Anda di halaman 1dari 10

TUGAS PEMASARAN

UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2009

DISUSUN OLEH :

NAMA : JOJOR DE’LYMA

NPM : 0716051008
Meneliti Industri HP (Handphone) GSM merk “Strawberry” .

Visi Perusahaan :

“To become number one selfphone in the world”.

Misi Perusahaan :

 Mengoptimalkan nilai perusahaan.


 Membangun SDM yang berkompeten dan memiliki nilai-nilai positif, integritas,
kreativitas serta bermartabat.
 Memperluas produk-produk yang bernilai tambah.
 Mengembangkan usaha baru berbasis kompetensi di seluruh dunia.

Ponsel merek “Strawberry” menghargai nilai individu, proses belajar yang terus-menerus,
pencapaian kesuksesan dan kepuasan pelanggan. Setiap karyawan Strawberry bertanggung jawab
untuk memegang nilai-nilai ini di tempat kerja, hubungan dengan karyawan lainnya, keterlibatan
dalam kegiatan perusahaan, kesehatan, keselamatan dan kepedulian lingkungan dalam komunitas
perusahaan.

Ponsel Strawberry menawarkan bermacam-macam ponsel yang sangat kompetitif untuk


segmen pasar yang luas, dan mengembangkan ponsel untuk semua standar penting dan segmen
pasar di lebih dari 130 negara. Merupakan tanggung jawab dari bisnis ponsel utama Strawberry,
berbasis pada GSM saja. Ponsel berfokus pada fitur yang kaya, ponsel yang ditargetkan untuk
pasar global.

Ditinjau berdasarkan 5 vorce model :

1. Ancaman pendatang baru

Pendatang baru atau pesaing memang sangat banyak sekali, hampir ribuan bahkan
puluhan ribu ada merk HP yang sekarang ini beredar dimasyarakat, misalnya seperti
blueberry yang namanya hampir mirip dengan strawberry, dan masih banyak lagi, tapi itu
semua dapat diatasi karena brand strawberry sudah sangat memegang nama dikalangan
masyarakat karena tujuan dari ponsel ini sendiri adalah untuk menjadi kontributor yang
baik dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dimanapun kami berada.
Misalnya dalam pengambilan inisiatif dalam komunitas perusahaan berdasarkan nilai
dasar perusahaan. Strawberry juga mengusahakan kerjasama komunitas dalam jangka
waktu lama pada tingkatan lokal dan regional, yang bertujuan untuk membantu karyawan
agar lebih pro-aktif dalam keterlibatan komunitas dan kesetiakawanan.

2. Ancaman dari produk dan jasa pengganti

Ancaman yang satu ini memang cukup mempengaruhi penjualan dari produk strawberry,
karena buyers atau konsumen mungkin lebih memilih untuk tidak memakai ponsel,atau
menggunakan telepon rumah, atau memakai CDMA , karena memang lebih murah
dibanding handphone strawberry.

untuk menghadapi ancaman dari pemilihan konsumen, perusahaan ini mempunyai solusi
perusahaan, yaitu menyediakan bermacam-macam terminal dan solusi konektivitas mobile
tanpa batas pada arsitektur mobilitas end-to-end, khusus untuk membantu bisnis dan institusi
worldwide meningkatkan performansi mereka melalui mobilitas yang ditingkatkan. Solusi end-
to-end menawarkan bermacam-macam perangkat mobile yang dioptimalkan untuk bisnis pada
front end, sampai portfolio gateway yang dioptimalkan untuk bisnis mobile pada back end
meliputi: email nirkabel dan internet, mobilitas aplikasi, perlindungan pesan, jaringan privat
virtual, firewall, dan perlindungan dari gangguan. semua solusi perusahaan ini yang membuat
perusahaan ponsel khusus GSM ini yakin bahwa memang konsumen akan memilih produk ini.

