Anda di halaman 1dari 20

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1

Fosil Peraga Nomor BK-02


Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga BK-02 memiliki dimensi 3,5 cm x 1,5 cm. Fosil ini memiliki
kenampakan bagian tubuh yang masih utuh

dengan bagian kerasnya

sehingga tergolong merupakan jenis fosil bodi utuh yang tergolong tipe
pemfosilan berupa pengawetan bagian keras organisme.
Morfologi pada tubuh organisme ini, yaitu pada permukaan
tubuhnya selama hidup dipenuhi duri yang tersusun oleh kalsium
organisme ini tergolong hewan triplobastik badan tubuhnya bertipe simetri
radial, tetapi ketika masih menjadi larva bertipe simetri bilateral. Rangka
tubuhnya bertipe simetri bilateral. Rangka tubuhnya tersusun oleh zat
kapur yang terdapat dipermukaan bawah kulit. Sehingga fosil ini bersifat
karbonatan. Diamati dari permukaan cangkang dari peraga ini, terdapat
alur yang berbentuk segi lima, dimana alur tersebut merupakan saluran
makanan yang disebut amburakal. Alur amburakal ini memancar dengan
radial dari mulut bila dilihat secara dorsal/aboral. Mulut organisme ini
terdapat dibagian bawah, karena cara hidupnya yang menghisap makanan
berupa binatang yang sudah mati yang dilewatinya lalu mengeluarkan
ampasnya lewat anus yang berada diposisi atas. Jarak antar segi
amburakral disebut dengan inter ambulakrum. Morfologi selanjutnya yaitu
bekas menempelnya duri pada organisme ini yang terlihat seperti benjolan
dipermukan tubuhnya yang disebut sebagai tuberkel. Dilihat dari
keterdapatan benjolan-benjolan yang diinterpretasikan bekas duri di
tubuhnya yang sudah lepas ketika organisme tersebut mengalami proses
pengawetan.

18

Organisme pembentuk fosil ini telah ada sejak jaman kapur


(ordovician) sampai sekarang (holosen). Fosil ini terbentuk melimpah pada
jaman jura.
Lingkungan hidup organisme ini yaitu berdasarkan dari komposisi
pembentuk tubuhnya yang bersifat karbonatan maka dapat disimpulkan
berasal dari daerah laut dangkal dan belum melewati zona ccd yang
merupakan lau dalam, karena daerah tersebut lebih cenderung terdapat
organisme yang bersifat silikaan. Asupan nutrisi daerah laut dangkal cukup
untuk organisme tersebut tumbuh. Selain itu daerah tersebut hangat dan
kaya akan oksigen, serta daerah tersebut masih dapat dijangkau oleh sinar
matahari.
Fosil ini lenih dikenal dengan sebutan bulu. Sistem pencernaan
bulu babi memiliki saluran pencernaan yang sederhana. Sistem reproduksi
bersifat gonokorsis. Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah
sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di
bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke
kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini
letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata
tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang
masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini
lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.
Reproduksi dilakukan dengan cara seksual. Dan terjadi pembuahan
eksternal (di luar tubuh). Pembuahan tersebut menghasilkan zigot yang
berkembang menjadi larva bipinaria yang dapat berenang bebas. Alat
gerak pada landak laut berupa kaki amburakral (kaki pembuluh) atau
sistem pembuluh air. Air laut yang masuk kedalam sistem saluran ini
digunakan untuk menjulurkan kaki tabung yang berjumlah banyak. Kaki
tabung terdapat ada saluran latera. Pada ujung luarnya terdapat kaki
(cakram) penghisap, sedangkan bagian dalamnya berupa Ampula yang
berbentuk mirip bola. Cakram penghisap berfungsi untuk melekatkan ke
Substat dan memegang makanan. Bulu babi berjalan dengan cara merayap.

19

Sistem saraf bulu babi terdiri atas cincin dan tali saraf, cincin saraf
terdapat di sekeliling mulut, sedangkan tali saraf mengarah ke tiap
kaki ambrurakral Sedangkan sistem pernafasan bulu babi berlangsung
melalui permukaan tubuh. Hewan ini bernafas menggunakan paru-paru
kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga
tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria.
Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada
pula beberapa jenis Echinodermatayang bernafas dengan menggunakan
kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh
akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae
untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh. Diantara duri dan insangnya
terdapat tonjolan seperti catut (Pediselaria) yang berguna untuk
membersihkan benda-benda yang menutup lubang pernafasan. Pediselaria
tersebut terbentuk dari hasil modifikasi duri. Selain untuk membersihkan
kulit, alat ini juga untuk menangkap makanan dan pertahanan tubuh.
Fosil ini berasal dari hewan yang memiliki phylum Echinodermata
dengan kelas Echinoidea. Berdasarkan referensi terhadap kesamaan
kenampakan secara megaskopis fosil ini tergolong ordo Salenioidia,
dengan famili tergolong Acrosalenidae. Berdasarkan hasil deskripsi dan
penciri utamanya maka fosil ini bernama Temnopleurus Alexandri.

