Anda di halaman 1dari 4

Energi Ionisasi

Energi ionisasi suatu atom adalah


energi yang dibutuhkan untuk
melepaskan satu elektron luar
tergantung pada ukuran atomnya.

Unsur golongan 1 (Na, K, Rb, Cs)


mempunyai 1 elektron valensi yang
jauh dari inti elektron mudah lepas
energi ionisasi rendah.

Unsur golongan 1 sangat reaktif


sehingga tidak pernah ditemukan dalam
keadaan murni, tetapi selalu dalam
kombinasi dengan unsur lain. Jika dalam
bentuk murni, unsur golongan 1 mudah
meledak.

Bila bergerak ke kanan dalam satu deret


tabel periodik, elektron2 menjadi lebih
dekat dengan inti, sehingga elektron
tersebut akan terikat lebih kuat.

Elektron bebas bisa merasakan tarikan


nuklir dan menempelkan diri pada
atom-atom, terutama jika tersedia satu
orbital luar yang tidak terisi.

Atom-atom ke arah kanan tabel berkala


unsur cenderung memiliki afinitas
elektron yang lebih tinggi. Diameter
kecil elektron bisa mendekat
tarikan kuat dari inti dan ada orbital
yang tidak terisi

Golongan sebelum terakhir (Halogen : F,


Cl, Br) benar-benar lapar elektron.
Unsur halogen punya diameter kecil
dan satu tempat kosong dalam orbital
p. Golongan halogen bergabung dengan
logam alkali pelepas elektron dari
golongan 1 NaCl.

Kolom terakhir pada tabel berkala


merupakan unsur yang sangat aneh,
memiliki energi ionisasi yang tinggi
sehingga tidak mudah menjadi kation
dan memiliki afinitas elektron yang
rendah karena orbital terluar penuh
sehingga tidak mudah menjadi anion
jarang bereaksi dengan yang lain
logam mulia

Semakin ke kanan pada tabel periodik,


Energi Ionisasi akan meningkat . Di awal
deret berikutnya dengan kulit luar yang
baru, energi ionisasi akan turun lagi.

Afinitas Elektron
Afinitas elektron : energi yang dibebaskan atau
yang diserap apabila suatu atom menerima
elektron.

Karena energi dilepas, maka harga


afinitas elektron diberi tanda minus.
Semakin besar energi yang dilepas, ion
negatif yang terbentuk semakin stabil.
Unsur golongan IIA dan VIIIA tidak
membentuk ion negatif yang stabil.
Harga afinitas elektronnya positif.

Keragaman Sifat Kimia dalam Unsur-Unsur


Golongan Utama

Kecendrungan umum dalam sifat kimia

Unsur dalam golongan yang sama mempunyai


kemiripan perilaku kimia karena memiliki
konfigurasi elektron terluar yang mirip
1. Unsur periode kedua (litium Flourin)
berbeda dengan anggota lainnya dari golongan
yang sama. Ex: Li memperlihatkan banyak sifat

khas logam alkali, tapi merupakan satu2nya


logam dalam golongan 1A yang tidak
membentuk lebih dari satu senyawa dengan
oksigen karena ukuran kecil yang tidak biasa
untuk anggota pertama setiap golongan
dibandingkan dengan anggota lain dalam
golongan yang sama.
2. Hubungan diagonal
Hubungan diagonal merujuk pada
kemiripan yang ada antara pasangan unsur
dalam golongan dan periode yang berbeda
pada tabel periodik
3 anggota pertama periodik kedua (Li,
Be dan B) memperlihatkan banyak kemiripan
dengan unsur yang terletak secara diagonal di
bawahnya dalam tabel periodik. Sifat kimia Li
mirip menyerupai sifat kimia Mg, Be mirip
dengan Al dan B mirip dengan Si

M = logam alkali. Ketika dibiarkan di


udara, unsur-unsur tersebut secara bertahap
kehilangan kilap karena bergabung dengan gas
oksigen membentuk oksida. Li LiO
(mengandung O2-)
K, Rb dan Cs membentuk superoksida
(mengandung ion O22-)
Unsur-unsur golongan 2A

alkali tanah agak kurang reaktif


dibandingkan dengan logam alkali
cenderung membentuk ion M2+.

Senyawa Be dan Mg terdapat di alam


berupa molekul bukan ion.

Kereaktifan logam alkali tanah dengan


air beragam: Be tidak bereaksi dengan
air, Mg bereaksi lambat dengan uap. K,
Sr dan Ba cukup reaktif dengan air
dingin.

Kereaktifan logam alkali tanah terhadap


oksigen jg meningkat dari Be ke Ba.

Be dan Mg membentuk oksida hanya


pada suhu tinggi, sedangkan CaO, SrO
dan BaO terbentuk pada suhu kamar

Mg bereaksi dengan asam membentuk


gas oksigen

Kalsium, Stronsium dan Barium bereaksi


dengan asam membentuk gas hidrogen.