3. Daya tawar dari pembeli

Strawberry telah mengaktifkan struktur organisasi globalnya untuk memperkuat fokus


pada pemusatan, pasar mobilitas baru dan perkembangan. Untuk mencari daerah bisnis
baru dalam era Mobilitas selain terus mengembangkan kepemimpinannya dalam
komunikasi suara mobile, ponsel GSM Strawberry mempunyai empat grup bisnis untuk
menemukan dinamika unik dari setiap bisnis. Sehingga daya tawar pembeli itu cukup
tinggi karena sudah melihat tekhnologinya sudah sangat canggih.
4. Daya tawar supplier

Supplier menawarkan banyak sekali tekhnologi yang canggih dari handphone khusus
GSM ini, dan menghadirkan multimedia mobile untuk pelanggan dalam bentuk
perangkat mobile lanjutan dan aplikasi. Produk-produknya mempunyai fitur dan
fungsionalitas seperti imaging, game, musik, media dan bermacam-macam konten
menarik, seperti perangkat tambahan mobile dan solusi yang inovatif.

5. Persaingan diantara pemain yang sudah ada

Hal ini hampir sama pada 5 vorce model nomor satu, karena ancaman pendatang baru
juga cukup membuat daya saing semakin tinggi, dan ada juga persaingan diantara pemain
yang sudah ada, misalnya handphone merek-merek cina, yang cukup mengambil peran di
mata konsumen, sehingga membuat telepon genggam strawberry ini cukup waspada dan
tetap percaya diri untuk masuk di pasaran.

Ditinjau dari segi lingkungan internal dan eksternal


Secara umum, lingkungan perusahaan dapat dikategorikan ke dalam dua bagian besar,
yakni lingkungan eksternal dan lingkungan internal perusahaan. Lingkungan eksternal sendiri
dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besar lagi yakni lingkungan yang sifatnya umum dan
lingkungan industry.

Perubahan yang begitu cepat yang terjadi dalam lingkungan bisnis, menuntut setiap
pelaku bisnis selalu memberikan perhatian dan respon terhadap lingkungannya, yang kemudian
merumuskan strategi agar mampu mengantisipasi perubahan dan pencapaian tujuan perusahaan.
Didasari atas pentingnya perumusan strategi, proses perumusan strategi merupakan suatu
rangkaian kegiatan untuk menemukan strategi yang tepat bagi perusahaan. Rangkaian kegiatan
yang diperlukan meliputi analisis lingkungan perusahaan ponsel Strawberry ini, baik lingkungan
internal maupun lingkungan ekstrnal untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman yang dapat memperlancar ataupun menghambat perkembangan industry ponsel ini.
Lingkungan bisnis yang dihadapi oleh industry ponsel ini semakin bergejolak (turbulent),
terutama sejak terjadinya krisis perekonomian dan perubahan pemerintahan berikut gejolak
sosial di dalam negeri pada tahun 1997 . Apalagi dengan kondisi internal kebanyakan perusahaan
yang memburuk dan bangkrutnya sebagian perusahaan, perhatian terhadap pengaruh dan dampak
faktor-faktor lingkungan eksternal perusahaan yang bersifat makro menjadi sangat penting.

Dalam menguasai pasar di Indonesia, pastilah Industri handphone strawberry ini


mempunyai beberapa faktor yang mendukung. Di antaranya adalah faktor lingkungan internal
pemasaran.

Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah lingkungan organisasi yang berada di dalam organisasi tersebut dan
secara formal memiliki implikasi yang langsung dan khusus pada perusahaan. Perusahaan sendiri
sesuai konsep masa kini merupakan kumpulan dari berbagai macam sumber daya, kapabilitas
dan kompetensi yang selanjutnya bisa digunakan untuk membentuk market position tertentu.
Dengan demikian analisis lingkungan internal akan meliputi analisis mengenai sumber daya
manusia, kapabilitas dan kompetensi inti yang dimiliki oleh perusahaan. Masing-masing
komponen dari analisis lingkungan internal sebagai berikut:

