Anda di halaman 1dari 25
Modul Orientasi Kader Posyandu Kecamatan Cibeunying Kaler Sebuah Panduan Ringkas Posyandu sebagai Center of Excellence
Modul Orientasi Kader Posyandu Kecamatan Cibeunying Kaler Sebuah Panduan Ringkas Posyandu sebagai Center of Excellence

Modul Orientasi Kader Posyandu

Kecamatan Cibeunying Kaler

Sebuah Panduan Ringkas

Posyandu sebagai Center of Excellence, Teruntuk kader yang bersahaja dan gemar belajar

Nurlienda Hasanah, S.Gz Pendamping Kader Posyandu Provinsi Jawa Barat

1
1

A. Kader Posyandu?

Siapa sajakah yang bisa menjadi kader Posyandu? 1) Dapat membaca dan menulis. 2) Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan. 3) Mempunyai waktu yang cukup dan rela berbagi waktunya untuk masyarakat 4) Bertempat tinggal di wilayah Posyandu 5) Berpenampilan ramah dan simpatik merupakan nilai tambah.

Berbekal ‘SATU JUTA’, Cukupkah? Kader Posyandu memiliki bekal satu juta (sabar, tulus, jujur dan tawakal) merupakan bekal awal. Kader perlu terus belajar dan melatih keterampilannya mulai dari pencatatan, penimbangan, penyuluhan, pembuatan sistem informasi posyandu (SIP), memahami masalah di posyandu dan penyelesaiannya.

Tugas Mulia Sang Pahlawan Peradaban:

dan penyelesaiannya. Tugas Mulia Sang Pahlawan Peradaban: Tugas Kader Posyandu pada H – atau saat persiapan

Tugas Kader Posyandu pada H atau saat persiapan hari buka Posyandu, meliputi :

1. Menyiapkan alat dan bahan, yaitu : alat penimbangan bayi dan balita, Kartu Menuju

Sehat (KMS), alat peraga, alat pengukur LILA, obat-obatan yang dibutuhkan (tablet besi, vitamin A, Oralit, dan lain-lain sesuai kebutuhan), bahan/materi penyuluhan dan lain-lain

2. Mengundang dan menggerakkan masyarakat, yaitu memberitahu ibu-ibu untuk datang ke

Posyandu, serta melakukan pendekatan tokoh yang bisa membantu memotivasi masyarakat untuk datang ke Posyandu

3. Menghubungi Pokja Posyandu, yaitu menyampaikan rencana kegiatan kepada kantor

desa / kelurahan dan meminta mereka untuk memastikan apakah petugas sektor bisa hadir

pada hari buka Posyandu

4. Melaksanakan pembagian tugas, yaitu menentukan pembagian tugas diantara kader

Posyandu baik untuk persiapan maupun pelaksanaan kegiatan.

Posyandu baik untuk persiapan maupun pelaksanaan kegiatan. Tugas Kader pada hari buka Posyandu disebut pelayanan 5

Tugas Kader pada hari buka Posyandu disebut pelayanan 5 langkah kegiatan meliputi :

Kegiatan 1, tugas-tugas kader sebagai berikut :

1. Mendaftar bayi / Balita, yaitu menuliskan nama bayi / Balita pada KMS dan secarik

kertas yang diselipkan pada KMS

2. Mendaftar ibu hamil, yaitu menuliskan nama ibu hamil pada Formulir atau Register Ibu

Hamil

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 2

2

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 2
Kegiatan 2, tugas-tugas kader sebagai berikut : 1. Menimbang bayi / balita 2. Mencatat hasil

Kegiatan 2, tugas-tugas kader sebagai berikut :

1. Menimbang bayi / balita

2. Mencatat hasil penimbangan pada secarik kertas yang akan dipindahkan pada KMS

pada secarik kertas yang akan dipindahkan pada KMS Kegiatan 3, tugas-tugas kader sebagai berikut: Mengisi KMS

Kegiatan 3, tugas-tugas kader sebagai berikut:

Mengisi KMS atau memindahkan catatan hasil penimbangan balita dari secarik kertas kedalam KMS anak tersebut.

balita dari secarik kertas kedalam KMS anak tersebut. Kegiatan 4, tugas-tugas kader sebagai berikut : 1.

Kegiatan 4, tugas-tugas kader sebagai berikut :

1. Menjelaskan data KMS atau keadaan anak berdasarkan data kenaikan berat badan yang

digambarkan grafik KMS kepada ibu dari anak yang bersangkutan.