4.2

Fosil Peraga Nomor MM-58


Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga MM-58 memiliki dimensi 15 cm x 9 cm. Fosil ini memiliki
kenampakan cetakan dari buatan manusia berbahan gypsum, sehingga
tergolong replika dari fosil aslinya, karena fosil ini sangat jarang terbentuk
dalam bentuk bodi utuh karena tidak semua bagian tubuhnya memiliki
bagian keras.
Morfologi pada tubuh organisme ini, yaitu berupa lengan yang
disebut arm, tempat bernafas yang berada pada bagian calyx yang disebut
dengan spyrakle, calyx yang merupakan bagian untuk menjaga organ

20

penting, dan stem yang merupakan batang yang berfungi sebagai penopang
untuk organisme berdiri. Bentuk organisme ini seperti tumbuhan, sehingga
sering disebut sebagai lili laut. Dalam bentuk fosil crinoid mengalami
peruraian, sehingga jarang dijumpai dalam bentuk utuh. Cara hidup
organisme ini yaitu memiliki lengan yang terdapat amburakralnya sebagai
saluran makanan. Pinnules dan cillia yang berfungsi untuk membantu
mengumpulkan makanan. Batang dari crinoid umumnya merambat pada
dasar laut sehingga hidupnya disebut bethos tipe sesile.
Organisme ini hidup di laut pada kurun paleozoik mulai dari zman
ordovician dan melimpah pada zaman karbon. Dan organisme ini masih
ada sampai sekarang (holosen).
Crionoid hidup di laut dangkal maupun laut agak dalam, berada di
perairan yang jernih dengan kadar oksigen dan suplai nutrisi yang cukup.
Serta tersedia mikroplankton yang melimpah sebagai makanannya. Hewan
ini berbentuk seperti tumbuhan. Organisme ini terdiri dari kelompok yang
tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok yang bertangkai
dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai
bintang laut berbulu. Contoh lili laut adalah Metacrinus rotundus dan
untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra
australis. Lili laut menetap di kedalaman 100 m atau lebih. Sedangkan
yang berbulu hidup di daerah pasang surut sampai laut dalam. Kedua
kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap ke atas. Lengannya
yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar tubuh). Pada
kaliks terdapat mulut dan anus.Jumlah lengan kelipatan lima dan
mengandung cabang-cabang kecil yang disebut pinula. Sistem ambulakral
tidak memiliki madreporit dan ampula. Crinoidea adalah pemakan cairan,
misalnya zooplankton atau partikel makanan.
Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga MM-58 adalah fosil yang bentuknya menyerupai tanaman.
Diinterpretasikan fosil ini merupakan fosil dari lili laut. Fosil ini
merupakan fosil berjenis bodi utuh. Fosil ini berasal dari hewan yang

21

memiliki phylum Echinodermata dengan kelas Crinoidea. Berdasarkan


referensi dan kesamaan kenampakan megaskopis dari fosil peraga, maka
fosil ini tergolong ordo Articulata dengan famili Cusmasteridae.
Berdasarkan pencirinya tersebut maka fosil ini bernama Antedon
Mediterranea.

4.3

Fosil Peraga Nomor MN-02


Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga MN-02 memiliki dimensi 21 cm x 23 cm x 24 cm. Fosil ini
memiliki kenampakan cetakan dari buatan manusia berbahan gypsum,
sehingga tergolong replika dari fosil aslinya.
Morfologi pada fosil ini yaitu berupa tubuh yang berbentuk bintang
dengan 5 lengan, permukaaan tubuh pada bagian dorsal atau aboral
terdapat duri-duri. Pada sekitar duri terdapat modifikasi duri berupa
penjepit yaitu pedicelleria, yang berfungsi melindungi insang dermal,
mencegah serpihan-serpihan dan organisme kecil agar tidak tertimbun di
permukaan tubuh, juga untuk menangkap mangsa. Pada bagian lengan
memiliki madreporit sebagai tempat masuknya air dalam system vascular
air. Di tengah-tengah tubuh sebelah dorsal terdapat lubang anus, pada
bagian ventral terdapat mulut.
Umur organisme ini pada jaman ordovician sampai dengan
sekarang (holosen).
Lingkungan hidup organisme ini yaitu berada dilaut yang sangat
dangkal bahkan masuk pada zona litoral. Dimana kondisi daerah tersebut
dan nutrisinya cocok untuk organisme ini hidup. Karena berada dilaut
dangkal makatidak mungkin organisme ini hidup dibawah atau melewati
zona CCD. Makanan dari organisme ini berupa sampah, ikan kecil, siput
dan kerang. Bintang laut bernapas dengan menggunakan paru-paru kulit
atau dermal branchea (papulae) yaitu penonjolon dinding rongga tubuh
(coelom) yang tipis. Pada bagian ini, terjadi pertukaran oksigen dan karbon
dioksida. Reproduksinya itu secara terpisah yakni ada yang jantan dan ada