Stronsium 90 merupakan produk utama


ledakan bom atom tanah
termakan sapi Sr2+ terserap karena
mirip dengan Ca2+ susu sapi

Hidrogen 1S1

H ditempatkan pada golongan 1A tapi


sebenarnya bukan golongan ini

Membentuk ion unipositif yg terhidrasi


dalam larutan, tetapi jg membentuk ion
hidrida dalam senyawa ion seperti
dalam NaH, CaH2

Ion Hidrida bereaksi dengan air


menghasilkan gas hidrogen dan
hidroksida logam

2NaH(s) + 2H2O(l) --> 2NaOH (aq) + 2H2(g)


CaH2(s) + 2H2O(l) --> Ca(OH)2 (s) + 2H2(g)
Unsur golongan 1A

Memiliki energi ionisasi yang rendah

Dalam sebagian besar senyawanya,


unsur tersebut merupakan unipositif

Bereaksi dengan air menghasilkan gas


hidrogen dan hidroksida logam

dikonsumsi manusia anemia,


leukimia dan penyakit kronis lainnya.

Nitrogen dan Fosfor adalah nonlogam,


arsenik dan antimon adalah metaloid,
bismut adalah logam.

N merupakan senyawa diatomik dan


membentuk sejumlah oksida (NO, N2O,
NO2, N2O4 dan N2O5(s)). N cenderung
menerima 3 e membentuk N3-.

Fosfor terdapat sebagai molekul P4.


Fosfor membentuk 2 oksida padat
dengan rumus P4O6 dan P4O10.

Asam okso yang penting adalah HNO3


dan H3PO4.

Arsenik, Antimon dan Bismut memiliki


struktur 3 dimensi yg luas. Bismut
merupakan logam yang paling tidak
reaktif.

Unsur-unsur Golongan 3A

Anggota pertama golongan 3A, Boron,


adalah metaloid, sisanya adalah logam.
Boron tidak membentuk senyawa ionik
biner dan tidak reaktif terhadap gas
oksigen dan air.
Al membentuk aluminium oksida ketika
dibiarkan di udara kuranng reaktif
dibandingkan Al. Al hanya membentuk
ion tripositif (Al3+).

Unsur golongan 3A lainnya membentuk


ion unipositif dan tripositif .

Unsur golongan 3A juga membentuk


banyak senyawa molekul. Al berx dgn H
menbentuk AlH3 yang sifanya mirip
BeH2.

Unsur-unsur golongan 6A

Oksigen, Belerang dan selenium adalah


logam, telurium dan polonium
merupakan metaloid.

Oksigen merupakan senyawa diatomik,


S8 dan Se8. Polonium merupakan
radioaktif.

Oksigen memiliki kecendrungan untuk


menerima 2 elektron untuk membentuk
ion oksida dalam senyawa ionik.S, Se
dan Te membentuk ion dinegatif.

H2SO4 terbentuk ketika belerang


trioksida dilarutkan di dalam air

Unsur-unsur golongan 4A

Unsur pertama, Karbon adalah non


logam. silikon dan germanium adalah
metaloid.
Logam dalam golongan ini adalah timah
dan timbal yang tidak beraksi dengan
air, tetapi dengan asam membebaskan
gas hidrogen.
Sn(s) + 2H+ (aq) Sn2+(aq) +H2(g)
Pb(s) + 2H+ (aq) Sn2+(aq) +H2(g)

Unsur golongan 4A membentuk


senyawa dengan tingkat oksidasi +2 dan
+4.

Unsur-unsur golongan 5A

SO3(g) + H2O(l) H2SO4(aq)


Unsur Golongan 7A

Semua halogen merupakan non logam


dengan rumus X2.

Kereaktifan tinggi sehingga tidak pernah


ditemukan dalam bentuk unsur bebas
di alam.

Astatin merupakan radioaktif.

Flourin sangat reaktif sehingga dapat


menyerang air menghasilkan oksigen

Halogen memiliki energi ionisasi tinggi


dan afinitas elektron yang bernilai
positif besar mudah membentuk
anion X-.

Kebanyakan halida logam alkali dan


halida logam alkali tanah adalah
senyawa ionik.

Halogen membentuk banyak senyawa


molekul di antara sesama halogen
(BrF3) dan dengan unsur nonlogam
dalam golongan lain (NF3, PCl5, SF6).

Halogen bereaksi dengan hidrogen


membentuk hidrogen halida, ketika rx
ini melibatkan fourin, terjadi ledakan.

Hidrogen halida larut dalam air


membentuk asam klorida.

Hf merupakan asam yang paling lemah


diantara asam halida yang lain

Unsur-unsur golongan 8A

Semua gas mulia terdapat sebagai spesi


monoatomik, stabil, memiliki energi
ionisasi paling tinggi tapi tidak memiliki
kecendrungan menerima elektron
tambahan inert

Percobaan Neil Bartlett mencampurkan


Xenon dengan platina heksaflourida,
suatu zat pengoksidasi yang kuat,
menghasilkan reaksi:

Sejak saat itu, sejumlah senyawa xenon


(XeF4, XeO3, XeO4, XeOF4) dan
senyawa Kripton (KrF2) telah dapat
dibuat. Thn 2000 dibuat senyawa HArF
yang stabil pada suhu rendah,
sedangkan He dan Ne belum ada
laporan.