1. Sumber Daya (Resources)

a. Tangible, merupakan sumber daya yang terlihat atau berwujud dalam data keuangan dan
mudah sekali diidentifikasi dan dievaluasi. Contohnya: Sumber daya Finansial dalam indsutri
ponsel strawberry ini: Kapasitas kredit perusahaannya. Kemampuan menghasilkan dana
internal, dan sebagainya.Sumber daya Fisik : Kecanggihan mesin pabrik ponsel ini membuat
ponsel yang sangat canggih dan mutunya terjamin. Lokasi pabrik atau lokasi usaha, dan
sebagainya.Sumber daya Manusia yang menciptakan mesin ponsel strawberry ini :
Pengalaman, loyalitas, pelatihan, komitmen, dan sebagainya.Sumber daya Organisasional :
Sistem perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan sebagainya
b. Intangible, merupakan sumber daya yang tidak terlihat pada neraca keuangan perusahaan
insdustri ponsel strawberry ini, misalnya teknologi handphone ini sendiri, inovasi produk
ponsel selanjutnya dan reputasi (performance). Contohnya:Sumber daya Teknologi yang
canggih sehingga mampu menciptakan handphone yang canggih pula: Persediaan teknologi:
paten, merek dagang “Strawberry”, hak cipta, dan sebagainya, Sumber daya untuk Inovasi:
Kegiatan riset, kreativitas, dan sebagainya,Reputasi (performance): Merek, persepsi kualitas,
hubungan baik dengan pemasok, dan sebagainya

c. Human Resources Perusahaan industry ponsel strawberry ini menilai sumber daya
manusia atau karyawannya berdasarkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang
untuk selanjutnya dikembangkan juga penilaian terhadap kemampuan para karyawan untuk
bekerja sama secara lebih efektif untuk menciptakan produk yang lebih canggih

2. Kapabilitas (Capability)

a. Pendekatan Fungsional, merupakan penentu kapabilitas perusahaan secara relative


terhadap fungsi-fungsi utama perusahaan ponsel ini antara lain: pemasaran atau daya beli ponsel
itu sendiri, penjualan dan distribusi , keuangan dan akuntansi, sumber daya manusia yang
bermutu, produksi serta organisasi secara umum.

b. Pendekatan Rantai Nilai (Value Chain), kapabilitas yang didasarkan pada serangkaian
kegiatan yang berurutan yang merupakan sekumpulan aktivitas nilai (value activities) yang
dilakukan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirim dan mendukung produk dan
jasa agar penjualan ponsel strawberry ini meningkat

3. Kompetensi Inti (Core Competence)


Ada dua pengertian mengenai kompetensi, yakni kompetensi individual dan kompetensi
organisasi. Kompetensi individu meliputi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills) dan
kemampuan (abilities) yang dimiliki seseorang dalam industry ponsel ini. Sedangkan kompetensi
organisasi merupakan tindakan kolektif dari karakteristik kompetensi individu dalam tingkatan
organisasi.. Karateristik individu meliputi pengetahuan teknis dan keterampilan (technical
knowledge and skills) dan keterampilan kinerja, serta kompetensi penyumbang individu
(performance skills and competencies of individual contributors).
Ada tiga parameter yang dapat diterapkan untuk mengidentifikasi kompetensi inti dalam
perusahaan sebagai berikut:

Pertama, apakah kompetensi inti memberikan akses potensial kepada berbagai macam pasar.
Sebagai contoh, perusahaan yang memiliki kompetensi ini dalam sistem layar monitor
memungkinkan perusahaan tersebut menekuni bisnis seperti:,ponsel strawberry ini,

Kedua, apakah kompetensi inti dapat memberikan kontribusi signifikan pada kegunaan yang
diterima pelanggan. Sebagai contoh, kompetensi handphone strawberry ini dalam mendesain dan
membuat mesin yang lebih canggih dari jenis handphone lain dan memberikan nilai yang tinggi
bagi pelanggannya yang implikasinya membuat pelanggan enggan beralih kepada produsen lain.

Ketiga, apakah kompetensi inti yang dimiliki perusahaan ponsel ini membuat pesaing mengalami
kesulitan untuk meniru (imitasi). Jika dihubungkan dengan kapabilitas, maka seluruh kompetensi
inti merupakan kapabilitas dan sebaliknya tidak semua kapabilitas merupakan kompetensi inti.
Hanya kapabilitas yang mempunyai kriteria tertentu yang dapat dikategorikan sebagian
komptensi inti. Kemampuan atau kapabilitas merupakan kompetensi inti jika memenuhi empat
kriteria, yakni:
a.Kemampuan yang Bernilai (Valuable Capabilities), yakni kemampuan yang memungkinkan
perusahaan dapat memanfaatkan peluang dan meminimalkan ancaman eksternal.
b.Kemampuan yang Langka (Rare Capabilities), yakni kemampuan yang hanya dimiliki oleh
sangat sedikit pesaing, baik pesaing saat ini maupun pesaing yang akan datang.
c.Kemampuan yang Tidak Dapat Ditiru Secara Sempurna (Imperfectly Imitable Capabilities),
yakni kemampuan yang tidak mudah dikembangkan oleh perusahaan lain.
d.Kemampuan yang Tidak Dapat Diganti (Nonsubstitutable Capabilities), yakni kemampuan
yang sukar untuk digantikan.

