Anda di halaman 1dari 4

Aku adalah anak ke lima dr lima bersaudara,

keluargaku adalah keluarga yg bersuku sumatera yang artinya adalah keluarga yang
patrilialisme,dimana keturunan orang tuaku menginginkan anak laki-laki,

tapi hingga anaknya yang terakhir yaitu aku..,tidak ada satupun laki-laki diantara kami, hingga
aku pun dinamai yang artinya ''merindukan anak laki-laki'' atau mungkin memang kelahiranku yg
sangat diharapkan pria sejak awal mendatangkan kekecewaan dengan mereka,sehingga hidup ku
muram sperti sekarang..

inilah kekecewaan pertama orang tuaku,terutama dari pihak ayah,karena tidak akan ada satu
orang pun yang membawa “marga”nya untuk keturunan berikutnya,yang artinya marganya sudah
terhenti..

Kami adalah keluarga sederhana yang cukup bahagia dan wajar ketika aku dan yang lainny msh
kecil,

dengan didikan org tua yang otoriter,amat sangat keras..pukulan demi pukulan tak henti2 kami
dapatkan wlwpun kami hny melakukan kesalahan kecil yang biasanya dilakukan wajar sperti
anak kecil kbanyakan..

Hingga akhirnya,

Kakak pertamaku melakukan kesalahan fatal sebagai seorang perempuan,tidak hanya itu,ia
melakukan pergaulan bebas dengan org yg di silsilah keluargaku adalah ''tidak boleh'' krn masih
ada hubungan darah,satu alasan yg smpai skrg aku tidak mngerti kenapa.

dan akhirnya dengan terpaksa mereka dinikahkan dan dikucilkan dr kluarga kami.

Saat itu ak msh sangat kecil untuk memahami semuanya,yang ak tau,ibuku hanya menangis dan
semua keluarga menghinanya krn ia dianggap telah gagal sbagai seorang ibu,dan ayahku seolah
mengutuk kk tertuaku dan tidak akan pernah memafkan seumur hdpnya..

Dan inilah puncak dr kekecewaan yang teramat fatal untuk diterima oleh org tuaku..

Smenjak saat itu,smuanya terasa berubah drastis,rmh terasa sperti penjara,tidak boleh ada yg
namanya laki-laki dikehidupan kami,dr mulai tlp yg langsung dihentikan dr laki-laki,wlw hny
sekedar brtny ttg tugas dan lainnya,Hingga pengusiran2 yg trjd drmhku,jika laki-laki
datang..smuanya dibatasi,kami terkekang!

Saat aku dewasa dan mulai memahami situasinya,kebencian pun mulai tertanam dihatiku,aku
membenci dy,kakak ku,sampai hati ia tega melakukan hal itu tnp memikirkan prasaan kdua org
tuaku,dan konsekuensi dr perbuatan bodohnya itu!krn dy,krn dy smua jd begini!kalau saja dy tdk
sprti itu smua pasti tidak akan seburuk sperti skrg..
Sampai akhirnya juga,kemalangan kembali terjadi,masa pensiun yang di terjadi sbelum jatuh
tempo krn bank dimana tempat ayahku bekerja dilikuidasi akibat krisis moneter'98..hal ini
menjadi kekecewaan terakhir untuknya..

Dan,smenjak inilah tubuhnya digerogoti oleh berbagai macam penyakit,badannya semakin


kurus,tapi sifat keangkuhanny tdk prnh berubah..

Sampai skrg,umurku sudah menginjak 20thn,aku mulai kembali memahami bhw ak tdk patut
untuk membenci kefatalan yg dilakukan oleh kk ku,krn ak tau sbelum ak,Tuhan pasti sudah
memaafkanny,dan ak berfikir jika sampai detik ini ayahku tidak menganggap kk ku,itu adalah
urusan beliau dengan Tuhan,krn smpai detik ini ia msh tdk mau berbicara dngn anak kandungnya
sendiri..

Tapi,waktu terus berjalan,yang tadinya ak sangka sifat kk ku sudah berubah dngn belajar dr
keslahan fatal yg telah ia buat,ternyata itu salah,keserakahanny,dan sifatnya yg..hhh...ak tidak bs
bicara lg,membuatku kembali bertanya,ad ap sbnrny dlm dirimu???kenapa??knp??

ia msh sering terus dan terus meminta uang kepada kami,bahkan aku, adikny yg paling terakhir
yang seharusny dibiayai olehnya,msh tetap dimintain uang,dimana letak pikirannya??

sampai akhirnya,aku dan salah satu kk ku yg lain memutuskan untuk bnr2 tdk peduli lg dengan
dy,tapi ak jg tidak membencinya..

