Anda di halaman 1dari 4

KEPERAWATAN HOLISTIK II

APLIKASI TERAPI KOMPLEMENTER DAN ALTERNATIF


LATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA KLIEN
LANJUT USIA DENGAN INSOMNIA
Dosen: Ns. Sri Padma Sari, S.Kep., M.Ns

Disusun oleh :

Dina Ratnawati

22020113183004

JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
2014

LATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA KLIEN


LANJUT USIA DENGAN INSOMNIA
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang terjadi secara
alami dan memiliki fungsi fisiologis dan psikologis untuk proses perbaikan tubuh.
Jika seseorang tidak mendapatkan tidur yang baik maka akan menimbulkan
kerusakan pada fungsi otot dan otak karena tidak adekuatnya kebutuhan tidur.1
Pada kelompok lanjut usia berumur 40 tahun dijumpai 7% kasus yang mengeluh
mengenai masalah tidur dimana hanya dapat tidur tidak lebih dari 5 jam sehari.
Hal yang sama dijumpai pada 22% pada kelompok usia 75 tahun. Demikian pula,
kelompok lanjut usia lebih banyak mengeluh terbangun lebih awal. Selain itu,
terdapat 30% kelompok usia 70 tahun yang banyak terbangun di waktu malam
hari. Angka ini ternyata tujuh kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok
usia 20 tahun.2 Tingginya masalah tidur yang terjadi pada lansia memerlukan
penanganan yang sesuai untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan tidur.3
Peningkatan pemenuhan kebutuhan tidur dapat dilakukan dengan
mengajarkan cara-cara yang dapat menstimulus dan memotivasi tidur.4 Salah satu
cara yang bisa dilakukan adalah relaksasi. Relaksasi otot progresif merupakan
salah satu teknik untuk mengurangi ketegangan otot dengan proses yang simpel
dan sistematis dalam menegangkan sekelompok otot kemudian merilekskannya
kembali.5 Selain untuk memfasilitasi tidur, relaksasi otot progresif juga
bermanfaat untuk ansietas, mengurangi kelelahan, kram otot serta nyeri leher dan
punggung.6
Aplikasi teknik komplementer dan alternatif yang saya lakukan kepada Ny.
J (70 tahun) adalah teknik relaksasi otot progresif dimana saya yakin cocok untuk
mengatasi permasalahan Ny. J sebagai wanita lanjut usia yang mengeluhkan
kurangnya kebutuhan tidur berhubungan dengan insomnia yang selama ini dia
alami. Teknik ini memiliki manfaat antara lain menurunkan ketegangan otot,
menurunkan tingkat kecemasan, mengatasi masalah berhubungan dengan stres,
seperti hipertensi, sakit kepala, dan insomnia7, serta dapat membantu melancarkan
metabolisme, peredaraan darah, juga memulihkan kondisi kesehatan tubuh.
Sebelum mengaplikasikan teknik relaksasi, terlebih dahulu saya melakukan

kontrak waktu, tempat, sekaligus menjelaskan tujuan dari latihan relaksaasi otot
progresif saat pagi hari. Setelah klien setuju dan sangat terlihat antusias, maka
saya langsung mendatangi rumah klien pada sore hari seperti perjanjian
sebelumnya. Saya mengajarkan teknik ini secara bertahap dimulai dari manfaat
dan tujuan aplikasi teknik relaksasi otot progresif, konfirmasi masalah kebutuhan
tidur klien, serta identifikasi otot-otot yang bermasalah yang perlu untuk
direlaksasikan. Dimulai dari otot wajah kemudian bagian bahu, lengan, dan
selanjutnya turun hingga otot-otot kaki yang pada masing-masing tahap bagian
otot-otot tersebut ditegangkan selama tujuh detik dengan latihan nafas teratur
kemudian direlaksasikan selama 20-30 detik sebelum memulai latihan dengan
bagian otot selanjutnya.
Hasil dari teknik yang saya ajarkan kepada Ny. J pada hari Kamis, 2
Oktober 2014 lalu adalah keluhan atas nyeri otot, pegal, dan linu pada sendi-sendi
tubuh berkurang. Klien merasa rileks karena hatinya pun senang atas apa yang
saya lakukan. Selain klien merasa diperhatikan, klien seperti memiliki harapan
baru atas permasalahan insomnianya yang akan segera teratasi. Tetapi untuk dapat
mengatasi permasalahan insomnia secara permanen, saya menganjurkan agar Ny.
J rutin melakukan latihan relaksasi ini minimal selama 30 menit setiap harinya,
dan Ny. J dengan semangat menyanggupi saran saya.

DAFTAR PUSTAKA
1. Stanley, M. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta : EGC ; 2007.
2. Bandiyah, S. Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik.Yogyakarta: Nuha Medika ;
2009.

3. Hidayat, A. A. Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan


Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika ; 2006.
4. Potter, PA., Perry, AG. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan
Praktik Edisi 4. Jakarta: EGC ; 2005.
5. Marks , I., Tracey. Master your Sleep, Proven Methode Simplied. USA: Bascom
Hills Publish Group ; 2011.
6. Berstein, AD, Borkovec, Stevens, et al. The Journal : New Direction in Progressive
Relaxation Training a Guidebook for Helping. USA: Praeger Publisher ; 2000.
7. Fitrisyia, R., Ismayadi. Relaksasi Otot Progresi dengan Pemenuhan Kebutuhan Tidur
Lansia. Sumatera Utara : USU ; 2012.