2. Memberikan nasehat kepada setiap ibu dengan mengacu pada data KMS anaknya atau

dari hasil pengamatan mengenai masalah yang dialami sasaran

3. Memberikan rujukan ke Puskesmas apabila diperlukan, untuk balita, ibu hamil dan

menyusui berikut ini :

Balita : apabila berat badannya dibawah garis merah (BGM) pada KMS, 2 kali berturut- turut berat badannya tidak naik, kelihatan sakit (lesu-kurus, busung lapar, diare, rabun mata dan sebagainya)

Ibu hamil atau menyusui : apabila keadaannya kurus, pucat, bengkak kaki, pusing terus menerus, pendarahan, sesak napas, gondokan dan sebagainya

Orang sakit

Memberikan pelayanan gizi dan kesehatan dasar oleh kader Posyandu, misalnya

pemberian tablet tambah darah (tablet besi), vitamin A, Oralit, dan lain sebagainya.

darah (tablet besi), vitamin A, Oralit, dan lain sebagainya. Kegiatan 5, merupakan kegiatan pelayanan sektor yang

Kegiatan 5, merupakan kegiatan pelayanan sektor yang biasanya dilakukan oleh

petugas kesehatan, PLKB, dan lain-lain. Pelayanan yang diberikan antara lain :

1. Pelayanan Imunisasi

2. Pelayanan Keluarga Berencana (KB)

3. Pengobatan

4. Pemberian tablet tambah darah (tablet besi), vitamin A dan obat-obatan lainnya

5. Pemeriksaan kehamilan bagi Posyandu yang memiliki sarana yang memadai dan lain-

lain sektor yang terkait.

sarana yang memadai dan lain- lain sektor yang terkait. Tugas-tugas kader setelah hari buka Posyandu, meliputi

Tugas-tugas kader setelah hari buka Posyandu, meliputi :

1. Memindahkan catatan-catatan pada Kartu Menuju Sehat (KMS) kedalam buku register

atau buku Bantu kader

2. Menilai (mengevaluasi) hasil kegiatan dan merencanakan kegiatan hari Posyandu pada

bulan berikutnya

3. Kegiatan diskusi kelompok (penyuluhan kelompok) bersama orang tua balita yang lokasi

rumahnya berdekatan (kelompok Dasawisma)

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 3

3

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 3

4.

Kegiatan kunjungan rumah (penyuluhan perorangan), sekaligus untuk tindak lanjut /

rujukan dan mengajak orang tua balita datang ke Posyandu pada kegiatan bulan berikutnya

B. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) = INVESTASI

Posyandu adalah upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan keluarga berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana.

Mengapa Posyandu Penting?

a. Angka kematian Bayi dan Ibu sangat tinggi, Posyandu sebagai wadah pelayanan kesehatan dasar bersumber dari masyarakat dan tersebar di seluruh wilayah

b. Posyandu sebagai upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dan peningkatan status gizi masyarakat

c. Posyandu memberdayakan masyarakat (Wadah berbagai kegiatan kesehatan, pendidikan, peningkatan ekonomi keluarga dsb)

KONSEP DASAR POS YANDU DASAWISMA PHBS Pengg. Masy olehTokoh Agama PKDRT/KKG PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA
KONSEP DASAR
POS YANDU
DASAWISMA
PHBS
Pengg. Masy olehTokoh Agama
PKDRT/KKG
PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA
Pemanfaatan
P
Pekarangan/UPGK
O
GIZI
IMUNISASI
S
•Penimbangan
PGG.DIARE
KB
BCG, DPT, Polio,
(Deteksi Dini
KIA
Y
Tumbuh kembang )
Oralit
Hepatitis B,
Pelay.KB
·Suplementasi Gizi
Campak, TT
ANC
Pelayanan
A
Vit A, Fe
PUP, dan
Pelayanan
dan KIE
•PMT
KIE
KIE
N
•KIE
KIE
D
•Rujukan
PAUD
U
DBD
T B C
HIV-AIDS
Keterangan :
1. Kotak Horizontal : Keg. Pokok pada
BKB, BKR DAN BKL
POSYANDU/saat penimbangan
(1 bulan 1X )
15
2. Kotak Vertikal : Kegiatan tambahan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT/ KELUARGA
(setiap hr)

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 4

4

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 4
URAIAN KEGIATAN VERTICAL SATGAS : PROGRAM/KEGIATAN DASAWISMA Pembinaan 10. keluarga, pembinaan Kader Pos Yandu PHBS
URAIAN KEGIATAN VERTICAL
SATGAS
: PROGRAM/KEGIATAN
DASAWISMA
Pembinaan 10. keluarga, pembinaan Kader Pos
Yandu
PHBS
Kesling, Pemugaran Rumah, K3, Penyakit menular,
Penyuluhan
PKDRT
: Sosialisasi PKDRT
UPGK
Pemanfaatan pekarangan,TOGA, aneka tanaman
pangan
PAUD
: Mendidik anak dari segi Afective, Kognitif dan
Psikomotorik
DBD
Foging, penyuluhan
BKB, BKR, BKL
Pembinaan Keluarga Lansia, Remaja, Balita
TBC
Penyuluhan,
HIV/ AIDS
Penyuluhan
PENINGKATAN
Gramin Bank, Koperasi, Pengusaha ekonomi
EKONOMI KELUARGA
lemah/menengah, UP2K, UED-SP
PENGANEKA
Penganekaragaman makanan Non Beras
RAGAMAN PANGAN
Penganekaragaman makanan Non Beras RAGAMAN PANGAN Paket Pelayanan Minimal Bayi dan Balita : 1. Penimbangan