22

yang betina. Alat reproduksi strukturnya bercabang-cabang yang berada


dibagian dasar permukaan lengan. Pada hewan betina alat reproduksinya
dapat melepaskan 2,5 juta telur tiap dua jam.
Sistem syaraf pada hewan ini terdiri atas batang syaraf radial pada
masing-masing lengan yang menjulur di atas alur ambulakral. Batangbatang syaraf radial tersebut bertemu pada cincin syaraf yang melingkari
daerah mulut. Alat kelamin hewan ini terpisah. Fertilisasi terjadi di dalam
air (fertilisasi eksternal) yang kemudian akan tumbuh menjadi larva
bipinria.Spesies ini adalah bintang laut yang besar dan terdapat diantara
garis-garis pasang. Kakinya bertempat tinggal di pasir, dimana mereka
dapat menggali lubang. Permukaan tubuh bintang laut tidak halus karena
bertaburan duri-duri, papula (dermal branchia) dan pedicellaria. Epidermis
dilindungi oleh lapisan kutikula tipis. Lapisan epidermis mengandung sel
kelenjar lender menghasilkan lender untuk melindungi tubuh. Di bawah
epidermis terdapat lapisan tebal jaringan penghubung dimana terdapat
susunan rangka dalam (endoskleleton). Saluran pencernaannya terdiri dari
mulut dan perut. Anus ini terletak dipermukaan atas tubuh.
Berdasarkan hasil deskripsi secara megaskopis terhadap fosil
dengan nomer peraga MN-02, tergolong jenis lain-lain karena merupakan
replika. Memiliki tubuh berbentuk bintang dengan 5 lengan. Fosil ini
berasal dari hewan yang memiliki phylum Echinodermata dengan kelas
Asteroidea. Berdasarkan kesamaan kenampakan dengan referensi fosil ini
tergolong ordo Pisces. Nama fosil ini yaitu Asteria Forbesi.

4.4

Fosil Peraga Nomor FS-005


Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga FS-005 merupakan bagian tubuh dari organisme. karena
fosil ini sangat jarang terbentuk dalam bentuk bodi utuh karena tidak
semua bagian tubuhnya memiliki bagian keras namun bagian ini yang
merupakan stem dapat terbentuk dalam proses pengawetan karena

23

tergolong bagian keras. Karena bagian ini dapat masuk kedalam material
tertenu, sehingga fosil ini merupakan jenis fragmen.
Morfologi pada tubuh organisme ini ketika utuh, yaitu berupa
lengan yang disebut arm, tempat bernafas yang berada pada bagian calyx
yang disebut dengan spyrakle, calyx yang merupakan bagian untuk
menjaga organ penting, dan stem yang merupakan batang yang berfungi
sebagai penopang untuk organisme berdiri. Bentuk organisme ini seperti
tumbuhan, sehingga sering disebut sebagai lili laut. Dalam bentuk fosil
crinoid mengalami peruraian, sehingga jarang dijumpai dalam bentuk utuh.
Cara hidup organisme ini yaitu memiliki lengan yang terdapat
amburakralnya sebagai saluran makanan. Pinnules dan cillia yang
berfungsi untuk membantu mengumpulkan makanan. Batang dari crinoid
umumnya merambat pada dasar laut sehingga hidupnya disebut bethos tipe
sesile.
Organisme ini hidup di laut pada kurun paleozoik mulai dari zman
ordovician dan melimpah pada zaman karbon. Dan organisme ini masih
ada sampai sekarang (holosen).
Organisme ini hidup di laut dangkal maupun laut agak dalam,
berada di perairan yang jernih dengan kadar oksigen dan suplai nutrisi
yang cukup. Serta tersedia mikroplankton yang melimpah sebagai
makanannya. Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan. Organisme ini terdiri
dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok
yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai
dikenal sebagai bintang laut berbulu. Contoh lili laut adalah Metacrinus
rotundus dan untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit
dan Ptilometra australis. Lili laut menetap di kedalaman 100 m atau lebih.
Sedangkan yang berbulu hidup di daerah pasang surut sampai laut dalam.
Kedua kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap ke atas.
Lengannya yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar
tubuh). Pada kaliks terdapat mulut dan anus.Jumlah lengan kelipatan lima
dan mengandung cabang-cabang kecil yang disebut pinula. Sistem