Pengekangan2 msh terus terjadi,bahkan diumurku yg sudah kepala dua,

Jam malam terus diberlakukan..pdhl ak ingat sekali ayahku prnh berkata ''jika kami sudah
sarjana,ia tdk akn ikut cmpur dngn kehidupan kami''

Tp janji itu tidak ak lihat di kk ku yg ke 4,umurnya sudah menginjak 23thn,tp msh diatur atur,di
perintah2,tidak boleh ini itu,tdk boleh pulang mlm,tdk boleh ad laki-laki datang krmh,harus kerja
sesuai dengan kemauan mreka,

Pikiran mreka selalu saja negatif ttg apapun juga,sekali lagi aku pertegas,apapun juga,tnp
terkecuali..

Bhkn anakny sendiri pun hrs dicurigai..

Aku tau ini smua karena kekecewaan2 yg trjd,tp apakah hrs dngn cr sperti ini??

kami msh pny otak,dan kami msh bs berfikir,tdk mgkn kami akan melakukan kesalahan lg,jd
tolong...mngertilah...

Mengapa kk ku yg kdua dan ktiga tdk diperlakukan sperti kalian memperlakukan kami yg setia
menemani kalian disini?
untuk itulah ak tau kk kedua ku hny bs bersikap seolah2 paling dewasa,paling bijak,dan paling
benar,krn ia tidak pernah merasakn menjadi sperti kami,ia hidup disaat ayahku mempunyai
jabatan penting di tmpt ia bekerja,ia kuliah di tempat yg bergengsi,ia selalu difasilitasi,untuk
itulah ia lebih sedikit mudah mndptkn pkrjaan,seribu janji ia ucapkan padaku,adikny yg wktu itu
sangat polos,mulai dr akan bertanggung jwb akan diriku,membantu biaya
perkuliahanku,dll...tp,kenyataanny,satupun janji,tdk ad yg ak terima,sedikitpun...yaa,ak tau dy
sudah berkeluarga dan pny tanggung jwb lain,untuk itu tolong berhenti untuk mengumbar janji2
indah mu itu.skrg ak bnr2 tdk membutuhkan itu smua..tdk prnh..jika ditanya apakah aku juga
kecewa?jawabannya adalah,ya..sangat sedih dan kcewa..

Aku sedih,sudah berapa banyak air mata yg aku teteskan ttg ini ak tdk pernah tau,

ingin sekali rasanya teriak,''Mau sampai kapan?????''

Tolong,aku tau ak cm seorang anak yg dilahirkan oleh kalian,tp ak jg hanyalah manusia biasa yg
terus menerus tumbuh,bukan anak kecil lg,yg hrs diatur-atur,diteriaki sperti meneriaki
maling,dicaci maki,dicurigai..selalu dicurigai..

wlwpun ak tau,dr kelima anakmu,akulah yg paling sering sakit-sakitan,menyusahkan


kalian,bahkan sering ak berfikir,knp tdk sekalian ak divonis hidup bbrp hari lg saja?biar mungkin
ak bs merasakan org2 bnr2 peduli dan sygnya psti tulus diberikan kepadaku krn hari2 terakhirku
itu..

untuk itu ada dua hal janji yg telah aku ceritakan pd Tuhan diatas sana,

Yg prtm,ak berjanji jika aku hidup dan punya keturunan nanti,tidak akan pernah sedetikpun ak
membiarkan anakku merasakan sperti ap yg ak rasakan sekarang,dr dlu hingga sekarang,

ataupun jika Tuhan memanggilku terlebih dulu sbelum kalian smua,ak hny ingin kalian sadar dan
ak ingin meminta maaf krn telah melahirkan anak durhaka spertiku yg tidak pernah menyayangi
kalian..

tp dibalik smua itu,ak akan selalu tetap menghormati kalian dan berterima kasih krn telah
membesarkanku..

Ak tau tidak akan ad seorang pun yg stuju dngn prnyataan terakhirku ini,tp ak hanya ingin
mengingatkan,bhw tidak ad yg pernah menjadi diriku,sperti aku..tidak akan ad,untuk itu,ak
mngerti mengapa kalian yg malah balik membenciku,tp ak tidak peduli,krn aku adalah aku,dan
jiwa serta perasaanku hny ak yg dapat merasakannya..

tangisanku,hny ak dan Tuhan yg tau,bukan km,dy,kalian,atau siapapun...

Sudah,cukup..ak tidak ingin mendengar comment apapun,dr syp pun..ini hanyalah kata2 yg
terangkai dr tetesan air mataku ini,
kata2 ini benar2 mwakili perasaan terdalam yg ingin ak ceritakan hanya untuk org yang paling
aku cintai dan sayangi,cuma dy..

(fernando siregar)

29 juni 09