Paket Pelayanan Minimal

Bayi dan Balita :

1. Penimbangan bulanan dan penyuluhan gizi dan kesehatan

2. Pemberian paket pertolongan gizi: Pemberian vitamin A, pemberian paket Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

3. Imunisasi lengkap dan pemantauan kasus lumpuh layuh

4. Identifikasi gangguan/penyakit, pengobatan sederhana dan rujukan, terutama untuk diare, radang paru-paru (Pnemonia)

rujukan, terutama untuk diare, radang paru-paru (Pnemonia) Ibu Hamil 1. Pemeriksaan Kehamilan 2. Pemberian Makanan

Ibu Hamil

1. Pemeriksaan Kehamilan

2. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Ibu kurang gizi atau Kurang Energi Kronis (KEK)

3. Pemberian tablet tambahan darah (tablet besi)

4. Penyuluhan tentang gizi dan kesehatan ibu

(tablet besi) 4. Penyuluhan tentang gizi dan kesehatan ibu Ibu Nifas/Menyusui 1. Pemberian kapsul vitamin A

Ibu Nifas/Menyusui

1. Pemberian kapsul vitamin A

2. Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

3. Pelayanan nifas bagi ibu dan bayinya dan pemberian tablet tambah darah

4. Pelayanan KB

5. KIE / Penyuluhan tentang makanan selama menyusui, ASI Eksklusif, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir, pengenalan tanda bahaya dan KB.

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 5

5

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 5
Paket Pelayanan Pilihan 1. Program samijaga dan perbaikan lingkungan pemukiman 2. Perkembangan anak, termasuk kegiatan

Paket Pelayanan Pilihan

1. Program samijaga dan perbaikan lingkungan pemukiman

2. Perkembangan anak, termasuk kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB, PAUD)

3. Penanggulangan penyakit endemis setempat, misalnya gondok, Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria dan lain-lain.

4. Usaha kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD)

Bagaimana jika Posyandu kurang optimal?

Permasalahan AKIBAT KURANG OPTIMAL POSYANDU PELAYANAN KIA DAN KB MENURUN MASALAH AKAR MASALAH PENINGKATAN GIZI
Permasalahan AKIBAT KURANG OPTIMAL POSYANDU
PELAYANAN KIA DAN KB
MENURUN
MASALAH
AKAR MASALAH
PENINGKATAN GIZI
 MUNCUL
MASY. MENGENDUR
BERBAGAI KLB:
-KURANG GIZI
-POLIO
POSYANDU
IMUNISASI - UCI RENDAH
-DBD
TIDAK
-MALARIA
BERFUNGSI
-FLU BURUNG
OPTIMAL,
PENANGGULANGAN
DLL
STRATA
DIARE/PENYEHATAN
 KESADARAN
RENDAH
LINGKUNGAN MEROSOT
DAN PERAN
SERTA MASY.
KURANG
KEWASPADAAN MASY.
MENURUN
PENYULUHAN/PROMOSI
KES. TIDAK BERJALAN
2

C. Kartu Menuju Sehat (KMS) KMS adalah kartu yang memuat data pertumbuhan serta beberapa informasi lain mengenai perkembangan anak, diisi setiap bulan sejak anak lahir hingga berusia 5 tahun dan KMS = “Raport” kesehatan gizi balita Empat Bagian utama KMS yakni:

badan bayi dan balita bagi bayi dan balita
badan bayi dan balita
bagi bayi dan balita

Identitas bayi dan balita.

Kurva penimbangan dan pengukuran berat

Jadwal pemberian vitamin dan imunisasi

Informasi mengenai pemberian ASI, perkembangan anak sehat dan penanganan pertama terhadap diare

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 6

6

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 6

Untuk selengkapnya, contoh KMS balita perempuan dan laki-laki sebagai berikut :

KMS Perempuan

perempuan dan laki-laki sebagai berikut : KMS Perempuan KMS laki-laki Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh

KMS laki-laki

dan laki-laki sebagai berikut : KMS Perempuan KMS laki-laki Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 7

7

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 7

a. Halaman depan KMS

a. Halaman depan KMS b. Halaman belakang KMS (Berisi info Berat Badan, Permberian ASI Eksklusif, Vitamin

b. Halaman belakang KMS

(Berisi info Berat Badan, Permberian ASI Eksklusif, Vitamin A dan Imunisasi)

Jenis Catatan KMS Pengisian KMS dilakukan pada saat hari buka Posyandu, yaitu pada:

1. Pelayanan 3 Kader memindahkan catatan hasil penimbangan (berat badan) yang ditulis pada secarik kertas ke dalam grafik KMS

2. Pelayanan 4 Kader membaca data KMS, menjelaskan kepada ibu mengenai keadaan anak. Kader juga menanyakan berbagai informasi penting mengenai perkembangan tumbuh kembang anak, kemudian dimasukkan ke dalam KMS

Manfaat catatan/informasi KMS balita

a. Alat pemantau tumbuh kembang balita bisa dijadikan acuan penyuluhan kepada ibu’keluarga

b. Alat pencatatan pelayanan kesehatan balita sebagai bahan acuan untuk rujukan ke pelayanan 5 maupun puskesmas.