24

ambulakral tidak memiliki madreporit dan ampula. Crinoidea adalah


pemakan cairan, misalnya zooplankton atau partikel makanan.
Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga FS-005 adalah fosil yang bentuknya menyerupai tanaman.
Diinterpretasikan fosil ini merupakan fosil dari lili laut. Fosil ini
merupakan fosil berjenis fragmen. Fosil ini berasal dari hewan yang
memiliki phylum Echinodermata dengan kelas Crinoidea. Berdasarkan
referensi dan kesamaan kenampakan megaskopis dari fosil peraga, maka
fosil ini tergolong ordo Articulata dengan famili Cusmasteridae.
Berdasarkan pencirinya tersebut maka fosil ini bernama Antedon
Mediterranea.

4.5

Fosil Peraga Nomor FS-006


Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga MN-02 merupakan jenis cetakan dari suatu organisme yang
tergolong tipe pemfosilan bekas, jejak, sisa orgnisme, berdasarkan
kenampakkannya peraga ini berjenis mold.
Morfologi pada fosil ini yaitu berupa tubuh yang berbentuk bintang
dengan 5 lengan, permukaaan tubuh pada bagian dorsal atau aboral
terdapat duri-duri. Pada sekitar duri terdapat modifikasi duri berupa
penjepit yaitu pedicelleria, yang berfungsi melindungi insang dermal,
mencegah serpihan-serpihan dan organisme kecil agar tidak tertimbun di
permukaan tubuh, juga untuk menangkap mangsa. Pada bagian lengan
memiliki madreporit sebagai tempat masuknya air dalam system vascular
air. Di tengah-tengah tubuh sebelah dorsal terdapat lubang anus, pada
bagian ventral terdapat mulut. Terdapat kaki tabung yang terdapat pada
lengannya yang berjumlah lima. Terdapat ambulakrum yang merupakan
saluran makanan. Serta pina sebagai rambut getarnya.
Umur organisme ini pada jaman ordovician sampai dengan
sekarang (holosen).

25

Lingkungan hidup organisme ini yaitu berada dilaut yang sangat


dangkal bahkan masuk pada zona litoral. Dimana kondisi daerah tersebut
dan nutrisinya cocok untuk organisme ini hidup. Karena berada dilaut
dangkal makatidak mungkin organisme ini hidup dibawah atau melewati
zona CCD. Makanan dari organisme ini berupa sampah, ikan kecil, siput
dan kerang. Bintang laut bernapas dengan menggunakan paru-paru kulit
atau dermal branchea (papulae) yaitu penonjolon dinding rongga tubuh
(coelom) yang tipis. Pada bagian ini, terjadi pertukaran oksigen dan karbon
dioksida. Reproduksinya itu secara terpisah yakni ada yang jantan dan ada
yang betina. Alat reproduksi strukturnya bercabang-cabang yang berada
dibagian dasar permukaan lengan. Pada hewan betina alat reproduksinya
dapat melepaskan 2,5 juta telur tiap dua jam.
Sistem syaraf pada hewan ini terdiri atas batang syaraf radial pada
masing-masing lengan yang menjulur di atas alur ambulakral. Batangbatang syaraf radial tersebut bertemu pada cincin syaraf yang melingkari
daerah mulut. Alat kelamin hewan ini terpisah. Fertilisasi terjadi di dalam
air (fertilisasi eksternal) yang kemudian akan tumbuh menjadi larva
bipinria.Spesies ini adalah bintang laut yang besar dan terdapat diantara
garis-garis pasang. Kakinya bertempat tinggal di pasir, dimana mereka
dapat menggali lubang. Permukaan tubuh bintang laut tidak halus karena
bertaburan duri-duri, papula (dermal branchia) dan pedicellaria. Epidermis
dilindungi oleh lapisan kutikula tipis. Lapisan epidermis mengandung sel
kelenjar lender menghasilkan lender untuk melindungi tubuh. Di bawah
epidermis terdapat lapisan tebal jaringan penghubung dimana terdapat
susunan rangka dalam (endoskleleton). Saluran pencernaannya terdiri dari
mulut dan perut. Anus ini terletak dipermukaan atas tubuh.
Berdasarkan hasil deskripsi secara megaskopis terhadap fosil
dengan nomer peraga FS-006, tergolong jenis lain-lain karena merupakan
replika. Memiliki tubuh berbentuk bintang dengan 5 lengan. Fosil ini
berasal dari hewan yang memiliki phylum Echinodermata dengan kelas

26

Asteroidea. Berdasarkan kesamaan kenampakan dengan referensi fosil ini


tergolong ordo Pisces. Nama fosil ini yaitu Asteria Forbesi.