Hal terpenting yang perlu dipahami bahwa kompetensi tidak harus dan tidak boleh dijadikan
penghambat untuk berubah apabila sebuah perusahaan lain, selain ponsel strawberry ini memang
memerlukannya. Jika kompetensi inti yang lama berubah sejalan dengan globalisasi, perusahaan
pun harus menemukan kompetensi yang baru. Karena jika tidak melakukan perubahan,
dikuatirkan perusahaan tersebut akan mengalami kemunduran (competitive disadvantage). Hal
ini dilakukan dengan mempertahankan dan menopang kompetensi inti yang telah ada dan secara
simultan mengembangkan dan membentangkan apresiasi ke depan untuk menemukan dan
menghasilkan kompetensi inti yang baru.

Ditinjau dari segi strategi pemasaran

Tujuan pemasaran dari industry ponsel ini adalah mengenal dan memahami pelanggan
sedemikian rupa sehingga produk ponsel strawberry ini cocok dengan pelanggan dan dapat
terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga
yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia. Sedangkan proses pemasaran
produk ponsel ini terdiri dari analisa peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran,
merancang strategi pemasaran, merancang program pemasaran, dan mengorganisir,
melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran.

Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif


yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran industry onsel
Strawberry ini adalah :

(1) faktor mikro, yaitu :

- perantara pemasaran dalam industri ponsel ini terjamin.

- pemasok yang sudah berlangganan dan cocok dengan mutu produk ponsel ini.

- pesaing produk ponsel lain seperti banyaknya jenis merek handphone yang beredar di
pasaran dan,
- daya beli masyarakat yang harus ditinjau agar tidak beralih ke merek handphone
lainnya.

(2) faktor makro, yaitu :

- demografi/ekonomi, yaitu keadaa kurs rupiah dan keadaan ekonomi di masyarakat


menentukan pengendalian strategi pemasaran produk ponsel ini.

- keadaan politik/hukum yang juga mempengaruhi strategi hingga ke penjualan ponsel


strawberry ini.

- teknologi/fisik, yaitu mutu teknologi dan fisik handphone strawberry ini memang
harus benar-benar bersaing dengan ponsel lain, agar minat masyarakat tinggi untuk
membeli ponsel ini.

- sosial/budaya, yaitu keadaan masyarakat, pergaulan, dan budaya juga cukup


mempengaruhi penjualan dari produk ini.

Sedangkan strategi dan kiat pemasaran ponsel produk ponsel ini yaitu dari sudut
pendangan penjual (4 P) : adalah tempat yang strategis (place) untuk tempat menjual agar daya
beli masyarakat terhadap handphone ini meningkat, produk yang bermutu (product), harga yang
kompetitif dan bersaing terhadap produk lain (price) dan promosi yang gencar (promotion)

Sedangkan dari sudut pandang pelanggan (4 C) adalah kebutuhan dan keinginan


pelanggan (customer needs and wants), biaya pelanggan (cost to the customer), kenyamanan
(convenience) dan komunikasi (comunication).

Tujuan akhir dan konsep, kiat dan strategi pemasaran industri ponsel strawberry ini
adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (“total Customer Statisfaction”). Kepuasan pelanggan
sepenuhnya bukan berarti memberikan kepada apa yang menurut kita keinginan dari mereka,
tetapi apa yang sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimana mereka inginkan.
Atau secara singkat adalah memenuhi kebutuhan pelanggan. Ada hubungan erat antara mutu
suatu produk dengan kepuasan pelanggan serta keuntungan industri. Mutu yang lebih tinggi
menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung harga yang lebih
tinggi dan sering juga biaya lebih rendah
Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang
diinginkan oleh konsumen. Mengetahui apa saja yang diinginkan oleh konsumen yang berkenaan
dengan produk, kinerja serta kualitas adalah tahap pertama yang sangat penting dari kegiatan
pemasaran. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :

a. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan
dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
b. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan
pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan
mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi
kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara
cepat.
c. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya
dan dapat terjual dengan sendirinya.