Anda di halaman 1dari 4
SERI FENOMENA MASYARAKAT
SERI FENOMENA MASYARAKAT

AGAMA AKAN HILANG BILA…

By: Darundiyo Pandupitoyo, S. Sos.

Mengapa manusia tak pernah lepas dari problem sehari-harinya? itulah

pertanyaan yang sering kita dengar dari mulut ke mulut, dalam keadaan

tertimpa bencana ataupun dalam bahasan formal dan non-formal.hal ini

memancing keheranan manusia (oleh Aristoteles disebut Thaumasia), dan

keheranan inilah yang mendorong manusia untuk berpikir tentang jawaban

dari segala pertanyaan tersebut, lalu berawal dari sinilah Ilmu Pengetahuan

muncul dan nantinya mengirim dunia pada Modernisasi yang sebagian besar

telah melumat budaya tradisional negara negara di dunia, juga termasuk

Indonesia. Salah satunya adalah budaya etis bangsa Indonesia. Sekarang ini

peranan etika tidak lagi penting dalam masyarakat kita, ya

terutama di kota

kota besar. Tingkat pelanggaran terhadap aturan-aturan tertulis maupun

aturan-aturan lisancenderung sangat tinggi, namun bukan berarti di daerah

pedesaan tidak terjadi pelanggaran terhadap aturan-aturan atau norma-norma

dalam masyarakat.

Yah!…sebenarnya pelanggaran etika

ini sangat berkaitan erat dengan

hati nurani masing-masing individu, match! Dengan apa yang dikatakan oleh

Immanuel Kant bahwa etika

manusia bersumber dari hati nurani dan

kesadaran serta rasionalitas dalam berpikir. Semakin sadar dan semakin

manusia itu berpikir secara rasional tentang apa yang mereka akan, telah,

dan sedang mereka perbuat, maka bukan tak mungkin norma-norma positif

dan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh dari etika bias dijunjung tinggi oleh

khalayak ramai. Sebenarnya ada alat kontrol social yang sangat efektif

dalam membangkitkan kembali budaya etis bangsa Indonesia . apakah itu?

- 1

-

ada alat kontrol social yang sangat efektif dalam membangkitkan kembali budaya etis bangsa Indonesia . apakah
SERI FENOMENA MASYARAKAT
SERI FENOMENA MASYARAKAT

Agama…Ya itulah jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tadi, agama

memuat doktrin-doktrin dari Sang Kausa Prima yaitu Tuhan Yang Maha Esa

tentang bagaimana mencapai kebahagiaan di dunia ini.

Namun keterbatasan manusia dalam berpikir akhirnya menghadirkan

diafragma/sekat dalam menjalin hubungan dengan Tuhannya, mereka tak

pernah tahu darimana asal Tuhannya, yang mereka tahu hanyalah bagaimana

cara mengimani dan memercayai ajaran-ajaran dari agama tersebut. Bila

boleh mengatakan secara gamblang (tanpa mengurangi rasa hormat saya

terhadap pruralitas agama dan kebenaran kebenaran dari doktrinnya) dan

menurut segi ilmiah, kita memang dilahirkan sebenarnya tidak tahu bahwa

Tuhan itu benar-benar ada, karena memang Tuhan tidak kasat mata, namun

ajaran agama memberi kita gambaran tentang adanya tuhan, sang sutradara

dunia , dan kitapun pertama dilahirkan di dunia ini tidak tahu apakah kitab

suci kita memang benar-benar berasal dari Tuhan atau tidak, dan sekali lagi

agama memberi kita pelajran tentang asal dan pentingnya kitab suci bagi

umat manusia. Menurut Sonny Keraf dan Michael Dua dalam bukunya yang

berjudul “ ilmu pengetahuan sebuah

tinjauan filosofis” mengatakan bahwa

agama tidak membuka diri pada rasionalitas, namun menuntut agar orang

memercayainya tanpa adanya bukti-bukti empirik. Padahal agama sendiri

merupakan PATTERN FOR BeHAVIOUR (aturan-aturan yang memola

perilaku seseorang) yang memang terbukti dari masa ke masa menuntun

manusia pada peradaban yang lebih baik

- 2 -

memola perilaku seseorang) yang memang terbukti dari masa ke masa menuntun manusia pada peradaban yang lebih
SERI FENOMENA MASYARAKAT
SERI FENOMENA MASYARAKAT

Nah!, manusia yang hidup di era modernisasi seperti sekarang ini

sudah memiliki pikiran-pikiran yang rasional terhadap gejala-gejala alam

dan gejala-gejala sosial

yang ada di dunia ini. Mereka (manusia) selalu

menuntut semua hal bias dirasionalkan dan mempunyai bukti empirik,

seperti

contohnya

ilmu

pengetahuan

yang

selalu

dituntut

bukan

saja

menghasilkan

teori-teori

namun

juga

bagaimana

penerapannya

dalam

kehidupan

bermasyarakat.

Ilmu

pengetahuan

merupakan

titik

awal

terciptanya sebuah teknologi. Memang ilmu pengetahuan dan teknologi

sendiri tidak dapat dipisahkan ,perkembangan IPTEK (ilmu pengetahuan

&teknologi)sangat mempengaruhi eksistensi dari agama, karena seperti yang

saya jelaskan tadi bahwa masyarakat selalu menuntut agar sesuatu bisa

dirasionalkan dan ada bukti-bukti empiriknya,sehingga mereka menganggap

agama yang didasarkan pada keimanan & kepercayaan adalah hal yang

sepele dan dinomorduakan, terbukti! Masyarakat gila kerja (workaholic)

sering melupakan apa yang dinamakan ibadah dan akhirnya intensitas

keimanannya menurun lalu terjadilah hal-hal yang diluar aturan /norma-

norma positif ,bila kita urutkan, maka terjadi koherensi terbalik antara

perkembangan IPTEK dan perkembangan agama dalam masyarakat.

Menurut logika akal sehat, bila perkembangan IPTEK itu tidak disertai

kualitas SDM

yang mempunyai moral positif dan menjunjung tinggi nilai-

nilai etika serta ajaran-ajaran agama, maka lama kelamaan agama hanya

dijadikan simbol saja dalam kehidupan dunia. Bahkan mungkin suatu saat

akan ditinggalkan oleh manusia, maka perkemgangan IPTEK akan menjurus

ke arah negatif tanpa adanya pendamping seperti agama dan etika di

dalamnya.

- 3 -

maka perkemgangan IPTEK akan menjurus ke arah negatif tanpa adanya pendamping seperti agama dan etika di
SERI FENOMENA MASYARAKAT
SERI FENOMENA MASYARAKAT

Kepada Mas Pandu

Di tempat

Dengan hormat,

Bila mas Pandu berniat mempublikasikan artikel ini harap mas sangat berhati-hati karena artikel berpotensi monflik sangat besar bagi mereka yang kurang memahami isi tulisan, biasanya oerang-orang yang fanatik akan agama akan men-judge kita sebagai orang atheis, padahal sebenarnya kita hanya berusaha memberi penjelasan ilmiah tentang fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Karena itulah alasan saya menangguhkan pengiriman artikel ini ke JAWA POS.

Demikian, terima kasuh atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk menulis sebuah artikel untuk dipublikaskan atau sekedar referensi saja, satu yang saya harap…semoga saja artikel saya ini berguna walau disampaikan dalam bentuk apapun. Thanks.

- 4 -

Salam Hormat

( DIO)

saya harap…semoga saja artikel saya ini berguna walau disampaikan dalam bentuk apapun. Thanks. - 4 -