4.6

Fosil Peraga Nomor FS-002


Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga FS-002 memiliki kenampakan bagian tubuh yang berupa
cetakan bagian dalam organisme. Sehingga fosil ini tergolong jenis cast.
Dimana tipe pemfosilannya tergolong pengawetan dari jejak,tapak,sisa
organisme.
Morfologi pada tubuh organisme ini selama hidupya, yaitu pada
permukaan tubuhnya selama hidup dipenuhi duri yang tersusun oleh
kalsium organisme ini tergolong hewan triplobastik badan tubuhnya
bertipe simetri radial, tetapi ketika masih menjadi larva bertipe simetri
bilateral. Rangka tubuhnya bertipe simetri bilateral. Rangka tubuhnya
tersusun oleh zat kapur yang terdapat dipermukaan bawah kulit. Sehingga
fosil ini bersifat karbonatan. Diamati dari permukaan cangkang dari peraga
ini, terdapat alur yang berbentuk segi lima, dimana alur tersebut
merupakan saluran makanan yang disebut amburakal. Alur amburakal ini
memancar dengan radial dari mulut bila dilihat secara dorsal/aboral. Mulut
organisme ini terdapat dibagian bawah, karena cara hidupnya yang
menghisap makanan berupa binatang yang sudah mati yang dilewatinya
lalu mengeluarkan ampasnya lewat anus yang berada diposisi atas. Jarak
antar segi amburakral disebut dengan inter ambulakrum. Morfologi
selanjutnya yaitu bekas menempelnya duri pada organisme ini yang
terlihat seperti benjolan dipermukan tubuhnya yang disebut sebagai
tuberkel.

Dilihat

dari

keterdapatan

benjolan-benjolan

yang

diinterpretasikan bekas duri di tubuhnya yang sudah lepas ketika


organisme tersebut mengalami proses pengawetan.
Organisme pembentuk fosil ini telah ada sejak jaman kapur
(ordovician) sampai sekarang (holosen). Fosil ini terbentuk melimpah pada
jaman jura.

27

Lingkungan hidup organisme ini yaitu berdasarkan dari komposisi


pembentuk tubuhnya yang bersifat karbonatan maka dapat disimpulkan
berasal dari daerah laut dangkal dan belum melewati zona ccd yang
merupakan lau dalam, karena daerah tersebut lebih cenderung terdapat
organisme yang bersifat silikaan. Asupan nutrisi daerah laut dangkal cukup
untuk organisme tersebut tumbuh. Selain itu daerah tersebut hangat dan
kaya akan oksigen, serta daerah tersebut masih dapat dijangkau oleh sinar
matahari.
Fosil ini lenih dikenal dengan sebutan bulu. Sistem pencernaan
bulu babi memiliki saluran pencernaan yang sederhana. Sistem reproduksi
bersifat gonokorsis. Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah
sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di
bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke
kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini
letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata
tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang
masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini
lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.
Reproduksi dilakukan dengan cara seksual. Dan terjadi pembuahan
eksternal (di luar tubuh). Pembuahan tersebut menghasilkan zigot yang
berkembang menjadi larva bipinaria yang dapat berenang bebas. Alat
gerak pada landak laut berupa kaki amburakral (kaki pembuluh) atau
sistem pembuluh air. Air laut yang masuk kedalam sistem saluran ini
digunakan untuk menjulurkan kaki tabung yang berjumlah banyak. Kaki
tabung terdapat ada saluran latera. Pada ujung luarnya terdapat kaki
(cakram) penghisap, sedangkan bagian dalamnya berupa Ampula yang
berbentuk mirip bola. Cakram penghisap berfungsi untuk melekatkan ke
Substat dan memegang makanan. Bulu babi berjalan dengan cara merayap.
Sistem saraf bulu babi terdiri atas cincin dan tali saraf, cincin saraf
terdapat di sekeliling mulut, sedangkan tali saraf mengarah ke tiap
kaki ambrurakral Sedangkan sistem pernafasan bulu babi berlangsung