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 8

8

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 8

Rujukan bagi balita

Berat badan balita di Bawah Garis Merah (BGM) pada KMS dan dicurigai gizi buruk

Berat badan balita 2 kali (2 bulan) berturut-turut tidak naik

Berat badan balita berada di atas normal pada KMS (terlalu gemuk)

Balita sakit

Balita belum diimunisasi dan belum mendapat kapsul vitamin A.

Langkah-langkah Mencatat pada KMS

Mencatat nama Posyandu, identitas anak dan orang tua pada tabel di sebelah kiri atas

Mencatat pemberian imunisasi pada tabel di sebelah kiri tengah

Mencatat pemberian vitamin A pada tabel sebelah kiri bawah

Mencatat hasil penimbangan (berat badan) pada grafik KMS

Mengisi Grafik KMS

Pada kolom yang harus diisi bulan, cantumkan pada kolom pertama, bulan kelahiran anak. Kolom selanjutnya diisi dengan bulan-bulan berikutnya

Masukkan data berat badan anak ke dalam grafik dengan cara membuat titik yang mempertemukan garis datar (kg berat badan) dan garis tegak (bulan penimbangan)

Apabila bulan lalu anak ditimbang, sambungkan titik penimbangan bulan ini dengan titik penimbangan bulan lalu (hanya titik yang merupakan hasil penimbangan berturut-turut yang boleh disambungkan)

Mencatat pemberian ASI saja (ASI Eksklusif) pada bayi umur 0-6 bulan pada kotak di bawah 6 kolom bulan pertama, caranya:

Membuat tanda strip (coret) pada kotak apabila bayi diberi makanan/minuman lain selain ASI

Tuliskan E0 sampai dengan E6 pada kotak apabila bayi hanya diberi ASI

Mencatat lain-lain, yaitu catatan tentang sakit yang pernah dialami anak dan penanganannya, ditulis di dalam garis-garis tegak pada grafik KMS

Perhatikan umur!

Mengapa umur harus dihitung teliti?

a. Karena pertumbuhan anak berhubungan dengan umur

b. Karena kecepatan tumbuh balita dari 0 60 bulan berbeda-beda

c. Mengetahui umur anak dengan tepat sangat penting untuk menilai apakah kecepatan tumbuh normal pada usia tersebut.

Kecepatan tumbuh anak laki-laki:

Antara 0 1 bulan = 0,8 1,1 kg Antara 8 9 bulan = 0,3 0,5 kg Kecepatan tumbuh anak perempuan:

Antara 0 1 bulan = 0,6 0,9 kg Antara 8 9 bulan = 0,3 0,5 kg

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 9

9

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 9

Kesalahan menghitung umur anak

a. Umur dihitung hanya menggunakan bulan dan tahun penimbangan dengan bulan dan tahun lahir anak mengabaikan selisih hari

b. Umur anak dihitung dengan menambahkan 1 bulan untuk setiap hari buka posyandu, akibatnya umur anak lebih tua atau muda dari sebenarnya karena sangat tergantung dari jadwal hari buka posyandu.

karena sangat tergantung dari jadwal hari buka posyandu. 2 Cara menghitung umur anak balita CARA 1

2 Cara menghitung umur anak balita

hari buka posyandu. 2 Cara menghitung umur anak balita CARA 1 1. Tentukan tanggal lahir anak,

CARA 1

1. Tentukan tanggal lahir anak, dalam format tanggal, bulan, tahun misalnya : 5-4-2011

2. Tulis tanggal kunjungan, misalnya : 19-9-2012

3. Hitung umur anak dengan mengurangi tanggal kunjungan dengan tanggal lahir, misalnya:

mengurangi tanggal kunjungan dengan tanggal lahir, misalnya: Penyelesaian Tanggal kunjungan 19 09 2012

Penyelesaian Tanggal kunjungan

19

09

2012

Tanggal lahir

05

04

2011

14

05

1

= 1 tahun 5 bulan 14 hari

(Jadi umur anak dibulatkan menjadi 12 bulan + 5 bulan = 17 bulan)

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 10

10

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 10
CARA 2 1. Tentukan tanggal lahir anak, dalam format tanggal, bulan, tahun misalnya : 19-9-2011

