkan untuk memulai reaksi
telah diberikan lebih dahulu berserta berbagai reaksi lain. Energi ini umumnya
dinyatakan dalam satuan temperatur, meskipun kerapatan partikel sebenarnya
adalah sangat kecil sehingga temperatur tidaklah memberi arti banyak. Dengan
energi kinetik yang setinggi ini, semua elektron dilucuti dari intinya dan reaktan

dikatakan berada dalam suatu keadaan yang diberi nama plasma. Kadang-kadang
dikatakan bahwa ini adalah tingkat ke-empat dari suatu zat. Pada bom nuklir,
energi penyalaan diperoleh pertama kali dari pendenotasian bom fisi. Reaksi
deutrium-tritium mempunyai energi ambang yang terendah (massa/muatan = A/Z
= 5/2) dan, karena alasan ini, reaktor fusi akan beroperasi dengan reaksi ini.
Kelemahan reaksi fusi sebagai sumber energi adalah dibutuhkan suhu yang
sangat tinggi, dana yang besar dan pengetahuan yang sangat tinggi untuk
mengolah sumber energi dari reaksi fusi, sedangkan kelebihan dari reaksi fusi
adalah energi yang dihasilkan lebih besar dan bahan bakar untuk reaktor fusi yaitu
deuterium sangat berlimpah tersedia dalam air laut.
Kekurangan reaksi fisi adalah limbah yang dihasilkan mengandung unsure
tidak stabil. Hal ini sangat berbahaya bagi lingkungan serta kesehatan manusia
dan akan tetap begitu selama ratusan tahun. Sehingga sangat sulit untuk
menyimpan elemen radioaktif dalam jangka waktu lama. Sedangkan kelebihan
adalah menggunakan bahan bakar yang sedikit berupa uranium namun
menghasilkan energy yang besar.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Sejarah reaktor fusi dan fisi adalah, sejak awal abad-19 para ilmuwan telah
bekerja keras untuk memanfaatkan energi nuklir, yaitu energi yang berasal
dari inti atom atau nuklir, dalam sebuah reaktor. Reaktor fusi pertama kali
diwujudkan di Uni Soviet pada tahun 1950. Reaktir fusi ini dinamai reaktor
tokamak singkatan dari Toroidalnaya. Baru pada tahun 1968 reaktor ini
dinyatakan berhasil mendemonstrasikan terjadinya reaksi fusi didalamnya.
Meitner dan Frisch menerangkan pembentukan barium ini sebagai hasil
pemecahan uranium kedalam dua bagian dengan nomor atom medium, dan
proses pemecahan ini disebutnya pembelahan inti atau fisi inti.
2. Reaksi fusi adalah Reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan dua atau lebih
inti atom menjadi atom baru dan menghasilkan energi.
Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti
atom lainnya, dan menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih
kecil, serta radiasi elektromagnetik.
3. Contoh dan aplikasi reaktor fusi dan fisi adalah reaksi fisi digunakan dalam
pembuatan bom atom berfungsi sebagai tenaga pemusnah massal yang
dimanfaatkan sebagai alat untuk menyerang dan pertahanan suatu negara.
Sedangkan reaksi fisi yang digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik
berfungsi sebagai sumber energi yang bermanfaat untuk kesejahteraan umat
manusia.
4. Keuntungan reaksi fusi yaitu: produk reaksi fusi tidaklah bersifat radioaktif
setinggi yang dipunyai oleh produk fisi, proses fusi sulit untuk dimulai dan
diawasi, melimpah. Sedangkan kekurangannya adalah reaksi fusi hanya
baru bisa dimanfaatkan sebagai bom hidrogen yg memiliki daya rusak yg
lebih besar dari reaksi fisi.

Keuntungan reaksi fisi adalah dapat digunakan sebagai senjata nuklir atau
bom atom dan pembangkit listrik tenaga nuklir. Kekurangannya: bersifat
radioaktif yang tinggi yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan
manusia.
B. Saran
Diharapkan agar penggunaan reaktor nuklir

agar lebih berhati-hati

terutama hasil reaksi dari reaksi fisi, mengingat dampak yang ditimbulkan
berbahaya baik lingkungan maupun kesehatan manusia.