28

melalui permukaan tubuh. Hewan ini bernafas menggunakan paru-paru


kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga
tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria.
Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada
pula beberapa jenis Echinodermatayang bernafas dengan menggunakan
kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh
akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae
untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh. Diantara duri dan insangnya
terdapat tonjolan seperti catut (Pediselaria) yang berguna untuk
membersihkan benda-benda yang menutup lubang pernafasan. Pediselaria
tersebut terbentuk dari hasil modifikasi duri. Selain untuk membersihkan
kulit, alat ini juga untuk menangkap makanan dan pertahanan tubuh.
Fosil ini berasal dari hewan yang memiliki phylum Echinodermata
dengan kelas Echinoidea. Berdasarkan referensi terhadap kesamaan
kenampakan secara megaskopis fosil ini tergolong ordo Salenioidia,
dengan famili tergolong Acrosalenidae. Berdasarkan hasil deskripsi dan
penciri utamanya maka fosil ini bernama Temnopleurus Alexandri.

4.7

Fosil Peraga Nomor FS-001


Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga FS-001 memiliki dimensi 4 cm x 1 cm. Fosil ini merupakan
bagian tubuh dari organisme. karena fosil ini sangat jarang terbentuk
dalam bentuk bodi utuh karena tidak semua bagian tubuhnya memiliki
bagian keras namun bagian ini yang merupakan stem dapat terbentuk
dalam proses pengawetan karena tergolong bagian keras. Karena bagian
ini dapat masuk kedalam material tertenu, sehingga fosil ini merupakan
jenis fragmen.
Morfologi pada tubuh organisme ini ketika utuh, yaitu berupa
lengan yang disebut arm, tempat bernafas yang berada pada bagian calyx
yang disebut dengan spyrakle, calyx yang merupakan bagian untuk
menjaga organ penting, dan stem yang merupakan batang yang berfungi

29

sebagai penopang untuk organisme berdiri. Bentuk organisme ini seperti


tumbuhan, sehingga sering disebut sebagai lili laut. Dalam bentuk fosil
crinoid mengalami peruraian, sehingga jarang dijumpai dalam bentuk utuh.
Cara hidup organisme ini yaitu memiliki lengan yang terdapat
amburakralnya sebagai saluran makanan. Pinnules dan cillia yang
berfungsi untuk membantu mengumpulkan makanan. Batang dari crinoid
umumnya merambat pada dasar laut sehingga hidupnya disebut bethos tipe
sesile.
Organisme ini hidup di laut pada kurun paleozoik mulai dari zman
ordovician dan melimpah pada zaman karbon. Dan organisme ini masih
ada sampai sekarang (holosen).
Organisme ini hidup di laut dangkal maupun laut agak dalam,
berada di perairan yang jernih dengan kadar oksigen dan suplai nutrisi
yang cukup. Serta tersedia mikroplankton yang melimpah sebagai
makanannya. Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan. Organisme ini terdiri
dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok
yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai
dikenal sebagai bintang laut berbulu. Contoh lili laut adalah Metacrinus
rotundus dan untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit
dan Ptilometra australis. Lili laut menetap di kedalaman 100 m atau lebih.
Sedangkan yang berbulu hidup di daerah pasang surut sampai laut dalam.
Kedua kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap ke atas.
Lengannya yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar
tubuh). Pada kaliks terdapat mulut dan anus.Jumlah lengan kelipatan lima
dan mengandung cabang-cabang kecil yang disebut pinula. Sistem
ambulakral tidak memiliki madreporit dan ampula. Crinoidea adalah
pemakan cairan, misalnya zooplankton atau partikel makanan.
Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga FS-001 adalah fosil yang bentuknya menyerupai tanaman.
Diinterpretasikan fosil ini merupakan fosil dari lili laut. Fosil ini
merupakan fosil berjenis fragmen. Fosil ini berasal dari hewan yang

30

memiliki phylum Echinodermata dengan kelas Crinoidea. Berdasarkan


referensi dan kesamaan kenampakan megaskopis dari fosil peraga, maka
fosil ini tergolong ordo Articulata dengan famili Antedonidae.
Berdasarkan pencirinya tersebut maka fosil ini bernama Antedon
Mediterranea.

4.8

Fosil Peraga Nomor FS-004


Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga FS-004 memiliki kenampakan berupa bentuk utuh dari suatu
organisme

yang

menempel

dala

substrat

sedimen.

Berdasarkan

kenampakkan tersebut, maka fosil ini berjenis bodi utuh.


