Anda di halaman 1dari 1

RANGKUM GEOTEKNIK

3. Hasil
3.1 GPS
Data dari 69 lokasi GPS (53 PAM dan 16 CORS) pada daerah Houston yang menganalisa
LKHU, ADKS, dan NETP (tabel 1). Pergerakan vertikal dapat diasumsikan menjadi penampang
hidrogeologi, gerakan bawah pemukaan, dan kubah garam (salt domes) menurut Engelkemeir,
2010. Data GPS pada 2 periode yaitu tahun 1990 2011 dan 2008 2011 yang dimana
dilakukan analisa lebih detail pada batas air bawah permukaan. Gambar 4 menunjukkan
penurunan permukaan tanah pada 2 periode (1994-2010 dan 2007-2011). Gambar 3a (19942010) menunjukan penurunan permukaan tanah pada barat laut dan pengangkatan di tenggara
daerah penelitian. Nilai penurunan permukaan tanah yang paling besar adalah di Daerah Jersey
(gambar 4). Dan yang nilai penurunan dan pengangkatan permukaan tanah yang terkecil adalah
pada bagian Selatan Houston. Dan menunjukkan kubah garam (salt domes) pada daerah tertentu.
Sebagai catatan bahwa data PAM pada stasiun 15, 25, 34, dan 39 tidak digunakan untuk analisis
dikarenakan data yang hilang ataupun karena peralatan yang rusak.
3.2 LiDAR
Penghitungan ketinggian DEM menurut Khan (2013) menggunakan penghitungan metode
polygon pada Pierce Junction, Mykawa, Houston Selatan, Webster, Lil Rich, Humble, Hockley,
Tomball, dan Goose Creek pada gambar 2.
3.3 InSAR
ERS-1 data 8 dan ERS-2 data 17, yang merupakan data 1992-2002 dilakukan analisis
menggunakan metode persistent scatter (PS) untuk menghitung penurunan permukaan pada
Baratlaut Haris. Titik dengan warna panas (kuning kemerahan) menunjukkan rata-rata nilai
terendah penurunan permukaan tanah, dan titik dengan warna dingin (hijau kebiruan)
menunjukkan rata-rata nilai tertinggi penurunan permukaan tanah. Gambar 6 menunjukkan
daerah yang mengalami penurunan permukaan tanah dengan nilai yang berbeda-beda. Hal
tersebut terlihat berubah mulai Baratlaut menuju ke bagian tengah pada daerah Baratlaut Harris.
Pada bagian barat laut mengalami penurunan rata-rata 17 mm/tahu, dan pada bagian tengah
dengan nilai 27-47 mm/tahun.