CARA 2

1. Tentukan tanggal lahir anak, dalam format tanggal, bulan, tahun misalnya : 19-9-2011

2. Tulis tanggal kunjungan, misalnya : 05-04-2012

3. Hitung umur anak dengan mengurangi tanggal kunjungan dengan tanggal lahir, misalnya

mengurangi tanggal kunjungan dengan tanggal lahir, misalnya Penyelesaian: Tanggal kunjungan 05 04 2012

Penyelesaian:

Tanggal kunjungan

05

04

2012

Tanggal lahir

19

09

2011

-14*)

-5

1

= 1 tahun 5 bulan 1 bulan

(Jadi umur anak menjadi 12 bulan 5 bulan 1 bulan = 6 bulan)

*) jika selisih tanggal adalah negatif maka dikurangi 1 bulan, jika selisih tanggal adalah

positif maka selisih tanggal diabaikan.

tanggal adalah positif maka selisih tanggal diabaikan. TANGGAL LAHIR TIDAK DIKETAHUI  Gunakan kalender lokal

TANGGAL LAHIR TIDAK DIKETAHUI

Gunakan kalender lokal

Tanyakan kapan anak dilahirkan dengan menghubungkan kejadian penting yang terdekat, misalnya lebaran.

Mencari anak yang pada saat dilahirkan bersamaan/berdekatan.

Mencari anak yang pada saat dilahirkan bersamaan/berdekatan. Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 11

11

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 11
Cara membaca grafik pertumbuhan pada KMS a. Apabila anak berada di lajur bewarna hijau maka
Cara membaca grafik pertumbuhan pada KMS a. Apabila anak berada di lajur bewarna hijau maka

Cara membaca grafik pertumbuhan pada KMS a. Apabila anak berada di lajur bewarna hijau maka anak berada pada jalur pertumbuhan normal b. Apabila anak berada di bawah lajur merah (warna putih) menunjukkan anak kurus dan perubahannya dapat dikatakan membaik apabila mendekati lajur hijau. Pendekatan grafik pada lajur hijau tua dikenal dengan kejar tumbuh kembang.

KMS merupakan salah satu alat untuk memantau berat badan menurut umur (BB/U) anak. Hal ini dilakukan guna mengklasifikasikan apakah anak mengalami kelebihan berat badan atau sangat gemuk. Indikator BB/U paling umum digunakan namun tidak cocok digunakan apabila umur anak tidak diketahui dengan pasti. Seorang anak dengan BB/U rendah disebabkan pendek ( stunting ), atau kurus ( thinness) atau keduanya. Namun demikian, jika seorang anak memiliki edema pada kedua punggung akan meningkatkan berat badannya, walaupun sebenarnya anak tersebut berat badannya sangat rendah. Sehingga indikator BB/U tidak cocok digunakan pada kondisi mengalami edema.

Pemantauan gizi anak menggunakan KMS dilakukan secara rutin per bulannya, sehingga dapat diketahui perkembangan anak dari waktu ke waktu. Kegiatan ini perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi anak secara berkesiambungan, mencegah dan menekan terjadinya penyimpangan pertumbuhan sejak dini. Pemantauan gizi merupakan upaya deteksi dini dalam mengetahui kesehatan anak yang sederhana dan mudah dilakukan oleh kader dan orang tua.

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 12

12

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 12
D. Penyuluhan Penyampaian pesan/informasi dari satu orang atau kelompok kepada satu orang atau kelompok lain

D. Penyuluhan Penyampaian pesan/informasi dari satu orang atau kelompok kepada satu orang atau kelompok lain mengenai berbagai hal yang berkaitan mengenai kesehatan ibu dan anak

Penyuluhan di layanan 4 Posyandu

Dilakukan dengan pendekatan perorangan, sehingga bukan penyuluhan kelompok

Kader dan petugas kesehatan melaksanakan penyuluhan kelompok pada hari buka Posyandu atau di luar hari buka Posyandu

Topik Penyuluhan di Posyandu

Cara memantau pertumbuhan anak

Pemberian ASI Eksklusif pada anak 0-6 bulan

Gizi dan pemberian vitamin A untuk balita

Manfaat imunisasi bagi balita

Cara memantau dan melatih perkembangan anak

Perawatan ibu hamil, ibu nifas, dan ibu menyusui

Gizi dan Tablet Tambah Darah (TTD) untuk ibu

Persalinan yang aman

KB setelah melahirkan

PHBS dan Kadarzi

Perawatan gigi dan mulut

Penyuluhan lain sesuai kebutuhan

Isi Penyuluhan

Pesan Pokok, yaitu informasi yang diharapkan peserta mau melaksanakannya

Manfaat, yaitu penjelasan mengenai hal-hal positif jika peserta melaksanakan pesan- pesan tersebut

Akibat, yaitu penjelasan mengenai hal-hal negatif jika peserta tidak melaksanakan pesan-pesan tersebut

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 13

13

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 13

Jika masalah sudah terjadi pada peserta, jelaskan bagaimana peserta, keluarga, dan Posyandu dapat mengatasinya

Kader perlu menguasai materi-materi penyuluhan dengan banyak belajar, membaca, dan bertanya pada orang lain

Tips Agar Penyuluhan Menarik

Informasi dan saran diberikan berdasarkan keadaan dan permasalahan peserta

Informasi dan saran jelas dan cukup praktis agar dapat dilaksanakan

Informasi dan saran diberikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti

Bersikap ramah

Memberi kesempatan bagi peserta untuk bertanya

E.