Morfologi pada tubuh organisme ini, yaitu berupa lengan yang
disebut arm, tempat bernafas yang berada pada bagian calyx yang disebut
dengan spyrakle, calyx yang merupakan bagian untuk menjaga organ
penting, dan stem yang merupakan batang yang berfungi sebagai penopang
untuk organisme berdiri. Bentuk organisme ini seperti tumbuhan, sehingga
sering disebut sebagai lili laut. Dalam bentuk fosil crinoid mengalami
peruraian, sehingga jarang dijumpai dalam bentuk utuh. Cara hidup
organisme ini yaitu memiliki lengan yang terdapat amburakralnya sebagai
saluran makanan. Pinnules dan cillia yang berfungsi untuk membantu
mengumpulkan makanan. Batang dari crinoid umumnya merambat pada
dasar laut sehingga hidupnya disebut bethos tipe sesile.
Organisme ini hidup di laut pada kurun paleozoik mulai dari zman
ordovician dan melimpah pada zaman karbon. Dan organisme ini masih
ada sampai sekarang (holosen).
Crionoid hidup di laut dangkal maupun laut agak dalam, berada di
perairan yang jernih dengan kadar oksigen dan suplai nutrisi yang cukup.
Serta tersedia mikroplankton yang melimpah sebagai makanannya. Hewan
ini berbentuk seperti tumbuhan. Organisme ini terdiri dari kelompok yang
tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok yang bertangkai
dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai

31

bintang laut berbulu. Contoh lili laut adalah Metacrinus rotundus dan
untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra
australis. Lili laut menetap di kedalaman 100 m atau lebih. Sedangkan
yang berbulu hidup di daerah pasang surut sampai laut dalam. Kedua
kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap ke atas. Lengannya
yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar tubuh). Pada
kaliks terdapat mulut dan anus.Jumlah lengan kelipatan lima dan
mengandung cabang-cabang kecil yang disebut pinula. Sistem ambulakral
tidak memiliki madreporit dan ampula. Crinoidea adalah pemakan cairan,
misalnya zooplankton atau partikel makanan.
Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga FS-004 adalah fosil yang bentuknya menyerupai tanaman.
Diinterpretasikan fosil ini merupakan fosil dari lili laut. Fosil ini
merupakan fosil berjenis bodi utuh. Fosil ini berasal dari hewan yang
memiliki phylum Echinodermata dengan kelas Crinoidea. Berdasarkan
referensi dan kesamaan kenampakan megaskopis dari fosil peraga, maka
fosil ini tergolong ordo Articulata dengan famili Cusmasteridae.
Berdasarkan pencirinya tersebut maka fosil ini bernama Antedon
Mediterranea.

4.9

Fosil Peraga Nomor FS-003


Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga FS-003 memiliki kenampakan berupa bentuk cetakan dari
suatu organisme. Berdasarkan kenampakkannya fosil ini berjenis mold,
dimana tipe pemfosilannya tergolong sisa, jejak, tapak organisme.
Morfologi pada tubuh organisme ini ketika hidup yaitu, berupa
mulut, tentakel yang berfungsi sebagai pengambil makanannya, saluran
cincin, lambung, madreporit, gonad, kaki tabung, lambung, pohon
respirasi, usus halus, dan anus. Cara hidupnya yaitu dengan berjalan
didasar laut, sehingga tergolong benthos.

32

Organisme ini hidup di laut pada zaman karbon awal. Hidupnya di


daerahlaut dangkal, berada di perairan yang jernih dengan kadar oksigen
dan suplai nutrisi yang cukup. Serta tersedia mikroplankton yang
melimpah sebagai makanannya.
Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan
nomer peraga FS-003 adalah fosil yang bentuknya menyerupai timun
sehingga sering disebut sebagai timun laut. Fosil ini merupakan fosil
berjenis mold yang merupakan cetakan bagin luar organisme. Fosil ini
berasal dari hewan yang memiliki phylum Echinodermata dengan kelas
Holothuroidea.

33

BAB V
PENUTUP

5.1

Kesimpulan

Fosil dengan nomor peraga BK-02 berasal dari hewan yang memiliki
phylum Echinodermata dengan kelas Echinoidea. Berdasarkan
referensi terhadap kesamaan kenampakan secara megaskopis fosil ini
tergolong ordo Salenioidia, dengan famili tergolong Acrosalenidae.
Berdasarkan hasil deskripsi dan penciri utamanya maka fosil ini
bernama Temnopleurus Alexandri.