Pencatatan Kegiatan Posyandu = SIP ? Sistem Informasi Posyandu (SIP) adalah seperangkat alat penyusunan data/informasi yang berkaitan dengan kegiatan, kondisi, dan perkembangan yang terjadi di setiap Posyandu

Manfaat SIP

Menjadi bahan acuan bagi kader Posyandu untuk memahami permasalahan sehingga dapat mengembangkan kegiatan yang tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan sasaran

Menyediakan informasi yang tepat guna dan tepat waktu mengenai pengelolaan Posyandu, agar berbagai pihak yang berperan dapat menggunakannya untuk membina Posyandu demi kepentingan masyarakat

Jenis Format SIP

1.

Catatan ibu hamil, kelahiran, kematian bayi dan kematian ibu hamil, melahirkan/nifas

2.

Register bayi dalam wilayah kerja Posyandu

3.

Register balita dalam wilayah kerja Posyandu

4.

Register WUS-PUS dalam wilayah kerja Posyandu

5.

Register ibu hamil dalam wilayah kerja Posyandu

6.

Data pengunjung, petugas, kelahiran dan kematian bayi dan kematian ibu hamil, melahirkan/nifas

7.

Data hasil kegiatan Posyandu

Cara Pengisian SIP

1.

Catatan ibu hamil, kelahiran, kematian bayi dan kematian ibu hamil, melahirkan/nifas → dilaksanakan setiap bulan oleh kader Dasa Wisma dan disampaikan secara secara lisan kepada Ketua Kelompok PKK RW/Dusun/Lingkungan melalui Ketua Kelompok RT dan kader Posyandu di wilayah bersangkutan

2.

Register bayi dan balita dalam wilayah kerja Posyandu → dilaksanakan oleh kader Posyandu setiap bulan. 1 lembar format ini berlaku 1 tahun

3.

Register WUS-PUS dalam wilayah kerja Posyandu → dilaksanakan oleh kader Posyandu untuk 1 tahun

4.

Register ibu hamil dalam wilayah kerja Posyandu → dilaksanakan oleh kader Posyandu untuk 1 tahun

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 14

14

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 14

5.

Data Posyandu → dilaksanakan oleh kader Posyandu setiap bulan setelah hari buka Posyandu (atau setiap ada kegiatan)

6.

Data hasil kegiatan Posyandu → dilaksanakan oleh kader Posyandu setiap bulan setelah hari buka Posyandu (atau setiap ada kegiatan)

F.

Penilaian masalah Sasaran Posyandu Bagaimana tindak lanjut setelah kader memahami informasi atau catatan tersebut ? Kader memahami masalah/kebutuhan posyandu yaitu keadaan-keadaan yang dianggap mengganggu, menghambat, atau mengurangi kesejahteraan hidup masyarakat

Masalah dari kelompok sasaran umum yang menjadi perhatian kader:

1.

Ibu hamil dan ibu menyusui

2.

Ibu nifas

3.

Balita

4.

PUS

Masalah dari kelompok sasaran yang perlu perhatian segera:

1.

Ibu hamil/menyusui/nifas: bumil risti, bumil kurang gizi dan anemia

2.

Bayi/balita: BBLR, kurang gizi, belum imunisasi, rabun ayam, gondok, batuk dan sesak, sering diare

3.

Sebaiknya mengutamakan masalah gizi ibu hamil, menyusui, bayi, dan balita

Pembahasan Masalah Mendiskusikan masalah-masalah yang berhasil ditemukan oleh kader Posyandu untuk melihat apa penyebab dan akibat suatu masalah

Manfaat Pembahasan Masalah

1.

Kader dapat menentukan masalah yang mendesak untuk ditangani

2.

Kader dapat menentukan kegiatan yang tepat untuk menangani suatu masalah

Kapan melakukan Pembahasan Masalah?

Kegiatan buka Posyandu (5 pelayanan)

Kegiatan evaluasi bulanan bersama petugas untuk merencanakan kegiatan Posyandu bulan berikutnya

Bahan-bahan yang digunakan untuk melihat masalah: data KMS/SIP, SKDN, SIP/buku catatan lain, buku bantu kader

Upaya Pemecahan Masalah

KEGIATAN OLEH POSYANDU

1.

Pelayanan Minimal Posyandu: Perbaikan gizi dan PMT, KIA, KB, imunisasi, penanggulangan diare

2.

Pelayanan Pilihan Posyandu: kesling, BKB, PAUD, penanggulangan penyakit menetap, UKGMD, dsb

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 15

15

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 15

1.

2.

3.

1.

2.

1.

2.

3.

4.

5.

   5.            KEGIATAN
   5.            KEGIATAN

KEGIATAN OLEH MASYARAKAT

Melaksanakan PHBS

Menggunakan pelayanan kesehatan yang terjamin untuk ibu dan anak

Melaksanakan anjuran kader dan petugas kesehatan

RUJUKAN OLEH KADER

Kader dapat memberikan surat pengantar ke Puskesmas bagi orang yang memiliki tanda-tanda masalah kesehatan

Biasanya rujukan oleh kader dibuat di pelayanan 4, dapat juga di luar hari buka Posyandu

Orang-orang yang Perlu Dirujuk

Balita BGM/kurus

Balita 2T berturut-turut

Balita terlalu gemuk

Balita yang tampak sakit

Lemah, lesu, tidak bergairah

Panas tinggi, rewel, tidak mau makan

Tidak mau menyusu

Bercak putih pada mata

Diare dan muntah-muntah

Tidak bisa pipis lebih dari ½ hari

Batuk, sesak, batuk 100 hari

Terlihat penyakit kulit

Ibu hamil dengan tanda-tanda:

LILA < 23,5 cm atau kurus

sering pusing, berkunang-kunang

Muntah terus-menerus

Nafsu makan kurang

Kaki bengkak

Sesak napas

Perdarahan saat hamil muda

Lesu, lemas, lelah, mudah mengantuk

Kelopak mata bagian dalam pucat

Mencret lebih dari sehari semalam

Mencret mengandung darah

Mencret lebih dari sehari semalam Mencret mengandung darah Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda
Mencret lebih dari sehari semalam Mencret mengandung darah Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 16

16

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 16

G. Kegiatan Posyandu

Penimbangan menggunakan dacin

G. Kegiatan Posyandu Penimbangan menggunakan dacin 9 langkah penimbangan: 1) Gantungkan dacin pada tempat yang kokoh:

9 langkah penimbangan:

1)

Gantungkan dacin pada tempat yang kokoh:

2)

Periksalah apakah dacin sudah tergantung kuat. Tarik batang dacin ke bawah kuat-kuat.

3)

Sebelum dipakai letakkan bandul geser pada angka 0(nol). Batang dacin dikaitkan dengan

4)

tali pengaman. Pasanglah celana timbang, kotak timbang atau sarung timbang yang kosong pada dacin.

5)

Ingat bandul geser pada angka 0 (nol). Seimbangkan dacin yang sudah dibebani celana timbang, sarung timbang atau kotak timbang

6)

dengan cara memasukkan pasir/batu ke dalam kantong plastic diujung batang dacin sampai kedua jarum diatas tegak lurus. Anak ditimbang, dan seimbangkan dacin.

7)

Tentukan berat badan anak, dengan membaca angka di ujung bandul geser.

8)

Catat hasil penimbangan

9)

Geserlah bandul ke angka 0 (nol), letakkan batang dacin dalam tali pengaman, setelah itu bayi atau balita dapat diturunkan.

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 17

17

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 17

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penimbangan:

a. Pakaian dibuat seminim mungkin, baju’pakaian yang cukup tebal harus dilepaskan (termasuk topi, alas kaki dan jaket)

b. Geserlah anak timbang sampai tercapai keadaan seimbang, kedua ujung jarum (paku)

terdapat pada satu titik

seimbang, kedua ujung jarum (paku) terdapat pada satu titik c. Gunakanlah tali pengaman untuk batang dacin

c. Gunakanlah tali pengaman untuk batang dacin

Kesalahan dalam menimbang anak:

a. Batang dacin tidak datar (seimbang)

b. Bandul penyeimbang tidak dipasang

c. Sarung timbang sudah dipasang, tanpa memeriksa kedua ujung jarum

d. Anak langsung ditimbang sehingga berat badan anak lebih berat dari sebenarnya

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 18

18

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 18
Mengenal Alat Ukur Tinggi Badan 17 Alat Ukur Tinggi Badan (“Microtoise”) Tempat paku atau perekat

Mengenal Alat Ukur Tinggi Badan

17

Alat Ukur Tinggi Badan (“Microtoise”)

Tempat paku atau perekat untuk menempelkan alat ke dinding Pita pengukur tinggi badan Jendela pembaca
Tempat paku atau perekat untuk
menempelkan alat ke dinding
Pita pengukur tinggi badan
Jendela pembaca angka
tinggi badan anak