Fosil dengan nomer peraga MM-58 adalah fosil yang bentuknya


menyerupai tanaman. Diinterpretasikan fosil ini merupakan fosil dari
lili laut. Fosil ini merupakan fosil berjenis bodi utuh. Fosil ini berasal
dari hewan yang memiliki phylum Echinodermata dengan kelas
Crinoidea.

Berdasarkan

referensi

dan

kesamaan

kenampakan

megaskopis dari fosil peraga, maka fosil ini tergolong ordo Articulata
dengan famili Cusmasteridae. Berdasarkan pencirinya tersebut maka
fosil ini bernama Antedon Mediterranea.

Fosil dengan nomer peraga MN-02, tergolong jenis lain-lain karena


merupakan

replika. Memiliki tubuh berbentuk bintang dengan 5

lengan. Fosil ini berasal dari hewan yang memiliki phylum


Echinodermata dengan kelas Asteroidea. Berdasarkan kesamaan
kenampakan dengan referensi fosil ini tergolong ordo Pisces. Nama
fosil ini yaitu Asteria Forbesi.

Fosil dengan nomer peraga FS-005 adalah fosil yang bentuknya


menyerupai tanaman. Diinterpretasikan fosil ini merupakan fosil dari
lili laut. Fosil ini merupakan fosil berjenis fragmen. Fosil ini berasal
dari hewan yang memiliki phylum Echinodermata dengan kelas
Crinoidea.

Berdasarkan

referensi

dan

kesamaan

kenampakan

megaskopis dari fosil peraga, maka fosil ini tergolong ordo Articulata

34

dengan famili Cusmasteridae. Berdasarkan pencirinya tersebut maka


fosil ini bernama Antedon Mediterranea.

Berdasarkan hasil deskripsi secara megaskopis terhadap fosil dengan


nomer peraga FS-006, tergolong jenis lain-lain karena merupakan
replika. Memiliki tubuh berbentuk bintang dengan 5 lengan. Fosil ini
berasal dari hewan yang memiliki phylum Echinodermata dengan
kelas Asteroidea. Berdasarkan kesamaan kenampakan dengan referensi
fosil ini tergolong ordo Pisces. Nama fosil ini yaitu Asteria Forbesi.

Fosil dengan nomor peraga 002 berasal dari hewan yang memiliki
phylum Echinodermata dengan kelas Echinoidea. Berdasarkan
referensi terhadap kesamaan kenampakan secara megaskopis fosil ini
tergolong ordo Salenioidia, dengan famili tergolong Acrosalenidae.
Berdasarkan hasil deskripsi dan penciri utamanya maka fosil ini
bernama Temnopleurus Alexandri.

Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan nomer


peraga FS-001 adalah fosil yang bentuknya menyerupai tanaman.
Diinterpretasikan fosil ini merupakan fosil dari lili laut. Fosil ini
merupakan fosil berjenis fragmen. Fosil ini berasal dari hewan yang
memiliki phylum Echinodermata dengan kelas Crinoidea. Berdasarkan
referensi dan kesamaan kenampakan megaskopis dari fosil peraga,
maka fosil ini tergolong ordo Articulata dengan famili Antedonidae.
Berdasarkan pencirinya tersebut maka fosil ini bernama Antedon
Mediterranea.

Fosil dengan nomor peraga FS-004 berasal dari hewan yang memiliki
phylum Echinodermata dengan kelas Crinoidea. Berdasarkan referensi
dan kesamaan kenampakan megaskopis dari fosil peraga, maka fosil
ini

tergolong

ordo

Articulata

dengan

famili

Cusmasteridae.

Berdasarkan pencirinya tersebut maka fosil ini bernama Antedon


Mediterranea.

Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis, fosil dengan nomer


peraga FS-003 adalah fosil yang bentuknya menyerupai timun
35

sehingga sering disebut sebagai timun laut. Fosil ini merupakan fosil
berjenis mold yang merupakan cetakan bagin luar organisme. Fosil ini
berasal dari hewan yang memiliki phylum Echinodermata dengan
kelas Holothuroidea.

5.2

Saran

Untuk praktikum sebaiknya, waktu pendeskripsian ditambah lagi


sehingga setelah praktikum dapat langsung melakukan asistensi
kelompok. Dan praktikkan dapat lebih mendalami ilmu yang
diberikan.

36

REFERENSI
Buku panduan praktikum makropaleontologi. Staff Asisten Makropaleontologi,
edisi 1. 2010. UNDIP. Semarang
https://www.scribd.com/doc/15336905/Echinodermata (diakses pada hari jumat,
tanggal 24-10-2014, pukul 16:29 WIB)

37