Sisi siku-siku yang menempel

ke kepala anak

Sisi siku-siku yang menempel ke dinding
Sisi siku-siku yang menempel
ke dinding
pembaca angka tinggi badan anak Sisi siku-siku yang menempel ke kepala anak Sisi siku-siku yang menempel

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 19

19

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 19
18 5. Pakukan atau rekatkan ujung pita ke dinding 2. Pilih dinding yang rata dan
18
5. Pakukan atau rekatkan ujung
pita ke dinding
2. Pilih dinding yang rata dan
tegak lurus ke lantai
1. Pilih lantai yang rata
3. Letakkan microtoise dgn bagian yang
akan menempel pada kepala anak
rapat di lantai
CARA MEMASANG MICROTOISE
4. Tarik pita ke atas menempel di dinding sampai
pada jendela baca menunjukkan angka NOL
19 3. Gerakkan microtoise sampai menempel di kepala anak dan baca angka pada jendela baca
19
3. Gerakkan microtoise
sampai menempel di
kepala anak dan baca
angka pada jendela baca
1. Anak berdiri tegak
membelakangi dinding
dengan pandangan
ke depan
CARA MENGUKUR TINGGI BADAN
2. Bagian belakang kepala, punggung dan
tumit menempel raopat ke dinding

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 20

20

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 20
Microtoise Dinding Tumit menempel
Microtoise
Dinding
Tumit menempel

Cara Mengukur Tinggi/Panjang Badan

1. Berdiri membelakangi dinding dimana microtoise terpasang dengan posisi santai,

2. Tangan disamping badan, tumit, betis, pantat, tulang belikat dan kepala menempel di dinding. Pandangan lurus ke depan.

3. Tarik microtiose ke bawah sampai menempel ke kepala. Bagi terukur yang diikat rambutnya, menggunakan bando agar dilepaskan terlebih dahulu atau digeser ke bagian

kiri kepala.

4. Sebagai pegukur harus membaca hasil pengukuran pada microtoise (garis merah pada

jendela baca) sejajar mata/tegak lurus.

5. Saat pengkuran, sandal, dan topi harus dilepas.

6. Bacaan pada ketelitian 0,1 cm, artinya apabilatinggi terukur 160 cm, harus ditulis 160,0

cm (koma nol harus ditulis).

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 21

21

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 21

Mengenal Alat Pengukur Panjang Badan

10 KEADAAN ALAT UKUR PANJANG BADAN YANG BARU DIKELUARKAN ATAU YANG SIAP DIMASUKKAN KE DALAM
10
KEADAAN ALAT UKUR PANJANG BADAN YANG BARU DIKELUARKAN
ATAU YANG SIAP DIMASUKKAN KE DALAM TAS PENYIMPAN
Alat geser
Sekrup pengikat kedua
bagian alat ukur
Bagian pertama alat ukur
Bagian kedua alat ukur panjang
panjang badan
badan di taruh terbalik
11 Lubang tempat pasak kayu di masukkan Pasak kayu Sekrup pengikat di buka kedua bagian
11
Lubang tempat
pasak kayu di
masukkan
Pasak kayu
Sekrup pengikat di buka
kedua bagian alat ukur dilepas
dan siap untuk disambungkan

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 22

22

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 22
14 Alat geser menempel rapat ke dinding alat ukur Jendela baca Putar sekrup pengikat ke
14
Alat geser menempel
rapat ke dinding alat
ukur
Jendela baca
Putar sekrup pengikat ke kanan
0
atau ke kiri sampai angka pada
jendela baca menunjukkan NOL
15 SALAH: Telapak kaki tidak menempel dua-duanya
15
SALAH: Telapak kaki tidak
menempel dua-duanya

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 23

23

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 23

Cara Mengukur Panjang Badan yang Salah

16
16

Cara Mengukur Panjang Badan yang Benar

Apa beda penimbangan bulanan dan pemantauan pertumbuhan ?

Penimbangan bulanan

D

= Datang

Pemantauan pertumbuhan D = Deteksi

D

= Daftar

D = Dini

T

= Timbang

T = Tumbuh

K

= Kueh

K = Kembang

B

= Bubar

B = Balita

Umum terjadi

Seharusnya

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 24

24

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 24
Sumber : Pedoman Pelatihan Kader Posyandu (2006) Departemen Kesehatan RI WHO. 2008. Modul Pelatihan Penilaian

Sumber :

Pedoman Pelatihan Kader Posyandu (2006) Departemen Kesehatan RI

WHO. 2008. Modul Pelatihan Penilaian Pertumbuhan Anak, Interpretasi Indikator Pertumbuhan. Jakarta: Kerjasama Depkes RI dengan WHO.

Jika terdapat pertanyaan dan keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Nurlienda Hasanah, S.Gz 0857 2240 5762

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 25

25

Modul Orientasi Kader Posyandu, Disusun oleh Nurlienda Hasanah, S.Gz 25